cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PENGGUNAAN METODE STUDY OUTDOOR CLASS DALAM MELUKIS TEKNIK AQUARELLE PADA SISWA KELAS XII IPA 2 DI SMA NEGERI 1 KETANGGUNGAN BREBES Anjani, Aisyahtun; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan pembelajaran di luar kelas merupakan salah satu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar ruangan atau tempat lapang (alam). Sehubungan dengan hal ini Suherdiyanto (2014) menyatakan pembelajaran outdoor merupakan salah satu jalan bagaimana meningkatkan kapasitas siswa dalam belajar, yang mana siswa dapat belajar lebih dari objek-objek yang ada di luar kelas. Salah satu pembelajaran yang dapat dilakukan di luar kelas adalah pelajaran seni budaya. Masalah penelitian meliputi (1) bagaimana proses pembeajaran lukis teknik aquarelle dengan menggunakan metode study outdoor class pada siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Ketanggungan; (2) bagaimana hasil karya siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Ketanggungan dari penggunaan metode study outdoor class dalam melukis teknik aquarelle. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil dari proses pembelajaran di luar kelas dan hasil karya siswa kelas XII IPA 2 dalam melukis teknik aquarelle. Hasil penelitian ini adalah: yang pertama Kegiatan dilakukan dalam dua pertemuan meliputi (1) penjelasan mengenai pengertian lukis teknik aquarelle, karakteristiknya, sampai cara atau prosedur berkarya seni lukis teknik aquarelle, serta siswa praktik langsung berkarya seni lukis menggunakan teknik aquarelle, (2) evaluasi hasil dari karya seni lukis yang telah dibuat siswa kelas XII IPA 2. Dan yang kedua siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Ketangungan masih mengalami kesulitan dalam melukis teknik aquarelle dan jika dilihat dari hasil karyanya.
MUSISI DUNIA YANG BERPENGARUH VERSI MAJALAH ROLLING STONE EDISI 26 SEBAGAI SUBJEK KARYA KOLASE PITA KASET Mawardi, Muhammad Fitri; Syakir, Syakir; Murtiyoso, Onang
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek studi ini mengambil tema tentang “Musisi Dunia yang Berpengaruh Versi Majalah Rolling Stone Edisi 26 Sebagai Subjek Karya Kolase Pita Kaset”.Keunikan media rekam yang digunakan dalam dunia musik merangsang kreativitas penulis untuk mengeksplorasi media alternatif untuk mencipta karya. Proyek studi dibuat dengan tujuan untuk mengekspresikan ide dan gagasan penulis tentang citra musisi dan juga mengeksplorasi media alternatif dalam berkarya rupa.Alat yang digunakan penulis adalah pensil (H), penghapus,gunting, laptop, spidol, penyemprot air, cutter pen, kuas, dan gergaji papan. Dalam proses pembuatan gambar penulis menggunakan tekniktempel repetitif yang beragam dan mengambil sudut pandang siluet berdasarkan objek gambar. Proses penciptaanterbagi menjadi tiga tahap yaitu pra produksi, produksi, pasca produksi. Pada tahap pra produksi diawali dengan menentukanobjek karya, konseptualisasi, visualisasi karya yang meliputi: 1. Pengamatan, 2. Menentukan objek karya. Tahap kedua yaitu produksi yaitu1. Sket, 2. Menempel, 3. Melubangi layer, 4. Mewarnai latar belakang, dan 5.Merekatkan karya pada media rekat.Kemudian menyusun karya menjadi dua lapis dalam satu bingkai.Berdasarkan tema yang diambil, penulis telah menghasilkan karya seni kolasesejumlah 10 karya berukuran 64 cm x 41 cm dengan bahan utama berupa pita kaset. Pemilihan subjek berupa musisi merujuk pada referensi penulis yaitu majalah Rolling Stone edisi 26. Pada tahap pasca produksi penulis men-displaykarya-karya tersebutdalam sebuah pameran sebagai sarana informasi tentang perkembangan musik. Penulis berharap dengan adanya proyek studi ini bisa menjadi stimulus bahwasannya dengan kreativitas dapat menciptakan karya dengan bahan alternatif yang bernilai estetik.
DAUN KERING SEBAGAI MEDIA BERKREASI SENI KOLASE DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA SISWA KELAS IX B DI SMP 2 KUDUS Pambuko, Cermat Gentur; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: (1) mendeskripsikan pemanfaatan daun kering sebagai media berkreasi seni kolase daun kering pada siswa kelas IX B di SMP 2 Kudus, (2) menganalisis dan menjelaskan kompetensi kreatif siswa kelas IX B di SMP 2 Kudus dalam berkarya seni kolase daun kering. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif. Prosedur penelitian meliputi survei lapangan ke sekolah, pengamatan terkendali tahap 1, evaluasi, dan rekomendasi, pengamatan terkendali tahap 2, serta evaluasi, rekomendasi dan hasil. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan tes (tertulis dan keterampilan). Pelaksanaan penelitian direncanakan sebanyak 3 kali pertemuan pada setiap pengamatan. Peneliti merancang RPP, menyiapkan materi yang dikembangkan berdasarkan KD 3.1 dan 4.1 dengan tema flora dan fauna, dan menyiapkan PPT untuk pembelajaran. Tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung dengan menggunakan 5M terdiri atas (1) mengamati, siswa mengamati contoh karya yang ditampilkan, (2) menanya, siswa bertanya perihal materi pembelajaran, (3) Mencoba, siswa mulai berkarya seni kolase daun kering, (4) membuat rancangan apresiasi dari hasil karya, (5) mengkomunikasikan, mempresentasikan hasil karya yang telah dibuat di depan kelas. Berdasarkan hasil evaluasi terkendali 1 dan 2 kompetensi kreatif pada ide/gagasan dalam pemilihan bentuk objek sudah bervariatif dengan menggabungkan flora dan fauna dalam satu karya, dari aspek estetika visual pengolahan warna daun sudah meningkat, siswa memperhatikan unsur dan prinsip berkarya seni kolase. Berdasarkan karya – karya siswa yang terkumpul, dari aspek penguasaan teknik dalam pengolahan bahan untuk berkarya seni kolase daun kering siswa sudah mengeksplor berbagai bahan yang dipadukan dengan daun dan pemilihan daun juga bervariasi, hal itu terlihat pada karya kedua. Bahan yang dipilih pun siswa mampu menyesuaikan tekstur daun yang bagus dan baik untuk ditempelkan pada papan hardboard.
ESTETIKA VISUAL DAN MAKNA SIMBOLIK BATIK DAWET AYU PRODUKSI HOME INDUSTRY WARDAH BATIK BANJARNEGARA Husny, Lisna Zaida; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan struktur, nilai estetik, dan makna simbolik batik dawet ayu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut ini. Pertama, struktur batik dawet ayu terdiri (1) motif pokok berupa motif dawet ayu, (2) motif pelengkap terdiri dari motif salak pondoh, motif bunga terompet, motif kupu-kupu, dan motif meru, dan (3) motif isen yaitu cecek dan sawut. Pola motif batiknya repetitif memenuhi kain batik secara simetris. Batik dawet ayu berwarna hitam, coklat atau sogan, dan putih. Kedua, nilai estetik berupa (1) nilai budaya kosmologis yaitu suatu pandangan hidup terhadap alam semesta yang direpresentasikan melalui motif pada batik dawet ayu dan secara perspektif desain terdapat nilai keteraturan berupa simetris, seimbang, harmonis, serasi dan kesatuan, (2) klasifikasi simbolik batik dawet ayu yang diterapkan sebagai kain jarik, sinjang, tapih, atau baju yang lebih tepat untuk dikenakan pada kegiatan formal dan pengungkapan bentuk motif batiknya mempertimbangkan aspek tengen kiwo (kanan kiri) dan nduwur ngisor (atas bawah), dan (3) orientasi nilai kehidupan dan karakter budaya sosial kehidupan masyarakat Banjarnegara yang diwujudkan dalam bentuk motif pada batik dawet ayu untuk menyiratkan pesan yang memberikan arah menuju keselamatan dan kesejahteraan kehidupan. Makna simbolik batik dawet ayu berdasarkan motif batiknya melambangkan sikap, sifat, perilaku, dan karakter masyarakat Banjarnegara yang memegang kuat nilai religius dan nilai budaya sosialnya (rasa kekeluargaan, gotong royong, tenggang rasa, keadilan, kesederhanaan, dan kejujuran). Warna batik dawet ayu melambangkan karakter masyarakat Banjarnegara, seperti (a) warna hitam bermakna netral, tidak memihak, dan tidak membeda-bedakan, (b) warna putih bermakna suci, bersih, sakral, dan religius, (c) warna coklat atau sogan bermakna kewibawaan, kesederhanaan, dan penuh daya tarik. Pola batiknya melambangkan masyarakat Banjarnegara yang dekat dengan alam, bermakna mampu membaur dan menyesuaikan diri.
APRESIASI MASYARAKAT PATI PADA BATIK BAKARAN Purnama, Mohammad Nova; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui apresiasi masyarakat Pati terhadap batik bakaran Juwana Pati dan mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi tingkat apresiasi batik bakaran Juwana Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan langkah-langkah data responden ditabulasikan lalu ditelaah dengan program SPSS 25.0 for Windows untuk memperoleh deskripsi hasil analisis tingkat apresiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) apresiasi masyarakat secara umum berada pada kategori tinggi yang ditunjukkan dengan tabel hasil analisis data masyarakat Pati memiliki perhatian dan penghargaan yang tinggi terhadap Batik Bakaran Juwana Pati, dan (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat apresiasi adalah faktor internal yaitu dipengaruhi oleh kemampuan, persepsi, dan pengalaman estetis masyarakat Pati dan faktor eksternal dipengaruhi oleh kondisi masyarakat, letak geografis adat istiadat, dan budaya serta aturan–aturan lembaga pemerintah Pati.
KREASI BATIK MOTIF ASAM KARYA SISWA SMP N 7 SEMARANG STUDI KASUS PADA EKSTRAKURIKULER MEMBATIK Sari, Archangela Girlani Silvananda Pradita; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan proses kreatif, hasil karya, dan faktor yang menentukan siswa SMP N 7 Semarang dalam berkarya batik motif asam dalam konteks ekstrakurikuler membatik. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Penelitian ini mengkaji tentang kreasi batik motif asam yang dibuat siswa pada ekstrakulikuler batik di SMPN 7 Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kegiatan ekstrakurikuler batik di SMP N 7 Semarang berupa kegiatan siswa dalam membuat pola, nyanthing, pemberian warna dan pelorodan. Hasil kegiatan ekstrakurikuler seni batik berupa hasil kegiatan membatik siswa dengan desain motif “Asam” yang merupakan simbol budaya Kota Semarang, selain itu terdapat pola sulur, daun dan bunga sebagai motif pendukung. Faktor penghambat dan pendukung kegiatan ekstrakurikuler batik di SMP N 7 Semarang meliputi sarana dan prasarana, tenaga pengajar, minat siswa dan wali siswa.
REPRESENTASI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL MELALUI FIGUR BUNGA SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS Yoga, Nadya Krisma; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global adalah kenaikan suhu di seluruh permukaan bumi. Penyebab pemanasan global dari adanya peningkatan green house gasses (gas rumah kaca). Manusia adalah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Proses tumbuh, kuncup, mekar, layu, dan mati sebuah bunga memberi ide, inspirasi, dan imajinasi untuk menuangkan gagasan pada karya lukis mengenai dampak pemanasan global melalui objek bunga yang rapuh dan butuh perhatian untuk dirawat seperti alam ini. Melalui proyek studi ini penulis melakukan respon kreatif terhadap dampak pemanasan global ke dalam seni lukis dengan media cat akrilik dan cat minyak pada kanvas. Metode yang digunakan dalam berkarya meliputi pemilihan media dan proses berkarya yang di dalamnya terdapat proses konseptualisasi dan ide gagasan. Dalam proyek studi yang berjudul isu pemanasan global melalui figur bunga sebagai gagasan berkarya seni lukis. Disajikan sebanyak 7 karya. Karya tersebut digambarkan menggunakan pendekatan realistik dengan sentuhan ekspresif melalui figur bunga sebagai representasi dampak pemanasan global. Ketujuh karya tersebut tentang harapan dan optimisme agar keadaan bumi semakin membaik.Selain itu, penulis beranggapan bahwa kesadaran dalam menjaga lingkungan masih perlu digalakkan dan salah satunya upayanya dalam bentuk karya lukis. Karena karya seni lukis dapat memberi kesan dan pengaruh bagi penonton atau apresiatornya.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN GAMBAR BENTUK BERBASIS APLIKASI ZOOM MEETING DAN GOOGLE CLASSROOM PADA SISWA SMA NEGERI 1 BANTARBOLANG KELAS X MIPA 1 SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2020/2021 Radevi, Nabila Fiska; Triyanto, Triyanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi pembelajaran model jarak jauh secara serempak telah dilaksanakan di seluruh Indonesia setelah masuknya virus varian baru mematikan yang masuk mulai Maret 2020 yang merupakan tantangan baru bagi lembaga pendidikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah proses dan hasil implementasi pembelajaran gambar bentuk berbasis aplikasi Zoom Meeting dan Google Classroom pada siswa/i SMA Negeri 1 Bantarbolang Kelas X MIPA 1 Semester Gasal Tahun Ajaran 2020/2021. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan jenis observasi partisipan terkendali dan didukung dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pembelajaran gambar bentuk kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Bantarbolang menggunakan kurikulum 2013 dengan alokasi 2x jam pembelajaran per 45 menit dengan model pembelajaran jarak jauh serta media pembelajaran aplikasi Zoom Meeting dan Google Classroom yang dibantu juga oleh fitur aplikasi Whatsapp Group dengan model dan metode yang digunakan adalah model pembelajaran Discovery Based Learning dan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab secara daring. Implementasi pembelajaran gambar bentuk dilaksanakan meliputi tiga tahapan, yaitu: kegiatan perencanaan, kegiatan pelaksanaan, dan kegiatan evaluasi. Kedua, hasil implementasi pembelajaran gambar bentuk berupa karya gambar bentuk siswa/i kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Bantarbolang yang dibagi menjadi: (1) patokan nilai karya 86-100 dikelompokkan ke kategori gambar sangat bagus yang ada 7 orang siswa/i dengan persentase 20%, untuk nilai karya 76-85 dikelompokkan ke kategori gambar bagus dengan 17 orang siswa/i dan persentasenya 48,6% ,untuk nilai karya kurang sama dengan 75 dikelompokkan ke kategori gambar kurang dengan 11 orang siswa/i dan persentasenya 31,4%; (2) model gambar bentuk yang digunakan mayoritas menggunakan model tumbuhan dengan persentase 62,9%, model hewan dengan persentase 17,1%, model geometris dengan persentase 14,3%, serta model figur dengan persentase 5,7%.
AKTIVITAS PERIBADATAN SEBAGAI SUBJEK BERKARYA SENI LUKIS DENGAN MEDIA CAMPURAN
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan sehari-hari bagi setiap pemeluk agama. Ibadah selain sebagai cara mendekatkan diri kepada sang pencipta, juga merupakan sarana bagi seseorang untuk lebih mengenal penciptanya dan juga segala ciptaan-Nya, seseorang yang mengenal penciptanya dengan baik akan tercermin dari bagaimana ia memperlakukan ciptaan-Nya yang lain. Penulis ingin membagi sudut pandang pribadinya tentang bagaimana penulis melihat “ibadah” melalui tema aktivitas peribadatan yang penulis angkat ini. Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan mengenai eksplorasi aktivitas ibadah melalui karya seni lukis dengan pendekatan seni lukis kontemporer.Proses penciptaan karya dalam proyek studi ini melalui dua tahapan yaitu tahap konseptualisasidan visualisasi. Karya yang dihasilkan oleh penulis merupakan visualisasi dari gagasangagasan penulis mengenai aktivitas ibadah yang berjumlah 10 (sepuluh) buah. Karya yang dihasilkanmemiliki rata-rata ukuran80cm x 120cm, terdapat ukuran lukisan yang berbedayaitu 100 cm x 100 cm yang berjumlah 2 buah. Melalui proyek studi ini penulis berharap dapat memberi referensi dalamberkarya seni lukis bagi akademisi dan dapat memberi wawasan baru bagi apresiator mengenai eksplorasi kegiatan ibadah.
PELUANG, TANTANGAN, DAN STRATEGI PEMANFAATAN POTENSI LOKAL KABUPATEN KENDAL DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 11 No 1 (2022): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap daerah memiliki potensi lokal yang sangat beragam, sebuah potensi lokal dapat berupa budaya, sosial, ekonomi ataupun potensi lain yang dimiliki suatu daerah. Pembelajaran seni rupa tak dapat lepas dari unsur budaya yang ada disekitarnya. Pendidikan yang berbasis lingkungan masyarakat akan memberikan bekal kepada siswa ketika sudah benar-benar terjun kedalam masyarakat sehingga mereka dapat mengetahui dan tidak merasa asing didalam daerahnya sendiri. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan konsep tentang peluang, tantangan dan strategi yang ditempuh dalam pembelajaran seni rupa dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di Kabupaten Kendal. Dalam artikel disajikan sebuah data yang merupakan sebuah pemikiran tentang sebuah potensi di Kabupaten Kendal dalam pembelajaran seni rupa, sudah diketahui bahwa potensi Kabupaten Kendal dalam bidang seni dan budaya sangatlah minim, hal itu dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang seni dan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Kendal. Hanya sebagian orang yang mengetahui bahwa Kendal memiliki potensi dalam bidang seni dan budaya, memasukkan potensi tersebut dalam sebuah pembelajaran seni rupa akan memberikan dampak yang luar biasa pada perkembangan potensi lokal di Kendal. Batik khas Kendal merupakan potensi lokal yang sangat relevan untuk dimanfaatkan sebagai pengembangan pembelajaran seni rupa. Saat ini santat minim sekali pengetahuan masyarakat tentang batik khas Kendal. Pemanfaatan potensi batik Kendal dalam pembelajaran seni rupa akan memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang batik khas Kendal dan memberikan dampak yang positif terhadap siswa maupun masyarakat kabupaten Kendal.