cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Unsafe Action pada Peternak Sapi di Kelompok Tani Ternak Dewi, Sinta Nirawati; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.60782

Abstract

Abstrak Sebanyak 41% dari total kecelakaan kerja di Indonesia terjadi di sektor peternakan. Pada periode 2019 – 2021, terdapat 20 kasus kecelakaan kerja di Kota Semarang terjadi di peternakan sapi. Umumnya kecelakaan di peternakan sapi disebabkan oleh unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe action pada peternak sapi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2022 dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji Fisher-exact menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan unsafe action adalah pengetahuan K3 (p = 0,020), beban kerja mental (p = 0,007), kelelahan kerja (p = 0,001). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p = 1,000), usia (p = 0,288), masa kerja (p = 0,165), dan tingkat pendidikan (p = 0,467). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan K3, beban kerja mental, dan kelelahan kerja dengan unsafe action, namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan dengan unsafe action. Kata Kunci: Peternak sapi, kecelakaan kerja, unsafe action Abstract As many as 41% of the total work accidents in Indonesia occurred in the livestock sector. In 2019-2021, 20 work accidents in Semarang City occurred on cattle farms. Generally, accidents on cattle farms are caused by unsafe actions. This study aimed to determine the factors associated with unsafe action in cattle farmers. This research was conducted in July – August 2022 using a cross-sectional approach. The sample in this study amounted to 45 people, using a total sampling technique. The instruments used were questionnaires and observation sheets. This study was analyzed by the Fisher-exact test. The results show that the variables associated with unsafe action were OSH knowledge (p = 0.020), mental workload (p = 0.007), and work fatigue (p = 0.001). There was no relationship between gender (p = 1,000), age (p = 0.288), working period (p = 0.165), and education level (p = 0.467). This study concluded that there was a relationship between OSH knowledge, mental workload, and work fatigue with unsafe action, but there was no relationship between gender, age, working period, and level of education with unsafe action. Keywords: Cattle farmer, work accident, unsafe action
Perbedaan Pengetahuan tentang Safety Behaviour Setelah Pemberian Video Tutorial Kepada Pekerja Persampahan Safitri, Sherli Jesinata; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.61363

Abstract

Abstrak Pekerja persampahan merupakan pekerjaan yang rentan mengalami kecelakaan kerja. Di Indonesia, jumlah kecelakaan kerja termasuk akibat bekerja mengumpulkan sampah sebanyak 234.270 kasus pada tahun 2021. Mulai tahun 2020 sampai tahun 2021 di Dinas PKPLH Kabupaten Kudus, terdapat 6 kasus Penyakit Akibat Kerja dan 16 kasus Kecelakaan Akibat Kerja yang disebabkan kurangnya pengetahuan tentang safety behaviour. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan tentang safety behaviour pada pekerja sampah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus sebelum dan sesudah pemberian video tutorial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre-Eksperimen dan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2022 dengan sampel sebanyak 62 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan tentang safety behaviour setelah pemberian video tutorial kepada pekerja persampahan dimana nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 sehingga p < 0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan pengetahuan tentang safety behaviour setelah pemberian video tutorial kepada pekerja sampah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus. Abstract Waste workers are susceptible to workplace accidents. In 2021, the number of work-related accidents in Indonesia, including those caused by waste collection, could reach 234,270. From 2020 to 2021, there were 6 cases of Occupational Diseases and 16 cases of Occupational Accidents at the PKPLH Office of Kudus Regency due to a lack of safety behaviour knowledge. The purpose of this study was to determine whether waste workers at the Housing, Settlement, and Environment Office of Kudus Regency had different levels of safety behaviour knowledge before and after receiving video tutorials. This is a quantitative study employing the Pre-Experimental research method and the One Group Pretest-Posttest research design. This research was conducted in August 2022 with 62 participants. The results of this study indicate that there is a difference in waste workers' knowledge of safety behavior after receiving video tutorials. Sig. (2-tailed) 0.000, therefore p < 0.05. The conclusion of this study is that there is a difference in safety behaviour knowledge among waste workers of the Housing, Settlement, and Environmental Office of Kudus Regency after receiving video tutorials.
Gambaran Kondisi Fasilitas Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional di Kota Semarang Tahun 2022 Rizki Herwianti, Chyntia Olyvia; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.63501

Abstract

Abstrak Pasar merupakan tempat umum dimana dapat menjadi penyebab terjadinya penularan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kondisi fasilitas sanitasi lingkungan pasar tradisional di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan September dan November tahun 2022. Jumlah sampel yaitu 30 pasar yang ditentukan menggunakan cluster random sampling dan teori Cohen (2007). Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian diperoleh pasar tradisional di Kota Semarang yang tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pasar Sehat dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2021 Tentang Pasar Rakyat yaitu air untuk kebutuhan higiene dan sanitasi (60%), kamar mandi dan toilet (53%), pengelolaan sampah (13%), SPAL (3%), IPAL (100%), tempat cuci tangan (40%), pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit (87%), kualitas makanan dan bahan pangan (80%), dan desinfeksi pasar (0%). Seluruh pasar tradisional harus menerapkan fasilitas sanitasi sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan pasar. Abstract The market is a public place where it can be a cause of disease transmission. This study aims to describe the condition of environmental sanitation facilities in traditional markets in the city of Semarang. This type of research is a quantitative descriptive research. This research was conducted in September and November 2022. The number of samples was 30 markets which were determined using cluster random sampling and Cohen's theory (2007). Data were analyzed univariately. The results of the study obtained traditional markets in Semarang City that did not meet health requirements based on Permenkes Number 17 of 2020 concerning Healthy Markets and Indonesian National Standards (SNI) 8152:2021 Concerning People's Markets, namely water for hygiene and sanitation needs (60%), bathrooms and toilets (53%), waste management (13%), SPAL (3%), IPAL (100%), hand washing facilities (40%), vector control and disease-carrying animals (87%), quality of food and ingredients ( 80%), and market disinfection (0%). All traditional markets must implement sanitation facilities as an effort to prevent the spread of disease in the market environment.
Kinerja Petugas Imunisasi dalam Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah Sekar, Anastasia Kinanti; Raharjo, Bambang Budi; Azam, Mahalul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.63875

Abstract

ABSTRAK BIAS merupakan bentuk operasional imunisasi lanjutan bagi anak sekolah yang diberikan dua kali setahun pada bulan Agustus dan November dengan sasaran seluruh siswa kelas 1,2, dan 5 di seluruh Indonesia. Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan BIAS di wilayah kerja Puskesmas Manyaran, cakupan untuk imunisasi pada pelaksanaan BIAS sudah 100% tersuntik. Tercapainya capaian BIAS di wilayah kerja Puskesmas Manyaran salah satunya dapat dilihat dari bagaimana kinerja petugas pelaksana selama menjalankan kegiatan BIAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja petugas imunisasi dalam pelaksanaan BIAS dengan melihat pada tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Jenis dan desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan melakukan wawancara kepada 10 orang informan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2022 di wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Hasil penelitian menunjukkan kinerja petugas imunisasi mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pengawasan sudah berjalan dengan baik dan lancar, namun terjadi hambatan pada saat pelaksanaan BIAS. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas imunisasi dalam pelaksanaan BIAS sudah cukup baik dan optimal. ABSTRACT BIAS is an operational form of advanced immunization for school children which is given twice a year in August and November targeting all students in grades 1, 2 and 5 throughout Indonesia. Based on the report on the results of the implementation of BIAS in the working area of ​​the Manyaran Health Center, the coverage for immunization during the implementation of BIAS was 100% injected. One of the achievements of BIAS in the Manyaran Health Center work area can be seen from the performance of implementing officers while carrying out BIAS activities. The purpose of this study was to evaluate the performance of immunization officers in implementing BIAS by looking at the planning, organizing, implementing and monitoring stages. The type and design of this research used descriptive research with a qualitative approach using a purposive sampling technique by conducting interviews with 10 informants. The research was carried out in August - September 2022 in the working area of ​​the Manyaran Health Center. The results showed that the performance of immunization officers from the planning stage to the monitoring stage was running well and smoothly, but there were obstacles during BIAS implementation. The conclusion of the research shows that the performance of immunization officers in implementing BIAS is quite good and optimal.
Tatanan Keluarga dengan Kejadian Stunting Balita Usia 24-59 Bulan di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Janah, Sifa Ul; Azinar, Muhammad; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.64203

