cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
SINTESIS ZEOLIT DENGAN KANDUNGAN Si/Al RENDAH DARI KAOLIN MENGGUNAKAN METODE PELEBURAN DAN HIDROTERMAL Setiadi, Amir
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9325

Abstract

Kaolin contains silicon 42,3% and aluminium 24% therefore it is potential as basic material for zeolite synthesis process. Zeolite can be synthesized from material which contains Si and Al. In this study it synthesized zeolite from kaolin using fusion and hidrotermal method. Kaolin was mixed with NaOH powder as mineralizer. Fusion method was carried out on temperature of 450°C for 2 hours then followed by hidrothermal method which was carried out on 175°C for 6 hours. Pro analyst NaOH and technical NaOH were used in this research. This aimed to distinguish the synthesized zeolites from two types of NaOH. The mixing of NaOH powder/kaolin (w/w) is variated respectively 0,5; 1; 1,25; and 1,5. Characterizations of synthesized zeolite were performed by using XRD, FTIR, and SEM. Characterization result showed that zeolite with technical NaOH/kaolin ratio=1,25 producing percentage of zeolite A (LTA) relative intensity 37,54% and percentage of crystallinity 91,42%. Zeolite with pro analyst NaOH/kaolin ratio=1 producing percentage of zeolite A (LTA) relative intensity 22,72% and percentage of crystallinity 85,37%. This research showed that based on qualitative aspect, pro analyst NaOH is better as mineralizer in synthesize of zeolite A signed by more peaks, while based on quantitative aspect, technical NaOH is better as mineralizer signed by high crystallinity and pecentage relative intensity value.
SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN BIOREDUKTOR DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DENGAN IRRADIASI MICROWAVE Arifin, Nurul; Harjono, Harjono; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9379

Abstract

Penggunaan microwave dalam sintesis nanopartikel perak telah banyak dilakukan, reduksi partikel perak dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan irradiasi microwave. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi bioreduktor dan waktu sintesis nanopartikel perak yang optimum dengan bantuan iradiasi microwave. Daun jambu biji mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai bioreduktor. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun jambu biji yang dipreparasi dengan metode maserasi dan soxhletasi dapat digunakan sebagai bioreduktor dalam sintesis nanopartikel perak. Hasil pengukuran Spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa kondisi optimum adalah saat sintesis nanopartikel perak menggunakan bioreduktor A 5%, B 3%, C dan D 1%. Waktu sintesis yang optimum dari penggunaan bioreduktor A dan C adalah 90 detik, sedangkan bioreduktor B antara 60 – 90 detik dan D adalah 120 detik. Karakterisasi TEM menunjukkan bahwa nanopartikel perak mempunyai struktur Face Centered Cubic (FCC) dengan ukuran terkecil mencapai 6,41 nm dan rata-rata ukuran 21,04 nm. Nanopartikel perak hasil sintesis menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Daya hambat nanopartikel perak terhadap bakteri S. aureus cenderung lebih kuat dibandingkan daya hambat terhadap bakteri E. coli.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM NITRAT DAN TEMPERATUR KALSINASI PADA REAKTIVASI SPENT BLEACHING EARTH Fajrudin, Ahmad; Supartono, Supartono; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9533

Abstract

Spent bleaching earth (SBE) merupakan limbah dari hasil pemucatan CPO. Sebagai limbah diharapkan SBE dapat dilakukan reaktivasi sehingga dapat digunakan kembali pada proses pemucatan CPO. Telah dilakukan penelitian mengenai cara reaktivasi spent bleaching earth (SBE) dengan variasi konsentrasi dari asam nitrat dan temperatur kalsinasi. Konsentrasi asam nitrat yang digunakan ialah 0,1-1 M dengan Temperatur kalsinasi yaitu 200-500 oC. Karakterisasi yang digunakan untuk SBE terreaktivasi ialah FTIR spectrofotometer dan difraksi sinar-X (XRD). Uji penyerapan menggunakan larutan zat warna pakaian dengan konsentrai 500 ppm. Analisis FTIR menunjukkan adanya pemutusan gugus fungsi hidroksi dan karbon karena pengaruh temperatur kalsinasi. Analisis XRD menunjukkan setelah diberi perlakuan pengasaman dan kalsinasi tidak menunjukan adanya kerusakan struktur dari SBE yang terreaktivasi. Analisis spektrofotometer UV-Vis menunjukkan kapasitas adsorpsi terbaik yaitu 45,5873 gram/gram.
ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI BATANG PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum) SEBAGAI BAHAN BAKU ANTIBAKTERI Supartono, Supartono; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.9735

