cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Health Education
ISSN : 25274252     EISSN : 25282905     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Journal of Health Education (J. Health Edu) is an S5 rated journal (SINTA Ristekdikti) containing writings raised from the results of research or equivalent in the field of health education. Such research includes research in school environments and communities as well as in the general public. Articles published in this journal have never been published / published by other media.
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM UNTUK PENCEGAHAN PMS DAN HIV PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL Arjianti, Herlina Dwi; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22614

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang cara penularannya melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsistensi penggunaan kondom untuk pencegahan PMS dan HIV pada wanita pekerja seksual. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 86 responden. Instrumen berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap (p=0,00), dukungan mucikari (p- =0,02), akses informasi (p-=0,016), motivasi (p =0,003), dan pendapatan (p =0,023). Faktor yang tidak berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain pengetahuan (p=0,131), kesediaan kondom (p=0,338), dukungan petugas kesehatan (p=0,504), lama kerja WPS (p =0,282), usia WPS (p=0,69), dan tingkat pendidikan WPS (p- =0,12). Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap, dukungan mucikari, akses informasi, motivasi, dan pendapatan.
ANALISIS DAERAH RAWAN AIR DAN RAWAN PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN PADA DAERAH PADAT PENDUDUK DENGAN WATER STRESS INDEX CALCULATION Windraswara, Rudatin; Rizki, Ani Fatkhi
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22615

Abstract

Latar Belakang: Selama 20 tahun terakhir, metodologi untuk mengukur akses terhadap air bersih telah berkembang pesat. Pada sisi yang lain, index air yang ada belum mengeksplorasi secara lang­sung tentang bagaimana pengaruh dari nilai indikator air terhadap dampak kesehatan masyarakat masyarakat, misalnya dengan banyaknya kasus penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, disentri, tifoid, trakoma, skabies, infeksi mata dan kulit. Metode: Metode penentuan rawan air mengacu pada perhitungan Water Poverty Index dan Water Stress Index yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dengan mempertimbangkan aspek ke­jadian penyakit. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan bahwa ada variasi tingkat kerawanan air sangat tinggi (RW II dan RW III) dan tinggi (RW IV dan RW V) dan bertepatan dengan tingginya angka kejadian pen­yakit berbasis air di lokasi yang sama. Simpulan: terdapat potensi bahwa dalam penentuan status kerawanan air (WSI) diperlukan juga analisis tambahan berupa angka kejadian penyakit untuk melengkapi indeks perhitungan air.
KEBISINGAN DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS PEKERJA WEAVING LOOM DAN INSPECTION PT. PRIMATEXCO INDONESIA Darlani, Darlani; Sugiharto, Sugiharto
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22618

Abstract

Latar Belakang: Dampak dari salah satu penggunaan teknologi adalah kebisingan. Hasil survei kepada 15 pekerja di bagian weaving loom dan weaving inspection PT. Primatexco Indonesia tentang gangguan psikologis di dapatkan 14 pekerja (93,3%) mengalami rasa tidak nyaman, 8 pekerja (57,1%) mengalami gangguan konsentrasi, 5 pekerja (33,3%) mengalami gangguan emosi, dan 13 pekerja (86,6%) mengalami gangguan tidur. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua operator produksi pada bagian Weaving Loom dan Weaving Inspection PT. Primatexco Indonesia. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebisingan dengan gangguan psikologis diantaranya pada rasa tidak nyaman (p=0,014), gangguan konsentrasi (p=0,04), gangguan emosi (p=0,046), dan gangguan tidur (p=0,038). Simpulan: Terdapat hubungan antara kebisingan dengan gangguan psikologis pekerja.
PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS Marlinda, Yetik; Azinar, Muhammad
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22620

Abstract

Latar Belakang: Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mempunyai peran penting dalam rantai penularan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran perilaku dalam pencegahan penularan HIV/AIDS pada ODHA di Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik snowball sampling. Informan penelitian adalah ODHA dengan jumlah 3 orang yang telah memiliki pasangan tetap (suami-istri). Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan HIV/AIDS pada informan sudah baik. Semua informan merasa sangat berisiko tinggi jika terinfeksi HIV/AIDS dan akan merasa dikucilkan oleh masyarakat jika terinfeksi HIV/AIDS. Hambatan yang dirasakan terkait ARV adalah rasa lupa mengkonsumsi serta ada efek samping ARV yang dirasakan. Seluruh informan sudah melakukan pemeriksaan VCT. Apabila ingin memiliki keturunan, informan mengkonsultasikannya ke dokter. Pemakaian kondom sudah konsisten pada pasangan ODHA, namun ketika berencana memiliki anak, kondom akan dilepas. Simpulan: Perilaku pencegahan penularan HIV/ AIDS pada ODHA di Kota Semarang sudah dilakukan dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK TES HIV PADA WARIA PEKERJA SEKS DI KOTA SEMARANG Maskuniawan, Maskuniawan; Azinar, Muhammad
Journal of Health Education Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i1.23024

