cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Educational Psychology Journal
ISSN : 2252634x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS AKSELERASI (PENELITIAN DI SMAN 1 DAN SMAN 3 SEMARANG ) Utama Putra, Cita Bakti
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD NEGERI SAMPANGAN 02 SEMARANG YANG MENDAPAT CALISTUNG DAN TIDAK MENDAPAT CALISTUNG DI TAMAN KANAK-KANAK Almas Saniy, Mawari Melati
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbandingan prestasi belajar matematika siswa SD Negeri Sampangan 02 Semarang yang mendapat calistung dan tidak mendapat calistung di Taman Kanak-kanak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif komparatif dan merupakan studi populasi. Populasi adalah siswa SD Negeri Sampangan 02 Semarang kelas III sebanyak 83 siswa. Sampel sebanyak 68 siswa yang terambil secara purposive cluster sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes prestasi. Pengujian validitas menggunakan content validity dan pengujian reliabilitas menggunakan rumus split half formula spearmen-brown sedangkan metode analisis data yng digunakan adalah analisis statistis t-tes dengan bantuan program Statistic For Social Science (SPSS) Versi 21.0. This study aimed to test whether there is a comparison of mathematics learning achievement of students of SD Negeri 02 Semarang Sampangan got calistung and not get calistung in kindergarten. The study was a comparative quantitative study and a population study. The population is students of SD Negeri 02 Semarang Sampangan many as 83 students of class III. Sample of 68 students drawn by purposive cluster sampling. The variables in this study were achievement of learning. Methods of data collection in this study using achievement tests. Testing the validity of using content validity and reliability testing using split half formula formula-brown while the spearmen as the data analysis method used is the t-test statistical analysis with the help of the program Statistics For Social Science (SPSS) version 21.0.
HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN INTERNET ADDICTION PADA MAHASISWA Ningtyas, Sari Dewi Yuhana
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet addiction merupakan fenomena yang mencemaskan dan menarik perhatian Internet telah membuat remaja kecanduan, karena menawarkan berbagai informasi, permainan, dan hiburan. Hal ini ditandai rasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Pecandu internet tidak dapat menghentikan keinginan untuk online sehingga kehilangan kontrol dari penggunaan internet dan kehidupannya  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self control dan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES serta hubungan antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini adalah 65 mahasiswa FIP semester 5 dengan teknik sampling proportional sampling. Self control diukur dengan skala self control, koefisien reliabilitas sebesar 0,850 terdiri dari 31 aitem valid, rentang koefisien validitas dari 0,252 sampai dengan 0,680. Internet addiction diukur denga skala internet addiction, koefisien reliabilitas sebesar 0,868 terdiri dari 33 item valid, rentang koefisien validitas dari 0,267 sampai dengan 0,731. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment dengan program SPSS 12.0 for windows. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil : 1) ada hubungan negatif antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES ditunjukkan dengan r = -0,752 p = 0,000 dimana p < 0,01. 2) kategori self control tergolong rendah 93,85% berarti bahwa mahasiswa kurang mampu mengontrol perilaku, mengambil keputusan atau suatu tindakan yang cukup baik terhadap internet. 3) kategori internet addiction tergolong tinggi 96,92% berarti bahwa mahasiswa mengalami kecanduan terhadap internet ditandai dengan perhatian yang selalu tertuju pada internet, kurang dapat dalam mengontrol penggunaan internet. Adapun saran yang dapat penulis berikan bagi mahasiswa FIP sebagai pengguna internet harus lebih mampu memperbaiki self control agar tidak sampai taraf candu, sehingga dapat beraktivitas dengan baik dan seimbang.
HUBUNGAN PERILAKU OVER PROTECTIVE ORANG TUA DAN BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Astarini, Karina
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying telah dikenal sebagai masalah sosial, dimana ditemukan di kalangan anak-anak sekolah. Perilaku bullying pada siswa itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor perilaku orang tua. Tujuan penelitian ini adalah menguji secara empirik ada atau tidaknya hubungan antara perilaku over protective orang tua dengan bullying pada siswa SDN Bendan Ngisor Semarang. Subjek penelitian berjumlah 67 orang yang ditentukan menggunakan teknik total sampling (studi populasi). Skala bullying mempunyai 30 item valid dari item awal sejumlah 34 item, dengan rentang koefisien validitas sebesar 0,397 sampai 0,599 serta koefisien reliabilitas sebesar 0,873. Skala perilaku over protective orang tua mempunyai 23 item valid dari item awal sejumlah 30 item, dengan rentang koefisien validitas sebesar 0,391 sampai 0,617 serta koefisien reliabilitas sebesar 0,838. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan positif antara perilaku over protective orang tua dengan bullying pada siswa SDN Bendan Ngisor Semarang dengan nilai r sebesar 0,344 dengan taraf siginifikansi sebesar 5%. Hal tersebut berarti hipotesis diterima.   Bullying has been recognized as a social problem, which was found among school children. Bullying behavior in students themselves are influenced by many factors, such as parental behavioral. The purpose of this study was to test empirically whether there is any relationship between over protective behavior from parent with bullying at school SDN Bendan Ngisor Semarang. Subjects numbered 67 people were determined using total sampling technique (study population). The scale has 30 items bullying valid from the beginning item number 34 items, with a range of validity coefficients of 0.397 to 0.599 and the reliability coefficient of 0.873. Scale behavior over protective parents have 23 valid items from a number of initial items 30 items, with a range of validity coefficients of 0.391 to 0.617 and the reliability coefficient of 0.838. The results showed that the positive relationship between behavior over protective parents with bullying at school SDN Bendan Ngisor Semarang with r values ​​of 0.344 with siginifikansi level of 5%. This means that the hypothesis is accepted.
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG HARAPAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN DAN KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN Hidayah, Desiana Nur
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang harapan orang tua terhadap pendidikan dengan ketakutan akan kegagalan pada mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi UNNES, sejumlah 38 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi tentang harapan orang tua terhadap pendidikan terdiri dari 36 item (α = 0,971) dan skala ketakutan akan kegagalan yang terdiri dari 46 item (α = 0,943). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mempersepsikan harapan orang tuanya dalam kriteria tinggi. Adapun ketakutan akan kegagalan mahasiswa jurusan Psikologi UNNES termasuk dalam kriteria tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,66 dengan p = 0.00 (p < 0.05) berarti ada hubungan positif antara persepsi tentang harapan orang tua terhadap pendidikan dengan ketakutan akan kegagalan pada mahasiswa jurusan Psikologi UNNES. Semakin tinggi harapan orang tua yang dipersepsi oleh mahasiswa maka semakin tinggi pula tingkat ketakutan akan kegagalan. Sumbangan efektif persepsi terhadap harapan orang tua dalam penelitian ini sebesar 43,6%. Berdasarkan hasil tersebut peneliti memberikan saran bahwa orang tua diharapkan untuk lebih terbuka menerima harapan, keinginan dan ketakutan mahasiswa mengenai kehidupan akademiknya dengan cara memberikan dukungan positif berupa motivasi, perhatian dan pemahaman terhadap kelebihan dan kekurangan anak serta memberikan pemahaman bahwa orang tua mengharapkan prestasi sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan anak, bukan tuntutan untuk selalu unggul dan cepat menyelesaikan studi.
PENYESUAIAN SOSIAL PADA PENYANDANG TUNARUNGU DI SLB NEGERI SEMARANG Solikhatun, Yanuar Umi
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecacatan dalam pendengaran menyebabkan remaja tunarungu tidak mampu memahami suatu kejadian atau kebutuhan secara tepat. Remaja tunarungu berpangkal pada gangguan yang dialami dari kesulitannya menyampaikan pikiran, perasaan, emosi, gagasan, kebutuhan, dan kehendaknya pada orang lain, sehingga kebutuhan mereka tidak terpuaskan secara sempurna. Keterbatasan dalam pendengaran menyebabkan remaja tunarungu tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Adanya gangguan komunikasi secara tidak langsung remaja tunarungu juga mengalami kesulitan dalam berinteraksi sehingga remaja tunarungu menjadi terisolasi atau merasa dikucilkan oleh lingkungan sosialnya karena sulit baginya untuk dapat menyesuaikan dirinya pada lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyesuaian sosial khususnya remaja tunarungu. Subjek penelitian (N= 5) adalah murid SMALB di SLB Negeri Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara (terhwadap subjek, guru, 5 orang teman subjek dan 5 orang tua subjek) dan tes psikologi DAM (Draw A Man). Hasil penelitian yang dipaparkan secara deskriptif kualitatif menunjukan bahwa subjek pada penelitian ini cenderung memiliki rasa kurang percaya diri dan minder. Kurangnya rasa percaya diri, inilah yang memunculkan sikapnya di masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa remaja tunarungu lebih senang berkumpul dengan komunitasnya yaitu sesama penyandang tunarungu sehingga penyesuaian sosial remaja tunarungu menjadi terhambat. Simpulan dari penelitian ini adalah rasa kurang percaya diri yang dimilikinya membuat remaja menjadi minder, sehingga penyesuaian sosial remaja menjadi terhambat.    Causes of hearing disability in adolescents with hearing impairment are not able to communicate well, this causes limitations in speaking experience problems in social adjustment. Although it may look, but they often misinterpret something. This study aims to determine the social adjustment of deaf adolescents in particular. Research subjects (N = 5) was a student at SLB Semarang State SMALB. Methods of data collection through observation, interviews (to subject, teacher, 5 friends elderly subjects and 5 subjects) and psychological tests DAM (Draw A Man). The results are presented in descriptive qualitative showed that five subjects in this study tended to have a sense of lack of confidence and low self-esteem. Lack of self-confidence and this is what led to his mindernya environment. This suggests that adolescents with hearing impairment prefer to hang out with the deaf community than the normal person in general so that deaf childrens social adjustment, respectively. Conclusions from this research is a lack of confidence that has enabled children to be inferior, so the social adjustment of children being stunted or low.
SELF REGULATED LEARNING DITINJAU DARI GOAL ORIENTATION Puspitasari, Anggi
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih kurangnya pengaturan diri siswa dalam belajar (self regulated learning), di mana hal tersebut dapat berpengaruh negatif pada kualitas dan kuantitas pembelajaran. Perbedaan goal orientation antara mastery goal dengan performance goal dapat menjadi penyebab tinggi rendahnya self regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self regulated learning ditinjau dari goal orientation siswa SMA Negeri 1 Mertoyudan Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif Komparasi. Subjek penelitian berjumlah 128 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok mastery goal dan performance goal. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling berupa Simple Random Sampling, yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Berdasarkan uji perbedaan menggunakan teknik uji t dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows diperoleh nilai t = 6,823 dengan nilai signifikansi atau p = 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self regulated learning antara siswa mastery goal dengan siswa performance goal.      This research is motivated by the phenomenon of the lack of students in self-regulated learning, where it can be a negative influence on the quality and quantity of learning. Difference goal orientation between mastery goal and performance goal may be the cause of high and low self regulated learning. This study aimed to determine differences in self regulated learning in terms of goal orientation students SMAN 1 Mertoyudan Magelang regency. This research is Quantitative Comparison. Subjects numbered 128 students were divided into two groups: mastery goals and performance goals. The sampling technique used is a Simple Random Sampling Probability Sampling, which is taking a sample of members of the population was randomly without regard to existing strata in the population. Based on testing using the difference technique t test with SPSS 17.0 for Windows obtained the value of t = 6.823 with significance or value of p = 0.000. The results show that there are differences in self-regulated learning among students with student mastery goal performance goals.
PERBEDAAN SELF EFFICACY SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL DI SMP NEGERI 1 BOYOLALI DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN BIMBINGAN BELAJAR Astuti, Risma Puji; Purwanto, Edy
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Boyolali, yang kemudian terbagi menjadi dua kelompok yaitu mengikuti bimbingan belajar dan tidak mengikuti bimbingan belajar. Jumlah sampel yaitu sebanyak 100 siswa. Untuk memperoleh sampel yang representatif, maka kelompok siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar diambil sejumlah 50 siswa dengan teknik simple random sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala self-efficacy yang terdiri dari 26 aitem. Skala self-efficacy mempunyai koefisien validitas aitem antara 0.315 sampai dengan 0.707 dan koefisien reliabilitas sebesar 0.924 Metode analisis data menggunakan teknik komparasi T-Test Two Independent Sample dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows diperoleh nilai t = 6,230 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada self-efficacy siswa dalam menghadapi ujian nasional antara siswa yang mengikuti bimbinngan belajar dengan siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar. Self-efficacy siswa dalam menghadapi ujian nasional yang mengikuti bimbingan belajar lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar. This study is a comparative quantitative study. The population of this study is the eighth grade students of Junior High School 1 Boyolali, which is then divided into two groups to join and not join the tutoring. Total of samples is 100 students. To obtain a representative sample, the group of students who not joining the tutoring 50 students were taken by simple random sampling technique. The data were taken using the self efficacy scale consisted of 26 item. Self-efficacy scale has a coefficient of item validity between 0.315 to 0.707 and a reliability coefficient of 0924. Methods of data analysis using comparative technique T-Test Two Independent Sample with SPSS 16.0 for Windows was obtained value of t = 6.230 with a significance value of 0.000 (p <0.05), the results showed that there were significant differences in students self-efficacy in facing national examination among students who joining tutoring with students who not joining the tutoring. Self-efficacy of students who joining the tutoring higher than students who not joining the tutoring.
PERSEPSI TERHADAP KINERJA KONSELOR DAN SIKAP DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN Dewati, Ratih
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi merupakan penilaian seseorang terhadap objek tertentu. Kinerja merupakan proses capaian suatu tugas yang sangat dibutuhkan dalam segala bentuk usaha yang memandang dari segi individual maupun kelompok. Kinerja konselor yaitu dengan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan siswa dan penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi oleh siswa dengan kepribadian, keterampilan, kreativitas kompetensi, pengetahuan dan informasi, disiplin, dan loyalitas yang dimilikinya. Untuk menyadari atau mengadakan persepsi terhadap kinerja konselor, siswa memerlukan suatu perhatian yang merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Sikap merupakan suatu tingkatan afeksi baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis. Afeksi yang positif adalah afeksi yang senang, sedangkan afeksi yang negatif adalah afeksi yang tidak menyenangkan. Objek dapat menimbulkan berbagai macam sikap, dapat menimbulkan berbagai macam tingkatan afeksi pada seseorang. Sikap positif siswa terhadap konselor adalah sikap yang menyenangi kinerja yang ditunjukkan oleh konselor, sedangkan sikap negatif siswa terhadap konselor adalah sikap yang siswa yang tidak senang akan kinerja yang ditunjukkan oleh konselor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap kinerja konselor dengan sikap siswa menggunakan layanan konseling perorangan di SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2010/2011. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa pada variabel persepsi siswa dan sikap siswa keduanya berdistribusi normal dan berhubungan secara linier. Nilai Kolmogorov sminov menunjukkan z=0,494 dengan signifikansi 0,968 untuk persepsi siswa dan z=0,593 dengan signifikansi 0,873 untuk sikap siswa. Uji asumsi linearitas menunjukkan nilai signifikansi 0,033 <0,05.  Berdasarkan hasil analisis data Korelasi Product Moment menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,459 dengan signifikansi 0,011 yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa dengan sikap siswa menggunakan layanan konseling perorangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa dengan sikap siswa menggunakan layanan konseling perorangan. Artinya, jika persepsi siswa terhadap kinerja konselor baik maka sikap siswa juga akan baik. Begitu juga sebaliknya jika persepsi siswa terhadap kinerja konselor buruk maka siskap siswa juga akan buruk.  
LATAR BELAKANG RENDAHNYA KESADARAN ORANGTUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK PEREMPUAN Muamaroh, Muamaroh
Educational Psychology Journal Vol 2 No 1 (2013): Educational Psychology Journal
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal mendasar yang wajib dijalankan oleh setiap orang sejak dini. Orangtua mempunyai tanggung jawab besar terhadap kelanjutan masa depan anaknya, karena dengan pendidikan seseorang akan bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan terhindar dari kebodohan. Tetapi kenyataan yang terjadi sekarang masih ada sebagian orangtua yang kurang menyadari pentingnya pendidikan terhadap masa depan anak-anaknya. Mereka mempunyai pertimbangan untuk menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih tinggi, khususnya untuk anak perempuan. Sebagian orangtua beranggapan bahwa anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena nantinya hanya akan menjadi ibu rumah tangga di rumah dan ilmunya tidak berguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apa yang melatar belakangi rendahnya kesadaran orangtua terhadap pendidikan anak perempuan di desa Tambakan, Gubug, Grobogan. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Unit analisis dalam penelitian ini adalah latar belakang rendahnya kesadaran orangtua terhadap pendidikan anak perempuan. Narasumber utama dalam penelitian ini sebanyak enam orang, yaitu tiga pasang orang tua. Sedangkan narasumber sekunder sebagai pendukung data dalam penelitian ini tiga orang, yaitu anak perempuan dari masing-masing orang tua. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, dan teknik keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian diperoleh terdapat enam hal yang melatar belakangi rendahnya kesadaran orangtua terhadap pendidikan anak perempuan, antara lain: pendidikan orangtua yang rendah, budaya religiusitas, keadaan ekonomi, perilaku modelling, sosial budaya, dan persepsi terhadap masa depan anak perempuan.    Education is fundamental thing that must be run by everyone early on. Parents have a great responsibility for the continuation of their childrens future, because with education a person will be able to develop their potential and to avoid stupidity. But the fact is happening now there are some parents who are less aware of the importance of education to the future of their children. They have consideration to send their child to a higher level of school, especially for girls. Most parents assume that girls dont need high school because they would just be a housewife at home and their knowledge is useless. This research aims to uncover what thing that influence the low awareness of parents for girls education in village Gubug, Grobogan, Tambakan. Research methods that be used is qualitative research methods with the case study approach. The unit of analysis in this research is the low awareness of parental background on girls education. The main informant in this research as many as six people, three pairs of parents, while the secondary informant as supporting data in this research are three people, they are daughters of each parent. Techniques to collect the data in this research uses a semi structured interview techniques, and the validity of this research data using triangulation of sources. The research results obtained there are six things behind the low awareness of parents towards the education of girls, there are: low parental education, religiosity culture , economic circumstances, behavioral modelling from previous parent, social culture, and perceptions of the future of the daughters.