cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 506 Documents
ESTETIKA UNSUR-UNSUR ARSITEKTUR BANGUNAN MASJID AGUNG SURAKARTA
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan produk budaya yang terkait sistem ide dan aktifitas masyarakat. Secara fisik, Bentuk Masjid Agung Surakarta didasari oleh pandangan hidup yang berakar pada kepercayaan masyarakat penghuninya, yang memiliki keyakinan agama Islam-Jawa yang berkaitan dengan Hindu-Budha. Secara khusus, penelitian ini bertujuan (1) melakukan identifikasi dan menganalisis unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta, (2) menganalisis makna unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta, (3) menelusuri dan menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam makna bentuk dan struktur unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan melalui kajian semiotika dengan menggunakan teori Carles Sander Peirce dan Roland Barthes untuk menemukan arti/ pesan melalui tanda-tanda yang didapat pada unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta. Hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa (1) unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta memiliki ciri-ciri visual mirip rumah tradisional Jawa yaitu Rumah Joglo, (2) penciptaan unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta merupakan simbol yang memiliki makna, (3) dari makna unsur-unsur arsitektur bangunan Masjid Agung Surakarta terdapat pendidikan nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diambil yaitu nilai kebenaran, nilai moral, nilai estetika dan nilai religius. The mosque is a cultural product related to the system of ideas and community activities. Physically, Great Mosque of Surakarta forms based on a view of life that is rooted in public confidence inhabitants, which has a Java-Islamic religious beliefs associated with Hindu-Buddhist. Specifically, this study aims to (1) To identify and analyze elements architecture the Great Mosque of Surakarta, (2) to analyze architecture elements Great Mosque of Surakarta, (3) Browse and analyze the local wisdom values contained in within the meaning of form and structure architectural elements. This study used qualitative methods and through the study semiotics by using theory of Carles Sander Peirce and Roland Barthes to find meaning by the signs that come on the elements architecture Great Mosque of Surakarta. The results explain that (1) the elements architecture Great Mosque of Surakarta have similar visual characteristics of a traditional Javanese house is Joglo, (2) the creation of architectural elements Great Mosque of Surakarta is a symbol that has meaning, (3) of the meaning architectural elements Great Mosque of Surakarta are educational values ​​of local wisdom that can be taken is the value of truth, moral values, aesthetic values ​​and religious values   The mosque is a cultural product related to the system of ideas and community activities. Physically, Great Mosque of Surakarta forms based on a view of life that is rooted in public confidence inhabitants, which has a Java-Islamic religious beliefs associated with Hindu-Buddhist. Specifically, this study aims to (1) To identify and analyze elements architecture the Great Mosque of Surakarta, (2) to analyze architecture elements Great Mosque of Surakarta, (3) Browse and analyze the local wisdom values contained in within the meaning of form and structure architectural elements. This study used qualitative methods and through the study semiotics by using theory of Carles Sander Peirce and Roland Barthes to find meaning by the signs that come on the elements architecture Great Mosque of Surakarta. The results explain that (1) the elements architecture Great Mosque of Surakarta have similar visual characteristics of a traditional Javanese house is Joglo, (2) the creation of architectural elements Great Mosque of Surakarta is a symbol that has meaning, (3) of the meaning architectural elements Great Mosque of Surakarta are educational values ​​of local wisdom that can be taken is the value of truth, moral values, aesthetic values ​​and religious values.
