cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA Ningrum, Ratna Novita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.63921

Abstract

Abstrak Musculoskeletal Disorders (MSDs) termasuk penyakit akibat kerja paling sering dialami pekerja di Indonesia. Kabupaten Jepara mengalami kenaikan pertumbuhan industri pada tahun 2016 dan 2017 sebesar 0,38%. Kenaikan ini dapat menghadirkan bahaya K3, khususnya bahaya penyakit akibat kerja seperti Musculoskeletal Disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja di CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan metode total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga November 2022. Teknik analisis data menggunakan uji chi square dan fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara usia (p=0,001), kebiasaan merokok (p=0,001), IMT (p=0,000), posisi kerja (p=0,000), beban kerja (p=0,003) dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Sedangkan tidak ada hubungan antara masa kerja, dan riwayat penyakit. Simpulan dalam penelitian ini adalah usia, kebiasaan merokok, IMT, posisi kerja, dan beban kerja berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Kata kunci: Faktor-Faktor, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Pekerja Abstract Musculoskeletal Disorders (MSDs) are the most common occupational diseases experienced by workers in Indonesia. Jepara Regency experienced an increase in industrial growth in 2016 and 2017 of 0.38%. This increase can present an OHS hazard, especially the danger of occupational diseases such as Musculoskeletal Disorders (MSDs). The purpose of this study was to determine the factors associated with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in workers at CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara. This type of research is quantitative using an observational analytic study with a cross-sectional design with a total sampling method. The research was conducted from September 2022 to November 2022. Data analysis techniques used the chi square test and fisher's exact test. The results showed that there was a relationship between age (p=0.001), smoking habits (p=0.001), BMI (p=0.000), work position (p=0.000), workload (p=0.003) and musculoskeletal disorders (MSDs). . While there is no relationship between length of work and history of the disease. The conclusions in this study are age, smoking habits, BMI, work position, and workload associated with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Keyword: Factors, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Workers
Determinan Diabetes Melitus Tipe II di Posbindu PTM Puskesmas Pegandon Kabupaten Kendal Tengah Sarifah, Mar'atul; Siyam, Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.63923

Abstract

Abstrak Prevalensi kejadian diabetes melitus (DM) di Kabupaten Kendal sebesar 2,3%. Puskesmas Pegandon menjadi puskesmas dengan prevalensi kejadian DM tertinggi di Kabupaten Kendal yaitu sebesar 3%, namun determinan kejadian DM di Kabupaten Kendal belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian diabetes melitus Tipe II di pos pembinaan terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) wilayah kerja Puskesmas Pegandon. Desain penelitian adalah cross-sectional, dengan menggunakan data sekunder Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Pegandon, besar sampel sebanyak 95 orang dan analisis statistik menggunakan chi-square, fisher exact dan regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis statistik didapatkan faktor yang berhubungan terhadap kejadian DM tipe II di Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Pegandon yaitu Riwayat keluarga p<0,01 (PR:6,577, 95%CI: 2,416-17,906), Aktivitas Fisik p<0,01 (PR: 5,546, 95%CI: 1,865-16,495), Konsumsi Buah dan Sayur p<0,01 (PR: 6,889, 95%CI:2,085-22,756), Lingkar Perut p<0,01 (PR:8,032, 95%CI: 2,839-22,720), Obesitas p<0,01 (PR: 4,547, 95%CI: 1,780-11,617), dan Hipertensi p<0,01 (PR: 5,851, 95%CI:2,240-15,284). Jenis Kelamin dan Usia, tidak berhubungan karena memiliki nilai p>0,05. Hipertensi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian DM tipe II di Posbindu PTM wilayah kerja puskesmas Pegandon dengan nilai sig=0,003, wald=9,123, dan PR=9,699; 95%CI=2,221-42,368. Abstract The prevalence of diabetes mellitus (DM) in Kendal Regency is 2.3%. The Pegandon Health Center is the health center with the highest prevalence of DM in Kendal Regency, which is 3%, but the determinants of DM incidence in Kendal Regency are not known with certainty. This study aims to determine the determinants of the incidence of Type II diabetes mellitus at the integrated development post (Posbindu) for Non-Communicable Diseases (PTM) in the working area of ​​the Pegandon Health Center. The study design was cross-sectional, using secondary data from Posbindu PTM in the working area of ​​the Pegandon Health Center, a sample size of 95 people and statistical analysis using chi-square, fisher's exact and logistic regression. Based on the results of statistical analysis, it was found that factors related to the incidence of type II DM in Posbindu PTM in the working area of ​​the Pegandon Health Center, namely family history p <0.01 (PR: 6.577, 95% CI: 2.416-17.906), Physical Activity p <0.01 ( PR: 5.546, 95%CI: 1.865-16.495), Fruit and Vegetable Consumption p<0.01 (PR: 6.889, 95%CI:2.085-22.756), Abdominal Circumference p<0.01 (PR:8.032, 95% CI: 2.839-22.720), Obesity p<0.01 (PR: 4.547, 95% CI: 1.780-11.617), and Hypertension p<0.01 (PR: 5.851, 95% CI:2.240-15.284). Gender and Age are not related because they have a p-value> 0.05. Hypertension is the most dominant factor associated with the incidence of type II DM in Posbindu PTM in the working area of ​​the Pegandon Health Center with sig = 0.003, wald = 9.123, and PR = 9.699; 95%CI=2,221-42,368.
Karakteristik Ibu Hamil dengan Kejadian Kehamilan Risiko Tinggi Ratnaningtyas, Meiska Anggita; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.64147

Abstract

Abstrak Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan dengan risiko lebih besar dari biasanya dan dapat menyebabkan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan, baik bagi ibu ataupun bayinya. Berdasarkan laporan rekapitulasi register ibu hamil Pokja IV Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Pongangan tahun 2021, ditemukan kejadian kehamilan risiko tinggi sebanyak 9 orang dan mengalami peningkatan menjadi 12 orang di tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian kehamilan risiko tinggi sebagai acuan tindakan preventif bagi Kelurahan Pongangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling sehingga diperoleh sampel penelitian sebesar 52 ibu hamil. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat, analisis bivariat, analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil (p=0,008), tingkat pendidikan (p=0,002), KEK (p=0,037), kadar Hb (p=0,004) dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di wilayah Kelurahan Pongangan. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa kadar hemoglobin menjadi peluang terkuat untuk menduga kejadian kehamilan risiko tinggi. Abstract A high-risk pregnancy is a pregnancy that has a greater risk for both mother and baby causing illness or death before or after delivery. Based on the report on the recapitulation of pregnant women's registers from Working Group IV Family Empowerment and Welfare Team in Pongangan Village in 2021, 9 high-risk pregnancies were found and had increased to 12 in 2022. Purpose of this study was to determine factors associated with cases of high-risk pregnancies as a reference for preventive action for Pongangan Village. Research is a quantitative study with an analytic observational design and a cross-sectional approach. This study used total sampling involving 52 pregnant women. Data in this study were analyzed by using univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis. Results indicated that there was a significant relationship between age of pregnant women (p=0.008), education level (p=0.002), KEK (p=0.037), Hemoglobin levels (p=0.004), and cases of high-risk pregnancies in Pongangan Village. The results of logistic regression test showed that hemoglobin level was strongest chance to predict high-risk pregnancies.
Pengetahuan, Sikap, Sarana dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Fadhilah, Rizky Zidni; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.64641

Abstract

ABSTRAK Di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar, pengelolaan sampah menjadi permasalahan yaitu terdapat (41,2%) masyarakat yang tidak melaksanakan pengelolaan sampah dengan baik, kontribusi sampah terbesar berasal dari rumah tangga dengan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan dari 4 Kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar yaitu 800kg- 10.000 kg per hari. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana dengan perilaku pengelolaan sampah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dari penelitian ini berjumlah 92 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Analisis univariat menunjukan bahwa masyarakat dengan pengetahuan baik 65 orang(67%), sikap baik 47 orang (51,1%), ketersediaan sarana yang memadai 51 orang(55,4%), dan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah yang buruk 50 orang(54,3%). Analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,027), sikap (p=0,035), ketersediaan sarana (p= 0,044) dengan perilaku masyarakat. Saran bagi pihak Puskesmas untuk meningkatkan program penyuluhan masyarakat tentang pengelolaan sampah di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar. ABSTRAC In the work area of ​​the Karanganyar Health Center, waste management is a problem, namely there are (41.2%) people who do not carry out waste management properly, the largest contribution of waste comes from households with the amount of waste generated from 4 Sub-Districts in the Working Area of ​​the Karanganyar Health Center, namely 800kg - 10,000 kg per day. The research objective was to identify the relationship knowledge, attitudes, and availability of facilities with waste management behavior. This research is a type of quantitative research with a cross sectional design. The sample of this research is 92 respondents. The research instrument is a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results of the univariate analysis showed that 65 people (67%) had good knowledge, 47 people (51.1%) had a good attitude, 51 people (55.4%) had adequate facilities, and 50 people had bad behavior in waste management. (54.3%). The results the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge (p=0.027), attitude (p=0.035), availability of facilities (p=0.044) and people's behavior. Suggestions for the Puskesmas to improve community outreach programs about waste management in the Working Area of ​​the Karanganyar Health Center.
Stunting among Children under Five in the Area of Sekaran Primary Healthcare Center, Semarang City Hikmah, Mamluatul; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.64661

Abstract

Abstrak Pada 2021 prevalensi stunting Indonesia adalah 24,4%, di atas ambang batas prevalensi stunting yang ditetapkan WHO yakni 20%. Pada September 2022, prevalensi stunting di Puskesmas Sekaran adalah 3,27% lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting Kota Semarang pada September 2022 yaitu 1,61%. Merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan nested case-control yang dilaksanakan di Puskesmas Sekaran pada September-Desember 2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil reading diagnostic stunting pada penimbangan balita bulan September 2022, data ANC (K1), dan data persalinan di Puskesmas Sekaran. Sampel berjumlah 85 kasus dan 85 kontrol yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan terjadinya stunting pada balita (0-59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Sekaran. Hasil uji statistik menunjukkan p-value untuk usia balita adalah p=0,009 dan panjang badan lahir adalah p= 0.0001, sehingga dapat disebutkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia balita dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting. Abstract In 2021 Indonesia's stunting prevalence was 24.4%, above the stunting prevalence threshold set by WHO, which is 20%. In September 2022, stunting prevalence at the Sekaran Primary Healthcare Center was 3.27% higher than the stunting prevalence in Semarang City in September 2022 which was 1.61%. This is an analytic observational study with a nested case-control design that was carried out at the Sekaran Primary Healthcare Center in September-December 2022. The data used is secondary data from stunting reading diagnostic September 2022, ANC (K1), and maternal delivery data. The sample consisted of 85 cases and 85 controls which were analyzed univariately and bivariately. This study aims to determine factors associated with the incidence of stunting in under-five children (0-59 months) in the Sekaran Primary Healthcare Center. Statistical tests showed p-value for children’s age is p=0,009 and birth length is p= 0.0001, so it can be said that there is a significant relationship between children’s age and birth length with the incidence of stunting.
Keluhan Gangguan Kulit pada Pemulung TPA Sukoharjo Pati di Masa Pandemi Covid-19 Nur Aisyah, Tika Nurul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64709

Abstract

Abstrak Penyakit kulit adalah keadaan dimana kulit mengalami gangguan seperti kemerahan, munculnya bintik merah, penebalan kulit, kulit bersisik dan gatal. Data penyakit kulit di Puskesmas Margorejo tahun 2021 masih cukup tinggi yaitu terdapat distribusi pasien rawat jalan dengan kasus penyakit kulit dan jaringan subkutan berada pada posisi 6 dari 10 besar penyakit, jumlah kunjungan 272 dengan prosentase sebanyak 2,84%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan kulit pemulung di TPA Sukoharjo. Jenis penelitian menggunakan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan pendekatan retrospective. Sampel sebanyak 60 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi square). Hasil penelitian faktor yang menunjukkan hubungan yaitu kebersihan kulit (p-value=0,04), kebersihan tangan, kaki, dan kuku (p-value=0,014) dan yang tidak berhubungan yaitu umur (p value=0,287), jenis kelamin pemulung (p-value=0,388), masa kerja (p-value=0,347), kebersihan rambut dan kulit kepala (p-value=0,134). Untuk instansi terkait dapat memberikan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan diri dan pengadaan fasilitas kebersihan diri dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Pemulung diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan kebersihan diri. Abstract Skin disease is a condition in which the skin experiences disturbances such as redness, the appearance of red spots, thickening of the skin, scaly and itchy skin. Data on skin disease at the Margorejo Health Center in 2021 is still quite high, namely there is a distribution of outpatients with cases of skin disease and subcutaneous tissue in 6th position out of the top 10 diseases, the number of visits is 272 with a percentage of 2.84%. The aim of the study was to determine the factors associated with complaints of skin disorders from scavengers at the TPA Sukoharjo Pati. This type of research uses an analytic survey with a cross-sectional research design and uses a retrospective approach. A sample of 60 respondents used the total sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate tests (Chi square). The results of the research factors that showed a relationship were skin cleanliness (p-value=0.04), hand, foot, and nail hygiene (p-value = 0.014) and those that were not related were gender (p value = 0.388), age (p-value=0.287), length of service (p-value=0.347) and hair cleanliness (p-value=0.134). Related agencies can provide socialization on the importance of maintaining personal hygiene and providing personal hygiene facilities in an effort to improve health status. Scavengers are expected to pay attention to and improve personal hygiene.
Faktor Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Sari, Linda Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64710

Abstract

Abstrak Data WHO pada 2016 terdapat 22,9% atau 154,8 juta balita mengalami stunting. Indonesia memiliki prevalensi balita stunting sebanyak 24,4% pada tahun 2021. Stunting secara tidak langsung disebabkan faktor sanitasi lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan efek merugikan secara signifikan terhadap pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Turirejo. Penelitian ini adalah survei observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 212 balita dengan sampel 68 balita. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square nilai α=0,05. Hasil penelitian yaitu ada hubungan antara kualitas air p=0,016, kondisi jamban keluarga p=0,028, sarana pembuangan limbah p=0,020 dengan kejadian stunting. Orang tua balita diharapkan agar meningkatkan kebersihan diri pada balita dan kualitas sanitasi lingkungan. Puskesmas diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dan memantau program penurunan stunting melalui intervensi gizi sensitif. Abstract WHO data in 2016 there were 22.9% or 154.8 million toddlers experiencing stunting. Indonesia has a stunting toddler prevalence of 24.4% in 2021. Stunting is indirectly caused by poor environmental sanitation, which has a significant detrimental effect on children's growth. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation factors and the incidence of stunting in toddlers in Turirejo Village. This research is an observational survey with a cross sectional approach. The study population was 212 toddlers with a sample of 68 toddlers. Analysis using univariate and bivariate with Chi-square statistical test value α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between water quality p=0.016, family latrines conditions p=0.028, waste disposal facilities p=0.020 and the incidence of stunting. Parents of toddlers are expected to improve personal hygiene in toddlers and the quality of environmental sanitation. Community health centers are expected to provide information to the public to improve the quality of environmental sanitation and monitor stunting reduction programs through sensitive nutrition interventions.
Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan Nurjanah, Fani Eka
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64759

Abstract

Abstrak Per bulan Juli 2022, terdapat 52.313 kasus DBD di Indonesia dengan 448 kasus meninggal dunia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi variabel yang berkontribusi dalam kejadian DBD di Kelurahan Cirendang, diantaranya variabel usia, jenis kelamin, pekerjaan, frekuensi pengurasan TPA, kebiasaan menggantung pakaian, penggunaan obat anti nyamuk, dan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) oleh kader kesehatan. Penelitian ini dilakukan di bulan September – November 2022 yang merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case-control, teknik simple random sampling sebagai teknik pengambilan data, serta analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode chi-square. Pada penelitian ini, jenis kelamin (p=0,016), pekerjaan (p=0,050), dan kebiasaan menggantung pakaian (p=0,020) berhubungan dengan kejadian DBD. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian DBD di Kelurahan Cirendang dengan variabel usia (p=0,231), frekuensi pengurasan TPA (p=0,235), penggunaan obat anti nyamuk (p=0,522), dan pemeriksaan jentik secara berkala (p=0,730). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlu adanya sosialisasi secara berkala dan teratur tentang penerapan PSN, dan instansi terkait harus mampu menggiatkan dan meningkatkan kinerja kader kesehatan. Abstract As of July 2022, there were 52,313 cases of DHF in Indonesia with 448 deaths. This study aims to identify variables that contribute to the incidence of DHF in Cirendang Village, including variables of age, gender, occupation, landfill frequency depletion, habit of hanging clothes, use of mosquito repellents, and Periodic Larvae Examination (PJB) by health cadres. This research was conducted in September – November 2022 which was a quantitative study using a case-control design, simple random sampling as a data collection technique, and data analysis was carried out using univariate and bivariate methods using the chi-square method. In this study, gender (p=0.016), occupation (p=0.050), and habit of hanging clothes (p=0.020) were related to the incidence of DHF. There was no significant relationship between the incidence of DHF in Cirendang Village and age (p=0.231), the frequency of landfill disposal (p=0.235), the use of mosquito repellent (p=0.522), and periodic inspection of larvae (p=0.730). The conclusion from this study is that there is a need for periodic and regular outreach regarding the application of PSN, and related agencies must be able to activate and improve the performance of health cadres.
Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan Suci, Cahyani Wulan; Budiono, Irwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 3 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i3.64766

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Stunting ditandai dengan adanya gangguan pertumbuhan tinggi badan dengan hasil pengukuran indeks TB/U kurang dari -2 SD. Kecamatan Kalikajar menjadi wilayah dengan stunting tertinggi di Kabupaten Wonosobo. Penelitian dilakukan untuk mengetahui determinan penyebab stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Kalikajar. Metode: Menggunakan desain case control. Sampel berjumlah 84, terbagi menjadi 42 sampel kasus dan 42 sampel kontrol. Variabel bebas yang digunakan meliputi penghasilan keluarga, asupan makanan beragam, sumber air bersih, jamban sehat, pendidikan ibu, usia ibu saat melahirkan, jarak kelahiran anak, dan jumlah kelahiran anak (paritas). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Penghasilan keluarga (p=0,010; OR=3,333; 95%CI=1,284-8,653), asupan makanan beragam (p=0,000; OR=9,750; 95%CI=2,595-36,638), sumber air bersih (p=0,078), jamban sehat (p=0,004; OR=5,846; 95%Cl=1,754-19,485), pendidikan ibu (p=0,500), usia ibu saat melahirkan (p=0,500), jarak kelahiran anak (p=0,180), dan jumlah kelahiran anak (p=0,369). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Kalikajar adalah penghasilan keluarga, asupan makanan beragam, dan jamban sehat dimana faktor asupan makanan beragam menjadi faktor yang paling berpengaruh. Abstract Background: Stunting is characterized by a disturbance in the growth of height with a measurement result of a height/age index of less than -2 SD. Kalikajar District is the area with the highest stunting in Wonosobo Regency. This research was conducted to determine the factors of the causes of stunting in toddlers aged 24-59 months in Kalikajar District. Method: Using a case control design. There were 84 samples, divided into 42 case samples and 42 control samples. The independent variables used included family income, varied food intake, clean water sources, healthy latrines, mother's education, mother's age at giving birth, birth spacing, and parity. Data analysis used the chi-square test. Results: Family income (p=0.010; OR=3.333; 95%CI=1.284-8.653), diverse food intake (p=0.000; OR=9.750; 95%CI=2.595-36.638), clean water sources (p=0.078) ), healthy latrines (p=0.004; OR=5.846; 95%Cl=1.754-19.485), mother's education (p=0.500), mother's age at giving birth (p=0.500), birth spacing (p=0.180), and number of children born (p=0.369). Conclusion: The risk factors associated with the incidence of stunting in Kalikajar District are family income, varied food intake, and healthy latrines where the factor of various food intakes is the most influential factor.
PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA SISWA SEKOLAH DASAR Windiyanto, Restu Catur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64782

Abstract

Personal hygiene upaya untuk menciptakan kesejahteraan seseorang baik fisik maupun psikis yang diperlukan untuk memelihara kebersihan diri seseorang yang baik. Personal hygiene yang kurang dapat mengakibatkan seseorang kurang percaya diri dan dapat menimbulkan penyakit. Pada tahun 2008, Indonesia memiliki tingkat kejadian 60-80% dan tingkat kematian 24% di kalangan anak-anak, terutama anak yang berusia antara 9-12 tahun. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene pada siswa sekolah dasar di wilayah kelurahan tugurejo. Jenis penelitian survei bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022. Hasil analisa uji statistik diperoleh p value 0,002 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan personal hygiene. Hasil analisa uji statistik pada variabel sikap di peroleh p value 0,058 > 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat sikap dengan personal hygiene. Saran bagi pihak puskesmas dan sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi tentang kesehatan dengan terutama tentang personal hygiene. Abstract Personal hygiene is an effort to create a person's well-being both physically and psychologically which is needed to maintain good personal hygiene. Lack of personal hygiene can result in a person's lack of self-confidence and can cause disease. In 2008, Indonesia had an incidence rate of 60-80% and a mortality rate of 24% among children, especially children aged between 9-12 years. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with personal hygiene in elementary school students in the Tugurejo sub-district area. This type of survey research is analytic with a cross sectional approach. This research was conducted in August-September 2022. The results of the statistical test analysis obtained a p value of 0.002 < 0.005 so it can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge and personal hygiene. The results of the statistical test analysis on the attitude variable obtained a p value of 0.058 > 0.005 so it can be concluded that there is no relationship between the level of attitude and personal hygiene. Suggestions for the puskesmas and schools are expected to be able to provide education about health, especially about personal hygiene.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue