cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Educational Psychology Journal
ISSN : 2252634x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI ANAK TUNAGRAHITA Wati, Gadis Mulia
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita sedang, diantaranya dengan mengadakan kegiatan bermain dalam bentuk Outbound Management Training (OMT). Permainan model ini membuat anak-anak terlibat langsung secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Permainan-permainan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Permainan-permainan Pengantar, Pena Ajaib, Jari Keseimbangan, Akulah Si, Cermin Saya, Memindah Bom, Jalur Bola, Memasukkan Pensil Kelompok, Gelas Bocor, Gambar Kreasi, Berpindah Pulau, Truk Gandeng, Awas Ranjau dan Film Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan OMT untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita sedang di SLBN Rembang. Subjek penelitian ini adalah 20 anak tunagrahita sedang. Penelitian dengan metode eksperimen non randomized pretest-posttest control group design. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok 10 subjek. Pengambilan data penelitian ini menggunakan rating scale dengan nilai sig 0,000 (Sig<0,05 ho diterima) dan Z score sebesar -3,791. Analisis data menggunakan teknik uji non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan program SPSS versi 17 for windows. Dalam proses pemberian perlakuan subjek mengalami beberapa peningkatan pada tiap-tiap indikator pada kemampuan penyesuaian dirinya, diantaranya mampu mengarahkan diri, mengontrol diri, memiliki hubungan interpersonal yang baik, mampu menghargai orang lain. Namun, ada beberapa indikator yang belum tercapai secara maksimal diantaranya subjek belum mampu berperilaku sesuai norma, memiliki simpati pada orang lain, menerima diri dan kenyataan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa OMT efektif untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita sedang di SLBN Rembang. Saran yang dapat diberikan untuk pihak sekolah khususnya guru, diharapkan lebih ditekankan perkembangan anak pada aspek non kognitif, sehingga anak mampu untuk melakukan penyesuaian diri sesuai dengan tingkat usianya, sedangkan untuk orangtua diharapkan senantiasa mengawasi perkembangan anak dan selalu mengarahkan.
HUBUNGAN EKSPEKTANSI TERHADAP DOSEN PEMBIMBING DENGAN MOTIVASI MENULIS SKRIPSI Lestari, Novita Anggi
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted at the Department of Psychology UNNES. Research subjects numbered 50 people who are determined using the technique incidental. Ekspektansi Ekspektansi measured using a scale. Ekspektansi scale has a value of 0.950 reliability. The scale has 40 items Ekspektansi valid from the beginning item number 50 items. While the motivation to write Thesis measured using a scale of motivation. Motivation scale has a reliability value of 0.909. The scale has 40 items valid motivation. Correlation test using multiple regression analysis technique is done using SPSS 19.0 for windows. The results showed variable Ekspektansi on the subject of research is the category of being, which means that the student possessed ekspektansi mediocre. Motivational variables in the study subjects are at high criteria. The results showed that there is a positive relationship between ekspektansi with motivation to the value of r = 0.351 with a significance value or p = 0.012.  
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KENAKALAN REMAJA Palupi, Atika Oktaviani
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi pada masa remaja yaitu adanya masa transisi yang menjadikan emosi remaja kurang stabil. Masa ini sering disebut sebagai masa topan badai (“strum and drang)” yaitu masa yang penuh dengan gejolak akibat pertentangan nilai-nilai. Masa transisi inilah yang menimbulkan kecenderungan munculnya perilaku-perilaku menyimpang atau yang biasa disebut dengan istilah kenakalan remaja. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja. Untuk itu dibutuhkan keyakinan dan pengamalan yang kuat terhadap ajaran-ajaran agama guna mengurangi perilaku-perilaku kenakalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh religusitas terhadap kenakalan remaja; dan 2) seberapa besar sumbangan efektif religiusitas terhadap kenakalan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Slawi dengan sampel berjumlah 70 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi satu prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara religiusitas dengan kenakalan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Slawi. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,771 dengan signifikansi sebesar 0,000 dimana p<0,05. Hal ini berarti semakin tinggi religusitas maka semakin rendah perilaku kenakalan remaja, sehingga hipotesis kerja yang diajukan diterima. Hasil uji regresi diperoleh R-Square 0,594 yang berarti religiusitas berpengaruh terhadap kenakalan remaja sebesar  59,4% dan sisanya sebesar 40,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum terungkap dalam penelitian ini. Kesimpulannya ada pengaruh religiusitas terhadap kenakalan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Slawi Kabupaten Tegal.    One of the problems faced in adolescence is a period of transition which make adolescents less emotionally stable. This period is often referred to as the hurricanes ("shock and Drang)" the turbulent period from conflicting values​​. The transition period is a cause of the emerging trend of deviant behaviors or commonly referred to as juvenile delinquency. Psychologically, juvenile delinquency is a manifestation of the conflicts are not resolved properly in childhood and adolescence. That requires understanding and a strong belief in religious teachings in order to reduce the delinquency behaviors. The purpose of this study was to determine: 1) the influence of religiosity on juvenile delinquency, and 2) the contribution of religiosity effective against juvenile delinquency. This study is a quantitative correlation. The population was eighth grade students of SMP Negeri 02 Slawi the sample was 70 students. The data analysis technique used is regression analysis of the predictors. The results showed that there is a negative relationship between religiosity and delinquency at eighth grade students of SMP Negeri 02 Slawi. Correlation coefficient of -0.771 with a significance of 0.000 where p <0.05. This means that the higher the lower religusitas juvenile behavior, so the proposed working hypothesis is accepted. Regression results obtained R-Square 0.594 which means religiosity affect the delinquency of 59.4% and the remaining 40.6% is influenced by other variables that have not been revealed in this study. In conclusion there is the influence of religiosity on delinquency at eighth grade students of SMP Negeri 02 Slawi Tegal regency.
KONSEP DIRI AKADEMIK MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI JURUSAN PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Hadi, Yusuf Prasetyo; Budiningsih, Tri Esti
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa penerima beasiswa bidik misi Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang yang berjumlah 66 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling yang berjumlah 66 mahasiswa penerima beasiswa bidik misi. Data penelitian diambil menggunakan skala konsep diri akademik, dengan jumlah item 36 yang valid dengan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya sebesar 0,921. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dengan metode statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atau 63,6 persen (42 orang) menyatakan dirinya memiliki konsep diri akademik pada kategori tinggi. Sedangkan yang termasuk dalam kriteria sedang sebesar 28,7 persen (19 orang), dan kriteria rendah sebesar 7,7 persen (5 orang). Dari tiga dimensi konsep diri akademik yang diteliti, yaitu dimensi pengetahuan individu mengenai dirinya sendiri, pengharapan individu mengenai dirinya sendiri, dan penilaian individu mengenai dirinya sendiri berada pada kategori yang tinggi. This research is descriptive quantitative research. The population in this study is the mission of grantees viewfinder Department of Psychology, State University of Semarang, amounting to 66 people. This study uses total sampling totaling 66 grantees mission viewfinder. The data were taken using academic self-concept scale, the number of valid 36 items with a Cronbach alpha reliability coefficient of 0.921. Data analysis methods used are descriptive data analysis with descriptive statistical methods percentages.The results showed that most or 63.6 per cent (42 people) claimed to have academic self-concept in the high category. While the criteria are included in the 28.7 per cent (19 people), and a low of 7.7 percent criterion (5 people). Of the three dimensions of academic self-concept were investigated, namely the dimension of the individuals knowledge of himself, the individual expectations of himself, and the assessment of the individual himself is in the high category.
KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS AKSELERASI Utama Putra, Cita Bakti
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan sosial siswa akselerasi di SMA Negeri 1 Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas akselerasi SMA N 3 Semarang dan SMA Negeri 1 Semarang angkatan tahun ajaran 2010/ 2011. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 siswa menggunakan studi populasi dan analisis data menggunakan deskriptif persentase. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologi yaitu skala kecerdasan sosial. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi product moment dari Pearson yang pelaksanaannya menggunakan fasilitas komputer program SPSS for Windows versi 17. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pendekatan satu kali pengukuran (Single Trial Administration) dengan menggunakan rumus koefesien Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kecerdasan sosial pada siswa akselerasi berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 43,59 % atau 17 dari 39 responden. Hasil analisis tiap indikator variabel kecerdasan sosial menunjukkan bahwa hampir semua responden memiliki intensitas kecerdasan sosial dalam kategori sedang. Dilihat dari indikator-indikatornya yaitu: social sensitivity (35, 91 %), social insight (38,5 %), social communication (48,72 %) kesemuanya berada dalam kategori sedang.
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN WAKTU DENGAN SELF REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA Mulyani, Mustika Dwi
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengetahui manajemen waktu dengan self regulated learning pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang menyusun skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus UNNES Jurusan Psikologi dan BK. Subjek penelitian berjumlah 62 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sample. Self regulated learning diukur dengan skala Self regulated learning. Skala Self regulated learning mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,954. Skala Self regulated learning mempunyai 40 item valid. Sedangkan manajemen waktu diukur dengan skala manajemen waktu. Skala manajemen waktu mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0,932. Skala manajemen waktu mempunyai 34 item valid. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment yang dikerjakan menggunakan bantuan program SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara manajemen waktu dengan self regulated learning. Korelasi antara manajemen waktu dengan self regulated learning diperoleh koefisien r = 0,925 dengan signifikansi atau p = 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara manajemen waktu dengan self regulated learning pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang menyusun skripsi.   This study aimed to explore and determine the relationship between time management self regulated learning. This research is a quantitative correlation. This research was conducted on the campus of Semarang State University majoring in psychology and guidance counseling. Subjects numbered 62 college student. The sampling technique used was purposive sample. Self regulated learning is measured on a scale of self regulated learning. Self regulated learning scales have reliability coefficient of 0.954. Self regulated learning scale consists of 40 items that are valid. While time management as measured by the scale of time management. Scale time management has a reliability coefficient of 0.932. Time management scale consists of 34 items that are valid. Test correlation product moment correlation techniques were done using SPSS 17.0 for windows. The results showed that there is a positive relationship between time management self regulated learning. The correlation between social intelligence assertive behavior obtained coefficient r = 0.925 with a significance or p = 0.000. It shows that there is a significant positive relationship between time management self regulated learning on student writing his thesis at Semarang State University.
KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS AKSELERASI (PENELITIAN DI SMAN 1 DAN SMAN 3 SEMARANG )
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan sosial siswa akselerasi di SMA Negeri 1 Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif  deskriptif  dengan populasi se-luruh siswa kelas akselerasi SMA N 3 Semarang dan SMA Negeri 1 Semarang angkatan tahun ajaran 2010/ 2011. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 siswa menggunakan studi populasi dan analisis data menggunakan deskriptif  persentase. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologi yaitu skala kecerdasan sosial. Pengujian validitas dilakukan dengan meng-gunakan koefisien korelasi product moment dari Pearson yang pelaksanaannya menggunakan fasilitas komputer program SPSS for Windows versi 17. Uji relia-bilitas dalam penelitian ini menggunakan pendekatan satu kali pengukuran (Sin-gle Trial Administration) dengan menggunakan rumus koefesien Alpha Cronbach.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kecerdasan sosial pada siswa akselerasi berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 43,59 % atau 17 dari 39 responden. Hasil analisis tiap indikator variabel kecerdasan sosial menunjukkan bahwa hampir semua responden memiliki intensitas kecerdasan sosial dalam kat-egori sedang. Dilihat dari indikator-indikatornya yaitu: social sensitivity (35, 91 %), social insight (38,5 %), social communication (48,72 %) kesemuanya berada dalam kategori sedang This study aims to describe the accelerated students’ social intelligence in SMA 1 SMA Negeri 3 Semarang and Semarang. The research method used in this research is quantitative descrip-tive with the entire student population of  accelerated classes SMA N SMA Negeri 3 Semarang and Semarang force 1 academic year 2010/2011. The sample in this study were 39 students using the study population and data analysis using descriptive percentages. Data collection methods in this study is to use a scale of  social psychology, namely the scale of  intelligence. Validity testing is done by using a product moment correlation coefficient of  Pearson who implementation using computer facilities program SPSS for Windows version 17. Reliability test in this study using a single measurement approach (Single Trial Administration) by using the Cronbach alpha coefficient formula.The results showed that the overall acceleration of  social intelligence in students in the category of  being is as much as 43.59% or 17 of  the 39 respondents. The analysis of  each indicator variable of  social intelligence indicates that almost all respondents have the intensity of  social intelligence in the medium category. Judging from the indicators, namely: social sensitivity (35, 91%), social insight (38.5%), social communica-tion (48.72%) are in a category all of  which are
SELF REGULATED LEARNING DITINJAU DARI GOAL ORIENTATION
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): July 2013
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih kurangnya pengaturan diri siswa dalam belajar (self regulated learning), di mana hal tersebut dapat berpengaruh negatif pada kualitas dan kuantitas pembelajaran. Perbedaan goal orientation antara mastery goal dengan performance goal dapat menjadi penyebab tinggi rendahnya self regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self regulated learning ditinjau dari goal orientation siswa SMA Negeri 1 Mertoyudan Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif Komparasi. Subjek penelitian berjumlah 128 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok mastery goal dan performance goal. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling berupa Simple Random Sampling, yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Berdasarkan uji perbedaan menggunakan teknik uji t dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows diperoleh nilai t = 6,823 dengan nilai signifikansi atau p = 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self regulated learning antara siswa mastery goal dengan siswa performance goal.      This research is motivated by the phenomenon of the lack of students in self-regulated learning, where it can be a negative influence on the quality and quantity of learning. Difference goal orientation between mastery goal and performance goal may be the cause of high and low self regulated learning. This study aimed to determine differences in self regulated learning in terms of goal orientation students SMAN 1 Mertoyudan Magelang regency. This research is Quantitative Comparison. Subjects numbered 128 students were divided into two groups: mastery goals and performance goals. The sampling technique used is a Simple Random Sampling Probability Sampling, which is taking a sample of members of the population was randomly without regard to existing strata in the population. Based on testing using the difference technique t test with SPSS 17.0 for Windows obtained the value of t = 6.823 with significance or value of p = 0.000. The results show that there are differences in self-regulated learning among students with student mastery goal performance goals.
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KENAKALAN REMAJA
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): July 2013
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi pada masa remaja yaitu adanya masa transisi yang menjadikan emosi remaja kurang stabil. Masa ini sering disebut sebagai masa topan badai (“strum and drang)” yaitu masa yang penuh dengan gejolak akibat pertentangan nilai-nilai. Masa transisi inilah yang menimbulkan kecenderungan munculnya perilaku-perilaku menyimpang atau yang biasa disebut dengan istilah kenakalan remaja. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja. Untuk itu dibutuhkan keyakinan dan pengamalan yang kuat terhadap ajaran-ajaran agama guna mengurangi perilaku-perilaku kenakalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh religusitas terhadap kenakalan remaja; dan 2) seberapa besar sumbangan efektif religiusitas terhadap kenakalan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Slawi dengan sampel berjumlah 70 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi satu prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara religiusitas dengan kenakalan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Slawi. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,771 dengan signifikansi sebesar 0,000 dimana p<0,05. Hal ini berarti semakin tinggi religusitas maka semakin rendah perilaku kenakalan remaja, sehingga hipotesis kerja yang diajukan diterima. Hasil uji regresi diperoleh R-Square 0,594 yang berarti religiusitas berpengaruh terhadap kenakalan remaja sebesar  59,4% dan sisanya sebesar 40,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum terungkap dalam penelitian ini. Kesimpulannya ada pengaruh religiusitas terhadap kenakalan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Slawi Kabupaten Tegal.    One of the problems faced in adolescence is a period of transition which make adolescents less emotionally stable. This period is often referred to as the hurricanes ("shock and Drang)" the turbulent period from conflicting values​​. The transition period is a cause of the emerging trend of deviant behaviors or commonly referred to as juvenile delinquency. Psychologically, juvenile delinquency is a manifestation of the conflicts are not resolved properly in childhood and adolescence. That requires understanding and a strong belief in religious teachings in order to reduce the delinquency behaviors. The purpose of this study was to determine: 1) the influence of religiosity on juvenile delinquency, and 2) the contribution of religiosity effective against juvenile delinquency. This study is a quantitative correlation. The population was eighth grade students of SMP Negeri 02 Slawi the sample was 70 students. The data analysis technique used is regression analysis of the predictors. The results showed that there is a negative relationship between religiosity and delinquency at eighth grade students of SMP Negeri 02 Slawi. Correlation coefficient of -0.771 with a significance of 0.000 where p <0.05. This means that the higher the lower religusitas juvenile behavior, so the proposed working hypothesis is accepted. Regression results obtained R-Square 0.594 which means religiosity affect the delinquency of 59.4% and the remaining 40.6% is influenced by other variables that have not been revealed in this study. In conclusion there is the influence of religiosity on delinquency at eighth grade students of SMP Negeri 02 Slawi Tegal regency.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECURANGAN AKADEMIK PADA MAHASISWA
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): July 2013
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecurangan akademik merupakan suatu permasalahan dalam dunia pendidikan yang bisa terjadi dimana saja. Salah satu cara untuk mengatasi masalah kecurangan akademik adalah mengubah perilaku dan persepsi mahasiswa. Subyek penelitian adalah mahasiswa Unnes angkatan tahun 2010 yang berjumlah 250 orang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis deskriptif, pengambilan sampel melalui two stage cluster random sampling yang dilakukan dengan cara merandom fakultas dan merandom jurusan. Pengambilan data menggunakan skala faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan akademik dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,905. Skala faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan akademik terdiri dari 41 item yang valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,230 sampai dengan 0,735. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat kecurangan akademik yang terjadi pada mahasiswa Unnes angkatan 2010 masih tinggi dengan faktor efikasi diri akademik sebagai faktor paling dominan dan mean empirik faktor efikasi diri akademik sebesar 44.3400. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecurangan akademik cenderung tinggi pada mahasiswa Unnes angkatan 2010 dengan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor efikasi diri akademik.   Academic cheating is an issue in education that could happen anywhere. One way to overcome the problem of academic cheating is to change students attitudes and perceptions. Subjects were Unnes students force in 2010, amounting to 250 peoples. This study uses a quantitative design with a descriptive type, sampling through a two stage cluster random sampling is random by faculty and majors. Data retrieval using scale factors that influence academic cheating with reliability level of 0.905. Scale factors that influence academic cheating consists of 41 items that are valid with the validity coefficients range from 0.230 to 0.735. Data analysis using descriptive analysis. Results of data analysis showed that the level of academic cheating that occurred on Unnes student class of 2010 is still higher by a factor of academic self-efficacy as the most dominant factors and the empirical mean academic self-efficacy factor of 44.3400. Based on the results of this study concluded that academic cheating Unnes students tend to be high in the class of 2010's most influential factor is the factor of academic self-efficacy.