cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Minat Kunjungan Ulang di Balai Kesehatan Masyarakat Shalamah, Umy Hani; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.35334

Abstract

Berdasarkan data kunjungan pasien jumlah kunjungan pasien Balkesmas wilayah Ambarawa pada 3 tahun terakhir mengalami penurunan, pada tahun 2016 yaitu sebanyak 18.098 pasien, pada tahun 2017 sebanyak 17.214 pasien dan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 15.857 pasien. Bila dilihat dari pengkategori pasien baru dan lama. Jumlah pasien lama pada tahun 2016 sebanyak 12.293 pasien, tahun 2017 sebanyak 11.601 pasien dan pada tahun 2018 sebanyak 11.161 pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap minat kunjungan ulang layanan kesehatan di Balkesmas wilayah ambarawa. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian adalah 100 pasien rawat jalan. Teknik pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan chi square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara bauran pemasaran produk (p=0,000), harga (p=0,000), promosi (p=0,004), tempat (p=0,005), proses (p=0,001), bukti fisik (p=0,001) terhadap minat kunjungan ulang serta tidak ada hubungan antara bauran pemasaran orang (p=0,708) dan layanan pelanggan (p=0,088) terhadap minat kunjungan ulang layanan kesehatan di Balkesmas Wilayah Ambarawa. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pihak Balkesmas Wilayah Ambarawa sebagai penyedia layanan kesehatan dalam manajemen pemasaran jasa harus memperhatikan dan mempertimbangan strategi pemasaran jasa salah satunya bauran pemasaran. ABSTRACT Based on patient visit data, that the number of Balkesmas patient visits in the Ambarawa region in the last 3 years decreased, in 2016 as many as 18,098 patients, in 2017 as many as 17,214 patients and in 2018 as many as 15,857 patients. When viewed from the categorization of new and old patients. The number of old patients in 2016 was 12,293 patients, in 2017 there were 11,601 patients and in 2018 there were 11,161 patients. The purpose of this study was to determine the effect of the marketing mix on the interest in revising health services in the Balkesmas ambarawa area. This type of research is observational analytic with cross sectional design. The sample set in the study was 100 outpatients. The sampling technique is proportionate stratified random sampling. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using chi square with SPSS. The results showed that there was a relationship between product marketing mix (p= 0,000), price (p= 0,000), promotion (p= 0.004), place (p= 0.005), process (p = 0.001), physical proof (p = 0.001) to the interest in return visits and there is no relationship between the marketing mix of people (p= 0.708) and customer service (p=0.088) to the interest in health service re-visits in the Balkesmas Wilayah Ambarawa. The advice given in this research is the Balkesmas Wilayah Ambarawa as a health service provider in service marketing management must pay attention to and consider service marketing strategies, one of which is the marketing mix.
Pengembangan Buku “Aksi Santri” Sebagai Upaya Early Detection Penyakit Kulit Cahyati, Widya Hary; Siyam, Nur; Hasan, Karnowo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.35360

Abstract

Personal hygiene and environmental sanitation greatly affect the incidence of infectious diseases. Skin and respiratory diseases are often occur in boarding schools. Skin disease is the most common disease in developing countries. It was 20-80% of population. The intervention of this study was education about the prevention and control of skin diseases in a boarding house. It was conducted by developing a book entitled “AKSI SANTRI” (Ayo Jaga Kulit Sehat Santri Mandiri). The research was conducted in June 2019 until September 2019 at SMPIT Bina Amal Semarang which is a boarding school. The data instrument was a questionnaire to measure students' knowledge, attitudes, and practices in preventing and controling skin diseases. Respondents in this study were students at SMPIT Bina Amal Gunungpati Semarang. Based on the research results, it was concluded that the activity of providing education through counseling by providing the book "AKSI SANTRI" in an effort to detect skin diseases in boarding schools was significantly increase the knowledge and attitudes of boarding school students. Keywords: AKSI SANTRI Book, Skin Disease, Dormintory
Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) Wahyuni, Tri; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.35413

