cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Umur Petani dengan Penurunan Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan di Desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Prasetya, Nadya Riski; Putro, Saptono
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30134

Abstract

This study aims to determine the level of education, age farmers know food crops and know the correlation between education and age of farmers with a decrease in the number of households farming food crops in the village Meteseh. Researchers collected data using observation, questioner, interview, and documentation. Data were analyzed using descriptive analysis and multiple regression analysis percentages. The results showed that the level of formal education of farmers is low, the low level of non-formal education and informal education levels are low. Age farmers in the majority Meteseh old age are more than 50 years. Variable level of education and age of farmers with a variable reduction in the number of farming households amounted to 6.50%, so the otherwise quite influential. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan rumah tangga usaha pertanian, mengetahui umur petani, dan mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan umur petani dengan penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian subsektor tanaman pangan di Desa Meteseh. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 491 rumah tangga usaha pertanian dengan sampel sebanyak 74 rumah tangga usaha pertanian. Alat dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, koesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal petani rendah, tingkat pendidikan non formal rendah dan tingkat pendidikan informal rendah. Umur petani di Desa Meteseh mayoritas berusia tua yaitu lebih dari 50 tahun. Variable tingkat pendidikan dan umur petani dengan variable penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian sebesar 6,50%, sehingga dinyatakan cukup memiliki pengaruh. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan umur petani dengan penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian subsector tanamn pangan si Desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal,
Pengaruh Perilaku Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Sungai Tenggang Terhadap Kebersihan Lingkungan di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang Herawati, Fattika; Banowati, Eva
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30135

Abstract

This aims of this study are determine the behavior of the community in maintaining the cleanliness of the Tenggang River, know the environmental hygiene in Tambakrejo Village, and find out the influence of community behavior in maintaining cleanliness of the Tenggang River on environmental hygiene in Tambakrejo Village, Gayamsari District, Semarang City. The population are the heads of families of RW 07, RW 08, and RW 09 Tambakrejo Village. The sampling is taken by using purposive random sampling using a Krejcie and Morgan table with a level of error of 5%. Variable is the behavior of the community in maintaining the cleanliness of the Tenggang River and environment. Data collection methods used are questionnaire, interview, observation,and documentation with data analysis using descriptive analysis, descriptive statistics, and multiple regression. The results show that Tambakrejo Village is a settlement located in the transition zone, a uniform settlement pattern, Tenggang river is a periodic river type Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan Sungai Tenggang, mengetahui kebersihan lingkungan di Kelurahan Tambakrejo, dan mengetahui pengaruh perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan Sungai Tenggang terhadap kebersihan lingkungan di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Populasi penelitian ini adalah kepala keluarga RW 07, RW 08, dan RW 09 Kelurahan Tambakrejo. Teknik Pengambilan sampel dengan teknik purposive random sampling menggunakan tabel Krejcie dan Morgan dengan taraf kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, statistik deskriptif, dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan Kelurahan Tambakrejo merupakan permukiman yang berada pada zona peralihan, pola permukiman yang seragam, dan Sungai Tenggang adalah jenis sungai periodik.
Penggunaan Media Citra Satelit Multitemporal dalam Pembelajaran Pada Masyarakat Desa Tanggultlare Mengenai Abrasi Tahun 2018 Maulana, Irfan; Hayati, Rahma
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30137

