cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
VALIDASI METODE ANALISIS Mn DALAM SEDIMEN SUNGAI KALIGARANG DENGAN ICP-OES DAN GFAAS Prihatin, Afria Wulan; Prasetya, Agung Tri; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11133

Abstract

Telah dilakukan validasi metode analisis logam Mn dalam sedimen Sungai Kaligarang dengan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrophotometer (ICP-OES) dan Graphite Furnace Atomic Absorption Spectrophotometer (GFAAS). Penelitian meliputi uji linearitas, limit of detection (LoD), limit of quantitation (LoQ), presisi, dan akurasi dari ICP-OES dan GFAAS pada analisis kadar logam Mn dalam sedimen Sungai Kaligarang. Perbandingan hasil validasi metode ICP-OES dan GFAAS berturut-turut adalah: linearitas 0,9986 dan 0,989; LoD 0,636 mg/L dan 0,2607 μg/L; LoQ 2,12 mg/L dan 0,8689 μg/L; presisi 0,999% dan 17,27%; dan akurasi 85,46% dan 10,07%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa limit deteksi GFAAS lebih baik dibandingkan ICP-OES namun linearitas, presisi, dan akurasi ICP-OES lebih baik dibandingkan GFAAS. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ICP-OES lebih cocok digunakan untuk analisis logam Mn dalam sedimen Sungai Kaligarang dibandingkan dengan GFAAS.
SINTESIS ARANG AKTIF KULIT KACANG TANAH UNTUK MENURUNKAN KADAR SULFIDA INTERFERENSI SIANIDA Lestari, Sri -; Susatyo, Eko Budi; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11139

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai adsorpsi ion sulfida (S2-) menggunakan arang kulit kacang tanah yang teraktivasi asam sulfat 2,5 M. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik arang aktif kulit kacang tanah, menentukan pH, waktu kontak, konsentrasi optimum, kapasitas serta energi adsorpsinya dan pengaruh interferensi dengan ion sianida. Hasil karakteristik arang kulit kacang tanah teraktivasi asam sulfat 2,5 M adalah dengan daya serap sebesar 282,5695 mg/g, kadar air sebesar 3,96%, kadar abu sebesar 3,03%. Kondisi optimum adsorpsi sulfida terjadi pada pH 12, waktu kontak adsorpsi yang dibutuhkan adalah 30 menit, dan konsentrasi optimum pada adsorpsi ion sulfida dalam larutan oleh arang aktif terjadi pada 6 ppm. Adsorpsi ion sulfida oleh arang aktif kulit kacang tanah sesuai dengan isoterm adsorpsi Langmuir dengan kapasitas sebesar 2,5615 mg/g dan energi adsorpsi sebesar 37,0584 kJ/mol. Kajian tentang interferensi dengan ion sianida menunjukan ion sianida berpengaruh terhadap adsorpsi ion sulfida.  
SINTESIS ARANG AKTIF KULIT KACANG TANAH SEBAGAI ADSORBEN SULFIDA TERINTERFERENSI NITRIT Gandaningrum, Dhewi -; Susatyo, Eko Budi; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11142

Abstract

Penelitian ini bertujuan penentuan sintesis arang aktif kulit kacang tanah dalam menurunkan kadar ion sulfida. Arang aktif kulit kacang tanah ini diaktifkan menggunakan asam sulfat 2,5 N. Penentuan karakteristik arang aktif kulit kacang tanah kadar air, kadar abu dan daya serap iodin. Hasil karakteristik arang aktif kulit kacang tanah adalah kadar air sebesar 3,96%, kadar abu sebesar 3,03% dan daya serap iodin sebesar 281,3015 mg/g. Optimasi yang dilakukan yaitu pH, waktu kontak dan konsentrasi ion sulfida optimum. Hasil penentuan optimasi didapatkan pH 12, waktu kontak 30 menit dan konentrasi ion sulfida 6 ppm dengan kapasitas sebesar 2,5615 mg/g. Adanya interferensi ion nitrit tidak menjadi pengaruh dalam proses adsorpsi ion sulfida oleh arang aktif kulit kacang tanah karena ion nitrit lebih kuat dibanding ion sulfida maka ion nitrit tidak mengalami hidrolisis dalam air. Dilakukan aplikasi dalam limbah industri tekstil didapatkan daya adsorpsi sebasar 0,7945 mg/g. Kajian kesetimbangan adsorpsi yang diperoleh sesuai dengan adsorpsi isoterm Langmuir.
ADSORPSI REMAZOL BRILLIANT BLUE MENGGUNAKAN ZEOLIT YANG DISINTESIS DARI ABU LAYANG BATUBARA Maghfiroh, Luluatul; Mahatmanti, F Widhi; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11213

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik zeolit yang disintesis dari abu layang batubara, dan mengaplikasikannya sebagai adsorben remazol brilliant blue serta menentukan kapasitas adsorpsinya. Abu layang (silika 34,0%) digunakan sebagai bahan sintesis zeolit. Zeolit hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD dan FTIR, untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi dilakukan variasi pH (5, 6, 7, 8, dan 9), waktu kontak (30, 60, 90, 120, dan 150 menit), dan konsentrasi remazol brilliant blue (50, 100, 150, 200 dan 250 ppm). Hasil penelitian menunjukkan sintesis menghasilkan zeolit yang mirip Na-P1 dan carcrinite. Karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk dengan serapan spesifik pada bilangan gelombang 432,05 cm-1. Adsorpsi zeolit terhadap zat warna optimum terjadi pada pH 6 dengan waktu kontak 120 menit pada konsentrasi awal larutan remazol brilliant blue 200 ppm. Adsorpsi remazol brilliant blue cenderung mengikuti pola isoterm Langmuir dan memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 6,45 mg/g dengan energi 20,44 kJ/mol.
PREPARASI HIDROTALSIT-MAGNETIT DENGAN METODE KOPRESIPITASI DAN APLIKASINYA UNTUK ADSORBEN ZAT WARNA Imaniah, Nur; Sulistyaningsih, Triastuti; Hadisaputro, Subiyanto
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11247

Abstract

Telah dilakukan preparasi Hidrotalsit-Magnetit (HT-M) dan Hidrotalsit-Magnetit Kalsinasi (HT-M kal) dengan metode kopresipitasi pada pH 12 dengan temperatur 70°C. Karakteristik  diketahui dengan FTIR, XRD, dan SEM. Penelitian ini mempelajari kinetika adsorpsi dan isoterm adsorpsi terhadap zat warna Remazol yellow FG. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik HT-M dan HT-M kal tidak jauh berbeda. HT-M optimum di pH 4, waktu kontak 90 menit, konsentrasi 50 ppm, dan mengadsorpsi 7,67 x 10-5 mol/g. HT-M kal optimum di pH 3, waktu kontak 90 menit, konsentrasi 50 ppm, dan mengadsorpsi 7,74 x 10-5 mol/g.
ANALISIS SIFAT ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI SRIKAYA (Annona squamosa L) DENGAN PELARUT ORGANIK Karunia, Sabrina Dwie; M.A., Prof Dr. Supartono; M.Si., Dra. Woro Sumarni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11288

Abstract

Biji Srikaya (Annona squamosa L) merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dengan berbagai pelarut organik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan dengan  metode soxhletasi dengan pelarut n-heksana, kloroform dan etanol. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak yang diuji 25, 50, 75, 100% dan tanpa ekstrak. Hasil uji fitokimia ekstrak n-heksana, kloroform dan etanol mengandung alkaloid, flavonoid dan tanin. Hasil uji ekstrak n-heksana tidak menunjukkan aktivitas penghambatan. Ekstrak kloroform konsentrasi 100% memberikan  zona bening terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dengan nilai DDH berturut-turut 10 mm dan 9,5 mm. Ekstrak etanol konsentrasi 100% memberikan  zona bening terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dengan nilai DDH berturut-turut 10,5 mm dan 17 mm. Analisis senyawa pada ekstrak etanol dengan FT-IR dan GC-MS. Senyawa ekstrak etanol yang diduga berperan sebagai antibakteri adalah ester metil dari asam heksadekanoat (metil palmitat).
UJI EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val) SEBAGAI TABIR SURYA Maulida, Aftria Nur; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.11426

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara tropis, di mana pengaruh sinar matahari sangat besar terhadap kehidupan makhluk hidup. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menimbulkan efek yang merugikan terutama terhadap kulit dikarenakan sinar ultraviolet yang terkandung di dalamnya dapat menyebabkan eritema dan pigmentasi kulit. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai bahan tabir surya adalah rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val.). Pada penelitian ini, ekstrak temu giring diformulasikan ke dalam sediaan krim. Sediaan krim ekstrak temu giring memiliki efektivitas sebagai tabir surya yang menunjukkan kategori sebagai proteksi ultra pada daerah eritema, menunjukkan kategori sebagai sunblock pada daerah pigmentasi. Berdasarkan nilai SPF yang dihasilkan kurang  efektif digunakan sebagai tabir surya karena menunjukkan kategori sebagai proteksi minimal dengan nilai SPF < 15. Berdasarkan hasil GC-MS senyawa yang diduga berperan aktif sebagai tabir surya adalah senyawa puncak 27 dengan konsentrasi 1,79 % yang memiliki indeks kemiripan dengan senyawa 1,4-Naphthalenedione, 2-hydroxy-3-2(2 methyl-1-propenyl).
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BATANG DAN DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) Solikhah, Solikhah; Kusuma, Samuel Budi Wardana; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.11427

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol pada batang dan daun kemangi serta mengetahui komponen senyawa aktif yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluk dengan pelarut etanol dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar teknik sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antimikroba ekstrak etanol batang tidak menunjukkan aktivitas penghambatan sama sekali dan pada daun dengan konsentrasi 100% memberikan zona bening terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dengan nilai Diameter Daerah Hambat (DDH) berturut-turut 16,75 mm dan 14,94 mm. Analisis senyawa pada ekstrak etanol batang dan daun kemangi dengan FT-IR dan GC-MS. Senyawa ekstrak etanol daun yang diduga berperan sebagai antimikroba adalah 2,6-oktadiena-1,8-diol, ekso metil kamfenilol, kamfor, fitol, linalool oksida, cis geraniol dan cis karveol.
IMOBILISASI ZAT WARNA DALAM SERAT DAUN NANAS SEBAGAI CAMPURAN PEMBUATAN KERTAS Sari, Kartika Puspita; Prasetya, Agung Tri; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.11428

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kemampuan serat daun nanas sebagai adsorben zat warna (remazol yellow FG dan remazol brilliant blue R) dan imobilisasi zat warna dalam serat daun nanas sebagai campuran pembuatan kertas. Untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi dilakukan variasi pH (1, 2, 3, 4 dan 5), waktu kontak (5, 10, 40, 80 dan 120 menit) dan konsentrasi (20, 40, 70, 100, 150, 200 dan 250 ppm). Sedangkan kertas yang telah jadi diuji ketahanan warna dengan perendaman larutan NaOH 0,1 M; CH3COOH 0,1 M; etanol dan air hujan selama 80 menit dalam rentang waktu 10 menit diukur absorbansinya. Hasil penelitian menunjukkan serat daun nanas dapat mengadsorpsi zat warna pada kondisi optimum: remazol yellow FG pH 2 dengan waktu kontak optimum 80 menit pada konsentrasi 200 ppm sedangkan remazol brilliant blue R pH 4 dengan waktu kontak optimum 80 menit pada konsentrasi 40 ppm. Berdasarkan hasil uji ketahanan warna, zat warna yang terlepas kembali paling banyak pada perendaman dalam larutan NaOH 0,1 M sedangkan zat warna yang terlepas kembali paling sedikit pada perendaman dalam larutan CH3COOH 0,1 M.
Penurunan Nilai COD Air Limbah Pabrik Tahu Menggunakan Reagen Fenton Secara Batch Aji, Prasetyo Bayu; Sunarto, Wisnu; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i2.11429

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri tahu masih mengandung padatan tersuspensi dan terlarut yang dapat mencemari perairan dengan kadar awal limbah sebesar 7482,30 mg/L, Sehingga harus diturunkan kadarnya sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara sistem AOP (Advanced Oxidation Processes). sistem AOP (Advanced Oxidation Processes) menggunakan Reagen Fenton yang bertujuan untuk mengetahui penurunan optimum kadar COD pada limbah cair tahu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar COD pada industri tahu dengan variasi waktu didapatkan waktu optimum selama 240 menit dengan nilai COD sebesar 530,93 mg/L dan dengan presentase penurunan COD sebesar 92,90 %. variasi konsentrasi FeSO4:H2O2 didapatkan konsentrasi optimum sebesar 0,8M : 0,3M dalam menurunkan nilai COD sebesar 666,41 dan 412,88 mg/L dan presentase penurunan COD sebesar 91,09 % dan 94,48 % . setelah didapatkan waktu optimum dan konsentrasi optimum variasi pH pada limbah dan mendapatkan hasil pH optimum sebesar 6 dengan penurunan konsentrasi COD sebesar 339,43 mg/L dan presentase penurunan COD sebesar 95,46 %