Abstract

Abstrak Kota Semarang merupakan kota dengan jumlah kasus tertinggi pertama di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah kasus MDR-TB pada tahun 2018 sebanyak 66 kasus, meningkat dibandingkan pada tahun 2017 yaitu sebanyak 35 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian multidrug resistant tuberkulosis (MDR-TB) di puskesmas Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Sampel penelitian yaitu 33 kasus dan 33 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis univariat, bivariat (uji chi square), dan multivariat (regresi logistik) dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi penderita (OR=5,342; 95%CI=1,526-18,697), riwayat pengobatan sebelumnya (OR=44,8; 95%CI=4,554-440,76), kepatuhan minum obat (OR=6,5; 95%CI=1,64-25,759), lama pengobatan TB (OR=25,714; 95%CI=2,756-239,939), dan status efek samping obat (OR=5,333; 95%CI=1,859-15,301) berhubungan dengan kejadian TB MDR di puskesmas Kota Semarang. Faktor yang paling dominan dengan kejadian TB MDR adalah riwayat pengobatan sebelumnya. Saran penelitian diberikan kepada pihak-pihak terkait agar berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penularan TB MDR di Kota Semarang. Abstract Semarang City is the city with the highest number of cases first in Central Java. The number of MDR-TB cases in 2018 was 66 cases, an increase compared to 2017 in 35 cases. The purpose of this study was to determine the factors associated with the occurence of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) in puskesmas of Semarang. This research is an analytic observational study case control design. Samples were 33 cases and 33 controls using consecutive sampling technique. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed univariate, bivariate (chi square test), and multivariate (logistic regression) with SPSS. The results showed that patient motivation (OR = 5.342; 95% CI = 1.526-18.697), history of previous treatment (OR = 44.8; 95% CI = 4.554-440.76), medication adherence (OR = 6.5; 95% CI = 1.64-25.759), duration of TB treatment (OR = 25.714; 95% CI = 2.756-239.939), and status of drug side effects (OR = 5.333; 95% CI = 1.859- 15,301) related to the incidence of MDR TB in puskesmas of Semarang. The most dominant factor with the occurence of MDR TB is a history of previous treatment. Research suggestions are given to related parties to participate in efforts to prevent and transmit MDR TB in Semarang City.
Desa Tangguh Bencana Tanah Longsor Prastika, Inda Sintya
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.35473

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat risiko bencana yang cukup tinggi karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik (Adiyoso, 2018). Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terlihat bahwa kejadian bencana di Indonesia dari tahun 2005-2015 adalah 78% (11.648) merupakan bencana hidrometeorologi, dan 22% merupakan bencana geologi (BNPB, 2016). Salah satu upaya yang dilakukan BNPB dan BPBD dalam penanggulangan bencana adalah melalui pembentukan Kelurahan/ Desa Tangguh Bencana di desa dan kelurahan dengan risiko bencana tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja Desa Tangguh Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan studi perbandingan (komparasi). Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019 di Desa Tlogopayung dan Desa Cening Kabupaten Kendal. Hasil penelitian yang di dapatkan adalah tidak ada perbedaan kinerja pada aspek legislasi yaitu keduanya mencapai 100% dan terdapat perbedaan pencapaian pada aspek perencanaan, pendanaan, kelembagaan, pengembangan kapasitas dan penyelenggaraan penanggulangan bencana pada Destana Tlogopayung dan Destana Cening di Kabupaten Kendal.
Higiene Sanitasi Kantin dan Tingkat Kepadatan Lalat dengan Keberadaan Escherichia coli pada Jajanan Suryaningsih, Nita; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 2.35493

Abstract

E.coli merupakan salah satu penyebab kejadian diare dan keracunan makanan. Di Jawa Tengah, tahun 2017 KLB keracunan makanan menduduki peringkat pertama dan diare menduduki peringkat ketiga. KLB keracunan pangan di lembaga pendidikan paling banyak terjadi di SD/MI (15 kejadian). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara higiene sanitasi kantin dan tingkat kepadatan lalat dengan keberadaan E.coli pada jajanan di kantin Sekolah Dasar di Kecamatan Gunungpati. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli – Agustus 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 30 sekolah yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil menunjukkan bahwa kondisi penyimpanan makanan jadi (p=0,011), lokasi kantin (p=0,045), dan higiene penjamah (p=0,024) berhubungan dengan keberadaan E. coli pada jajanan. Sedangkan kondisi tempat cuci tangan (p= 0,314), tempat cuci peralatan (p=0,749), tempat penyimpanan bahan makanan (p=1,000), penyimpanan peralatan (p=1,000), dan tingkat kepadatan lalat (p=0,094) tidak berhubungan dengan keberadaan E. coli. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tempat penyimpanan makanan jadi, lokasi kantin dan higiene penjamah dengan keberadaan E.coli.
Penyuluhan Kesehatan melalui Media Video Explainer Berbasis Sparkol Videoscribe terhadap Pengetahuan Ibu Hamimah, Hamimah; Azinar, Muhammad
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.35562

Abstract

ABSTRAK Prevalensi balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Poncol Kota Semarang pada tahun 2017 yakni sejumlah 18,6%, terdiri dari 163 balita kategori pendek (z-score TB/U < -2,00 SD) dan balita sangat pendek (z-score TB/U < -3,00 SD) sejumlah 49 balita. Angka ini menempati urutan pertama prevalensi stunting terbanyak di Kota Semarang. 78 orang dari jumlah tersebut yang mengalami stunting adalah anak bawah dua tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah pengaruh penyuluhan kesehatan melalui media video explainer berbasis Sparkol Videoscribe terhadap pengetahuan ibu tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Jenis penelitian ini adalah Pre-experiment dengan rancangan One Grup Pretest Posttest Design. Pengembangan media menggunakan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penilaian media video dilakukan oleh ahli media dan ahli gizi. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 0-23 bulan sejumlah 232 orang dari 9 kelurahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Intrumen penelitian berupa lembar penilaian media dan lembar Pre test dan Post test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan perangkat SPSS 23. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan pengetahuan ibu tentang stunting sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan melalui media video explainer berbasis Sparkol Videoscribe yaitu nilai signifikansi p = 0,000 (p-value <0,05). ABSTRACT Prevalence of stunting toddlers in the working area of Primary Healthcare of Poncol Semarang City in 2017 was 18.6%, consisting of 163 short category toddlers (z-score TB / U <-2.00 SD) and very short toddlers (z-score TB / U <-3.00 SD) with total 49 toddlers. This number ranks first in the highest prevalence of stunting in the Semarang City. In addition, 78 of those toodlers stunting were children under two years. The purpose of this study was to know is there any determine an effect of Health Education with Video Explainer Based on Sparkol Videoscribe on Mother's Knowledge of Stunting (Case Study in Primary Healthcare Center of Poncol Semarang City). This research was Pre-experiment with One Group Pretest Posttest Design. Media development uses the ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Assesment of video media by media experts and nutritionists. The sample were mothers with children aged 0-23 months totaling 232 people from 9 villages in the working area of ​​Poncol Primary Healthcare Center. Research instruments were media assessment sheets and Pre test and Post test sheets. Data were analyzed using the Wilcoxon test with SPSS 23. The results showed that there were differences in mother’s knowledge about stunting before and after Health Education with Video Explainer Based on Sparkol Videoscribe, with significance value p = 0,000 (p-value <0.05).
Upaya Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja Terintegrasi Wilayah Kerja Puskesmas Putri, Anggie Agustin
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.35573

Abstract

Abstrak Informasi kesehatan dan perkembangan kesehatan kerja sektor informal relatif kurang mendapat perhatian, sehingga perlu diantisipasi dan diberikan solusidalam pelaksanaan K3 sektor informal. Salah satu upaya dalam pelaksanaan K3 sektor informal adalah Pos UKK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk upaya revitalisasi pos upaya kesehatan kerja terintegrasi wilayah kerja Puskesmas Cepogo Kabupaten Boyolali. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan panduan wawancara, lembar observasi, dan lembar studi dokumen. Terdapat 5 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program Pos Upaya Kesehatan Kerja dari 14 indikator menghasilkan bahwa sebesar 28,6% (4 indikator) sesuai, 42,8% (6 indikator) belum sesuai, dan 28,6% (4 indikator) tidak ada. Simpulan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program Pos Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas Cepogo masih belum maksimal. Saran yang diberikan meliputi membuat perencanaan pelaksanaan yang lebih baik sampai monitoring dan evaluasi. Abstract Health information and health development of the informal sector work relatively less attention, so it needs to be anticipated and given solusiin the implementation of K3 informal sector. One of the efforts in the implementation of K3 informal sector is Pos UKK. The purpose of this research is to revitalize the post of occupational health efforts integrated work area Puskesmas Cepogo District Boyolali. The research was conducted in September 2019. This type of research is a qualitative descriptive. Research instruments use interiew guides, observation sheets, and document study sheets. There are 5 informant that is determined by purposive sampling technique. The results showed the implementation of the occupational health Post program of 14 indicators resulted that a 28.6% (4 indicators) match, 42.8% (6 indicators) were not appropriate, and 28.6% (4 indicators) did not exist. The conclusion in this research is the implementation of the program of Occupational health work at the Cepogo Puskesmas is still not maximized. The advice provided includes making better execution planning until monitoring and evaluation.
Penerapan Kebijakan Sekolah Siaga Bencana Tingkat Sekolah Dasar di Yogyakarta Dewi, Anggita Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.35577

