cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
Creativity and Aesthetics of Keychain Carving At The Jati Nugroho Business Unit in Tahunan Village Jepara rohman, fadlur; Cahyono, Agus; Wadiyo, Wadiyo
Catharsis Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v10i3.55840

Abstract

Keychain carving is a form of carving that is produced by the young generation at the Jati Nugroho Business Unit in Tahunan Village, Jepara. This study aims to provide an overview of the aesthetic and creative form of keychain crafts. The research was conducted using qualitative analysis research methods with the research location in the Jati Nugroho Business Unit, Tahunan Village, Jepara. The instruments and data collection techniques used observation, interviews and document studies. The data validity technique used data triangulation techniques. Meanwhile, data analysis and processing techniques were carried out by collecting, reducing, presenting and verifying data.The aesthetic form produced in the keychain craft is expected to instill values in the daily life of community. The value given is also an added value for the young generation because it has been given earlier by the family (parents) and the environment surrounds them. The value instilled in the young generation is a good effort because it makes craftsmen have knowledge, especially through the keychain carving.The data were analyzed using aesthetic form and creativity theory. The results show the following things. First, the keychain carving has a variety of shapes and aesthetic form. Second, the craftsmen have creativity in developing the latest design ideas.
KONSEP PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERPERSPEKTIF GENDER
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seni budaya di Sekolah diperuntukkan dan diikuti oleh seluruh siswa, baik siswa perempuan maupun siswa laki-laki, yang berminat maupun yang tidak berminat, yang berbakat maupun yang tidak berbakat. Konstruksi pembelajaran seni budaya khususnya seni tari selama ini guru belum memahami betul pembelajaran berperspektif gender, maka dirasa perlu agar proses pembelajaran tidak bias gender. Desain penelitian menggunakan pendekatan studi kasus, dengan mengambil 3 (tiga) lokasi SMP di Kabupaten Kudus, pengumpulan data dilakukan dengan observasi di lokasi penelitian, dan wawancara dengan guru seni budaya di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan analisis data kualitatif triangulasi, sharing dan focus group discussion (FGD). Hasil Penelitian menemukan bahwa sebagian guru belum memahami betul konsep pembelajaran seni budaya berperspektif gender. Kesenjangan gender terjadi hanya pada ketidaktahuan seorang guru terhadap konstruksi pembelajaran yang selama ini guru lakukan masih bias gender. Penerapan konsep gender dalam pembelajaran seni budaya di sekolah, disesuaikan dengan kondisi, minat dan kemampuan siswa baik laki-laki maupun perempuan, dimana konstruksi gender menuntut seorang guru harus bisa merancang sebuah pembelajaran yang menarik dan metode pembelajaran yang bervariasi, dengan silabus dan RPP yang tidak bias gender apapun jenis dan materi pembelajarannya. Saran peneliti, perlu pelatihan dan sosialisasi penyusunan perangkat pembelajaran seni budaya berperspektif gender secara bertahap dan berkelanjutan di Kabupaten Kudus. Art and Culture Education in the schools is for at and followed by all children, both men are women, who has interest or doesn’t have, talented or untalented. Construction of art and culture education especially dance which has gender perspective, up until now, is not understood by the teachers. So that it is necessary to understand the gender perspective to get gender – unbiased learning. The design of the research uses case study approach, with the samples of 3 locations SMP at Kudus regency, data collection was conducted using observation in research location, and the interview with the art and culture education teacher at Kudus regency. Method employed is triangulationf of qualitative data analysis, sharing, and focus group discussion (FGD). The research found that most teachers haven’t understood about the concept about art and culture learning with gender perspective. Gender gap happened only when teachers don’t know about learning construction which is always gender biased. The implementation of gender concept in art and culture learning in the school is adjusted with the condition, interest, and students ability both men and women, in which gender construction demands a teacher to be able to design an interesting learning and various learning method, with the syllabus and lesson plan which is not gender bias. or the kinds and the learning materials. The researcher suggests that training and socialization of learning instrument construction are necessary to develop gender perspective art and culture education at Kudus regency.