RAGAM HIAS PADA INTERIOR ARSITEKTUR MASJID ASTANA SULTAN HADLIRIN MANTINGAN, KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Mantingan memiliki keunikan-keunikan ragam hias pada interior arsitektural, yang jarang ditemui di masjid-masjid lain di Indonesia. Atas dasar hal tersebut, maka permasalahan penelitian ini : (1) Bagaimana rancangan ruang  Masjid Mantingan?; (2) Apa saja dan bagaimana ragam hias dinding yang ada dalam desain interior ruang Masjid Mantingan, Jepara?; dan (3) Bagaimana estetika dan makna ragam hias pada ruang Masjid Mantingan, Jepara? Dalam penelitian ini data primernya adalah Arsitek Masjid Mantingan, sedangan data sekundernya adalah berbagai kepustakaan, berupa buku, jurnal, koran, dan majalah. Pengumpulan data dilakukan dengan : obsevasi / pengamatan; wawancara; studi dokumen. Metode Pemeriksaan Keabsahan Data:Trianggulasi sumber; dan Triangulasi metode. Teknik Analisis Data:Reduksi data. Penyajian data. Menarik kesimpulan/verifikasi. Ukiran pada dinding Masjid yang terbuat dari batu padas kuning bermotif Cina, banyak terdapat ukir-ukiran dan rumah-rumahan yang bercorak Cina. Mantingan Mosque extravagance decoration on the interior architecture, which is rarely found in other mosques in Indonesia. The uniqueness of the decoration on the interior architecture Mantingan mosque is also not out of the histori city of the surrounding conditions. With a variety of uniqueness and historical values that surrounded it. On the basis of this, there search is taking the problem: (1) How does the structure of mosque architecture Mantingan?; (2) How does a decorative wall in the form of interior design form Mantingan Mosque, Jepara? ; and (3) How decorative and architectural significance Mantingan Mosque reflect acculturation? In this study the data were Architect Mantingan Mosque primary, while secondary data is a wide range of literature, such as : books, journals, newspapers, and magazines. Data Collection: kinds of observations/Observations; interview; Study Document. Examination Methods Data Validity : Triangulation source; dan Triangulasi methods. Data Analysis Techniques: Data reduction. Presentation of data. Draw conclusions/verification. The carvings on the walls of the mosque were made of rocks yellow patterned China, there are many carvings and as well as the houses are patterned China.
ESTETIKA KESENIAN TERBANG PAPAT DALAM TRADISI KARNAVAL AMPYANG MAULUD NABI MUHAMMAD SAW DI DESA LORAM KULON KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya kesenian modern yang berkembang dimasyarakat pada saat ini, berakibat terhadap merosotnya eksistensi kesenian daerah. Meskipun demikian karena adanya kearipan lokal diantaranya ada yang masih bertahan. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian peneliti merumuskan permasalahan diantaranya :estetika kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang,bagaimana bentuk interaksi simbolik masyarakat terhadap kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode kualitatif dengan memusatkan pada metode riset lapangan, dalam hal ini teknik pengumpulan data dialakukan dengan cara wawancara, observasi, teknik studi dokumen, Berdasarkan data yang diperoleh hal ini dapat disimpulankan sebagai berikut. Dilihat dari segi penampilan antara lain : bentuk esetika kesenian terbang papat terletak pada instrumennya, pola pukulan, teknik permainan, juga pesan dari syair yang dilagukan. Ditemukan dua motif pola irama terbang papat yaitu motif gombrang dan motif krangen, keunikan yang lain adalah pada instrument jedor, seniman terbang papat pada saat memainkan alat musik terbang papat harus dapat menguasai nada dan syair terlebih dahulu. Bentuk dari interaksi sosial masyarakat adalah ditemukan beberapa rangkaian acara terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang yaitu; nganten mubeng gapuro padurekso, tradisi nasi kepel, tradisi loram bersholawat atau tradisi albarzanji, dan juga Loram ekspo. The rise of modern art that developed in the community at this time, causes a decline in the existence of local arts. How everdue to the local genius some of which still survive. Based on this background, the study research hers formulate problem ssuch as:aesthetics art terbang papat in ampyang carnival tradition, how the forms of social interaction on the terbang papat art in the tradition of carnival ampyang. The research method is a method of observation, document study techniques, Based on the data obtainedit can be concluded as follows. In terms of appearance among others: esetika art form terbang papat located on the instrument, pattern punch, playing techniques, also the message of the poemsung. Found two motifs terbang papat rhythm patterns and motifs baggy motifs Krangen, another unique nessison jedor instruments, artists terbang papat when playing a musical instrument terbang papat should be able to master the tone and lyrics first. Forms of social interaction is found terbang papat a series of events in the carnival tradition ampyang namely; nganten mubeng gapuro padurekso, nasi kepel tradition, tradition or tradition sloram bersholawatal barzanji, and also loram expo Maraknya kesenian modern yang berkembang dimasyarakat pada saat ini, berakibat terhadap merosotnya eksistensi kesenian daerah. Meskipun demikian karena adanya kearipan lokal diantaranya ada yang masih bertahan. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian peneliti merumuskan permasalahan diantaranya :estetika kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang,bagaimana bentuk interaksi simbolik masyarakat terhadap kesenian terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang. Metode penelitian yang dipakai peneliti adalah metode kualitatif dengan memusatkan pada metode riset lapangan, dalam hal ini teknik pengumpulan data dialakukan dengan cara wawancara, observasi, teknik studi dokumen, Berdasarkan data yang diperoleh hal ini dapat disimpulankan sebagai berikut. Dilihat dari segi penampilan antara lain : bentuk esetika kesenian terbang papat terletak pada instrumennya, pola pukulan, teknik permainan, juga pesan dari syair yang dilagukan. Ditemukan dua motif pola irama terbang papat yaitu motif gombrang dan motif krangen, keunikan yang lain adalah pada instrument jedor, seniman terbang papat pada saat memainkan alat musik terbang papat harus dapat menguasai nada dan syair terlebih dahulu. Bentuk dari interaksi sosial masyarakat adalah ditemukan beberapa rangkaian acara terbang papat dalam tradisi karnaval ampyang yaitu; nganten mubeng gapuro padurekso, tradisi nasi kepel, tradisi loram bersholawat atau tradisi albarzanji, dan juga Loram ekspo.
ESTETIKA TERBANG HADROH NUURUSSA’ADAH DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik rebana atau musik terbang berasal dari bentuk-bentuk musik yang bercirikan Islam yang ada sebelumnya. Permainan terbang hadroh merupakan perkembangan dari permainan musik terbang yang ada sebelumnya, terbang samproh, qasidah dan terbang balo-balo. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan estetika terbang hadroh “Nuurussa’adah” di desa Kalisapu. Dalam permainannya kesenian  terbang hadroh dibagi menjadi enam bagian yaitu: pembuka atau tawasul, menyanyikan lagu, pembacaan sholawat,  menyanyikan lagu, makhalul kian, dan 6 do’a atau penutup. Nilai estetika terbang hadroh mencakup beberapa unsur yang meliputi wujud atau rupa, bobot atau isi dan penampilan atau penyajian. Dalam kesenian bobot merupakan sesuatu yang dapat ditangkap panca indra. Bobot merupakan apa yang bisa dirasakan dari wujud kesenian. Musik terbang hadroh berbentuk ansambel campuran, dan mudah dipahami karena menggunakan bait-bait, penggunaan alat musik pada kesenian terbang hadroh lebih sederhana walaupun jumlah alat musiknya lebih banyak, Pola ritme yang berulang-ulang dan inovasi bahasa, menumbuhkan rasa nyaman dalam mendengarkan musik terbang hadroh, dan merangsang kepada setiap pendengar dan penonton untuk ikut mengikuti alunan musik terbang hadroh. Mantingan Mosque extravagance decoration on the interior architecture, which is rarely found in other mosques in Indonesia. The uniqueness of the decoration on the interior architecture Mantingan mosque is also not out of the histori city of the surrounding conditions. With a variety of uniqueness and historical values that surrounded it. On the basis of this, there search is taking the problem: (1) How does the structure of mosque architecture Mantingan?; (2) How does a decorative wall in the form of interior design form Mantingan Mosque, Jepara? ; and (3) How decorative and architectural significance Mantingan Mosque reflect acculturation? In this study the data were Architect Mantingan Mosque primary, while secondary data is a wide range of literature, such as : books, journals, newspapers, and magazines. Data Collection: kinds of observations/Observations; interview; Study Document. Examination Methods Data Validity : Triangulation source; dan Triangulasi methods. Data Analysis Techniques: Data reduction. Presentation of data. Draw conclusions/verification. The carvings on the walls of the mosque were made of rocks yellow patterned China, there are many carvings and as well as the houses are patterned China
INTERAKSI SIMBOLIK PEMAIN CAMPURSARI ”SEKAR AYU LARAS” KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Group  campursari “Sekar Ayu Laras”adalahgrup kesenian yang adadi Kabupaten Tegal. Anggotanya terdiri dari Polisi, Tentara, Guru.Mereka menggunakan kostum seragam dinassebagai ciri yang dapat membedakan dengan group campursari lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai (1) Bagaimanakah bentuk penyajian campursari Sekar Ayu Laras? (2) Bagaimana interaksi simbolik pemain campursari Sekar Ayu Laras.Penelitian ini bersifat kualitatif.Objek penelitian ini adalah grup campursari “Sekar Ayu Laras” di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa penelitian  melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Studi pustaka diambil dari beberapa hasil penelitian mengenai campursari serta buku-buku yang ada kaitannya dengan judul Tesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa grup campursari Sekar Ayu Laras mempunyai bentuk penyajian tiga bagian yaitu: (1) penyaji, (2) kegiatan penyaji atau  pertunjukkan dan (3) penonton. Simbol-simbol yang membentuk proses interaksi simbolikadalahkostum sergam dinas dan bingkisan yang dibagikan kepada penonton Group campursari "Sekar Ayu barrel" is a performing arts company in Tegal regency. Its members consist of the Police, Army, Teachers. They use a uniform costume department as a feature that can distinguish with other campursari group. The aim of this study was to obtain data on (1) What kind of presentation Campursari Sekar Ayu Barrel? (2) How symbolic interaction Sekar Ayu Laras.Penelitian Campursari player is qualitative. The object of this study is Campursari group "Sekar Ayu barrel" in District Slawi, Tegal regency. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of the research through the steps: (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) verification or conclusion. Literature studies drawn from several research about Campursari and books that are related to the title of the study showed that the group Tesis.Hasil Campursari barrel Sekar Ayu has the form of presentation of three parts: (1) renderer, (2) activities or performances and renderer (3) the audience. The symbols that make up the process of symbolic interaction is sergam costume department and gifts were distributed to the audience
KONSTRUKSI SOSIAL TERHADAP PENDIDIKAN MUSIK SMA PONDOK MODERN SELAMAT KENDAL
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konstruksi sosial terhadap pendidikan musik oleh lembaga pendidikan Islam dan peran sekolah dala membangun orientasi musik yang bersifat sekuler pada siswa. Adanya kesenjangan antara konsep pendidikan seni menurut pandangan Islam dengan paham pendidikan musik yang dilaksanakan pada SMA Pondok Modern Selamat selaku lembaga pendidikan berbasis Islam. Melalui bentuk pengajaran musik yang bersifat bebas baik sekuler maupun religi secara tidak langsung dapat membangun orientasi musik yang berbeda di setiap siswa. Pendekatan penelitian ini adalah sosiologi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMA Pondok Modern Selamat yang berada di Kendal. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Konstruksi sosial oleh SMA Pondok Modern Selamat tentang pendidikan musik adalah pendidikan musik dianggap sebagai wadah untuk mengekspresikan diri dan wadah untuk mewariskan budaya bangsa yang tercermin dalam penerapan pembelajaran musik yang bersifat sekuler maupun islami sehingga secara tidak langsung mempengaruhi atau membangun musik pada siswa terhadap suatu jenis musik. The purpose of this study was to examine the social construction of the educational music by Islamic educational institutions and the role of schools dala building orientation secular music to students. The gap between the concept of art education in the view of Islam to understand the music education conducted at SMA Pondok Modern Selamat as the Islamic-based educational institutions. Through teaching form of music that is free both secular and religious can indirectly establish the orientation of different music in each student. This study is sociological approach using qualitative research methods. Location of the study is the high school Pondok Modern Selamat located in Kendal. The results of this study indicate that the social construction by SMA Pondok Modern Selamat on music education music education is considered as a platform to express themselves and containers to pass national culture which is reflected in the teaching and learning of music that is both secular and Islamic thus indirectly affect or build music on students towards a particular type of music.
MONDAY BLUES DI CAFE RUANG PUTIH BANDUNG (KAJIAN BENTUK PENYAJIAN DAN INTERAKSI SOSIAL)
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monday Blues adalah acara rutin yang diselenggarakan oleh  Cafe Ruang Putih Bandung yang melibatkan Komunitas Blues Ruang Putih dan Bandung Blues Society. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai (1) Bagaimanakah bentuk penyajian musik di cafe Ruang Putih Bandung? (2) Bagaimana interaksi sosial dalam event Monday Blues di cafe Ruang Putih bandung. Penelitian ini bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah Cafe Ruang Putih di Bandung. Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisapenelitian  melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Studi pustaka diambil dari beberapa hasil penelitian mengenai musik Blues dan interaksi Sosial serta buku-buku yang ada kaitannya dengan judul Tesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian musikdi Cafe Ruang Putih adalah musik elektrik. Selama event berlangsung terdapat interaksi antara penyaji dan penonton dengan musik Blues sebagai medianya Monday Blues is a regular event organized by Ruang Putih Café Bandung in volving community and Ruang Putih Blues Comunitty and Bandung Blues Society. The aim of this study was to obtain data on(1) What kind of presentation of music in café White Space Bandung? (2) How does the social interaction in the event Monday Blues at White Room cafeduo. This researc his qualitative. The object of this study is Ruang Putih café in Bandung. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of the research through the steps of: (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) verification or conclusion. Literature studies drawn from several research about Blues music and social interaction as well as books that have any thing to dowith the title of the Thesis. The results showed that the form of presentation of music in Ruang Putih café is electric music. During the event took place there was an interaction between the audience with the presenter andBlues music as a medium.
PEMANFAATAN UNSUR-UNSUR ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA MENEGASKAN IDENTITAS PADA BANGUNAN MODERN DI KUDUS
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kudus memiliki rumah tradisional yang disebut joglo pencu. Memiliki ciri khas, keunikan tersendiri yang menjadikan sebagai ciri identitas kabupaten Kudus. Masyarakat Kudus memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan warisan ini,  namun dengan berbagai permasalah yang ada dan temuan-temuan dilapangan bahwa masyarakat kabupaten Kudus memiliki cara tersendiri dalam melestarikan rumah tradisional Kudus dengan cara memanfaatkan unsur-unsur tradisi yang diaplikasikan pada bangunan-bangunan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan hasil temuan dilapangan. Hasil penelitian menjelaskan wujud pemanfaatan unsur-unsur seni arsitektur rumah tradisional Kudus pada bangunan modern di Kudus adalah dengan cara mengambil beberapa unsur-unsur pada rumah tradisional Kudus diataranya adalah: (1) bagian atap dan tiang penyangga / joglo pencu dan tumpang sari,  (2) gebyog jagasatru, (3) pintu gebyog jagasatru, (4) tiang pengapit gebyog dan jendela gapura. Alasan yang dikemukakan oleh beberapa masyarakat adalah bagaimana cara mereka melestarikan rumah tradisional Kudus. Inilah yang menjadi pilihan bagi masyarakat kabupaten Kudus dalam memberikan tekanan pada bangunan-bangunan modern yang dibuatnya. Kudus regency has a traditional house called joglo pencu.  Has a characteristic , unique to make a feature the district 's identity of Kudus. Society of Kudus has an obligation to protect and preserve this heritage, but with the various problems that exist and findings in the field that the community Kudus regency has its own way of preserving traditional houses of Kudus  by utilizing elements of tradition applied to modern buildings. The study used a qualitative approach to describe the findings of the field. The results of the study describes the use of a form of art elements of traditional architecture of the Kudus in modern buildings by taking some elements of the traditional home of the Kudus, including : (1) the roof and pillar / Joglo pencu and tumpang sari,  (2)  gebyog jagasatru, (3) the door of gebyog jagasatru, (4) tiang pengapit gebyog dan jendela gapura. The reason given by some of the people is how they preserve the traditional home of the Kudus. This is an option for people in the Kudus district put pressure on the modern buildings are made.
PERKEMBANGAN DAN EKSISTENSI MUSIK TARLING CIREBON
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi berpengaruh terhadap perkembangan Tarling namun demikian Tarling masih tetap menunjukan eksistensinya. Nampaknya ada hal yang menarik bagi peneliti untuk selanjutnya mengadakan penelitian tentang perkembangan dan eksistensi Tarling. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka masalah penelitiannya adalah bagaimana perkembangan Tarling, dan Bagaimana eksistensi Tarling. Penelitian Tesis ini menggunakan metoda penelitian kualitatif. Peneliti berusaha mendeskripsikan perkembangan dan eksistensi Tarling. Untuk memahami  perkembangan, dan eksistensi maka penelitian ini  menggunakan teori perkembangan dan eksistensi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan  menggunakan metode tringulasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan perkembangannya Tarling mengalami beberapa periodisasi perubahan yaitu periode musik, periode  lagu dan lawak kemudian periode teater. Berkenaan dengan eksistensinya musik Tarlingpun mengalami perubahan bentuk yaitu Tarling kreasi dan Tarling dangdut. Eksistensi musik Tarling terbentuk melalui proses akulturasi. Saran dari hasil penelitian menyatakan bahwa, perubahan yang terjadi dalam  Tarling dimaksudkan sebagai upaya agar Tarling tetap menarik kemudian eksis. Maka bagi Para tokoh masyarakat, seniman Tarling, pemerintah dan masyarakat Cirebon harus bersinergi melakukan berbagai langkah agar Tarling tetap menujukan eksistensinya The progress of technology influence the development Tarling, however Tarling still shows its existence. It seems that there is something interesting for researchers to conduct further research on the development and existence Tarling. In connection with these problems, the research problem is how the development Tarling and How existence Tarling. This thesis research uses qualitative research methods Researchers tried to describe the development and existence Tarling.  To understand the development so the existence this study used the theory of development and existence. Data was collected by observation, interviews, and documentation. inspection of the validity of the data is done by using the method tringulasi. Data analysis was carried out in phases: data reduction, data presentation and conclusion.The results showed that based development Tarling undergone several changes periodization is the period music, period songs and comedy theater. later period With regard to the existence Tarling music that changes shape and Tarling Dangdut Tarling creations. Existence music Tarling formed through a process of acculturation. Suggestions from the research stated that, the changes that occur in Tarling intended as an effort in order to remain attractive Tarling then exist.
EKSISTENSI GRUP KUA ETNIKA DALAM KONTEKS MULTIKULTURALISME
Catharsis Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Kua Etnika tak pernah lepas dari kegiatan seni yang berbau musik etnik. Kua Etnika ingin melakukan penjelajahan kreatif antara kesenian tradisional dengan kesenian modern yang menghasilkan sebuah eksistensi. Penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai (1) Bagaimanakah eksistensi grup Kua Etnika dalam konteks pertunjukan musik di Indonesia? (2) Bagaimanakah komposisi musik grup Kua Etnika dalam konteks multikulturalisme?Objek penelitian iniKomplek Padepokan Seni Bagong Kusudihardja.Sumber data berasal dari hasil obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa penelitian ini melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa penyajian musik Kua Etnika termasuk dalam bentuk musik etnik kontemporer. Kua Etnika mengeluarkan album sebanyak 8 buah. Alat musik yang digunakan meliputi gitar elektrik, bass elektrik, keyboard, drum, talempong, bonang, reong, saron, pamade, gordang, djembe dan perkusi dari berbagai daerah. Komposisi serta aransemen yang dimainkan melibatkan gaya musik dari berbagai etnis, seperti Jawa, Sunda, Bali, Kalimantan, Sumatra, Cina, bahkan Africa. Community Kua Etnika never out of art activities that smells of ethnic music. Kua Etnika want to do a creative exploration of traditional art with modern art that generates an existence. This research was used toobta in data on (1) How does the existence of the group Kua Etnika in the context of musical performances in Indonesia? (2) How does the composition of the group Kua Etnika music in the context of multiculturalism? The object of this study Padepokan Arts Complex Bagong Kusudihardja. Source of data derived from the results of observation, interviews and documentation. Analysis of this research through the steps: (1) data reduction, (2) the presentation of the data, (3) verification or conclusion. The results found that the presentation of music Kua Etnika including in the form of contemporary ethnic music. Kua Etnika issued album 8 units. Instruments used include electric guitar, electric bass, keyboard, drums, talempong, bonang, reong, saron, pamade, gordang, djembe and percussion from various regions. Composition and arrangement in volving style of music played from a variety of ethnic, such as Javanese, Sundanese, Bali, Borneo, Sumatra, China, and even Africa.