Abstract

ABSTRAK Anggita Ratna Dewi Gambaran Penerapan Kebijakan Sekolah Siaga Bencana Tingkat Sekolah Dasar Di Yogyakarta Tahun 2019 XV + 145 halaman + 21 tabel + 4 gambar + 14 lampiran Pendidikan siaga bencana penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama mengenalkannya sejak dini di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penerapan kebijakan sekolah siaga bencana tingkat sekolah dasar di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Penanggung Jawab Program SSB, Komite Sekolah, Dinas Pendidikan, dan BPBD. Dari 17 poin indikator terdiri dari visi misi dengan 2 poin indikator; peraturan/kesepakatan dengan 4 poin indikator; penganggaran dengan 3 poin indikator; program kegiatan/perencanaan dengan 6 poin indikator; dan monitoring evaluasi dengan 2 poin indikator di SD X Kota Yogyakarta terdapat 10 (58,8%) indikator yang sesuai, 5 (29,4%) indikator tidak sesuai, dan 2 (11,8%) indikator tidak ada. Sedangkan di SD Y Kabupaten Sleman terdapat 10 (58,8%) indikator sesuai, 3 (17,7%) indikator tidak sesuai, dan 4 (23,5%) indikator tidak ada. Penerapan kebijakan sekolah siaga bencana di SD X Kota Yogyakarta lebih tinggi dari SD Y Kabupaten Sleman. Kata kunci: sekolah siaga bencana, SD X Kota Yogyakarta, SD Y Kabupaten Sleman ABSTRACT Anggita Ratna DewiOverview of Application of Disaster Preparedness Schools in Elementary Schools in Yogyakarta in 2019XVI+ 145 pages + 21 tables + 4 images + 14 appendices Disaster preparedness education is important for all Indonesian people, The purpose of this research is to find out the description of the implementation of disaster preparedness school policies at the elementary school level in Yogyakarta. This type of research is descriptive qualitative. The research instrument used observation sheets, interview guides, and document study sheets. Informants in this study were the Principal, the Teacher in Charge of the SSB Program, the School Committee, the Education Office, and the BPBD. From 17 indicator points consisting of vision and mission with 2 indicator points; regulations / agreements with 4 indicator points; budgeting with 3 indicator points; program activities / planning with 6 indicator points; and monitoring evaluation with 2 indicator points in SD X Yogyakarta City, there are 10 (58.8%) suitable indicators, 5 (29.4%) indicators are not suitable, and 2 (11.8%) indicators are not available. Whereas in SD Y Sleman Regency there are 10 (58.8%) indicators are suitable, 3 (17.7%) indicators are not suitable, and 4 (23.5%) indicators are not available. The implementation of disaster preparedness school policy in SD X Yogyakarta City is higher than SD Y Sleman Regency. Keywords: School alert disaster, SD X Yogyakarta City, SD Y Sleman Regency
Pemanfaatan Kartu Indonesia Sehat pada Pelayanan Rawat Inap Puskesmas Triyana, Triyana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.35578