Abstract

Latar Belakang : Waria merupakan kelompok yang berisiko terkena HIV/AIDS. Tes HIV merupakan salah satu cara pencegahan penularan HIV. Berdasarkan data waria yang melakukan tes HIV di Kota Semarang pada semester I yaitu 43 dengan target 40, semester II yaitu 56 dengan target 54, dan semester III yaitu 61 dengan target 72.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square (α=0,05).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia (p=0,012), sikap (p=0,004), dukungan teman (p=0,004), dukungan tenaga kesehatan (p=0,009), dan layanan kesehatan (p=0,024) berhubungan dengan praktik tes HIV. Sedangkan variabel tingkat pendidikan (p=1,000), pengetahuan (p=0,139), dan dukungan keluarga (p=1,000) tidak berhubungan dengan praktik tes HIV pada waria pekerja seks di Kota Semarang.Simpulan : Ada hubungan antara usia, sikap waria terhadap tes HIV, dukungan teman terhadap tes HIV, dukunga n tenaga keseahtan terhadap tes HIV . Sedangkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan, engetahuan waria tentang HIV, dan dukungan keluarga terdahap tes HIV dengan praktik tes HIV pada waria pekerja seks di Kota Semarang.
Development of Community Empowerment Models in the Sub-Urban Area as an Effort to Improve HIV/AIDS Knowledge Setyaningsih, Eka; Nugroho, Efa
Journal of Health Education Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v5i1.23079

Abstract

Background: The case of HIV/AIDS is a global problem that must be addressed immediately. A total of 6,176 cases of HIV/AIDS in Indonesia occurred in the age group 20-49 years. One of the causes of the high incidence of HIV/AIDS is the lack of knowledge about HIV/AIDS as a preliminary study found that 63.2% of teenagers in Mluweh Village did not know about HIV/AIDS. This study aims to determine the model of community empowerment to increase knowledge of HIV/AIDS of adolescents in Mluweh Village. Methods: This study used an intervention method. The informant in this study is adolescents Mluweh Village. The technique of taking data using interviews then data analyzed descriptively. Results: Adolescents in Mluweh Village did not have comprehensive information on HIV/AIDS, which was due to low levels of education, still considered a taboo of reproductive health education, and lack of information resources on HIV/AIDS. Teenagers feel the need to do the formation of the Working Group (Pokja) of HIV/AIDS as an effort to increase knowledge of HIV/AIDS. The formation of the Working Group (Pokja) on HIV/AIDS should also be accompanied by the organizational structure and work program. Conclusion: The formation of the HIV/AIDS Working Group (Pokja) by utilizing local potentials is very necessary as an effort to increase adolescent knowledge about HIV/AIDS.
MODEL BUKU SAKU DAN RAPOR PEMANTAUAN JENTIK DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK Farasari, Rizqi; Azinar, Muhammad
Journal of Health Education Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i2.23314

Abstract

Latar Belakang: Kasus DBD di Indonesia selalu mengalami peningkatan dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang belum dapat ditanggulangi. Penyakit DBD bahkan endemis hampir di seluruh propinsi. Salah satu wilayah endemis dengan insiden Rate DBD tertinggi di kecamatan Demak kota adalah kelurahan Mangunjiwan, karena termasuk wilayah padat penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model media buku saku dan rapor pemantauan jentik dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).Metode: Rancangan penelitiannya adalah Research and Development. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proposional sampling. Analisis data menggunakan Mc Nemar.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model edukasi antara lain pengetahuan (p= 0,002), sikap (p=0,001), dan praktik (p=0,001).Simpulan: Model buku saku dan rapor efektif untuk meningkatkan perilaku PSN.
LAGU EDUKASI GIZI LEBIH EFEKTIF MENINGKATKAN PENGETAHUAN SAYUR & BUAH PADA SISWI PEREMPUAN Sri Wardhani, Rahma Paramita; Budiono, Irwan
Journal of Health Education Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i2.24015

Abstract

Latar Belakang: Menurut Riskesdas kurangnya konsumsi sayur dan buah didominasi pada penduduk usia ≥ 10 tahun. Tahun 2017 hingga 2013, ≥ 90% penduduk kurang mengkonsumsi sayur dan buah di tingkat nasional maupun regional (Jawa Tengah). Studi pendahuluan didapatkan bahwa 90% siswa kurang mengonsumsi sayur dan buah dan 80% siswa memiliki pengetahuan yang rendah mengenai sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lagu edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan sayur dan buah pada anak SD.Metode: Research and Development, pendekatan Pretest-Posttest with Control Group Design. Jumlah sampel 62 orang. Analisis data dengan paired sample t test, independent sample t test dan kajian kualitatif.Hasil: Kelompok eksperimen, p=0,000(p<0,05) berarti ada perbedaan bermakna nilai pre-test dan post-test. Kelompok kontrol, p=0,054(p>0.005) berarti tidak ada perbedaan yang bermakna. Hasil post-test pada kedua kelompok, p=0,000(p<0,05) berarti ada perbedaan bermakna.Simpulan: Lagu edukasi gizi efektif terhadap peningkatan pengetahuan konsumsi sayur dan buah pada anak SDN Pleburan 03, Kota Semarang.
Peer Support Group as a Model for Improving Behavior of Hypertension Risk and Complication Control Azinar, Muhammad; Azam, Mahalul; Sugiharto, Sugiharto
Journal of Health Education Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v4i1.24192

Abstract

Background: Based on Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar) 2013 data, the prevalence of hypertension in Indonesia was high (26.5%). It means that 1 in 4 people suffer from hypertension. Based on a preliminary study conducted by researchers in November 2017 at the Primary Healthcare Center (PHC) of Kalongan, it was found that 67% of hypertensive patients did not recognize risk factors, signs and symptoms of hypertension. Results of examinations and report at the PHC and Non-communicable Disease (NCD) Surveillance (Posbindu) in the working area of ​​ PHC of Kalongan in 2017, that Kawengen village was a village with the highest number of hypertension cases from 6 villages in their working area. Peer Support Group is a form of empowerment innovation that can be applied to. Methods: This study was pre-experimental with one group pretest-posttest design. The study population was all hypertensive patients in Kawengen village. Sample was determined purposively, obtained by 61 people. The research instrument was the pretest and posttest questionnaire. Data analysis was performed by McNemar test. Results: Peer Support Group model can improve knowledge (p value 0.031), behavior (p value 0.008), risk and complication control practices (p value 0.012). Risk and complication control behavior is an effort that can be implemented to reduce hypertension cases in the community. Conclusion: Peer Support Group is one of community empowerment models, especially for patients which can increase knowledge, change behavior, and improve risk and complication control practices among hypertensive patients as participant of Peer Support Group.
KESIAPSIAGAAN SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI CILACAP DALAM MENGHADAPI BENCANA DI KABUPATEN CILACAP Novalita, Dimas Ayu; Widowati, Evi
Journal of Health Education Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i2.25605

Abstract

Latar Belakang: Penyandang disabilitas dilaporkan sangat rentan menjadi korban bencana, baik terluka ataupun meninggal akibat bencana dengan jumlah yang signifkan. Jumlah penyandang disabilitas yang meninggal saat bencana, jumlahnya dapat mencapai 2 kali lipat dari masyarakat umum.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan para difabel saat terjadi bencana.Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan Kepala Sekolah, Guru (SDLB, SMPLB, dan SMALB), dan siswa (SDLB, SMPLB, dan SMALB). Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan lembar studi dokumen.Hasil: Penelitian ini menunjukkan dari 30 indikator terdiri dari kebijakan sekolah dengan jumlah 4 indikator; perencanaan kesiapsiagaan dengan 17 indikator; dan mobilisasi sumber daya dengan 9 indikator menghasilkan bahwa sebesar 13,33% (4 indikator) sudah diterapkan dan sebesar 86,67% (26 indikator) yang belum diterapkan.Simpulan: Kapasitas kesiapsiagaan SLB Negeri Cilacap dalam menghadapi bencana di Kabupaten Cilacap masih kurang.