Abstract

People’s knowledge level about abrasion into one part of society's role in preventing the spread of abrasion. People knowledge that classifies this is evidenced by the still widespread society that exploits the environment that will damage the coastal ecosystem. This study aims to determine the learning results before and after using multi-temporal satellite image media and to determine the public response to the media. Researchers collected data using test instruments and non-test instruments. Data analysis techniques using descriptive presentative. The results obtained, the average pre-test is 58.4 with 80% fall into the high category, and 20% fall into the low category. After doing abrasion learning using multi-temporal satellite image media and get the average information to 72.5. With 5% falling into the low category, 62.5% fall into the high category, and 32.5% fall into very high categories. The result of t-test shows Sig. (2-tailed) is smaller than 0.05, so it can be concluded that there are significant differences that can be used to analyze multi-temporal media. Public response to media is high with average response reach 89.75%. Kurangnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai abrasi menjadi salah satu penyebab kurangnya peran masyarakat dalam mencegah meluasnya abrasi. Pengetahuan masyarakat yang tergolong kurang ini dibuktikan dengan masih maraknya masyarakat yang mengekspoitasi pantai secara berlebihan yang akan merusak keseimbangan ekosistem pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan media citra satelit multitemporal serta untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap media. Peneliti mengumpulkan data menggunakan instrument tes dan instrument non-tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentatif. Hasil penelitian diperoleh, bahwa rata-rata pre-test yaitu 58,4 dengan 80% masuk dalam kategori tinggi, dan 20% masuk dalam kategori rendah. Setelah melaksanakan pembelajaran abrasi menggunakan media citra satelit multitemporal didapatkan kenaikan nilai rata-rata menjadi 72,5. Dengan 5% termasuk dalam kategori rendah, 62,5% masuk dalam kategori tinggi, dan 32,5% masuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil uji t-test menunjukkan Sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar mengenai abrasi antara sebelum dengan sesudah menggunakan media citra satelit multitemporal. Respon masyarakat terhadap media tergolong tinggi dengan rata-rata respon mencapai 89,75%.
Kapasitas Masyarakat dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Tahun 2018 Annisa, Aulia; Setyowati, Dewi Liesnoor
Edu Geography Vol 7 No 1 (2019): Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i1.30138

Abstract

This study aims to describe the capacity of the community to deal with landslides and analyze disaster risk reduction efforts that have been carried out in the Village of Tempur Keling District Jepara Regency. The population in this study amounted to 1233 families in the village of Tempur with a sample of 92 families. The sample collection method used is simple random sampling. Data collection tools and techniques used are tests, questionnaires, interviews and documentation. Data analysis techniques use descriptive analysis and frequency distribution. The results of the study indicate that community capacity is distinguished based on mitigation capacity, preparedness capacity, and survival capacity. Mitigation capacity in Desa Tempur tends to be quite good with an average percentage of 70,21%. Capacity to readiness tends to be very agreeable in the face of landslides with an average percentage of 54%. Whereas the capacity for survival is distinguished by economic, social, structural, and cultural adaptation strategies. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor dan menganalisis upaya pengurangan risiko bencana yang telah dilakukan di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 1233 KK di Desa Tempur dengan sampel 92 KK. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Alat dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah test, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas masyarakat dibedakan berdasarkan kapasitas mitigasi, kapasitas kesiapan, dan kapasitas bertahan hidup. Kapasitas mitigasi di Desa Tempur cenderung cukup baik dengan rata-rata persentase 70,21%. Kapasitas terhadap kesiapan cenderung ke sikap sangat setuju dalam menghadapi bencana tanah longsor dengan rata-rata persentase 54%. Sedangkan kapasitas bertahan hidup dibedakan berdasarkan strategi adaptasi ekonomi, sosial, struktural, dan kultural.
Analisis Preferensi Pemilihan “Kos-Kosan” Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Tahun 2018 Nuruliyah, Devti; Aji, ananto
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30139

Abstract

This reaseach aims to: (1) find out the factors that influence students in choosing boarding houses and the factor that become their main preferences. (2) measuring the level of student satisfaction with the boarding house which they occupied. These are factor analysis and descriptive analysis of percentage. Factor analysis is to answer the objective number 1 and descriptive analysis of percentage is to answer the objective number 2. The results showed that there are four main factors that influence students in choosing their boarding houses. These are environmental sanitation factor, price and facilities factor, safety factor, also accessibility and reference groups factor. The preference of students to choose boarding houses for environmental sanitation factors is the highest. It can be seen from the eigenvalue of environmental sanitation factors which has 2,964. This is the largest eigenvalue of the other factors. Meanwhile, the percentage of variability of variance has 29,641% and the amount of loading factor of three components are the largest. These are 0,915, 0,953 and 0,893 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih tempat kos dan faktor yang menjadi preferensi utamanya. (2) mengukur tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kos yang ditempatinya. Terdapat dua teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis faktor untuk menjawab tujuan 1, dan analisis deskriptif untuk menjawab tujuan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih tempat kosnya, yakni faktor sanitasi lingkungan, faktor harga dan fasilitas, faktor keamanan, serta faktor aksesibilitas dan kelompok referensi. Preferensi/kecenderungan mahasiswa dalam memilih kos terhadap faktor sanitasi lingkungan adalah yang tertinggi, hal ini dapat diketahui dari eigenvalue faktor sanitasi lingkungan yakni sebesar 2,964, yang mana merupakan eigenvalue terbesar daripada faktor-faktor yang lain, keragaman variannya sebesar 29,641 %, dan nilai loading factor ketiga komponen faktornya adalah yang terbesar yakni 0,915, 0,953, dan 0,893.
Tingkat Strategi Adaptasi Petani Menghadapi Ancaman Kerawanan Pangan Berdasarkan Jenjang Pendidikan di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Tahun 2017-2018 Safitri, Inka Wahyu; Hariyanto, Hariyanto
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30140

Abstract

The purpose of this study is to determine the level of adaptation strategies of farmers facing the threat of food insecurity, measuring the conditions of farm household food security, and describing the corelation of these two things based on the background of the farmer's education level. The sampling technique was using purposive sampling with sample indicators, namely farmers who were household and administratively lived in Srowot Village and Karangdadap Village, Kalibagor District. Data collection techniques are using questionnaires and interviews while the method of data analysis uses descriptive percentages.The results of the study showed that 65% of respondents had sufficient levels of category adaptation strategies. Based on the calculation of PPP respondents have a percentage value of 61% or are in a pagan prone condition and the amount of expenditure per capita is below the provincial average. . Based on correlation calculations, the farmer's educational background is not a dominant factor that influences the condition of food security and the level of adaptation strategies because the correlation value of education relations with these two variables is very low. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui tingkat strategi adaptasi petani menghadapai ancaman kerawanan pangan, mengukur kondisi ketahanan pangan rumah tangga tani, serta mendeskripsikan hubungan kedua hal tersebut berdasarkan latar belakang jenjang pendidikan petani.Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan purposive sampling dengan indikator sampel yakni petani yang sudah berrumah tangga dan secara administrasi tinggal di Desa Srowot dan Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor. Teknik pengumpulan data yakni menggunakan kusioner dan wawancara sedangkan metode analisis data dengan menggunakan deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa 65% responden memiliki tingkat strategi adaptasi kategori cukup. Berdasarkan perhitungan PPP responden memiliki presentase nilai 61% atau berada pada kondisi rawan pagan dan jumlah pengeluaran perkapita dibawah rata-rata provinsi. Berdasarkan perhitungan korelasi, latar belakang pendidikan petani tidaklah menjadi faktor dominan yang mempengruhi kondisi ketahanan pangan dan tingkat strategi adaptasi sebab nilai korelasi hubungan pendidikan dengan kedua variabel tersebut sangat rendah.
Pengetahuan Petani dalam Pemanfaatan Lahan Sawah Untuk Usahatani Semangka Desa Wolo Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan Irna Nur Fita Sari; Hariyanto Hariyanto
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30141

Abstract

This study aims to (1) determine the knowledge of watermelon farmers in watermelon farming on Wolo the part of Penawangan District, Grobogan Regency, (2) Know th watermelon farmers income in watermelon farming on Wolo, Penawangan District, Grobogan Regency. The population of this study were farmers who cultivated watermelon on Wolo, Penawangan District, Grobogan District. The sample of this study were 40 technical watermelon farmers who were taken using total sampling technique. Data collection uses observation, documentation, questionnaires and interviews. Data analysis uses descriptive percentage analysis and revenue cost ratio. The results of the research show that the knowledge of watermelon farmers is in the medium category of 66.75%, even though the majority of formal education farmers only finish primary school. This is because farmers have experience of watermelon farming for more than 20 years which is indicates that the longer the farming experience is to form good knowledge. The income results of farmers grow watermelon as much as 2,69 times the capital issued. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengetahuan petani semangka dalam usahatani semangka di Desa Wolo Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan, (2) Mengetahui Pendapatan petani semangka dalam usahatani semangka di Desa Wolo Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Populasi penelitian ini adalah petani yang berusahatani semangka di Desa Wolo Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Sampel penelitian ini sebanyak 40 petani semangka teknis yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumetasi, angket dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan revenue cost ratio. Hasil peneilitian menunjukkan pengetahuan petani semangka berada pada kategori sedang 66,75 %, walupun mayoritas pendidikan formal petani hanya tamat SD. Hal ini dikarenakan petani memiliki pengalaman berusahatani semangka lebih dari 20 tahun yang menandakan bahwa semakin lama pengalaman bertani maka membentuk pengetahuan yang baik. Hasil pendapatan petani menanam semangka sebanyak 2,69 kali modal yang dikeluarkan.
Implementasi Program Sekolah Sungai Boyolali Sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana Oleh Bpbd Kabupaten Boyolali Marlina, Iin; Suharini, Erni
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30142

Abstract

The purpose of the study was to describe the implementation of the Sekolah Sungai Boyolali program as an effort to reduce disaster risk, obstacles in the implementation of the Sekolah Sungai Boyolali, knowledge and society awareness about disaster risk reduction. Data collection used test instruments, questionnaires, interviews and documentation. Data analysis used descriptive methods to analyze the implementation and obstacles in the Sekolah Sungai Boyolali, descriptive statistical methods to analyze society knowledge and awareness to flood disaster risk reduction. The results of this study indicate that after the implementation of the Sekolah Sungai Boyolali is known society knowledge about flood disaster risk reduction is an average of 74 in the high category. Society awareness about disaster risk reduction is an average of 70,6 in high category. Obstacles in implementation of Sekolah Sungai Boyolali: time of implementation, facilities dan infrastructure in the implementation of socialization and river depuration, final evaluation. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tentang implementasi program Sekolah Sungai Boyolali sebagai upaya pengurangan risiko bencana, hambatan dalam implementasi Sekolah Sungai Boyolali, pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang pengurangan risiko bencana. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes, angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif digunakan untuk menganalisis tentang implementasi dan hambatan dalam Sekolah Sungai Boyolali, metode statistik deskriptif untuk menganalisi pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pengurangan risiko bencana banjir. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah implementasi Sekolah Sungai Boyolaili diketahui pengetahuan masyarakat tentang pengurangan risiko bencana banjir memiliki rata-rata 74 yang termasuk kategori tinggi. Kepedulian masyarakat tentang pengurangan risiko bencana banjir memiliki 70,6 yang termasuk kategori tinggi. Hambatan yang menjadi kendala implementasi Sekolah Sungai Boyolali : waktu pelaksanaan, sarana dan prasarana dalam pelakasanaan sosialisasi dan bersih sungai, evaluasi akhir.
Pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) Berbasis Masalah Banjir Pada Materi Pokok Mitigasi Bencana Alam Firnanda, Sa'dan; Santoso, Apik Budi
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30143

Abstract

The purpose of this research is to find out: 1) The learning preparation about natural cruising around (JAS) method based on the material of flooding problem on natural disaster mitigation, include the natural cruising around RPP of natural disaster mitigation material 2) The implementation of natural cruising around (JAS) based on the material of flooding problem on the natural disaster mitigation include the activity of teacher and student activity, 3) The natural cruising around learning evaluation based on the material issues of the natural disaster mitigation include the results of the study of knowledge, study attitude result and study skills. The technique of collecting data are test, observation, question form, documentation, and interviews. The analytical techniques using descriptive precentage. The result of this reasearch showed that 1) The learning preparation is JAS RPP device of natural disaster mitigation material entered criteria very well with the percentage reached 91,7%, 2) The student activity in learning reached 85% and The tecaher activity reached 83,13% so, the criteria is very well 3) the results of study knowledge of students who complete test reached 77%, the results of the study skills is well with the average result of 81,25%. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) Perencanaan pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis masalah banjir pada materi mitigasi bencana alam meliputi perangkat RPP Jelajah Alam Sekitar (JAS) materi Mitigasi Bencana Alam, 2) Pelaksanaan pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis masalah banjir pada materi mitigasi bencana alam meliputi aktivitas guru dan aktivitas siswa, 3) Evaluasi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis masalah pada materi mitigasi bencana alam meliputi hasil belajar pengetahuan, hasil belajar sikap dan hasil belajar ketrampilan. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) persiapan pembelajaran yaitu perangkat RPP JAS materi Mitigasi Bencana Alam masuk kriteria sangat baik dengan persentase mencapai 91,7%, 2) Aktivitas siswa dalam pembelajaran yaitu 85% dan aktivitas guru mencapai 83,13% sehingga masuk kriteria sangat baik, 3) hasil belajar pengethauan dari 26 siswa memliki nilai rata-rata sebesar 82 dengan KKM yang diterapkan di sekolah sebesar 80, siswa yang mendapat nilai tuntas sebanyak 20 atau 77% sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 6 atau 23%, sehingga dapat dikatakan hasil belajar pengetahuan siswa sebagian besar sudah tuntas.
Implementasi Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Geografi di Sma Negeri SeKabupaten Pemalang Hermawan, Arief Yulianto; Sriyanto, Sriyanto
Edu Geography Vol 7 No 2 (2019): Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v7i2.30144

Abstract

The purpose of this study was to (1) find out the learning planning in the 2013 curriculum implementation (2) find out the implementation of learning in the 2013 curriculum implementation (3) find out the assessment system in the 2013 curriculum (4) analyze the driving and inhibiting factors in the 2013 curriculum implementation. The purposive sampling technique was used to take a sample of 10 geography teachers from 10 schools, where each school was taken by 1 geography teacher who had participated in the training and implemented the 2013 curriculum during learning. Data collection uses questionnaires, observation, interviews and documentation. The results of the study show that (1) the geography teacher's learning planning falls into very good criteria (2) the implementation of learning by geography teachers in which 7 schools fall into very good criteria and 3 schools fall into sufficient criteria (3) teacher assessment geography falls into very good criteria (4) there are still some obstacles faced by geography teachers in implementing the 2013 curriculum. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui perencanaan pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013 (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013 (3) mengetahui sistem penilaian dalam kurikulum 2013 (4) menganalisis faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam implementasi kurikulum 2013. Teknik purposive sampling digunakan untuk mengambil sampel sebanyak 10 guru geografi dari 10 sekolah, dimana setiap sekolah diambil 1 guru geografi yang sudah ikut pelatihan dan mengimplementasikan kurikulum 2013 pada saat pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan quesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) perencanaan pembelajaran oleh guru geografi masuk ke dalam kriteria sangat baik (2) pelaksanaan pembelajaran oleh guru geografi dimana 7 sekolah masuk ke dalam kriteria sangat baik dan 3 sekolah masuk ke dalam kriteria cukup (3) penilaian pembelajaran oleh guru geografi masuk ke dalam kriteria sangat baik (4) masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh guru geografi dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

Filter by Year

2012 2023