Abstract

Antibakteri adalah senyawa yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri yang merugikan. Tanaman dianggap sebagai sumber obat yang potensial dan kuat. Salah satunya adalah tanaman pisang yang biasa dipakai sebagai obat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dan pelarut yang tepat dalam mengekstrak batang pisang ambon serta aktivitasnya sebagai antimikroba terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. Ekstraksi dilakukan dengan dua metode yaitu maserasi dan sokhletasi dengan tiga pelarut etil asetat, etanol dan aquades, dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar teknik cakram. Ekstrak yang memiliki rendemen paling besar adalah ekstrak dengan metode sokhletasi dan pelarut aquades yaitu 20, 2137 %. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas paling baik dengan nilai DDH (Daerah Daya Hambat) 1, 1 cm dan 1 cm untuk E. coli serta 2 cm dan 2,5 cm untuk bakteri S. aureus. Karakterisasi ekstrak etil asetat dengan FT-IR. Senyawa ekstrak etil asetat yang diduga berperan sebagai antimikroba adalah flavonol.
ANTIBAKTERI SABUN MANDI CAIR EKSTRAK KERSEN (Muntingia Calabura L) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes Anjani, Novia Tina; Supartono, Supartono; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.10388

Abstract

Buah kersen memiliki banyak sekali kegunaan, diantaranya mengatasi diabetes, mengatasi radang tenggorokan, dapat meringankan gejala pilek dan flu, dapat mengatasi kejang di saluran cerna akibat diare dan gastritis, serta dapat digunakan sebagai antibakteri (antiseptik) dan anti tumor. Menggunakan ekstraksi maserasi dengan pelarut n-heksan dan metanol serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak murni buah kersen menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 16 mm dengan kontrol negatif sebesar 9 mm dan menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes sebesar 28 mm dengan kontrol negatif sebesar 20 mm. Ekstrak dalam sabun mandi  cair konsentrasi 10, 20, dan 30%  menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 16,4; 16,8  dan 17 mm. Sediaan juga diuji terhadap bakteri Streptococcus pyogenes, daya hambatnya yaitu 28,5; 29,1  dan 29,9 mm.  Hasil UV-Vis menunjukkan puncak pada panjang gelombng 277 nm dan hasil FT-IR menunjukkan gugus O-H, C-H alifatik, C=C aromatik, C-O alkohol,  dan C-H aromatik yang diduga merupakan senyawa flavonoid golongan flavanol.
PREPARASI DAN KARAKTERISASI SILIKA LIMBAH LEACHING ZIRKON SEBAGAI ADSORBEN ION Fe(III) Uriastanti, Octavia; Mahatmanti, F. Widhi Tri; Prasetya, Agung Tri; Sari, Erlin Purwita
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.10413

Abstract

Studi tentang preparasi silika dari limbah leaching zirkon untuk proses adsorpsi ion Fe(III) telah dilakukan. Hasil preparasi silika di manfaatkan dalam proses adsorpsi ion Fe(III). Limbah leaching zirkon dipreparasi melalui 3 tahap yaitu leaching, pencucian dan pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik silika hasil preparasi memiliki struktur amorf sesuai hasil analisis XRD, dan analisis SAA menunjukkan luas permukaan sebesar 232,6872 m2/g serta ukuran mesopori. Pemanfaatan silika dalam proses adsorpsi ion Fe(III), diperoleh kapasitas adsorpsi terbesar pada variasi konsentrasi 150 ppm. Adsorpsi ion Fe(III) menggunakan silika dari limbah leaching zirkon mengikuti isoterm Freundlich dengan harga Kf yaitu 41,557 dan n sebesar 6,9252.
POTENSI SPEKTROSKOPI FTIR-ATR DAN KEMOMETRIK UNTUK MEMBEDAKAN RAMBUT BABI, KAMBING, DAN SAPI Rafi, Mohamad; Anggundari, Widia Citra; Irawadi, Tun Tedja
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.10654

Abstract

Rambut beberapa hewan seperti babi, kambing, dan juga sapi telah digunakan sebagai bahan baku kuas salah satunya kuas untuk produksi makanan seperti kue, roti, dan lainnya. Jika kuas dalam produksi makanan ini terbuat dari rambut babi maka dapat menyebabkan makanan menjadi tidak halal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami melakukan studi keterlaksanaan penggunaan spektroskopi Fourier transform infrared-attenuated total reflectance (FTIR-ATR) yang dikombinasikan dengan kemometrik untuk mengembangkan metode identifikasi dan diskriminasi rambut babi, kambing, dan sapi. Spektrum FTIR diukur pada bilangan gelombang 1000-4000 cm-1. Intensitas dari kisaran bilangan gelombang 1215-2007 cm-1 dan 3467-3989 cm-1 dipilih untuk membuat model diskriminasi tiga jenis rambut yang digunakan. Pengelompokan sampel berdasarkan jenis rambutnya dilakukan dengan menggunakan analisis gerombol, analisis komponen utama, dan analisis diskriminan. Model diskriminasi menggunakan AKU dan AD dapat memisahkan ketiga jenis rambut hewan yang digunakan dengan AD memberikan pengelompokan yang lebih terpisah satu sama lainnya. Metode kombinasi FTIR-ATR dan kemometrik dimungkinkan untuk digunakan untuk tujuan identifikasi dan diskriminasi rambut babi, kambing dan sapi.
identifikasi betasianin dan uji antioksidan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhiyus Romdonah, Febri Siti; Kusumo, Ersanghono; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.10958

Abstract

Red dragon fruit leather is the waste not utilized anymore, whereas dragon fruit contain pigmen betacyanin. The study aim to know pigmen betacyanin and antioxidant activity from the red dragon fruit leather extracts. The reasearch methode is extraction of dragon fruit leather with n-hexsane solvent and ethanol solvent. Identification of betacyanin and analyse antioxidant activity with HPLC and UV-Vis. The research obtained that betacyanin compound on the peak with retention time 2,77 and that was compared with the standard appears on retentiom time 2,85. Tested of antioxidant activity on vitamin C has a IC50 value is 2,54 µg/mL, whereas the IC50 value of extract dragon fruit is 59,12 µg/mL. Vitamin C have the antioxidant activity more powerful than red dragon fruit as the antioxidant activity. The calculation levels of betacyanin 36,67 mg/100g.
INTERKALASI BENZALKONIUM KLORIDA KE DALAM BENTONIT TERAKTIVASI ASAM SULFAT SEBAGAI ADSORBEN Cr(VI) Yulianti, Yulianti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11023

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai interkalasi surfaktan ke dalam lempung bentonit teraktivasi asam dan aplikasinya sebagai adsorben anion Cr(VI). Asam yang digunakan untuk aktivasi adalah asam sulfat 3 M dan surfaktan untuk interkalasi adalah benzalkonium klorida (BKC) 1% (v/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interkalasi surfaktan ke dalam antar lapis lempung bentonit menghasilkan peningkatan d-spacing dari 4,5532 Ǻ menjadi 5,1702 Ǻ dan munculnya serapan baru pada bilangan gelombang 2927,72 cm-1 dan 2854,91 cm-1 yang menunjukkan vibrasi simetrik dan asimetrik dari C-H pada metilen (-CH2) dan C-H aromatik pada bilangan gelombang 1459,49 cm-1, dan peningkatan kapasitas adsorpsi dari 0,5032 mg/g (B0) dan 1,2251 mg/g (BA) menjadi 20,1758 mg/g. Kajian terhadap adsorben BA-BKC dan BA untuk adsorpsi kation Cr(III) dan anion Cr(VI) menunjukkan bahwa BA-BKC lebih optimal  untuk adsorpsi anion Cr(VI), sedangkan BA untuk adsorpsi kation Cr(III).
Uji Validitas Analisis Logam Fe dalam Sedimen Sungai Kaligarang dengan FAAS dan ICP-OES Naschan, Muhammad; Prasetya, Agung Tri; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.11030

Abstract

Telah dilakukan uji validitas terhadap dua metode analisis logam Fe dalam sedimen sungai Kaligarang dengan Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS) dan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrophotometer (ICP-OES). Uji validitas yang dilakukan meliputi uji linieritas, akurasa, presisi serta penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ). Uji akurasi dihasilkan %recovery 106,87% untuk FAAS dan 97,97% untuk ICP-OES. Uji presisi FAAS diperoleh %RSD 4,02%, dan ICP-OES sebesar 1,69%. Linieritas FAAS sebesar 0,9997 dengan LoD dan LoQ sebesar 0,4360 ppm dan 1,4534 ppm. Untuk linieritas ICP-OES sebesar 0,9999 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,2291 ppm dan 0,7635 ppm. Konsentrasi Fe dalam sedimen sungai Kaligarang dengan FAAS 104.938,7892 mg/kg dan 68.147,5714 mg/kg dengan ICP-OES. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata konsentrasi logam Fe dari kedua metode analisis. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode ICP-OES lebih baik daripada metode FAAS.