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memiliki dampak serius baik jangka pendek maupun jangka panjang. Indonesia mentargetkan prevalesi stunting pada tahun 2024 sebesar 14%. Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 prevalensi stunting di Kota Semarang 21,3%. Pada tahun 2021 Semarang mendapatkan nominasi pilot project zero stunting. Namun, prevalensi stunting saat ini di Semarang masih tinggi. Tahun 2022 kasus stunting tertinggi di Kota Semarang berada di Kecamatan Banyumanik 127 balita dan Semarang Utara 236 balita, ke dua kecamatan tersebut termasuk wilayah dataran tinggi dan dataran rendah di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif untuk mengetahui faktor penyebab kejadian stunting di dataran tinggi dan dataran rendah Kota Semarang. Populasi penelitian ini keluarga yang memiliki balita di Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Semarang Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Diperoleh sampel keluarga yang memiliki balita stunting dan normal di dataran tinggi dan rendah dengan rumus Lameshow yaitu di dataran tinggi 87 balita stunting dan dataran rendah 87 balita stunting, serta 87 balita normal di dataran tinggi dan 87 balita normal di dataran rendah. Analisa data secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan di dataran tinggi ada hubungan usia ibu terlalu muda (p=0,034), usia ibu terlalu tua (p=0,003), jumlah anak terlalu banyak (p=0,011), ibu yang tidak bekerja (p=0,005) dan tingkat pendidikan ibu (p=0,004) dengan kejadian stunting. Di dataran rendah ada hubungan antara sumber air minum tidak layak (p=0,031), usia ibu terlalu tua (p=0,000), jarak kelahiran terlalu dekat (p=0,036), jumlah anak terlalu banyak (p=0,000), dan Ibu yang tidak bekerja (p=0,029) dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda diperoleh variabel pendidikan ibu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap kejadian stunting di dataran tinggi OR 4,331 (CI 95%: 1,406-13,340), sedangkan di dataran rendah variabel paling berpengaruh adalah usia ibu yang terlalu tua dengan nilai OR 7,735 (CI 95%: 0,992-18,867). Abstract Stunting was a chronic nutritional problem that has serious short and long term impacts. Indonesia is targeting a stunting prevalence in 2024 of 14%. Based on the results of a survey on Indonesia's nutritional status in 2021, the prevalence of stunting in Semarang City is 21.3%. In 2021 Semarang will be nominated for a zero stunting pilot project. However, the current prevalence of stunting in Semarang is still high. In 2022 the highest cases of stunting in Semarang City are in the Banyumanik District with 330 toddlers and North Semarang with 660 toddlers, the two sub-districts include the highlands and lowlands in Semarang City. This study used a case-control design with a retrospective approach to determine the causes of stunting in the highlands and lowlands of Semarang City. The population of this study is families who have toddlers in Banyumanik and North Semarang districts. The sampling technique used purposive sampling with inclusion and exclusion criteria. A sample of families with stunted and normal toddlers was obtained in the highlands and lowlands using the Lameshow formula, namely in the highlands 87 stunted toddlers and 87 stunted toddlers in the lowlands, and 87 normal toddlers in the highlands and 87 normal toddlers in the lowlands. Data analysis by univariate, bivariate and multivariate. The results of the study found that in the highlands there was a relationship between the mother's age being too young (p=0.034), the mother's age being too old (p=0.003), the number of children being too many (p=0.011), the mother not working (p=0.005) and the level of education mother (p=0.004) with stunting. In the lowlands there was a relationship between inadequate drinking water sources (p=0.031), the mother's age being too old (p=0.000), birth spacing too close (p=0.036), too many children (p=0.000), and mothers who not working (p=0.029) with stunting. The results of multivariate analysis using multiple logistic regression tests showed that the mother's education variable was the most influential factor on the incidence of stunting in the highlands OR 4.331 (95% CI: 1.406-13.340), while in the lowlands the most influential variable was the age of the mother who was too old with an OR value 7.735 (95% CI: 0.992-18.867)
Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu, Kota Semarang Maria, Hanik Anur; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.64210

Abstract

Abstrak Berat Badan Lahir Rendah atau BBLR merupakan bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. BBLR termasuk masalah yang sangat kompleks karena dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Puskesmas Kedungmundu merupakan puskesmas di Kota Semarang dengan angka kejadian BBLR teringgi selama 3 tahun berturut turut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder menggunakan buku KIA. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 1 September – 1 November 2022 di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah usia ibu (p=0.000), LILA (p=0.000), usia kehamilan (p=0.028), paritas (p=0.803), dan jarak kehamilan (p=0.000). Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan variabel usia ibu PR=60.392, LILA PR=20.030, dan jarak kehamilan PR=8.046. Berdasarkan hasil analisis bivariat faktor yang berhubungan dengan BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu adalah usia ibu, LILA, usia kehamilan, dan jarak kehamilan, sedangkan berdasarkan hasil analisis multivariat faktor yang paling berpengaruh adalah usia ibu. Kata kunci: Faktor Risiko, BBLR, Usia Ibu, Paritas, KEK Abstract Low Birth Weight or LBW are babies born weighing less than 2500 grams. LBW is a very complex problem because it can have a long-term impact on their health. Kedungmundu Health Center is a health center in Semarang City with the highest LBW incidence for 3 consecutive years. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of LBW in the Kedungmundu Health Center Work Area. This type of research is analytic observational with cross sectional design. Data collection was carried out through secondary data using the MCH handbook. The sample in this study was 95 people who were determined by simple random sampling technique. This research was conducted on September 1 – November 1 2022 in the working area of the Kedungmundu Health Center. The results showed that the factors associated with LBW were maternal age (p=0.000), LILA (p=0.000), gestational age (p=0.028), parity (p=0.803), and gestation interval (p=0.000). The results of multivariate analysis with logistic regression showed that the variables of maternal age were PR=60,392, LILA PR=20,030, and pregnancy interval PR=8,046. Based on the results of bivariate analysis, the factors associated with LBW in the working area of the Kedungmundu Health Center were maternal age, LILA, gestational age, and gestational age, while based on the results of multivariate analysis, the most influential factor was maternal age. Keywords: Risk Factors, LBW, Maternal Age, Parity, MUAC
Effect of Climate on Dengue Fever in Semarang City in 2016-2020 Apriani, Annisa Sifa; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.64214

Abstract

Abstrak Dengue merupakan penyakit tular nyamuk yang telah menyebar secara global dan menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Kota Semarang merupakan salah satu daerah endemik dengue di Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan analisis time series. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor iklim (curah hujan, kelembaban, suhu rata-rata) dengan kejadian demam dengue di Kota Semarang tahun 2016-2020 pada selang waktu 0-3 bulan. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan spearman’s rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara curah hujan dengan kejadian demam dengue pada selang waktu 0-2 bulan. Curah hujan memiliki koefisien korelasi tertinggi pada selang waktu 1 bulan. Koefisien korelasi tertinggi antara kelembaban dan demam dengue terjadi pada selang waktu 1 bulan. Suhu rata-rata tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap demam dengue. Disimpulkan curah hujan dan kelembaban memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian demam dengue di Kota Semarang. Abstract Dengue is a mosquito-borne disease that has spread globally and become one of the health problems in Indonesia. Semarang City is one of the dengue endemic areas in Central Java, Indonesia. This research is a quantitative descriptive study with a time series analysis design. The purpose of this study was to determine the relationship between climatic factors (rainfall, humidity, average temperature) and the incidence of dengue fever in Semarang City in 2016-2020 at time lag of 0-3 months. Spearman's rank test is used in bivariate analysis. The results showed that there was a significant relationship between rainfall and the incidence of dengue at lag of 0-2 months. Rainfall has the highest correlation coefficient at an interval of 1 month. The highest correlation coefficient between humidity and dengue fever occurred at a lag of 1 month. The average temperature has no significant relationship on the incidence of dengue fever. We concluded that rainfall and humidity have a significant relationship on the dengue fever in Semarang City.
Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Remaja Putri pada Sekolah Percontohan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Nurjanah, Alfi; Azinar, Muhammad
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.64227