Abstract

Abstrak Angka kepesertaan JKN-KIS di Puskesmas Halmahera termasuk dalam 6 Puskesmas terendah dari semua Puskesmas rawat inap yang ada di Kota Semarang. Pada tahun 2018 pelayanan rawat inap di Puskesmas Halmahera sebanyak 63,8% dengan pasien PBI (Penerima Bantuan Iuran) sebanyak 75% dan pasien non PBI (Penerima Bantuan Iuran) sebanyak 25%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan KIS pada pelayanan rawat inap Puskesmas Halmahera. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebesar 53 responden dengan teknik accidental sampling. Data dianalsis menggunakan uji Chi-square. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan (p=0,010; PR=2,229; 95% CI=1,127-4,407), kepemilikan KIS (p=0,000; PR=7,714; 95% CI=2,074-28,694), tingkat pengetahuan (p=0,046; PR=1,837; 95% CI=0,992-3,400), rekomendasi keluarga (p=0,005; PR=2,115; 95% CI=1,222-3,662), persepsi sakit (p=0,024; PR=2,046; 95% CI=1,042-4,018), persepsi program KIS (p=0,000; PR=8,000; 95% CI=2,776-23,056) mempengaruhi pemanfaatan KIS pada pelayanan rawat inap Puskesmas Halmahera. Sedangkan status pekerjaan (p=0,332; PR=1,410; 95% CI=0,783-2,537) dan persepsi kepuasan pasien (p=0,478; PR=1,297; 95% CI=0,753-2,236) tidak mempengaruhi pemanfaatan KIS pada pelayanan rawat inap Puskesmas Halmahera. Abstract The JKN-KIS membership rate at the Halmahera Health Center is among the 6 lowest Puskesmas out of all inpatient Puskesmas in the City of Semarang. In 2018 inpatient services at the Halmahera Health Center were 63.8% with PBI patients (Benefit Beneficiaries) as many as 75% and non PBI patients (Benefit Beneficiaries) as many as 25%. This study aims to analyze the factors that influence the use of KIS in Halmahera Health Center inpatient services. This type of research is observational analytic, with cross sectional design. The research sample of 53 respondents with accidental sampling technique. Analysis data using Chi-square test. The results showed that the level of education (p = 0.010; PR = 2.222; 95% CI = 1,127-4,407), KIS ownership (p = 0,000; PR = 7,714; 95% CI = 2,074-28,694), level of knowledge (p = 0,046 ; PR = 1,837; 95% CI = 0,992-3,400), family recommendation (p = 0,005; PR = 2,115; 95% CI = 1,222-3,662), pain perception (p = 0.024; PR = 2,046; 95% CI = 1,042 -4.018), perception of KIS program (p = 0,000; PR = 8,000; 95% CI = 2,776-23,056) influenced the use of KIS in Halmahera Health Center inpatient services. While the employment status (p = 0.332; PR = 1.410; 95% CI = 0.783-2.537) and the perception of patient satisfaction (p = 0.478; PR = 1.297; 95% CI = 0.753-2.236) did not affect the use of KIS in inpatient services of Halmahera Health Center.
Analisis dan Pencatatan Pelaporan Kematian Maternal Purba, Netty Herawaty
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.35591

Abstract

ABSTRAK Kematian dan kesakitan ibu dapat dicegah. Kabupaten Cianjur memiliki jumlah kasus kematian ibu yang masih tinggi di antara kabupaten lainnya di Jawa Barat. Di Cianjur laporan kematian maternal baik di fasilitas kesehatan dan masyarakat dilakukan di tingkat kabupaten setiap bulannya. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor yang menyebabkan kematian maternal yang dapat dicegah, faktor penyebab keterlambatan rujukan pada kematian maternal, menganalisis ketidaklengkapan pencatatan dan pelaporan kematian maternal di Kabupaten Cianjur Tahun 2015. Rancangan penelitian dengan Sequential Explanatory Mixed Method. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Informan penelitian berjumlah 10 responden yang dipilih secara purposive. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kematian maternal paling banyak terjadi pada kematian maternal yang dapat dicegah. Simpulannya bahwa berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Kasus Kematian Maternal Di Kabupaten Cianjur Tahun 2015 paling banyak adalah kematian yang dapat dicegah, Keterlambatan dalam proses rujukan terbesar yaitu pengambilan keputusan dan pencatatan pelaporan kematian maternal yang belum lengkap. ABSTRACT Maternal mortality and morbidity can be prevented. The maternal mortality rate in Cianjur is one of the highest in the West Java. Maternal mortality reviews both facility and community based maternal mortality reviews are conducted at district level on monthly basis. The research aimed to analyze the factors that cause preventable maternal mortality, the factors that cause delayed in referral, andthe incompleteness of recording and reporting of maternal mortality in Cianjur District 2015. Sequential Explanatory Mixed Method was used to identify factors cause maternal mortality can be prevented. This type was qualitative as a case study approach, instrument was interviewed observations guidelines with source triangulation for data validity. Research informants, 10 respondents selected purposively, data analysis using content analysis methods, the research conducted from November to December 2016. The results showed that The majority of maternal mortality are preventable. The research conclusion was the majority of maternal mortality are preventable, the majority delayed in the referral was decision making and recording and reporting of the maternal mortality had not complete. Keywords: Maternal mortality, Referral, recording & reporting.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue