cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Educational Management
ISSN : 22527001     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Educational Management is a peer-reviewed journal which publishes original contributions on education administration, management and leadership in the widest sense: on the management of schools of all types, and of further and higher education institutions; on administration and policy at all levels - institutional, local, national and international; and on the study and teaching of educational administration.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, BUDAYA ORGANISASI DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH TERHADAP MUTU SMP NEGERI DI KABUPATEN PEMALANG Anggarini, Dewi Nirmala
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kontribusi kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi dan implementasi Manajemen Berbasis Sekolah terhadap mutu SMP Negeri di kabupaten Pemalang serta kontribusi kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi dan implementasi Manajemen Berbasis Sekolah secara bersama-sama terhadap mutu SMP Negeri di kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan pada Kepala SMP Negeri di Kabupaten Pemalang dengan jumlah sampel 48 orang. Data yang diambil menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya meliputi variabel kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dan mutu sekolah. Teknik analisis menggunakan analisis regresi, pengujian hipotesis menggunakan uji F dan uji t. Hasil penelitian adalah: kontibusi kepemimpinan kepala sekolah sebesar 17,6% kontribusi budaya organisasi sebesar 21,1%, kontribusi implementasi MBS sebesar 13,9% dan kontribusi kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi dan implementasi manajemen berbasis sekolah bersama-sama terhadap mutu SMP Negeri di Kabupaten Pemalang sebesar 34,1%. This study aims to analyze the contribution of school leadership , organizational culture and the implementation of school-based management of the quality of Secondary Schools in the district as well as the contribution of school leadership, organizational culture and the implementation of school-based management jointly on the quality of Secondary Schools in the district. The study was conducted at the Head of the Junior High School at all district with a sample of 48 people. Data were extracted using a questionnaire that had been tested for validity and reliability variables include school leadership, organizational culture, implementation of school-based management and school quality. Engineering analysis using regression analysis, hypothesis testing using the F test and t test. The results of the study are: principal leadership respected contribution of 17.6 % contribution of organizational culture by 21.1 % , contributing 13.9% MBS implementation and contribution of school leadership, organizational culture and the implementation of school-based management together to quality Junior High School in 34.1 % of all district.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK MELALUI PEER TRAINING Adinuryadin, Eko; Samsudi, Samsudi; Masrukan, Masrukan
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi kesulitan guru yang belum dapat diatasi melalui forum MGMP sekolah yaitu dalam melaksanakan pembelajaran saintifik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan desain peer training yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran saintifik. Penelitian tindakan kepengawasan ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus melalui tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Terdapat tiga indikator keberhasilan yaitu kualitas peer training, perencanaan, dan pelaksanaan pembelajaran saintifik mencapai skor 75%. Hasil pengamatan menunjukkan skor peer training Siklus 1 sebesar 85,00 dan Siklus 2 sebesar 92,50, diperoleh skor gain 0,50 berkriteria “sedang”. Skor rata-rata perencanaan pembelajaran saintifik Siklus 1 sebesar 67,38 dan pada Siklus 2 sebesar 90,48, diperoleh skor gain 0,71 berkriteria “tinggi”. Skor rata-rata pelaksanaan pembelajaran saintifik pada Siklus 1 sebesar 70,78 dan pada Siklus 2 sebesar 91,88, diperoleh skor gain 0,72 berkriteria “tinggi”. Berarti peer training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran saintifik.Peneliti merekomendasikan kepada para trainer dan pengawas agar peer training dapat dijadikan referensi untuk kegiatan pelatihan, baik di lingkup satu maupun beberapa sekolah. Hal penting yang peneliti sarankan dalam peer training yaitu hendaknya peer training dilaksanakan sesuai alokasi hari MGMP sekolah agar tidak mengganggu aktivitas guru dalam mengajar. The research’s settings are difficulties of teachers that not solved by teacher group yet, is to carry out the scientific learning. The aims are to formulate peer training that can increase teacher ability to carry scientific learning. This is an action research of supervisionary with two cycles. Every cycle passes planning, implementation, observation, and reflection. There are three success indicators, peer training quality, planning and doing scientific learning reach score 75%. The observation result peer training score at Cycle 1 is 85.00 and Cycle 2 is 92.50, gain score 0,50 (medium). The average of observation scores of planning scientific learning at Cycle 1 is 67.38 and Cycle 2 is 90,48, gain score is 0.71 (high). The average of observation scores of carrying scientific learning at Cycle 1 is 70.78 and Cycle 2 is 91.88, gain score is 0.72 (high). It’s meant peer training activity make increase teacher ability in planning and carry out scientific learning. Researcher recommends to other trainer and superintendants that could be reference for similar trainings, either scope in a school or in several schools. The important thing that researcher suggests is that in peer training should done in the day of teacher group activity that alocated in school that not disturbs teacher activity.
PENGEMBANGAN MODEL SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK KUNJUNGAN KELAS BERBASIS GURU SENIOR PADA GURU TIK SMA KOTA SEMARANG Ernawati, Ernawati
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas pengawas sekolah adalah melakukan pembinaan kemampuan profesional guru melalui kegiatan supervisi akademik. Kegiatan supervisi akademik salah satunya ditempuh dengan melaksanakan supervisi kunjungan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas berbasis guru senior bagi guru TIK di kota Semarang. Dari penelitian secara kualitatif dan kuantitaif dengan mengambil data dengan wawancara dan angket, diperoleh model faktual, di lanjutkan dengan medisain model, setelah divalidasi diperoleh model hipotetik yang kemudian dilakukan uji terbatas diperoleh hasil akhir yaitu model final supervisi kunjungan kelas dengan guru senior. Supervisi kunjungan kelas dengan guru senior diharapkan dapat memberikan solusi dalam praktik sehari-hari yang tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh kepala sekolah maupun pengawas.Model yang dikembangkan menitik beratkan pada supervisor yang memiliki latar belakang mata pelajaran TIK. Validasi model menggunakan teknik Delphi, yang dilakukan oleh ahli dibidangnya. Hasil final berupa panduan model supervisi kunjungan kelas dengan guru senior dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan kontroling. The task is a school superintendent shall develop teachers’ professional ability through academic supervision. One academic supervision activities pursued by implementing supervisory class visits. This study aims to develop a model of academic supervision by a technique based class visits senior teacher for ICT teachers in the city of Semarang. Of qualitative and quantitative research with retrieving data with interviews and questionnaires, the model obtained factual, medisain proceed with the model, once validated hypothetical model is obtained which is then conducted a limited test of the final result is obtained final model class supervised visits with senior teachers.Supervision of classroom visits by senior teachers are expected to provide solutions to everyday practice that can not be fully implemented by the principal or superintendent.Model developed focuses on supervisor who has a background of ICT subjects.Validation of the model using the Delphi technique, which is done by experts in their field. Final results of a model of supervision guide classroom visits by senior teacher with the stages of planning, implementation and kontroling
MODEL SUPERVISI AKADEMIK KELOMPOK BERBASIS THINK TALK WRITE UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH Latifah, Fauziah Asri; Samsudi, Samsudi; Masrukan, Masrukan
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model supervisi akademik kelompok teknik think talk write untuk pembimbingan penyusunan karya tulis ilmiah guru SMA Negeri di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan modifikasi dari model Borg and Gall. Uji coba model dilakukan secara terbatas dengan melibatkan 1 orang pengawas SMA dan 10 orang guru bergolongan IIIa-IIIb dari sekolah di daerah binaannya. Keefektifan model diukur dari kemampuan guru menyusun karya tulis ilmiah yang didasarkan pada penilaian kualitas karya tulis ilmiah dengan kriteria nilai minimal adalah 80% dari skor total penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan efektif untuk pembimbingan penyusunan karya tulis ilmiah berdasarkan indikator penilaian karya tulis ilmiah yang disusun oleh guru, yaitu 9 dari 10 guru (90%) berhasil menyusun karya tulis ilmiah dengan kategori baik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diperlukan komitmen yang tinggi dari pengawas dan guru terutama untuk masalah waktu. The purpose of this study is to measure the effectiveness of a group academic supervision think talk write technique model for guiding teacher in public secondary schools in Semarang to writing scientific paper. This study uses a modification of the Borg and Gall development research approach. This study involves 1 supervisor and 10 high school teachers IIIa-IIIb diversified in the area of school proxies. The experimental implementation of the model is measured by teacher’s observation. The effectiveness of the model measured by teacher’s competence in writing scientific paper based on the assessment of the quality of scientific papers with a minimum value criterion is 80% of the total score assessment. The results showed that the developed model effective for guiding teacher writing scientific papers based on the assessment indicators of scientific papers prepared by the teacher, which is 9 out of 10 teachers (90%) writing scientific paper successfully with good category. Recommendations from this research is the application of this model required commitment from supervisors and teachers especially for the problem of time.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBUAT DAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI METODE TUTOR SEBAYA Wicaksono, Guntur
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Teknik Kendaran Ringan SMKN 3 Semarang belum maksimal dalam menggunakan media pembelajaran, terutama penggunaan media pembelajaran presentasi powerpoint, video pembelajaran dengan camtasia dan kelas virtual dengan edmodo. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran dengan metode tutor sebaya, serta untuk mengetahui efektifitas metode tutor sebaya dalam meningkatkan kemampuan membuat dan menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan menurut Kemmis dan McTaggart dan dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, catatan lapangan dan wawancara. Hasil penelitian ini telah menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran, dengan ditunjukkan 82% guru terampil membuat dan 82% guru mahir menggunakan media pembelajaran sedangkan asumsi keberhasilannya adalah 75%. Hasil dari wawancara yaitu metode tutor sebaya efektif dalam meningkatkan kemampuan membuat dan menggunakan media pembelajaran Guru Teknik Kendaraan Ringan SMKN 3 Semarang. Kesimpulan Penelitian ini adalah metode tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan Guru Teknik Kendaraan Ringan SMKN 3 Semarang dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran. Disarankan pelatihan guru dengan metode tutor sebaya hendaknya menjadi budaya di sebuah sekolah sehingga sekolah tersebut akan selalu dinamis dalam menghadapi perubahan jaman. Teacher of Light Vehicle Engineering of Vocational School SMKN 3 Semarang have not used learning media effectively, especially the use of PowerPoint presentations, videos learning with Camtasia and virtual classroom with Edmodo. This research aims to improve the ability of teachers to make and use learning media using peer tutoring methods, and to know the effectiveness of peer tutoring methods to improve the ability of making and using learning media. This research was conducted according to the method of action research of Kemmis and McTaggart and was carried out in two cycles. The data was collected through observation, field notes and interviews. The results of this study have shown an increase in the ability of teachers; 82% of teachers are skilled to make and use learning media, while assuming success is 75%. The results of the interview are peer tutoring methods effective in improving the teachers ability of making and using instructional media. The conclusion of this research is peer tutoring method can improve the ability of making and using instructional media Teacher Light Vehicle Engineering of Vocational School SMKN 3 Semarang. We suggest the peer tutoring methods of teacher training should be a culture in a school so that the school will always be dynamic in the face of changing times.
MODEL PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN INTEGRATED TECHNOLOGY-BASED TRAINING (ITBT) GURU SMK KOTA SEMARANG Sujatmiko, Hardo
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan dan kevalidan model pelatihan media pembelajaran dengan Integrated Technology-Based Training (ITBT) Guru MGMP TIK SMK Kota Semarang dalam peningkatan kompetensi pedagogik membuat media pembelajaran berbasis Android. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development dengan teknik pengumpulan data; observasi, dokumentasi dan wawancara. Uji coba model pelatihan menggunakan Pre-Experimental Design dengan One Group Pretest-Posttest Design. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistic nonparametrik yaitu uji Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil uji diperoleh (1) keefektifan model yang ditinjau dari 5 aspek pelatihan yaitu (1) aspek model pelatihan, (2) aspek program pelatihan, (3) aspek bahan ajar pelatihan, (4) aspek instruktur pelatihan dan (5) aspek sarana prasarana pelatihan menunjukkan bahwa model ITBT dalam kategori sangat baik, (2) keefektifan model dengan membandingkan antara hasil pretest dan posttest pada kompetensi membuat media pembelajaran berbasis Android, menunjukkan hasil yang signifikan, ini berarti terdapat perubahan atau peningkatan kompetensi peserta setelah diberikan pelatihan dengan model ITBT.Validasi model ITBT dilakukan oleh ahli dan praktisi dengan skor 43 dari 50 masuk dalam kategori Sangat Baik sehingga disimpulkan bahwa model pelatihan media pembelajaran dengan Integrated Technology-Based Training (ITBT) efektif dan valid dalam peningkatan kompetensi pedagogik membuat media pembelajaran berbasis Android guru MGMP TIK SMK Kota Semarang. The purpose of this study is to find out the effectivity and validity of training model of learning media using ITBT for IT teacher vocasional school to improve paedagogic competence in creating Android-Based leaning media. The method of this study is R n D approch, data is collected by observation, documentation and interview. The test of this training model is using pre experimental design with one group pre test – post test design. Data is analyzed using nonparametric statistic analysis wilcoxon match pairs test. The test result is the effectivity of the model is analyzed from 5 aspects of training, namely training model, training program, training modul, instructur and tool or infrastructur; it indicates that ITBT model is in a good category. the effectivity of the model by comparing the result of pre test and post test in creating Android-based learning media shows a significant result. Validity ITBT model is carried out by experts and practioners with the score 43/50, categorized very good, means that the training participants get some improvement and concluded that the training model of learning media using ITBT effective and valid to improve paedagogic competence to create Android-based learning media for IT teachers of Vocational School.
PENINGKATAN PERAN HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) DALAM MEMANFAATKAN MEDIA MASSA MELALUI METODE WORKSHOP DI SMA NEGERI 1 SIGALUH DAN SMA NEGERI 1 BAWANG KABUPATEN BANJARNEGARA Purwono, Heni
Educational Management Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: penerapan metode workshop dan peningkatan peran Humas SMA Negeri 1 Sigaluh dan SMA Negeri 1 Bawang Kabupaten Banjarnegara dalam memanfaatkan media massa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil yang diperoleh, untuk meningkatkan peran Humas dalam memanfaatkan media massa dengan cara melakukan workshop. Instruktur berasal dari praktisi Humas yang berpengalaman dalam memanfaatkan media massa, menggunakan buku pedoman prosedur pemanfaatan media massa, serta materi yang ditekankan pada materi pembuatan siaran pers yang baik untuk publikasi di media massa. Berdasarkan skor hasil angket pada siklus I, hingga siklus II diketahui bahwa skor rata-rata 124,5 dengan persentase peningkatan mencapai 89%. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa media massa eksternal telah memuat siaran pers yang dikirim kedua sekolah tersebut. Dengan indikator keberhasilan 85%, dapat dikatakan Humas sekolah sudah meningkat perannya dalam memanfaatkan media massa dengan dilakukannya tindakan workshop. The purpose of this study was to determine: the application of methods workshops and increasing the role of Public Relations (PR) of SMA Negeri 1 Sigaluh and SMA Negeri 1 Bawang in Banjarnegara Regency in utilizing the mass media. This study is an Action Research School (SAR) using quantitative methods. The results obtained, to enhance the role of PR in the use of mass media by conducting workshops. Instructors come from an experienced PR practitioners in the use of the mass media, using manual procedures, the media, as well as material that is emphasized in the manufacture of the material is good press release for publication in the mass media. Based on the results of questionnaire scores in the first cycle, the second cycle until it is known that the average score of 124.5 with an increasing percentage reaches 89%. This is reinforced by the fact that the mass media have an external load press release sent both schools. With a 85% success indicators, it can be said PR schools have increased their role in utilizing the mass media workshops for action.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN MUTU SEKOLAH (STUDI KASUS PADA SEKOLAH REGROUPING DI SDN PETOMPON 02) Widodo, Setyo Teguh
Educational Management Vol 3 No 2 (2014): December 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya sekolah-sekolah yang berdiri tetap belum dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi dan mutu pendidikan nasional. Perubahan manajemen sumber daya manusia di sekolah harus dilakukan melalui regrouping sekolah agar terjadi peningkatan mutu sekolah. Pendekatan penelitian ini ialah kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil penelitian ini ialah : (1) Perencanaan SDM disusun secara sistematik berdasarkan kemandirian sekolah, (2) Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian sistem kerja, program kerja dan pengembangan SDM, (3) Pelatihan dan pengembangan karier memberikan dampak positif, baik untuk sekolah maupun personel sekolah, (4) Kompensasi dilakukan dengan memperhatikan pola kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, (5) Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan dua aspek, yakni penilaian kinerja guru dan penilaian kinerja sekolah. Simpulan dari penelitian ini ialah manajemen sumber daya manusia dapat meningkatkan mutu sekolah di SDN Petompon 02 dilihat dari perspektif kepuasan pelanggan internal dan kepuasan pelanggan eksternal dan dikategorikan baik. Saran terkait dengan hasil penelitian ini ialah kepala sekolah hendaknya menggunakan supervisi akademik sehingga dapat melakukan pengawasan kebijakan regrouping dalam aspek penilaian kinerja guru. Many schools remainstanding can improve the effectiveness, efficiency and quality of national education. Changes in human resource management in schools should be made through the school regrouping to an increase in the quality of schools. The approached of this study is a qualitative with a case study design. The result of this study are: (1) arranged in a systematic human resource planning based on school autonomy, (2) The organization of the systemis done with the division of labor, employment and human resources development programs, (3) Training and career development have a positive impact, both for the school and school personnel, (4) The compensationis done by observing the pattern of direct compensation and indirect compensation, (5) The performance evaluationis done by using two aspects, namely the assessment of teacher performance and school performance assessment. Conclusion that human resource management can improve the quality of schools in SDN Petompon02 viewed from the perspective of internal customer satisfaction and external customer satisfaction and well categorized. Suggestions related to this research is the principal academic supervision should use the head master so that it can perform policy control regrouping in aspects of teacher performance appraisal.
MODEL IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 4 KOTA TEGAL Nez, Alif Laela
Educational Management Vol 3 No 2 (2014): December 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMAN 4 Tegal merupakan piloting project nasional dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengkaji lebih mendalam secara ilmiah untuk mengadakan penelitian tentang “ Model Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum 2013 di SMAN 4 Tegal “ dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan karakter. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan bersifat induktif, hasil penelitian lebih menekankan pada makna. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian, perencanaan dilaksanakan dengan mengidentifikasi kebutuhan, merumuskan visi, misi dan menetapkan program yang terkait dengan nilai - nilai karakter. Dalam pengorganisasian adanya tim teknis pelaksana pendidikan karakter. Pelaksana pendidikan mengacu pada kurikulum 2013. Pengawasan pendidikan karakter dilakukan melalui pengawasan internal oleh kepala sekolah dan pengawas eksternal oleh komite dan pengawas sekolah secara terpadu dan kontinu. Simpulan dari penelitian ini ialah SMAN 4 Tegal telah melaksanakan pendidikan karakter dengan baik. Saran dari peneliti, keteladanan guru dan warga sekolah agar menjadi prioritas utama dalam membentuk budaya sekolah yang berkarakter. SMAN 4 Tegal is piloting national project in implementating character education. Therefore the researchers were interested in more depth scientifically to conduct research on “ Implementation of Model-Based Character Education Curriculum 2013 in SMAN 4 Tegal “ with purpose to describe the planning, organization, implementation and supervision of character education. The approach of This study is a qualitative with descriptive methods and inductive analysis, the result further emphasize the meaning. Data collection techniques using observation, interview and documentation. Data analysis is used by interactive analisiss models. Data validation techniques using triangulation techniques and sources of data. The results of the research, planning carried out by identifying needs, formulating a vision, mission, and establish programs related to the value of any character in organizing the technical team implementing character education. Implementation of education refers to the curriculum in 2013. Supervision of character education is done through internal control by the principal and external supervision by the supervisory committee and the school in an integrated and continuous. Conclusion, tegal has conducted education SMAN 4 character well. Suggestion from researchers, exemplary teachers and schools communities to be the main preoritas in shaping school culture character
PENGEMBANGAN MODEL PEMBINAAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU BAHASA INGGRIS SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS LESSON STUDY DENGAN PERAN AHLI DAN SISWA ‘LS PAS’ Sartika, Raden Rara Dewi
Educational Management Vol 3 No 2 (2014): December 2014
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan terus menerus dan berkelanjutan pada setiap organisasi pendidikan agar mampu menjawab tuntutan pendidikan di era globalisasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru adalah melalui pembinaan, baik yang dilakukan pengawas maupun kepala sekolah. Untuk itu diperlukan need assessment yang dijadikan dasar penentuan model pembinaan yang tepat. Pendekatan penelitian ini adalah mix method yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru-guru sangat memerlukan pembinaan, yang mengaitkan antara (1) kebutuhan akan peningkatan kompetensi pedagogik dengan memperhatikan karakteristik belajar siswa, (2) guru observer memberi masukan (refleksi) pembelajaran (prinsip kolegialitas), (3) ahli memberi refleksi pembelajaran dan memberi masukan sebagai bahan laporan bagi pengawas maupun kepala sekolah, untuk dijadikan dasar bagi pembinaan selanjutnya, (4) siswa berinteraksi langsung dengan guru dalam pembelajaran, (5) MGMP sebagai sarana pertemuan guru, dan (6) suatu proses yang berkelanjutan, terarah, dan terpantau. Improving the teacher competence needs to do continuously and in a sustained way at every organization of education in order to be able to answer the demands of education in the globalization era. One effort that can be done to improve the pedagogic competence of the teacher is through coaching, done by either supervisor or principal. It is necessary to determine need assessment relied upon a suitable coaching model. The approach of this study is mix method that are qualitative and quantitative approach. The results of the research to find out need assessment of coaching model shows that teachers are in desperate need of coaching, which ties between (1) the need to increase pedagogic competence, having regard to the characteristics of student learning, (2) the observer teacher give feedback or reflection to the learning (collegiality principle), (3) the expert gives any reflection as a report to the school supervisor or principal, as a legal basis for further plan of coaching, (4) students interact directly with the teacher in the learning (5) MGMP as a place for teachers’ meeting, and (6) a sustained, purposeful, and tracked process.