cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Educational Psychology Journal
ISSN : 2252634x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN INTERNET ADDICTION PADA MAHASISWA
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet addiction merupakan fenomena yang mencemaskan dan menarik perhatian Internet telah membuat remaja kecanduan, karena menawarkan berbagai informasi, permainan, dan hiburan. Hal ini ditandai rasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Pecandu internet tidak dapat menghentikan keinginan untuk online sehingga kehilangan kontrol dari penggunaan internet dan kehidupannya  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self control dan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES serta hubungan antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini adalah 65 mahasiswa FIP semester 5 dengan teknik sampling proportional sampling. Self control diukur dengan skala self control, koefisien reliabilitas sebesar 0,850 terdiri dari 31 aitem valid, rentang koefisien validitas dari 0,252 sampai dengan 0,680. Internet addiction diukur denga skala internet addiction, koefisien reliabilitas sebesar 0,868 terdiri dari 33 item valid, rentang koefisien validitas dari 0,267 sampai dengan 0,731. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment dengan program SPSS 12.0 for windows. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil : 1) ada hubungan negatif antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES ditunjukkan dengan r = -0,752 p = 0,000 dimana p < 0,01. 2) kategori self control tergolong rendah 93,85% berarti bahwa mahasiswa kurang mampu mengontrol perilaku, mengambil keputusan atau suatu tindakan yang cukup baik terhadap internet. 3) kategori internet addiction tergolong tinggi 96,92% berarti bahwa mahasiswa mengalami kecanduan terhadap internet ditandai dengan perhatian yang selalu tertuju pada internet, kurang dapat dalam mengontrol penggunaan internet. Adapun saran yang dapat penulis berikan bagi mahasiswa FIP sebagai pengguna internet harus lebih mampu memperbaiki self control agar tidak sampai taraf candu, sehingga dapat beraktivitas dengan baik dan seimbang.
PERSEPSI TERHADAP KINERJA KONSELOR DAN SIKAP DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi merupakan penilaian seseorang terhadap objek tertentu. Kinerja merupakan proses capaian suatu tugas yang sangat dibutuhkan dalam segala bentuk usaha yang memandang dari segi individual maupun kelompok. Kinerja konselor yaitu dengan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan siswa dan penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi oleh siswa dengan kepribadian, keterampilan, kreativitas kompetensi, pengetahuan dan informasi, disiplin, dan loyalitas yang dimilikinya. Untuk menyadari atau mengadakan persepsi terhadap kinerja konselor, siswa memerlukan suatu perhatian yang merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Sikap merupakan suatu tingkatan afeksi baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis. Afeksi yang positif adalah afeksi yang senang, sedangkan afeksi yang negatif adalah afeksi yang tidak menyenangkan. Objek dapat menimbulkan berbagai macam sikap, dapat menimbulkan berbagai macam tingkatan afeksi pada seseorang. Sikap positif siswa terhadap konselor adalah sikap yang menyenangi kinerja yang ditunjukkan oleh konselor, sedangkan sikap negatif siswa terhadap konselor adalah sikap yang siswa yang tidak senang akan kinerja yang ditunjukkan oleh konselor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap kinerja konselor dengan sikap siswa menggunakan layanan konseling perorangan di SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2010/2011. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa pada variabel persepsi siswa dan sikap siswa keduanya berdistribusi normal dan berhubungan secara linier. Nilai Kolmogorov sminov menunjukkan z=0,494 dengan signifikansi 0,968 untuk persepsi siswa dan z=0,593 dengan signifikansi 0,873 untuk sikap siswa. Uji asumsi linearitas menunjukkan nilai signifikansi 0,033 <0,05.  Berdasarkan hasil analisis data Korelasi Product Moment menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,459 dengan signifikansi 0,011 yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa dengan sikap siswa menggunakan layanan konseling perorangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa dengan sikap siswa menggunakan layanan konseling perorangan. Artinya, jika persepsi siswa terhadap kinerja konselor baik maka sikap siswa juga akan baik. Begitu juga sebaliknya jika persepsi siswa terhadap kinerja konselor buruk maka siskap siswa juga akan buruk.  
KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS AKSELERASI
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan sosial siswa akselerasi di SMA Negeri 1 Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas akselerasi SMA N 3 Semarang dan SMA Negeri 1 Semarang angkatan tahun ajaran 2010/ 2011. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 siswa menggunakan studi populasi dan analisis data menggunakan deskriptif persentase. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologi yaitu skala kecerdasan sosial. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi product moment dari Pearson yang pelaksanaannya menggunakan fasilitas komputer program SPSS for Windows versi 17. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pendekatan satu kali pengukuran (Single Trial Administration) dengan menggunakan rumus koefesien Alpha Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kecerdasan sosial pada siswa akselerasi berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 43,59 % atau 17 dari 39 responden. Hasil analisis tiap indikator variabel kecerdasan sosial menunjukkan bahwa hampir semua responden memiliki intensitas kecerdasan sosial dalam kategori sedang. Dilihat dari indikator-indikatornya yaitu: social sensitivity (35, 91 %), social insight (38,5 %), social communication (48,72 %) kesemuanya berada dalam kategori sedang.
PENGARUH PERSEPSI POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengetahui pengaruh persepsi pola asuh permisif orang tua terhadap perilaku membolos siswa SMK Pancasila 3 Baturetno Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan melibatkan 70 siswa SMK Pancasila 3 Baturetno sebagai subjek penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan menggunakan skala psikologis, yaitu skala pola asuh permisif dan skala perilaku membolos yang sebelumnya telah diuji cobakan pada 43 siswa kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik regresi sederhana. Hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan adanya pengaruh persepsi pola asuh permisif orang tua terhadap perilaku membolos siswa SMK Pancasila 3 Baturetno Kabupaten Wonogiri dengan besar koefisien korelasi 0.553 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hubungan yang signifikan tersebut didukung dengan adanya nilai regresi (R) sebesar 0,553. Sedangkan koefisien determinasinya (R Square) sebesar 0,306 yang artinya 30,6% variabel perilaku membolos dipengaruhi oleh variabel persepsi pola asuh permisif. Sisanya 69,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum terungkap dalam penelitian ini.
TINJAUAN PSIKOLOGIS KESIAPAN GURU DALAM MENANGANI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA PROGRAM INKLUSI (STUDI DESKRIPTIF DI SD DAN SMP SEKOLAH ALAM AR-RIDHO)
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kesiapan para guru di SD dan SMP Alam Ar-Ridho dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah kesiapan guru di SD dan SMP Alam Ar-Ridho dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah para guru di SD dan SMP Alam Ar-Ridho yang berjumlah 35 guru. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah skala psikologi. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk, karena butir-butir item disusun berdasarkan skala psikologis tentang kesiapan dan strategi dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Reliabilitas Skala Psikologi Kesiapan Guru didapat dengan menggunakan perhitungan Cronbach Alpha. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa rata-rata kesiapan guru-guru SD dan SMP Alam Ar –Rihdo dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus tergolong tinggi (66%) dan kategori rendah (3 %) ditemukan pada indikator pengalaman yang dimiliki. Artinya, sebanyak 3 % responden memiliki pengalaman yang minim dalam menangni peserta didik berkebutuhan khusus.
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG HARAPAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN DAN KETAKUTAN AKAN KEGAGALAN
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang harapan orang tua terhadap pendidikan dengan ketakutan akan kegagalan pada mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi UNNES, sejumlah 38 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi tentang harapan orang tua terhadap pendidikan terdiri dari 36 item (α = 0,971) dan skala ketakutan akan kegagalan yang terdiri dari 46 item (α = 0,943). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mempersepsikan harapan orang tuanya dalam kriteria tinggi. Adapun ketakutan akan kegagalan mahasiswa jurusan Psikologi UNNES termasuk dalam kriteria tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,66 dengan p = 0.00 (p < 0.05) berarti ada hubungan positif antara persepsi tentang harapan orang tua terhadap pendidikan dengan ketakutan akan kegagalan pada mahasiswa jurusan Psikologi UNNES. Semakin tinggi harapan orang tua yang dipersepsi oleh mahasiswa maka semakin tinggi pula tingkat ketakutan akan kegagalan. Sumbangan efektif persepsi terhadap harapan orang tua dalam penelitian ini sebesar 43,6%. Berdasarkan hasil tersebut peneliti memberikan saran bahwa orang tua diharapkan untuk lebih terbuka menerima harapan, keinginan dan ketakutan mahasiswa mengenai kehidupan akademiknya dengan cara memberikan dukungan positif berupa motivasi, perhatian dan pemahaman terhadap kelebihan dan kekurangan anak serta memberikan pemahaman bahwa orang tua mengharapkan prestasi sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan anak, bukan tuntutan untuk selalu unggul dan cepat menyelesaikan studi.
OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI ANAK TUNAGRAHITA
Educational Psychology Journal Vol 1 No 1 (2012): July 2012
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita sedang, diantaranya dengan mengadakan kegiatan bermain dalam bentuk Outbound Management Training (OMT). Permainan model ini membuat anak-anak terlibat langsung secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Permainan-permainan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Permainan-permainan Pengantar, Pena Ajaib, Jari Keseimbangan, Akulah Si, Cermin Saya, Memindah Bom, Jalur Bola, Memasukkan Pensil Kelompok, Gelas Bocor, Gambar Kreasi, Berpindah Pulau, Truk Gandeng, Awas Ranjau dan Film Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan OMT untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita sedang di SLBN Rembang. Subjek penelitian ini adalah 20 anak tunagrahita sedang. Penelitian dengan metode eksperimen non randomized pretest-posttest control group design. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok 10 subjek. Pengambilan data penelitian ini menggunakan rating scale dengan nilai sig 0,000 (Sig<0,05 ho diterima) dan Z score sebesar -3,791. Analisis data menggunakan teknik uji non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan program SPSS versi 17 for windows. Dalam proses pemberian perlakuan subjek mengalami beberapa peningkatan pada tiap-tiap indikator pada kemampuan penyesuaian dirinya, diantaranya mampu mengarahkan diri, mengontrol diri, memiliki hubungan interpersonal yang baik, mampu menghargai orang lain. Namun, ada beberapa indikator yang belum tercapai secara maksimal diantaranya subjek belum mampu berperilaku sesuai norma, memiliki simpati pada orang lain, menerima diri dan kenyataan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa OMT efektif untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita sedang di SLBN Rembang. Saran yang dapat diberikan untuk pihak sekolah khususnya guru, diharapkan lebih ditekankan perkembangan anak pada aspek non kognitif, sehingga anak mampu untuk melakukan penyesuaian diri sesuai dengan tingkat usianya, sedangkan untuk orangtua diharapkan senantiasa mengawasi perkembangan anak dan selalu mengarahkan.
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MINAT MEMBACA PADA ANAK
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014): July 2014
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi berprestasi dengan minat membaca yang ada pada anak kelas V di SD Negeri 1 Doplang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subyek penelitian ini berjumlah 32 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan angket motivasi berprestasi dan angket minat membaca. Skala motivasi berprestasi terdiri dari 31 aitem valid dengan koefisien validitas aitem antara 0,380 sampai dengan 0,756 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,953. Skala minat membaca pada anak terdiri dari 31 aitem valid dengan koefisien validitas aitem antara 0,364 sampai dengan 0,745 dan dan koefisien reliabilitas sebesar 0,947. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi atau p = 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,895 menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan minat membaca pada anak kelas V SD Negeri 1 Doplang. Tingginya motivasi berprestasi siswa diikuti dengan tingginya minat membaca pada anak tersebut dan sebaliknya. Tingkat motivasi berprestasi siswa berada pada kriteria rendah yaitu sebesar 53,1% dan indikator yang paling berpengaruh dalam motivasi berprestasi yaitu perilaku yang timbul dan terarah. Tingkat minat membaca pada subyek berada dalam kriteria rendah, yaitu sebesar 56,2% dan indikator yang paling berpengaruh dalam minat membaca yaitu kesadaran akan manfaat membaca. This study aims to determine the relationship of achievement motivation and interest in reading that of the children in class V SD Negeri 1 Doplang. This study is a quantitative correlation. The subjects of this study are 32 students. The sampling technique used was purposive sampling. The data were taken using a questionnaire of achievement motivation and interest in reading the questionnaire. Achievement motivation scale consists of 31 valid item to item validity coefficients between 0.380 to 0.756 and a reliability coefficient of 0.953. Child's interest in reading the scale consists of 31 valid item with item validity coefficients between 0.364 to 0.745 and 0.947 and a reliability coefficient of. The results show the significance or value of p = 0.000 with a correlation coefficient of r = 0.895 shows a significant positive relationship between achievement motivation and interest in reading in children fifth grade SD Negeri 1 Doplang. The high student achievement motivation followed by high interest reading on the child and vice versa. The level of student achievement motivation is at a low criterion is equal to 53.1% and the most influential indicator in the achievement motivation and purposeful behavior arises. The level of interest in reading on the subject is in the low criterion, ie by 56.2% and the most influential indicator in the interest of reading the awareness of the benefits of reading.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA GURU HONORER SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN WONOTUNGGAL KABUPATEN BATANG
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014): July 2014
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu guru honorer sekolah dasar di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang yang berjumlah 67 orang. Penelitian ini menggunakan skala psychological well-being, dengan jumlah item 57 yang valid dengan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya sebesar 0,950. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dengan metode statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atau 61,2 persen (41 orang) menyatakan dirinya memiliki psychological well-being pada kriteria sedang. Sedangkan yang termasuk dalam kriteria tinggi hanya sebesar 7,5 persen (5 orang), dan kriteria rendah sebesar 31,3 persen (21 orang). Dari enam dimensi psychological well-being yang diteliti, yaitu dimensi penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi berada pada kategori yang sedang. Abxtract. This research is descriptive quantitative research. Population in this research used total sampling is all school honorer teacher in Kec. Wonotunggal Kab. Batang, amount of 67 subject. This research used psychological well-being scale, amount of 57 valid items with realiability coefficient alpha cronbach of 0,950. Analyze method used descriptive analyze with percentage descriptive statistique method. The result of research showed all of or 61,2 % (41 person) have psychological well-being on average criteria. The high criteria is 7,5 % (5 person), and low criteria of 31,3 % (21 person). From 6 dimention of psychological well-being which have been study, the dimension self acceptance, positive relationship to others, otonomy, environmental bend, life purpose, and personal grow is on average criteria.
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD NEGERI SAMPANGAN 02 SEMARANG YANG MENDAPAT CALISTUNG DAN TIDAK MENDAPAT CALISTUNG DI TAMAN KANAK-KANAK
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014): July 2014
Publisher : Departement of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbandingan prestasi belajar matematika siswa SD Negeri Sampangan 02 Semarang yang mendapat calistung dan tidak mendapat calistung di Taman Kanak-kanak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif komparatif dan merupakan studi populasi. Populasi adalah siswa SD Negeri Sampangan 02 Semarang kelas III sebanyak 83 siswa. Sampel sebanyak 68 siswa yang terambil secara purposive cluster sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes prestasi. Pengujian validitas menggunakan content validity dan pengujian reliabilitas menggunakan rumus split half formula spearmen-brown sedangkan metode analisis data yng digunakan adalah analisis statistis t-tes dengan bantuan program Statistic For Social Science (SPSS) Versi 21.0. This study aimed to test whether there is a comparison of mathematics learning achievement of students of SD Negeri 02 Semarang Sampangan got calistung and not get calistung in kindergarten. The study was a comparative quantitative study and a population study. The population is students of SD Negeri 02 Semarang Sampangan many as 83 students of class III. Sample of 68 students drawn by purposive cluster sampling. The variables in this study were achievement of learning. Methods of data collection in this study using achievement tests. Testing the validity of using content validity and reliability testing using split half formula formula-brown while the spearmen as the data analysis method used is the t-test statistical analysis with the help of the program Statistics For Social Science (SPSS) version 21.0.