Abstract

Abstrak : Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018 menjelaskan bahwa 48,9% remaja putri di Indonesia mengalami anemia. Langkah pemerintah dalam upaya mencegah anemia pada remaja putri melalui program pembagian Tablet Tambah Darah(TTD) sesuai dengan PERMENKES RI No. 88 tahun 2014 tentang standar TTD bagi wanita usia subur dan ibu hamil. Capaian tertinggi TTD diterima oleh remaja putri di sekolah yaitu pada tingkat SMP sebesar 87,6%. Dari capaian tersebut hanya 1,4% remaja putri yang patuh mengkonsumsi TTD, sedangkan pada tahun 2024 pemerintah menargetkan kepatuhan TTD remaja putri menjadi 58%. Tujuan dalam penelitian ini mencari faktor yang mempengaruhi konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian ini dilaksankan di SMPN 22 Semarang sebagai sekolah percontohan kesehatan reproduksi dan seksualitas di Kota Semarang pada bulan November 2022. Metode penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisiner. Sampel dalam penelitian ini 210 responden. Dari hasil penelitian hanya 25,2% remaja putri yang patuh mengkonsumsi TTD. Hasil analisis bivariat faktor yang berpengaruh adalah pengetahuan(0,000), sikap(0,014), dukungan orang tua(0,000), dukungan guru(0,024), dan dukungan tenaga kesehatan(0,000). Kemudian, faktor yang tidak berpengaruh adalah akses mendapatkan TTD(1,000) dan dukungan sekolah(1,000). Faktor paling dominan dalam penelitian ini adalah pengetahuan remaja putri mengenai TTD(p value 0,000; OR=5,982; 95%CI:2,875-12,445). Abstract : Based on RISKESDAS data for 2018, it was explained that 48.9% of young women in Indonesia had anemia. The government's steps in an effort to prevent anemia in young women are through the distribution of Blood Supplement Tablets (TTD) according to PERMENKES RI No. 88 of 2014 concerning the high blood pressure standards for women of childbearing age and pregnant women. The highest achievement of TTD was received by young women at school, namely at the junior high school level of 87.6%. From this achievement, only 1.4% of young women comply with taking iron supplements, while in 2024 the government is targeting that young women will comply with iron supplements to be 58%. The aim of this study was to look for factors that influence iron supplement consumption in young women. This research was conducted at SMPN 22 Semarang as a pilot school for reproductive health and sexuality in Semarang City in November 2022. The research method was an analytic survey with a cross sectional approach. Data collection was carried out using a questionnaire. The sample in this research is 210 respondents. From the results of the study, only 25.2% of young women were obedient in taking iron tablets. Then, the influencing factors were knowledge (0.000), attitude (0.014), parental support (0.000), teacher support (0.024), and health worker support (0.000). Then, the factors that have no effect are access to iron tablets (1,000) and school support (1,000). The most dominant factor in this study was the young women's knowledge of low blood pressure (p value 0.000; OR=5.982; 95% CI: 2.875-12.445).
Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol Fadlilah, Amalia Augustina; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.64230

Abstract

Abstrak Puskesmas Poncol menduduki peringkat pertama prevalensi stunting di Kota Semarang sebesar 7,3%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Jenis penelitian ini yaitu analitik observasional dengan metode kuantitatif dan desain case control yang dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan November 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol, Kota Semarang. Penelitian mengambil 108 sampel terdiri dari 54 kasus dan 54 kontrol, diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Data dianalisis menggunakan univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik) dengan SPSS versi 16. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah panjang badan lahir (OR= 10,289), pendidikan ibu (OR= 4,060), status pekerjaan ibu (OR= 3,143), pendapatan keluarga (OR= 3,630) dan ASI eksklusif (OR= 5,500). Sedangkan jenis kelamin (OR=0,862) tidak ada hubungannya dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivariate diperoleh bahwa panjang badan lahir (OR=17,660) paling dominan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Abstract Poncol Community Health Center is ranked first in the prevalence of stunting in Semarang City at 7.3%. This research was conducted to determine the risk factors associated with the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Poncol Health Center. This type of research is analytic observational with quantitative methods and a case control design which was conducted from August to November 2022 in the Working Area of the Poncol Health Center in Semarang City. The study took 108 samples consisting of 54 cases and 54 controls, taken by simple random sampling technique. The instrument used is a questionnaire. Data were analyzed using univariate (frequency distribution), bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) with SPSS version 16. The results of bivariate analysis showed that what was related to the incidence of stunting was birth length (OR=10,289), mother's education (OR= 4,060), mother's employment status (OR= 3,143), family income (OR= 3,630) and exclusive breastfeeding (OR= 5,500). Meanwhile, gender (OR=0.862) had nothing to do with stunting. The results of the multivariate analysis showed that birth length (OR=17,660) was the most dominant in the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Poncol Health Center.
Analisis Parameter Kunci Kualitas Air Sungai Kaligarang Menggunakan Metode Water Pollution Index Rahmawati, Shanti Dwi; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.64299

Abstract

Abstrak Sungai Kaligarang merupakan salah satu sungai terbesar yang melintasi Kota Semarang dan masuk kelas I, sebagai sumber baku air minum. Industri di DAS Kaligarang berpotensi mencemari dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, sehingga analisis kualitas air Sungai Kaligarang penting dilakukan. Tujuan penulisan artikel untuk mengetahui status kualitas air Sungai Kaligarang menggunakan indeks pencemaran air dan memilih parameter kunci dengan analisis diskriminan. Jenis penelitian ini studi observasional dengan rancangan deskriptif retrospektif untuk mengetahui kualitas air Sungai Kaligarang secara time series, dari 2018- 2021, periode musim penghujan. Penelitian menggunakan data sekunder dari DLHK Provinsi Jawa Tengah dengan variabel 14 parameter kualitas air. Analisis data dengan menghitung IPj dan Uji diskriminan. Pengolahan dan analisis data menggunakan program excel dan SPSS. Hasil penelitian status mutu Sungai Kaligarang selama 2018-2021 untuk periode musim penghujan menunjukkan tercemar ringan hingga sedang. Terdapat tiga parameter kunci kualitas air Sungai Kaligarang yaitu TDS, COD dan Nitrat. Penelitian ini dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan pengelolaan Sungai Kaligarang dan adanya parameter kunci akan memudahkan pemantauan kualitas Sungai Kaligarang karena menghemat biaya dan waktu pemantuan. Abstract The Kaligarang River is one of the largest rivers that crosses the city of Semarang and is included in class I, as a source of drinking water. Industries in the drainage basin of Kaligarang potentially pollute and cause various health problems, so the analysis of the water quality of Kaligarang River is crucial. The article aims to analyze the status of water quality using a water pollution index and to select key water quality parameters using discriminant analysis. This type of research is an observational study with a retrospective descriptive design to determine the water quality of the Kaligarang River in a time series, from 2018-2021, the rainy season period. This study uses secondary data from DLHK Central Java Province with 14 water quality parameters as a variable. Data were analyzed by calculating IPj and discriminant test. Processing and analysis of data using excel and SPSS programs. The results of the study show the quality status of the Kaligarang River during 2018-2021 for the rainy season period with mild to moderate pollution. There are three key parameters of Kaligarang River water quality are TDS, COD and Nitrate. This research can assist the government in making policies for the management of the Kaligarang River and the existence of key parameters will facilitate monitoring of the quality of the Kaligarang River because it saves monitoring costs and time.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue