cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
WAYANG TIMPLONG DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR MUATAN LOKAL DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN SENI RUPA SMP DI KABUPATEN NGANJUK
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang Timplong merupakan wayang khas Kabupaten Nganjuk yang tidak banyak diketahui masyarakat tentang bentuk dan struktur perupaannya. Penelitian ini bertujuan; (1) mengetahui bentuk dan struktur perupaan Wayang Timplong di Kabupaten Nganjuk, (2) mengetahui potensi yang dimiliki Wayang Timplong sebagai bahan ajar muatan lokal dalam konteks pembelajaran seni rupa SMP di Kabupaten Nganjuk, (3) mengetahui bahan ajar Wayang Timplong sebagai muatan lokal pembelajaran seni rupa bagi siswa SMP di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan mixed method yaitu gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut. (1) Bentuk dan struktur perupaan Wayang Timplong menyerupai bentuk Wayang Klitik dengan struktur lengkap yaitu kepala, tangan, badan, dan kaki disertai watak dan karakter yang berbeda-beda. (2) Potensi Wayang Timplong sebagai bahan ajar muatan lokal dalam konteks pembelajaran seni rupa bagi siswa SMP dapat dijadikan sebagai penunjang bahan ajar seni rupa dalam pembelajaran di sekolah. Bahan ajar yang dikembangkan adalah berbasis handout disertai LKPD. Sehingga bahan ajar tersebut dapat dikatakan relevan. (3) Bahan ajar Wayang Timplong sebagai muatan lokal pembelajaran seni rupa bagi siswa SMP di Kabupaten Nganjuk dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya pada sub mata pelajaran seni rupa.
POTENSI DAN PELUANG PEMANFAATAN WAYANG SUKET PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMP KABUPATEN PURBALINGGA
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini akibat pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi, nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat khususnya para generasi muda semakin menghilang dikarenakan kurangnya lembaga pendidikan formal yang mengenalkan kearifan lokal dalam muatan pembelajaran kepada peserta didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan selayang pandang wayang suket Purbalingga (2) Mendeskripsikan potensi pemanfaatan wayang suket pada pembelajaran seni rupa dan (3) Mendeskripsikan peluang pemanfaatan wayang suket pada pembelajaran seni rupa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi dengan model penelitian berupa model campuran tidak berimbang (concurrent embedded design) dengan pendekatan kualitatif sebagai metode primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Wayang suket merupakan karya seni yang terbuat dari rumput kasuran dengan pedoman wayang kulit purwa gagrak Banyumasan karena mengikuti asal daerah yang letaknya adalah di wilayah Purbalingga. (2) Potensi pemanfaatan wayang suket pada pembelajaran seni rupa dihubungkan dengan KD-3 yaitu memahami wayang suket Purbalingga dan KD-4 berupa membuat wayang suket Purbalingga pada kelas VII. (3) Berdasarkan hasil kuesioner terhadap guru seni budaya, peluang pemanfaatan wayang suket pada pembelajaran seni rupa ditinjau dari muatan lokal, kompetensi guru, dan sarana prasarana sekolah menunjukan kualifikasi yang sangat baik. Selanjutnya, ditinjau dari kebijakan pendidikan di Kabupaten Purbalingga, wayang suket memiliki kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku dan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 Pasal 12 Ayat 1.
TARI TRADISIONAL INDONESIA SEBAGAI INSPIRASI BERKARYA SENI VIGNET DENGAN DRAWING PEN
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian setiap daerah di Indonesia memiliki perbedaan sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Proyek studi ini bertujuan menghasilkan karya vignet yang menampilkan salah satu kesenian daerah yaitu tari tradisional Indonesia sebagai subjek dalam karya seni ilustrasi vignet dengan menampilkan visual gerak, ekspresi, dan atribut busana, serta memadukan ornamen tradisional Indonesia sebagai elemen pendukung. Media yang digunakan yaitu bahan (kertas A3) dan alat (pensil, penghapus, dan drawing pen) serta teknik berkarya yaitu teknik manual drawing hitam-putih. Proses pembuatan vignet melalui tahapan pemunculan ide, penyiapan media, penuangan ide, dan penyajian. Proyek studi ini menghasilkan 12 karya vignet, yaitu (1) Tari Gandrung, (2) Tari Legong, (3) Tari Merak, (4) Tari Gong, (5) Tari Piring, (6) Tari Remo, (7) Tari Sigeh Penguten, (8) Tari Sajojo, (9) Tari Nguri, (10) Tari Gambyong, (11) Tari Beksan Golek AyunAyun, dan (12) Tari Kipas Pakarena. Keragaman kesenian daerah bangsa Indonesia dapat divisualisasikan dalam bentuk karya vignet dan diharapkan dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat luas terutama generasi muda, sehingga dapat mengenal dan melestarikan tari tradisional Indonesia.
PEMBELAJARAN MENGGAMBAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS BASIC GLOBAL ART SEMARANG
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa tempat kursus menggambar harus tutup aktivitas karena kendala proses pembelajaran. Namun menariknya, Global Art tetap aktif melayani peserta didik yang haus ilmu dengan menyediakan pembelajaran jarak jauh melalui online yang materinya dapat diakses langsung melalui youtube dan aplikasi Global Art Word oleh siswa yang mengikuti kursus menggambar di Global Art. Masalah penelitian meliputi (1) bagaimanakah proses pembelajaran menggambar di kelas basic Global Art Semarang pada masa pandemi Covid-19; (2) bagaimanakah hasil pembelajaran menggambar di kelas basic Global Art Semarang pada masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui dan menjelaskan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menggambar yang dilakukan di kelas basic Global Art Semarang selama masa pandemi Covid-19; dan (2) mengetahui dan menjelaskan hasil evaluasi pembelajaran menggambar di kelas basic Global Art Semarang pada masa pandemi Covid19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, penelitian ini didapatkan dari sebuah fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar sehingga menghasilkan informasi yang diperlukan yaitu pembelajaran menggambar di kelas basic Global Art selama masa pandemi Covid19. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran menggambar di kelas basic Global Art Semarang sudah terlaksana dengan cukup baik. Dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid19 ini terdapat dua model pembelajaran, yakni pembelajaran secara daring dan pembelajaran secara langsung tatap muka guru dan peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran menggambar di kelas basic guru menggunakan pendekatan secara kontekstual.
POTRET SENIMAN RENAISSANCE SEBAGAI INSPIRASI BERKARYA SENI POP ART
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Renaissance menghasilkan corak kebudayaan di berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah kesenian. Tentunya terdapat hal yang menarik jika tokoh-tokohnya diangkat menjadi karya seni gambar dengan pendekatan gaya seni pop. Tujuan pembuatan Proyek Studi dengan judul “Potret Seniman Renaissance sebagai Inspirasi Berkarya Seni Pop Art” adalah 1) menuangkan ide dan kreativitas penulis mengenai potret tokoh-tokoh seniman era Renaissance ke dalam bentuk gambar potret dengan pendekatan gaya Pop Art, 2) menghasilkan karya seni gambar potret gaya Pop Art yang mengangkat tokoh-tokoh seniman era Renaissance. Pembuatan “Potret Seniman Renaissance Sebagai Inspirasi Berkarya Seni Pop Art” dilakukan secara digital. Teknik yang digunakan penulis dalam berkarya gambar adalah perpaduan teknik digital bergaya Pop Art. Dalam pembuatan proyek studi ini dilakukan beberapa tahapan. Antara lain pengamatan, gagasan berkarya, pengumpulan data, reduksi data, memahami karakter, pembuatan sketsa, mengaplikasikan sketsa pada media digital, pewarnaan secara digital, finishing dan display karya. Pembuatan gambar potret melalui teknik digital dengan pemilihan gaya pop art ini relatif lebih sederhana dengan pemilihan gaya realis dan pendekatan eksplorasi warna serta untuk menunjukkan eksistensi dari pembuat karya. Keunikan karya terletak pada penggunaan teknik dan pendekatan eksplorasi warna dalam gambar potret karena warna dinilai penting untuk menjelaskan karakter atau kepribadian dalam diri seseorang. Warna juga dapat berfungsi menyampaikan pesan untuk mempengaruhi perilaku dan penilaian estetis seseorang. Dengan adanya proyek studi ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi inspirasi bagi perupa bahwa dalam berkarya potret dapat mengambil berbagai tema dan menggunakan berbagai teknik serta media.
BURUNG ENDEMIK INDONESIA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LIGHT BOX
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan fauna yang tinggi. Berbagai jenis binatang, khususnya burung burung endemik banyak tersebar di Indonesia. Endemik atau endemis dapat didefinisikan sebagai keberadaan jenis yang dihubungkan dengan wilayah sebaran geografisnya. Diperkirakan Indonesia memiliki 165 jenis mamalia endemik, 397 jenis burung endemik, lebih dari 150 reptil endemik, serta lebih dari 100 amfibi endemik. Kekayaan fauna di Indonesia menginspirasi penciptaan karya seni paper cut light box yang merupakan karya seni inovatif dari penggunaan teknik dan kombinasi media. Seiring berkembannya zaman, seni papercut mengalami beberapa inovasi. Inovasi ini dapat berupa dari teknik dan kombinasi media. Salah satunya yaitu penambahan unsur cahaya pada seni papercut. Karya paper cut light box pada umumnya menggunakan bahan kertas, sedangkan pada karya proyek studi ini menggunakan bahan bahan akrilik dengan teknik layer dan teknik cutting laser. Tujuan proyek studi ini adalah menghasilkan karya seni light box yang mengilustrasikan burung endemik Indonesia. Karya memiliki lima layer akrilik berukuran A3 yang dikemas menggunakan bingkai kayu berkaca yang memiliki ruang sebagai tempat rangkaian akrilik dan lampu LED strip warna putih. Dengan adanya proyek studi ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, mahasiswa, perupa, dan para apresiator lainnya, terutama yang menggeluti bidang seni rupa dan khususnya seni lukis, agar bisa menjadi referensi untuk menjadi lebih baik lagi.
BERKARYA SENI KOLASE DENGAN MEMANFAATKAN BENANG SEBAGAI UPAYA PEMBELAJARAN KREATIF BAGI SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 13 SEMARANG
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 2 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran seni rupa kreatif yang menggunakan media berkarya alternatif adalah salah satu usaha yang digunakan dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif dan juga variatif diharapkan dapat menciptakan hasil karya seni yang beragam, menarik dan memperkaya pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pembelajaran berkarya seni kolase dengan memanfaatkan media benang sebagai upaya pembelajaran kreatif bagi siswa kelas VII C SMP Negeri 13 Semarang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Prosedur pelaksanaan penelitian meliputi beberapa tahap, (1) perencanaan, (2) pengamatan pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi dan rekomendasi, (4) mengumpulkan data, (5) analisis data, (6) penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Dari hasil analisis data kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik, siswa sangat antusias dalam bertanya serta sangat senang dengan berkarya kolase menggunakan benang yang merupakan hal baru bagi mereka. Total nilai keseluruhan 2544 dengan rata-rata 79,5 dalam kategori yang baik. Hasil menunjukkan 16 siswa mendapatkan nilai kategori sangat baik, 11 siswa mendapatkan nilai kategori baik, 2 siswa mendapatkan kategori cukup, 3 siswa mendapatkan nilai kurang baik, dan tidak ada yang mendapat kategori sangat kurang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil karya yang dibuat siswa pada pengamatan terkendali, siswa telah mampu memanfaatkan benang dalam pembelajaran menggambar ragam hias secara kreatif namun karya kolase siswa menjadi lebih ke arah realis daripada ke arah kolase ragam hias.
PELUAN, TANTANGAN, DAN STRATEGI PEMANFAATAN POTENSI LOKAL KABUPATEN GROBOGAN DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 2 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan kabupaten terluas kedua setelah kabupaten Cilacap di Jawa Tengah. Ironisnya sumber daya alam di kabupaten Grobogan berbanding terbalik dengan sumber daya manusia yang ada. Selain itu kondisi sumber daya alam yang dapat diolah sangatlah minim, sebagai contoh keadaan tanah sebagian besar tandus sehingga sangat sulit dimanfaatkan untuk diolah menjadi kerajinan. Kabupaten Grobogan memiliki potensi lokal yang beragam, salah satunya yaitu kerajinan gerabah yang telah ada sejak jaman dahulu, namun kini semakin hari semakin sedikit pengrajin yang masih bertahan. Di Kecamatan Kebonagung terdapat pengrajin gerabah yang hingga saat ini masih bertahan, hal itu dikarenakan kondisi sumber daya alam yang ada di kecamatan tersebut. Namun hasil kerajinan gerabah oleh pengrajin Kecamatan Kebonagung masih kurang diminati oleh masyarakat karena hasil yang kurang bervariatif dan sebagian besar hanya digunakan sebagai alat kebutuhan dapur. Setelah melakukan observasi dan studi pustaka, beberapa pemecahan masalah yang dapat dilakukan adalah melalui metode pelatihan pengembangan desain ornamen pada produk gerabah hias sebagai upaya pemanfaatan potensi lokal dengan teknik apikasi seni lukis pada gerabah. Tujuan utamanya adalah menambah nilai estetik dan nilai jual. Materi pengembangan meliputi desain ornamen produk gerabah hias menggunakan teknik lukis serta pengembangan bentuk yang lebih variatif. Hasil pengembangan produk gerabah dapat berupa guci, vas bunga, cangkir, serta souvenir lainnya. Pengembangan desain kerajinan gerabah diharapkan dapat menambah nilai serta dapat berpengaruh pada kemajuan potensi yang ada. Terapan hasil penelitian ini selanjutnya dapat diadopsi dalam pembelajaran seni rupa.
KEUNIKAN TRADISI SUKU BANGSA INDONESIA SEBAGAI IDE DALAM BERKARYA SENI LUKIS CORAK DEKORATIF DENGAN TEKNIK KOLASE MENGGUNAKAN BAHAN DASAR BATU KERIKIL
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 2 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara multikultural yang terdiri dari berbagai suku bangsa, setiap suku bangsa yang menyebar dari berbagai pulau mempunyai tradisi yang berbeda dari suku bangsa lainnya. Keanekaragaman tradisi suku bangsa yang ada di Indonesia kurang mendapatkan perhatian lebih dari generasi muda. Seni lukis ilustratif dimaksudkan untuk mengkomunikasikan secara visual dalam bentuk seni ilustrasi bergaya dekoratif dengan maksud untuk mengenalkan keunikan tradisi suku bangsa Indonesia kepada khalayak. Batu kerikil yang mungkin bagi sebagian orang tidak memiliki nilai, sebenarnya dapat dimanfaatkan dalam sebuah karya seni. Salah satunya yakni karya seni lukis dengan teknik kolase. Kolase merupakan teknik dalam berkarya seni dengan cara menempel bahan pada bidang datar. Seni Lukis corak dekoratif dibuat dengan media batu kerikil, cat akrilik dan bahan pada tripleks, proses berkarya melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data tentang macam tradisi yang ada di indonesia, penentuan karakteristik, kemudian pembuatan sketsa di atas kanvas, dan penggunaan berbagai macam warna dan teknik. Proyek studi ini menghasilkan 10 karya lukis corak dekoratif (1) tradisi Sekaten Yogyakarta, (2) tradisi Mapeed Bali, (3) tradisi Larung Sembonyo, (4) tradisi Naik Dango Kalimantan Barat, (5) tradisi Kasada Tengger, (6) tradisi Seren Taun, (7) tradisi Bakar Batu Papua, (8) tradisi Rambu Solo, (9) tradisi Tabuik Pariaman, (10) tradisi Lompat Batu Fahombo. Kesepuluh corak dekoratif dibuat menggunakan media akrilik pada tripleks yang berukuran 29,7 cm x 42 cm. Batu kerikil sebagai bahan dalam berkarya karena dari segi visualnya, karakteristik batu kerikil ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan karya seni yang unik. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu batu kerikil dapat digunakan sebagai ide siswa dalam berkarya seni lukis corak dekoratif.
LUKIS POTRET KARYA SOLICHIN TOTOK: KAJIAN NILAI ESTETIK DAN PROSES PENCIPTAAN
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 2 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solichin Totok adalah seniman otodidak asal Semarang yang terkenal dengan karya lukis potretnya. Karya Solichin memiliki kesan yang menarik baik dari segi estetika maupun proses penciptaan. Dengan tema Human Interest Ia bereksplorasi mulai dari teknik dan berbagai media yang digunakan. Penelitian ini mengangkat dua permasalahan, yaitu: (1) bagaimana nilai estetika yang terdapat pada lukis potret karya Solichin Totok?, (2) bagaimana proses penciptaan lukis potret Solichin Totok?. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan hal – hal sebagai berikut: (1) Karya seni lukis Solichin dari segi estetik memiliki dua nilai yaitu nilai intrinsik lukisan Solichin terletak pada unsur - unsur visual dan prinsip desain pada lukisannya, seperti setting cahaya, bentuk, komposisi yang hebat, gestur yang luwes, dan subjek utama tampak jelas menjadi center of interest. Sedangkan dalam nilai ekstrinsik memberi makna human interest (2) pada proses penciptaan karya Solichin dilakukan dengan tiga tahapan diantaranya: tahapan awal, tahapan menyempurnakan, mengembangkan, dan memantapkan gagasan awal, serta tahapan visualisasi ke dalam medium. Media yang sering Solichin gunakan adalah cat minyak dan oyan. Saran yang ingin disampaikan peneliti adalah: Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian terhadap lukisan potret karya Solichin, banyak celah yang menarik untuk dikaji sebagai bahan penelitian terkait aspek seni lukis potret Solichin yang lain. Sedangkan bagi seniman sosok Solichin dapat menjadi contoh melalui pengalamannya kepada seniman lain agar dapat membantu, baik manajemen berkarya maupun penjualan lukisan hingga ke pasar luar.