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK DESAIN KOMUNIKASI VISUAL IV MAHASISWA PROGRAM D3 DESAIN GRAFIS UNESA SURABAYA
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan konstruktivistik berbasis masalah dalam pembelajaran Desain Komunikasi Visual IV berorientasi pada permasalahan pembelajaran yang bersifat spesifik dan kontekstual, terkait dengan peningkatan kinerja dan hasil belajar mahasiswa dalam perancangan karya desain, termasuk peningkatan kinerja dosen, serta pengembangan potensi mahasiswa sesuai tuntutan profesinya kelak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Kegiatannya meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan analisis, serta refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, tes, dan catatan reflektif. Sumber datanya adalah aktivitas mahasiswa dan dosen. Analisis data secara deskriptif kualitatif, hasil kegiatan belajar tiap siklus dibandingkan dengan indikator keberhasilan, serta melalui pembandingan hasil belajar antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivistik dengan model berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran desain komunikasi visual. Mahasiswa dapat meningkatkan kinerja dan hasil belajarnya, bila diberi keleluasaan memilih alternatif permasalahan, terlibat aktif dalam perencanaan desain, berganti peran dalam presentasi, dan mendapat umpan balik bervariasi dalam diskusi yang cukup waktu. Kinerja mahasiswa kerja kelompok meningkat dari rerata skor 3.5 menjadi 4.5 dengan klasifikasi baik sekali, kinerja dalam presentasi dan diskusi meningkat dari rerata skor 3.4 menjadi 4.0 dengan klasifikasi baik. Kinerja dosen berdasarkan respon mahasiswa juga meningkat dari rerata skor 4.3 menjadi 4.5 mencapai klasifikasi baik sekali. Perkembangan hasil belajar mahasiswa mencapai klasifikasi baik, lima mahasiswa mencapai nilai A, 20 mahasiswa atau 50% lebih mendapat nilai B, dan seorang mendapat nilai C; sehingga sesuai tingkat keberhasilan yang telah ditentukan. Berdasarkan perkembangan hasil belajar mahasiswa yang menunjukkan peningkatan, termasuk kinerja mahasiswa maupun dosen telah sesuai tingkat pencapaian yang ditentukan. Problem based constructivistic approach on Visual Communication Design IV learning oriented on specific and contextual learning problem, concerned with the the performance improvement and students’ learning results in designing the work design, including performance improvement of the lecturer, and students’ potency development along with the prospective occupation. This research is classroom action research. This activity includes: Planning, conducting the action, observation, questionnaire, test, and reflective record. The data source is from students’ activity and lecturer. The data is analyzed through qualitative and descriptive, learning activity’s result for each cycle is compared with the success indicator, and through the comparison of inter – cycle learning’s results. Students can improve their performance and learning result, if they are given flexibility in choosing alternative problem, engage actively in planning the design, changing the role in presentation, getting the various feedback in discussing in sufficient time. Group work of the students’ performance increase from the average score 3,5 to 4,5 with classification of good enough, performance in presentation and discussion increase from average score 3,4 to 4,0 with classification of good. Lecturer’s performance is based on students’ response also increase 4,3 to 4, 5 with the classification of good enough. The development of students’ learning result achieved good classification, 5 students got A, 20 students or mora thatn 50 % got B, and a student got C; so that based on the determined success rate. Based on the development of students’ result which also shows improvement, including students’ performance or lecturer which is appropriate with the determined level of achievement.
KEMAMPUAN MEMVISUALISASIKAN TEKS VERBAL DALAM BENTUK GAMBAR
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks verbal merupakan sebuah ungkapan yang ditata melalui tulisan. Memvisualisasikan teks verbal berarti melakukan perubahan dari teks menjadi gambar dengan prinsip substansi sama atau tidak berubah. Tujuan penelitian ini ialah agar anak dapat mengungkapkan tema dalam bentuk teks yang diwujudkan dalam bentuk gambar. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian di SD Negeri 2 Banjarejo Grobogan. Subjek penelitian siswa kelas 6 yang berjumlah 30 anak. Sasaran penelitian tentang identifikasi teks, dan kemampuan visualisasi gambar. Data primer bersumber dari guru kelas 6 siswa dan kepala sekolah. Sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen sekolah, foto kondisi fisik sekolah, foto proses pembelajaran menggambar, dan gambar. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik teks siswa lebih menceritakan diri sendiri dan menceritakan hal-hal yang positif. Karakteristik gambar siswa menunjukkan realisme awal, bertipe haptik, dan bersifat rebahan. Kemampuan visual anak lebih lancar, lebih orisinil, lebih bersifat naratif, dan lebih khas berdasarkan lingkungan sosial budaya. Berbagai objek-objek ungkapkan anak sangat menunjukkan lokalitas lingkungan sosial budaya, seperti visualisasi rumah yang menyerupai bentuk rumah “Joglo” dan “Blondoran”. Guru di sekolah dasar hendaknya dapat merancang metode menggambar sebagai pelengkap hasil penelitian ini, yaitu dengan siklus pengembangan tema dalam bentuk gambar yang dikembangkan dalam bentuk teks naratif. Verbal text is an expression which is constructed through writing. Visualizing verbal text means that transforming text into picture with substantial principal which is changes or remains the same. The aim of the research is to encourage children to express a theme in the form of text then transform it into picture. The research approach is qualtitative. The locaton of the research is at SD Negero 2 Banjarego, Grobogan. The subject of the research is 30 6th grade students. The target of the research is to identify a text, and ability to visualize a picture. The primary data was taken from the teacher of 6th grade class, the students, and the headmaster. The secondary data were in form of documents such as schools’ documents, pictures about school’s physical condition, pictures of learning to draw process, and pictures. The techniques of data collection were observation of participants, interview, and documentation. The technique of data analysis was divided into three stages which are data collection, data reduction, data display, and conclusion. The result of the research is that it shows students’ text characteristic is more to tell stories about him and positive things. The characteristic of students’ picture shows early stage of realism, haptic, and laying down. The visual ability of the children becomes more smoothly, original, narrativem and exclusive to his sociocultural condition. Various objects of childrens’ expression can show his locality of his sociocultural condition such as visualisation of their houses which is more like “jogloe” and “Blondoran”. Teachers at elementary schools should design drawing methode which can complete the finding of this research, which is by developing theme cycle into drawing then into narrattive text.
MANAJEMEN PRODUKSI PERTUNJUKAN SURABAYA SYMPHONI ORCHESTRA DI SURABAYA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN APRESIASI MUSIK
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajememen produksi pertunjukan Surabaya Symphoni Orchestra, yang meliputi: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus manajemen produksi pertunjukan SSO yang meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data diperoleh melalui informan, pustaka, dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, verivikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, manajemen produksi pertunjukan SSO yang meliputi tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian bidang artistik dan bidang produksi pertunjukan dilakukan oleh pimpinan SSO yaitu Solomon Tong. Produksi pertunjukan yang dilakukan SSO secara berkala, yaitu setiap 4 bulan selama 15 tahun memiliki pengaruh terhadap sikap masyarakat terhadap kehidupan musik klasik di Surabaya, yaitu munculnya kelompok-kelompok musik orkestra baru, dan lembaga kursus untuk alat musik yang ada dalam orkestra. The aim of this research is to describe Surabaya Symphoni Orchestra show production management, which covers: planning, organizing, moving, and controlling. The research method is qualitative approach, with the SSO show production management, which covers: planning, organizing, moving, and controlling. Data collection technique includes the observation, interview, and documentation. The data source is taken from informant, library, and document. Data analysis is done with data reduction, data display, verification or conclusion. The research found that SSO show production management, which covers: planning, organizing, moving, and controlling artistic art and show production is done by SSO leader which is Solomon Tong. Show production is done by SSO in certain steps, which are every 4 months on 15 years has influence on the society’s attitude on classical music life in Surabaya, the influence is the emergence of new orchestra group, and courses institute for music instrument existing in orchestra.
STUDI KOMPARATIF WAYANG GOLEK PURWA KHAS KUNINGAN DAN SUMEDANG JAWA BARAT DALAM ANALISIS SEMIOTIK TAHUN 2007 SAMPAI 2010
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, memahami, dan menganalisis (1) unsur-unsur petanda dan penanda yang berubah dalam kode visual Wayang Golek Purwa khas Kuningan dan Sumedang tahun 2007 sampai 2010 (2) Perbedaan unsur-unsur petanda dan penanda kode visual Wayang Golek Purwa khas Kuningan dan Sumedang periode tahun 2007 sampai 2010. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumenter. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data dengan kriteria derajat kepercayaan, pertimbangan ahli, kemudian dilakukan analisis data secara semiotika. Hasil penelitian menemukan bahwa perubahan kode visual yang ada pada Wayang Golek Purwa khas Sumedang menunjukkan adanya proses perubahan kode visual bentuk mata, bentuk hidung, bentuk mulut, gurat dahi/runcang, jenggot, jambang, warna wajah dan tubuh yang dibuat lebih menyerupai anatomi manusia atau semula mengacu pada kode-kode simbolik secara konvensi kemudian bergeser kedalam dimensi ikonik. Wayang Golek Purwa khas Kuningan mengalami proses perubahan kode visual pada sebagian unsur rupanya yang direfresentasikan hanya pada warna wajah dan warna tubuh saja, sedangkan untuk unsur-unsur raut lainnya tetap dipertahankan secara konvensi. Sebagai salah satu upaya pelestarian budaya Nusantara maka pemerintah diharapkan dapat memberikan wadah kepada para seniman Wayang Golek Purwa yang ada di Kuningan dan Sumedang agar kreatifitas mereka dapat lebih dikembangkan. The aim of this research is to know, describe, understand, and analyze (1) marking and marker elements which changes in visual code Of Wayang golek purwa from Kuningan and Sumedang of 2007 to 2010 (2) the difference between marking and marker elements of visual code on wayang golek khas Sumedang on the period of 2007 – 2010. This research employs qualitative and descriptive method. The data is collected by observation, interview and documentary. The data validity is assured by triangulation data with the trust degree criteria, consideration of the expert, then data analysis is done semiotically. The finding of the research found that visual code changing on the shape of eyes, nose, mouth, forehead/runcang, beard, whisker, face color and body which is made like human anatomy or which at the beginning refer to symbolical code conventionally then change into iconic dimension. Wayang Golek Purwa from Kuningan has undergone visual code transformation on most of its form which is represented on the face and body color. Meanwhile on the other elements are still maintained conventionally. As the effort of national cultural preservation, our government is expected to give a place for Wayang Golek Purwa artist on Kuningan and Sumedang so that their creativity can be developed.
PENGEMBANGAN MODEL PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGAMBAR MOTIF UKIR PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN UKIR KELAS VII SMP
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelajaran praktik yang pertama kali dilaksanakan oleh siswa ketika belajar keterampilan ukir adalah menggambar motif ukir. Menggambar adalah menghasikan karya berupa gambar yang dibuat pada bidang dua dimensi dengan satu-satunya unsur yang ada yaitu garis, baik kontur maupun isian pewarnaannya semuanya dihasilkan dengan goresan garis. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengembangan perangkat pembelajaran menggambar motif ukir pada pelajaran keterampilan ukir kelas VII semester 1 karena kelas VII merupakan kelas awal di jenjang pendidikan SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development). Langkah-langkah dalam penelitian pengembangan ini merujuk pada 10 langkah Research and Development yang diuraikan Borg & Gall. Berdasarkan analisis dan kajian tersebut selanjutnya dapat dirumuskan spesifikasi model perangkat pembelajaran menggambar motif ukir yang baru, dengan beberapa spesifikasi, yaitu: (1) Standar kompetensi dan kompetensi dasar, memiliki spesifikasi sesuai dengan KTSP 2006, berbasis life skill, mengintegrasikan taksonomi hasil belajar, dan disajikan secara sistematis; (2) Silabus, memiliki spesifikasi sesuai dengan KTSP 2006, sesuai dengan prinsip-prinsip: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, serta menyeluruh; (3) RPP, memiliki spesifikasi berdasarkan KTSP 2006, berbasis life skill, berbasis active learning, dilengkapi dengan uraian materi aktual dan kontekstual, dilengkapi dengan contoh instrumen penilaian, dilengkapi dengan contoh pedoman penilaian tes tertulis dan contoh rubrik penilaian kinerja dan hasil kerja. The first practice lesson which is conducted by the students when they learn about carving skills is when they dram carving skills. Drawing is creating art in a form of picture which is made in two dimensional shape with the only existing element which is line, either contour or the content of the coloring, all are created by the drawing of line. The research problem is that how to develop learning instrument of drawing motive on carving skills lesson for VII grade on the first semester which is early class of junior high school. This research employed research and development approach. The steps in the research referred to the 10 steps of Research and Development from Borg & Gall. Based on the analysis and the study the learning instrument can formulated as: (1) Standard competence and basis competence, with KTSP (School based curriculum) 2006, life skill based, integrated into learning result taxonomy, and displayed systematically; (2) Sylabus, has the specification with KTSP (School based curriculum) 2006, with the principal of scientific, relevant, systematic, consistent, sufficient, actual and contextual, flexible and comprehensive; (3) Lesson plan, has specifications based on KTSP (School based curriculum) 2006, based on life skill, active learning, completed with the example of scoring instrument, the example of written test scoring guidance and work results.
PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNIK BERKARYA ANIMASI TIGA DIMENSI MELALUI PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBENTUK MODUL-TUTORIAL
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dan hasil belajar berupa karya animasi terasa kurang memuaskan, penyebabnya belum tersedia bahan ajar yang sesuai dengan jenis atau karakter mata kuliah, yaitu bersifat praktik dan berbasis komputer. Apakah bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkarya animasi tiga dimensi ? bagaimana model bahan ajarnya ? Apakah bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan aktivitas mahasiswa dalam belajar animasi tiga dimensi ? Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkarya animasi tiga dimensi. Model bahan ajar yang dapat meningkatkan kemampuan berkarya animasi tiga dimensi adalah bahan ajar yang bersifat tutorial mengacu pada proyek animasi. Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dengan menggunakan bahan ajar berbentuk modul-tutorial dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah Animasi Tiga Dimensi. The learning and the learning result which are in the form of animated work is less satisfying because the inadequacy of learning materials which is appropriate with the character and the kind of college subject which is practical and computer based. Can the learning material is in form of modul – tutorial increase the students’ ability in three dimensional animated work? How is the learning material? Can the learning material which is in the form modul – tutorial increase students’ activity in learning there dimensional animation? This research is classroom action research. The result of the research show that learning material in the form of modul – tutorial can increase students’ skill in making there dimensional animation. Learning material which can increase students’ skill is in the form tutorial and refer to animation project. The conduct of learning activity which used learning material in the form of modul tutorial can increase the learning activity of the students in three dimensional subject.
BATIK SARI KENONGO DI DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO: KAJIAN MOTIF DAN FUNGSI
Catharsis Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik mempunyai pesona keindahan melalui ragam motif dan warna, begitu batik memiliki kreativitas dan keunikan yang diekspresikan pada motif dan fungsi yang beragam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis motif batik dan fungsi batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah perwujudan motif batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo ?; (2) Bagaimanakah fungsi karya batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo ? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian adalah perusahaan batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang menggunakan analisis interaktif yang meliputi, proses pengumpulan data dilapangan, kemudian dilakukan reduksi data, sajian data, dan akhirnya penarikan simpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Perwujudan Motif batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, didapat melalui sumber ide dari lingkungan setempat maupun permintaan konsumen. Bentuk motif lebih banyak menggunakan bentuk non geometris dari pada geometris; (2) Fungsi karya batik “ Sari Kenongo “ di Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, sebagai sandang diantaranya kain panjang, busana pria, busana wanita, sajadah, mukena. Kegiatan membatik bagi pembatik di Desa Kenongo bisa menambah ekonomi keluarga maupun dapat mengekspresikan idenya melalui perwujudan motif yang dibuat dan melibatkan masyarakat sekitar sehingga merupakan salah satu aktivitas sosial yang bermanfaat. Batik has its attraction through its various motives and color. Batik has creativity and uniqueness expressed through its motives and various and function. This research is aimed at describing and analyzing the motive and function of batik “Sari Kenongo” in Kenongo Village, Tulangang sub-district, Sidoarjo Regency. The problems of the research can be formulated as: (1) How is the motive of the “Sari Kenongo” batik in Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency?; (2) How is the function of the “Sari Kenongo” batik in Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency?This research employs qualitative and quantitative method. The location of this research was at Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency. The data collection technique was through observation technique. interview, and documentation.The technique of analyzing the data is interactive analysis which covers, field data collecting process, then data reduction, data display, and finally conclusion or data verification. The results of the research are: (1) the motive of “Sari Kenongo” batik at Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency. The shape of the motives are non – geometric more than geometric;(2) The function of “Sari Kenongo” batik at Kenongo village, Tulangan Sub – district, Sidoarjo regency is as a cloth for long cloth, men’s and women’s fabric, sajadah, and mukena. Batik production for family at Kenongo village can give more income to the family and express their idea through the motives and involve the members of the society so that batik production is a kind of beneficial social activity.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF KOOPERATIF MUSIK RITMIS BERBASIS MULTIMEDIA DI SMA NEGERI 3 PATI
Catharsis Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia pembelajaran pada mata pelajaran Seni Musik di SMA N 3 Pati perlu sebuah desain yang inovatif  berbasis komputer sehingga bisa menimbulkan daya tarik tersendiri dan akhirnya bisa memotivasi siswa dalam pembelajaran. Pemunculan ide media pembelajaran yang inovatif   berbasis komputer mengacu pada tujuan pembelajaran yang tercantum di dalam Silabus, dan dijabarkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian bertujuan: 1) menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia untuk mata pelajaran Seni Musik pokok bahasan musik ritmis kelas X semester 2 yang valid; dan 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran dari aspek perangkat pembelajaran, materi ajar, media peraga, dan aspek daya tarik untuk pembelajaran musik ritmis. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Setelah melalui tahap perencanaan dihasilkan produk awal kemudian dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil produk diujicobakan kepada siswa dengan membandingkan nilai pre-test dan pos-test. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari ahli materi, data ahli media, dan tanggapan siswa terhadap daya tarik media peraga musik ritmis berbasis multimedia. Instrumen pengumpulan data berupa lembar evaluasi untuk ahli materi dan ahli media serta lembar angket untuk subjek uji coba. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia adalah: 1) pengembangan media pembelajaran berbasis komputer melalui tahap analisis kebutuhan, desain, hasil produk media peraga, uji coba, dan revisi penyempurnaan; 2) kualitas media ditinjau dari aspek materi termasuk kriteria sangat baik dengan rata-rata skor 4,38; 3) kualitas media ditinjau dari aspek tampilan termasuk kriteria baik dengan rata-rata skor 4,00; 4) tanggapan siswa tentang daya tarik media termasuk kriteria menarik dengan rata-rata total skor 4,10; dan 5) terjadi peningkatan rata-rata perbandingan skor  pre-test sebesar 34,40 dengan uji coba  post-test dari 40 siswa (76%) telah mencapai ketuntasan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan penelitian pengembangan media pembelajaran inovatif  kooperatif  musik ritmis berbasis multimedia dapat disarankan pengembangan pembelajaran berbasis komputer (multimedia) perlu dilakukan lebih lanjut agar pembelajaran musik lebih menarik, sehingga berdampak positif  dalam mencapai tujuan pembelajaran.AbstractThe innovation is needed to improve learning media IT-based  in Music subject at SMA N 3 Pati that will lead to students’ motivation. The ideas and application should be based on syllabus and lesson plan. This study aims to: 1) create a valid learning media IT-based for rhythmic music subject for ten grade, 2nd semester 2) observe the media feasibility of  learning instrument, model, and stimuli of  rhythmic music. This research is research and development model.  The initial product is produced after planning step and verified by the experts. The result is tested to the students by comparing the score of  pre and post test. The data are from the experts, and students’ response to rhythmic music multimedia based.  The instruments are evaluation sheet for matter and media expert also questionnaire for the subjects. The data analysis is using descriptive analysis. The result shows: 1) The development is achieved through the analysis of  need, design, result of  product, error and trial, and revision; 2) The media quality seen from material aspect shows very good category with the average of  4,38; 3) The media quality seen from appearance shows very good category with the average of  4,00; 4) students’ response is categorized as interesting with the average of   4,10; and 5) There’s an increasing scores of  pre and post test  34,40 with 76% of  40 students have achieved passing grade. Based on the results, it is suggested that the development of  IT-based multimedia needs to beimproved to create positive impact in achieving the purpose of  the study.