cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Penerapan Kebijakan Sekolah Siaga Bencana Tingkat Sekolah Dasar di Yogyakarta Dewi, Anggita Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.35577

Abstract

ABSTRAK Anggita Ratna Dewi Gambaran Penerapan Kebijakan Sekolah Siaga Bencana Tingkat Sekolah Dasar Di Yogyakarta Tahun 2019 XV + 145 halaman + 21 tabel + 4 gambar + 14 lampiran Pendidikan siaga bencana penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama mengenalkannya sejak dini di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penerapan kebijakan sekolah siaga bencana tingkat sekolah dasar di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Penanggung Jawab Program SSB, Komite Sekolah, Dinas Pendidikan, dan BPBD. Dari 17 poin indikator terdiri dari visi misi dengan 2 poin indikator; peraturan/kesepakatan dengan 4 poin indikator; penganggaran dengan 3 poin indikator; program kegiatan/perencanaan dengan 6 poin indikator; dan monitoring evaluasi dengan 2 poin indikator di SD X Kota Yogyakarta terdapat 10 (58,8%) indikator yang sesuai, 5 (29,4%) indikator tidak sesuai, dan 2 (11,8%) indikator tidak ada. Sedangkan di SD Y Kabupaten Sleman terdapat 10 (58,8%) indikator sesuai, 3 (17,7%) indikator tidak sesuai, dan 4 (23,5%) indikator tidak ada. Penerapan kebijakan sekolah siaga bencana di SD X Kota Yogyakarta lebih tinggi dari SD Y Kabupaten Sleman. Kata kunci: sekolah siaga bencana, SD X Kota Yogyakarta, SD Y Kabupaten Sleman ABSTRACT Anggita Ratna DewiOverview of Application of Disaster Preparedness Schools in Elementary Schools in Yogyakarta in 2019XVI+ 145 pages + 21 tables + 4 images + 14 appendices Disaster preparedness education is important for all Indonesian people, The purpose of this research is to find out the description of the implementation of disaster preparedness school policies at the elementary school level in Yogyakarta. This type of research is descriptive qualitative. The research instrument used observation sheets, interview guides, and document study sheets. Informants in this study were the Principal, the Teacher in Charge of the SSB Program, the School Committee, the Education Office, and the BPBD. From 17 indicator points consisting of vision and mission with 2 indicator points; regulations / agreements with 4 indicator points; budgeting with 3 indicator points; program activities / planning with 6 indicator points; and monitoring evaluation with 2 indicator points in SD X Yogyakarta City, there are 10 (58.8%) suitable indicators, 5 (29.4%) indicators are not suitable, and 2 (11.8%) indicators are not available. Whereas in SD Y Sleman Regency there are 10 (58.8%) indicators are suitable, 3 (17.7%) indicators are not suitable, and 4 (23.5%) indicators are not available. The implementation of disaster preparedness school policy in SD X Yogyakarta City is higher than SD Y Sleman Regency. Keywords: School alert disaster, SD X Yogyakarta City, SD Y Sleman Regency
Pemanfaatan Kartu Indonesia Sehat pada Pelayanan Rawat Inap Puskesmas Triyana, Triyana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.35578

Abstract

Abstrak Angka kepesertaan JKN-KIS di Puskesmas Halmahera termasuk dalam 6 Puskesmas terendah dari semua Puskesmas rawat inap yang ada di Kota Semarang. Pada tahun 2018 pelayanan rawat inap di Puskesmas Halmahera sebanyak 63,8% dengan pasien PBI (Penerima Bantuan Iuran) sebanyak 75% dan pasien non PBI (Penerima Bantuan Iuran) sebanyak 25%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan KIS pada pelayanan rawat inap Puskesmas Halmahera. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebesar 53 responden dengan teknik accidental sampling. Data dianalsis menggunakan uji Chi-square. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan (p=0,010; PR=2,229; 95% CI=1,127-4,407), kepemilikan KIS (p=0,000; PR=7,714; 95% CI=2,074-28,694), tingkat pengetahuan (p=0,046; PR=1,837; 95% CI=0,992-3,400), rekomendasi keluarga (p=0,005; PR=2,115; 95% CI=1,222-3,662), persepsi sakit (p=0,024; PR=2,046; 95% CI=1,042-4,018), persepsi program KIS (p=0,000; PR=8,000; 95% CI=2,776-23,056) mempengaruhi pemanfaatan KIS pada pelayanan rawat inap Puskesmas Halmahera. Sedangkan status pekerjaan (p=0,332; PR=1,410; 95% CI=0,783-2,537) dan persepsi kepuasan pasien (p=0,478; PR=1,297; 95% CI=0,753-2,236) tidak mempengaruhi pemanfaatan KIS pada pelayanan rawat inap Puskesmas Halmahera. Abstract The JKN-KIS membership rate at the Halmahera Health Center is among the 6 lowest Puskesmas out of all inpatient Puskesmas in the City of Semarang. In 2018 inpatient services at the Halmahera Health Center were 63.8% with PBI patients (Benefit Beneficiaries) as many as 75% and non PBI patients (Benefit Beneficiaries) as many as 25%. This study aims to analyze the factors that influence the use of KIS in Halmahera Health Center inpatient services. This type of research is observational analytic, with cross sectional design. The research sample of 53 respondents with accidental sampling technique. Analysis data using Chi-square test. The results showed that the level of education (p = 0.010; PR = 2.222; 95% CI = 1,127-4,407), KIS ownership (p = 0,000; PR = 7,714; 95% CI = 2,074-28,694), level of knowledge (p = 0,046 ; PR = 1,837; 95% CI = 0,992-3,400), family recommendation (p = 0,005; PR = 2,115; 95% CI = 1,222-3,662), pain perception (p = 0.024; PR = 2,046; 95% CI = 1,042 -4.018), perception of KIS program (p = 0,000; PR = 8,000; 95% CI = 2,776-23,056) influenced the use of KIS in Halmahera Health Center inpatient services. While the employment status (p = 0.332; PR = 1.410; 95% CI = 0.783-2.537) and the perception of patient satisfaction (p = 0.478; PR = 1.297; 95% CI = 0.753-2.236) did not affect the use of KIS in inpatient services of Halmahera Health Center.
Analisis dan Pencatatan Pelaporan Kematian Maternal Purba, Netty Herawaty
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.35591

Abstract

ABSTRAK Kematian dan kesakitan ibu dapat dicegah. Kabupaten Cianjur memiliki jumlah kasus kematian ibu yang masih tinggi di antara kabupaten lainnya di Jawa Barat. Di Cianjur laporan kematian maternal baik di fasilitas kesehatan dan masyarakat dilakukan di tingkat kabupaten setiap bulannya. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor yang menyebabkan kematian maternal yang dapat dicegah, faktor penyebab keterlambatan rujukan pada kematian maternal, menganalisis ketidaklengkapan pencatatan dan pelaporan kematian maternal di Kabupaten Cianjur Tahun 2015. Rancangan penelitian dengan Sequential Explanatory Mixed Method. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Informan penelitian berjumlah 10 responden yang dipilih secara purposive. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kematian maternal paling banyak terjadi pada kematian maternal yang dapat dicegah. Simpulannya bahwa berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Kasus Kematian Maternal Di Kabupaten Cianjur Tahun 2015 paling banyak adalah kematian yang dapat dicegah, Keterlambatan dalam proses rujukan terbesar yaitu pengambilan keputusan dan pencatatan pelaporan kematian maternal yang belum lengkap. ABSTRACT Maternal mortality and morbidity can be prevented. The maternal mortality rate in Cianjur is one of the highest in the West Java. Maternal mortality reviews both facility and community based maternal mortality reviews are conducted at district level on monthly basis. The research aimed to analyze the factors that cause preventable maternal mortality, the factors that cause delayed in referral, andthe incompleteness of recording and reporting of maternal mortality in Cianjur District 2015. Sequential Explanatory Mixed Method was used to identify factors cause maternal mortality can be prevented. This type was qualitative as a case study approach, instrument was interviewed observations guidelines with source triangulation for data validity. Research informants, 10 respondents selected purposively, data analysis using content analysis methods, the research conducted from November to December 2016. The results showed that The majority of maternal mortality are preventable. The research conclusion was the majority of maternal mortality are preventable, the majority delayed in the referral was decision making and recording and reporting of the maternal mortality had not complete. Keywords: Maternal mortality, Referral, recording & reporting.
Inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Bagian Produksi Jannati, Laila Fauziyah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.35615

Abstract

Abstrak Angka kejadian kecelakaan kerja pada industri logam di Jawa Tengah meningkat dari tahun 2015 terdapat 112 kejadian meningkat menjadi 190 ditahun 2016. Untuk itu diperlukannya inspeksi K3. PT. X memiliki risiko yang tinggi karena merupakan industri logam yang menggunakan bahan-bahan kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja pada bagian produksi di PT. X. Jenis penelitian ini adalah kualitatif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dilapangan. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah observasi secara terbuka menggunakan lembar observasi dan wawancara semi terstruktur menggunakan pedoman wawancara. Hasil menunjukkan nilai rata-rata parameter inspeksi K3 yang sudah sesuai sebesar 62,3%. Dapat disimpulkan bahwa dalam kategori perusahaan dengan tingkat penilaian penerapan baik. Evaluasi inspeksi K3 dapat digunakan sebagai acuan untuk mengurangi angka kecelakaan kerja. Abstract The incidence of workplace accidents in the metal industry in Central Java increased from 2015 there were 112 incidents increasing to 190 in 2016. For this reason, K3 inspections are needed. PT. X has a high risk because it is a metal industry that uses chemicals. The purpose of this study was to find a picture of occupational safety and health inspections in the production department at PT. X. This type of research is qualitative to describe phenomena that occur in the field. Informants in this study were determined by purposive sampling technique. The instrument used was open observation using observation sheets and semi-structured interviews using interview guidelines. The results showed the average value of the K3 inspection parameters that were appropriate was 62.3%. It can be concluded that in the category of companies with a good application assessment level. K3 inspection evaluation can be used as a reference to reduce the number of work accidents.
Upaya Promosi dan Pencegahan Kanker Payudara Menggunakan Whatsapp Messenger Lasari, Hadrianti; Amalia, Momen; Sarmila, Sarmila
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.35659

Abstract

WHO said that around 70% of cancer deaths occurred in low and middle income countries and 9,6 million people worldwide died of cancer in 2018. In fact, 30-50% of cancer incidents can be prevented. The target of this study was the family of breast cancer patients who are undergoing outpatient treatment at Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar City. This research was conducted from May 1, 2019 to October 30, 2019 and was a pre-experimental, one group pre and posttest and focuses on respondents who have a relative relationship with breast cancer patients. The results of the Wilcoxon signed rank test statistical test obtained p = 0,001 (p <0,05) which indicates a significant difference in the mean knowledge of respondents, before and after prevention promotion (20,37 to 23,80). So it can be concluded that there is a difference in knowledge before and after the promotion of breast cancer prevention via WhatsApp Messenger. Keywords: WhatsApp Messenger, Breast Cancer, Health Promotion
Kondisi Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah Dasar Safitri, Adeilla Dyah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 2.35672

Abstract

Anak usia sekolah dasar termasuk dalam kelompok rentan terserang berbagai penyakit menular seperti ISPA, Pneumonia, infeksi mata, infeksi cacing, dan penyakit kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan dan PHBS di lingkungan sekolah dasar Kecamatan Gunungpati. Metode pada penelitian ini adalah mix methods dengan strategi metode sequential explanatory design. Sampel pada penelitian ini 34 sekolah dasar dan 100 siswa kelas V. Informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, petugas kebersihan, pertugas puskesmas. Hasil menunjukkan sanitasi lingkungan 53% baik dan 47% kurang baik. Tingkat pengetahuan baik sebanyak 73% dan kurang baik 23%, sikap yang baik sebanyak 60% dan kurang baik sebanyak 40%, tindakan yang baik sebanyak 56% dan kurang baik sebanyak 44%. Terdapat hubungan pengetahuan dan tindakan p-value 0,011 dan terdapat hubungan sikap dan tindakan p-value 0,015. Pelaksanaan dalam mewujudkan sanitasi lingkungan dan PHBS melalui koordinasi pihak puskesmas dengan guru UKS, untuk kebijakan diserahkan pada masing-masing sekolah.
Penilaian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Aktivitas Pembuatan Gamelan Fadhilah, Umi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.35675

Abstract

Abstrak Dalam suatu proses produksi pada sektor informal biasanya dilakukan secara tradisional, sehingga besar kemungkinan pekerja mendapatkan paparan bahaya baik dari lingkungan, proses, maupun peralatan. Di Kabupaten Sukoharjo angka kecelakaan kerja tahun 2017 sebanyak 38 kecelakaan, sedangkan pada tahun 2018 meningkat sebanyak 272 kecelakaan kerja. penggunaan HIRARC bertujuan untuk mendeteksi segala jenis bahaya dalam setiap kegiatan dan dapat segera dibuat pengendaliannya sehingga potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat diminimalkan. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penilaian risiko serta pengendalian yang perlu dilakukan pada industri gamelan UD. Supoyo dengan metode HIRARC. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 potensi bahaya dan 59 risiko, dimana terdapat risiko rendah (low) 24 (40,7%), kategori sedang (moderate) 17 (28,8%), kategori tinggi (high) 18 (30,5%). Kesimpulan penelitian ini adalah belum dilakukan upaya pengendalian dari adanya potensi bahaya. Abstract In a production process in the informal sector it is usually done traditionally, so it is probable that workers get exposure to hazards from the environment, processes and equipment. In Sukoharjo Regency the number of work accidents in 2017 was 38 accidents, while in 2018 there were 272 work accidents. the use of HIRARC aims to detect all types of hazards in every activity and control can be made immediately so that the potential for workplace accidents can be minimized. This research was conducted in 2019. The purpose of this study was to determine the risk assessment and control that needs to be done in the UD gamelan industry. Supoyo with the HIRARC method. This type of research is descriptive qualitative. The results showed that there were 40 potential hazards and 59 risks, where there were low risks (40.7%), moderate categories (moderate) 17 (28.8%), high categories 18 (30.5%) ). The conclusion of this study is that efforts have not been made to control the presence of potential hazards.
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Puskesmas Maulidah, Mir'atus Sa'diyah; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.35732

Abstract

Abstrak Puskesmas Mlonggo memiliki cakupan pelayanan kesehatan lanjut usia yang mengalami penurunan dari tahun 2016 ke tahun 2017 dan masih tergolong rendah sehingga belum memenuhi target cakupan pelayanan kesehatan yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan lanjut usia di Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dilengkapi kajian kualitatif dengan wawancara mendalam. Sampel penelitian sebanyak 100 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner dan panduan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis bivariat dan kajian kualitatif dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas (pvalue = 0,000), keyakinan, dan dukungan keluarga berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan lanjut usia di Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara, sedangkan pendidikan (pvalue = 0,764) dan pekerjaan (pvalue = 0,261) tidak berhubungan. Pihak Puskesmas Mlonggo dapat meningkatkan lagi sosialisasi kepada lansia dan keluarga dari lansia, serta mengadakan layanan kesehatan keliling sehingga dapat menjangkau lansia dengan kendala jarak jauh. Abstract Mlonggo Health Center had a coverage of elderly health services that decreased from 2016 to 2017 and it had not reach the target set by Jepara Regency Health Office. This study aimed to analyze the factors that influence the healthcare services use of elderly in Mlonggo Health Center in Jepara Regency. This research used a quantitative approach with cross sectional design and qualitative study with in-depth interviews. The research sample was 100 respondents using purposive sampling technique. The data were collected using questionnaire and interview guide, analyzed using bivariate analysis and qualitative studies in the form of narratives. The results showed that accessibility (pvalue = 0,000), beliefs, and family support were associated to the healthcare services use of elderly at Mlonggo Health Center in Jepara Regency, while education (pvalue = 0.764) and employment (pvalue = 0.261) were not associated. Mlonggo Community Health Center can increase the socialization to the elderly and families of the elderly, and providing mobile health services so they can reach the elderly with long-distance problems.
Peran Puskesmas dalam Sistem Manajemen Bencana Banjir Atika, Risma Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.35733

Abstract

ABSTRAK Kenaikan muka air laut merupakan fenomena yang tidak bisa dipisahkan dari pesisir Semarang. Kenaikan muka air laut merupakan dampak dari perubahan iklim global. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran puskesmas dalam sistem manajemen bencana banjir di Semarang Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas, Kepala Bagian Tata Usaha, Hygien Sanitasi, dan Gizi. Dari 18 poin indikator terdiri dari pra bencana dengan 7 poin indikator, saat bencana dengan 5 poin indikator, dan pasca bencana dengan 6 poin indikator. Di Puskesmas X Kecamatan Genuk terdapat 6 (33,3%) indikator sesuai, 2 (11,1%) indikator tidak sesuai, dan 10 (55,6%) indikator tidak ada. Sedangkan di Puskesmas Y Kecamatan Tugu terdapat 4 (22,2%) indikator sesuai, 1 (5,6%) indikator tidak sesuai, dan 13 (72,2%) indikator tidak ada. Peran puskesmas dalam sistem manajemen bencana banjir di Puskesmas X Kecamatan Genuk lebih tinggi dari Puskesmas Y Kecamatan Tugu. ABSTRACT Sea level rise is a phenomenon that cannot be separated from the coast of Semarang. Sea level rise is an impact of global climate change. The purpose of this study was to determine the role of health centers in the flood disaster management system in Semarang in 2019. This type of research is descriptive qualitative. The research instrument used observation sheets, interview guides, and document study sheets. The informants in this study were the Head of the Community Health Center, the Head of Administration, Hygien Sanitation, and Nutrition. Of the 18 indicator points consisting of pre-disaster with 7 indicator points, when disasters with 5 indicator points, and post-disaster with 6 indicator points. In Puskesmas X Genuk Subdistrict there are 6 (33.3%) indicators are appropriate, 2 (11.1%) indicators are not suitable, and 10 (55.6%) indicators are not available. Whereas in Puskesmas Y Tugu District there were 4 (22.2%) indicators that were suitable, 1 (5.6%) indicators were not suitable, and 13 (72.2%) indicators were not available. The role of puskesmas in flood disaster management system at Puskesmas X in Genuk Sub-District was higher than Puskesmas Y in Tugu Sub-District.
Manajemen Sistem Kebakaran di Pasar Pratiwi, Afifah Nada; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.35734

Abstract

Abstrak Kebakaran adalah suatu peristiwa oksidasi yang melibatkan unsur bahan bakar, oksigen, dan sumber panas yang berakibat menimbulkan kerugian harta benda, cidera bahkan kematian.. pada 2019, terdapat 4 kejadian kebakaran di kios pasar di Kota Semarang. Berdasarkan hasil observasi Pasar Peterongan memiliki sistem proteksi kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran manajemen sistem kebakaran di Pasar Peterongan Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan fenomena dilapangan. Instrumen yang digunakan adalah wawancara semi tersruktur menggunakan pedoman wawancara dan penelaah dokumen. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 9 orang. Data content analysis untuk menggambarkan manajemen sistem kebakaran di Pasar Peterongan. Hasil penelitian, indikator yang sudah sesuai di Pasar Peterongan sebesar 29%. Dengan rincian 37 indikator sesuai (29%), 91 indikator (71%) tidak sesuai. Saran dapat dengan membentuk kebijakan mengenai manajemen sistem kebakaran, tim atau organisasi penanggulangan kebakaran, Menyusun prosedur apabila terjadi kebakaran, menyusun prosedur evakuasi, dan Rencana pemeliharaan dan diadakannya pelatihan. Abstract Fire is an oxidation event that involves elements of fuel, oxygen, dan heat which result in loss property, injury, and even death. In 2019, have 4 accident of fire at tradicional market in semarang city. Based on observation, peterongan market has a fire protection system. The aim of this study is to find out how the fire magement system in the peterongan market. This study use quantitative descriptive to describe the phenomenon. The instrument that used was semi-structured interview using interview guidelines and document reviewers. Informants of this study total 9 people were determined by purposive sampling technique. Content analysis data to describe the fire management systemat peterongan market. The result of the study, indicators that are appropriate 29%, eith details 37 indicators are appropriate (29%), 91 Indicators (71%) are not appropriate.suggestions can be by porming policies regarding fire system management, fire prevention teams or organizations, developing procedures in case of fire, preparing evacuation procedures, and maintenance plans and holding training.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue