cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Faktor Kunci Sukses Penerapan Value Engineering (Ve) Pada Bangunan Gedung Di Indonesia Ariadi Ariadi
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan VE di Indonesia kurang berkembang dengan baik karena masih banyaknya permasalahan yang dihadapi, kurang berkembangnya penerapan VE di Indonesia diantaranya peraturan perundangan dalam pelaksanaan dan adanya beberapa konsep seperti definisi VE, nilai (value), biaya (cost), fungsi, manfaat (worth) dan faktor kunci sukses penerapan VE tidak sepenuhnya dipahami dengan benar. Pada penelitiaan ini akan dilakukan identifikasi apa yang menjadi faktor kunci sukses penerapan Value Engineering pada proyek bangunan gedung di Indonesia dengan studi kasus proyek-proyek yang ada di daerah DKI Jakarta dan Kota Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan analisi deskriftip. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini diketahuinya faktor kunci sukses penerapan VE dan faktor yang paling dominan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Maturitas Enterprise Risk Management (Erm) Kontraktor Besar Di Indonesia Andreas Kurniawan; Andreas Wibowo
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebesar 85 persen nilai pasar konstruksi dikuasai oleh kontraktor besar yang hanya 5 persen dari total 160.000 badan usaha. Tingginya nilai pasar konstruksi yang dikuasai oleh kontraktor besar tersebut identik dengan banyaknya kegiatan, tingginya tingkat kesulitan, dan berbagai ketidakpastian. Enterprise Risk Management (ERM) adalah salah satu pendekatan holistik dalam mengidentifikasi risiko perusahaan yang mungkin dihadapi dan menentukan respon yang tepat sesuai dengan risk appetite perusahaan. Standar NasionalIndonesia (SNI) ISO 31000:2011 tentang manajemen risiko, merupakan panduan yang resmi dalam proses pelaksanaan manajemen risiko. Selain itu, beberapa perusahaan kontraktor juga menerapkan sistem manajemen mutu dengan baik yang ditandai dengan sertifikasi ISO 9001. Penelitian ini bertujuan mencari faktor-fakor yang mempengaruhi maturitas ERM kontraktor besar di Indonesia berdasarkan implementasi ISO 31000:2011, sertifikasi ISO 9001, klasifikasi perusahaan, dan pengalaman perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perusahaan yang mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO 31000:2011 dengan perusahaan yang tidak mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO 31000:2011. Perusahaan yang mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO 31000:2011 memiliki tingkat kematangan manajemen risiko yang lebih baik daripada perusahaan yang tidak mengadopsi kerangka manajemen risiko ISO31000:2011. Faktor pengalaman perusahaan juga menentukan tingkat maturitas ERM perusahaan. Perusahaan dengan pengalaman lebih banyak terbukti memiliki tingkat maturitas ERM yang lebih matang.
KAJIAN QUANTITY SURVEYOR PADA TAHAP PRE CONTRACT DAN POST CONTRACT STUDY KASUS PROYEK AD-PREMIER OFFICE – JAKARTA Mawardi Amin; Agus Sutanto
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Pre Contract merupakan suatu proses dimana pihak pemberi tugas dan team Konsultanmelakukan persiapan sebelum proyek dilaksanakan dilapangan, sedangkan dalam Post Contract sendirimerupakan suatu proses dimana pemantauan pekerjaan pada saat pelaksanaan dilapangan sampai proses serahterima oleh Penerima Tugas kepada Pemberi tugas. Dengan meneliti tahap-tahap baik Pre Contract maupun PostContract dapat diketahui pihak-pihak yang bertanggung jawab, masalah-masalah yang sering timbul sepertiperbedaan Budget yang terjadi antara Estimasi Biaya dengan nilai yang keluar pada Bill of Quantity (BQ) padasaat Pre Contract dan permasalahannya, lingkup kontrak yang terjadi saat Post Contract yang merupakanpermasalahan yang sering timbul pada Consultant Quantity Surveyor sebagai pihak independen antara PemberiTugas dengan Penerima Tugas.Studi kasus ini akan melakukan penelitian permasalahn yang terjadi pada kedua tahap tersebut,melakukan perbandingan antara budget saat Estimasi Biaya dengan hasil Bill of Quantity (BQ) pada proyek ADPremier Office – Jakarta. Hasil dari penelitian ini memberikan jawaban bahwa nilai BQ dengan akurasiperhitungan yang sesuai dengan Standart of Remeusurment tidak terlalu jauh nilai perbedaanya dengan tingkatakurasi yang dihasilkan oleh Estimasi awal yang merupakan nilai budget perkiraan yang dihitung olehConsultant Quantity Surveyor.
ANALISIS FAKTOR CHANGE ORDER PADA PROYEK PEKERJAAN BANGUNAN AIR Dikdik Moh. NS
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Change Order hampir dipastikan terjadi dalam proyek konstruksi, agar proyek dapat terselesaikan dengan tujuan memenuhi keinginan dan harapan pengguna jasa, tetapi bila terlalu banyak terjadi Change Order pada proyek konstruksi akan merugikan. Apalagi pada konstruksi bangunan air tingkat Change Order cukup sering hal tersebut harus diminimalisasi dengan diidentifikasi apa yang menjadi penyebab terjadinya Change Order. Pada penelitiaan ini dilakukan penelusuran apa yang menjadi faktor penyebab Change Order proyek bangunan air dengan studi kasus proyek-proyek pemerintah Daerah di Wilayah Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan analisi Deskriptif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan lima faktor yang paling dominan terjadinya Change Oeder adalah (1) Masalah kontraktor, (2) Kondisi fisik lapangan, (3) Perubahan ruang lingkup, (4) Masalah konsultan pengawas/pengawas internal dan (5) Kesalahan atau kelalaian dalam desain, (6) Masalah di lokasi proyek, (7) Kebijakan pemilik proyek, (8) Kendala keamanan dan keselamatan, (9) Masalah pembiayaan proyek dan apabila dilihat dari unsur pemangku kepentingan Change Order lebih banyak disebabkan oleh penyedia jasa.
Efisiensi Hidrodinamis Pemecah Gelombang Tegak Komposit Balok Kotak Dan Tiang Pancang Dengan Pengisi Batuan Frans Rabung; M. Saleh Pallu; M. Arsyad Thaha; A. Bakri Muhiddin
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara kepulauan yang memiliki pantai terpanjang didunia, Indonesia membutuhkan banyak pemecahgelombang (termasuk groin dan revetment) tidak hanya untuk melindungi pantai dari penggerusan tetapi jugademi menjaga ketenangan air di kolam pelabuhan untuk manuver kapal dan operasi bongkar-muat. Akan tetapi,sampai sekarang di Indonesia, banyak konstruksi pemecah gelombang dan revetment tidak memperhatikan teknikpantai dan manajemen dengan baik. Ada banyak pemecah gelombang, groin dan revetment yang telah dibangununtuk melindungi pantai-pantai yang kritis, tetapi perencanaan dan konstruksi tidak profesional sehingga merekatidak bertahan lama. Contoh terdekat adalah Pantai Tanjung Bunga, Makassar. Beberapa groin yang dibangun diPantai Akkarena rusak hanya dalam beberapa tahun. Sebuah pemecah gelombang yang terbuat dari silindersilinderbeton, runtuh sebelum selesai. Penyebab kelangkaan pembangunan pemecah gelombang (yang baik)adalah biaya tinggi yang dibutuhkan akibat kesulitan bekerja di laut dan kebutuhan material (yang memenuhisyarat) yang sangat banyak. Studi ini mencari jalan keluar berupa pemecah gelombang (vertikal) yang terbuatdari balok-kotak, tiang-pancang dan pengisi beton. Telah diketahui bahwa pemecah gelombang gundukan batuadalah yang paling efektif meredam energi gelombang (baik transmisi maupun refleksi), dan bahkan setelahruntuh pun masih dapat berfungsi; dengan sedikit perbaikan pada kerusakan, ia akan berfungsi lagi semakin baik.Persoalan utama adalah kebutuhan material yang sangat banyak, dan sebahagian harus dalam ukuran besar.Material ini biasanya diperoleh dari peledakan gunung-gunung batu yang berkualitas baik (SG > 2.7), hal yangsekarang sulit dilakukan karena issue lingkungan. Dengan pemecah gelombang vertikal, ukuran dan jumlah batuyang dibutuhkan sangat berkurang.
Kuat Geser Dan Daktilitas Pada Balok Castellated Modifikasi Komposit Mortar Akibat Beban Siklik Martyana Dwi Cahyati; Iman Satyarno
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur baja castellated merupakan struktur yang terbuat dari balok IWF yang memiliki bukaan lubang berupa heksagonal, lingkaran, maupun persegi. Dengan adanya bukaan lubang maka akan menambah ketnggian penampang yang mampu meningkatkan momen inersia yang terjadi pada balok, sehingga beban maksimum yang dapat dipikul balok juga akan meningkat, namun balok tersebut juga memiliki kelemahan yaitu terjadinya mekanime vierendeel. Oleh karena itu, Pada penelitian ini dikaji perilaku balok castellated komposit mortar akibat beban siklik yang memodelkan beban gempa di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kekuatan ultimte, daktilitas, dan pola keruntuhan pada balok castellated komposit mortar. Benda uji terbuat dari profil 2L.30.3.3, tulangan ø 13 mm, dan mortar yang memiliki nilai fas 0,4 dengan perbandingan1:1,5. Beban siklik yang diaplikasikan mengacu pada ACI T1.1-01. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai kapasitas beban ultimate pada balok sebesar 203,5 kN untuk siklus positif dan 201,5 untuk siklus negatif. Lendutan yang terjadi sebesar 3,46 mm untuk siklus positif dan 3,36 untuk siklus negatif. Nilai daktilitas rata-rata yang didapat sebesar 3,45. Dari hasil tersebut dapat diklasifikasikan bahwa struktur memiliki tingkat daktilitas sedang.
PENGARUH LINGKUNGAN KLIEN DALAM INTEGRASI “SUPPLY CHAIN” PADA PROYEK KONSTRUKSI Mirnayani Mirnayani
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi adalah sebuah proyek dimana terdapat beberapa pihak yang terlibat , yaitu klien/owner,konsultan, kontraktor, dan para supplier, yang masing-masing memiliki peran berbeda-beda dalam suatu rantaisupply chain. Supply Chain Management telah lama digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja supplychain di konstruksi. Meningkatkan koordinasi diantara pihak yang terlibat dalam satu rantai supply chainmerupakan tujuan dan dasar utama dalam peningkatan integrasi supply chain. Klien adalah inti dari supply chainyang berpengaruh terhadap derajat integrasi dalam supply chain dan secara keseluruhan menentukan kesuksesanproyek. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian inferensial dengan menggunakan analisa regresiberganda untuk mengetahui hubungan antar lingkungan klien dengan integrasi supply chain. Penelitian inimenggunakan metode survey dengan bantuan kuisioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan datanya.Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, model persamaan regresi linier berganda antara lingkungan kliendengan integrasi supply chain untuk variabel terikat Koordinasi yaitu Y = 0,6763 + 0.2649 X1 + 0,0412 X2 +0,3184 X3 + 0,1531 X4 ; untuk variabel terikat Komitmen Y = 0,833 + 0,226 X1 + 0,362 X2 + 0,023 X3 + 0,111X4; untuk variabel terikat Kolaborasi Y = 2,024 - 0,082 X1 + 0,269 X2 + 0,145 X3 - 0,009 X4. Berdasarkan ujimodel yang dilakukan, disimpulkan bahwa hubungan variable bebas faktor lingkungan klien terhadapkoordinasi dan komitmen dalam integrasi supply chain secara signifikan berpengaruh. Sedangkan Faktor-faktorlingkungan klien menyangkut faktor personal, departemen, organisasi dan eksternal secara bersama-sama tidakberpengaruh signifikan terhadap kolaborasi pada proyek. Dari keempat variabel tersebut, departemen merupakanfaktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap integrasi supply chain.
HUBUNGAN KUAT TARIK BELAH DENGAN KUAT TEKAN BETON RINGAN DENGAN CRUMB RUBBER DAN PECAHAN GENTENG Daniel Mandala Putra; Darma Widjaja
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyelidiki hubungan kuat tarik belah dengan kuat tekan beton ringan dengan crumb rubber dan pecahan genteng. Pecahan genteng digunakan sebagai pengganti agregat kasar sebagian atau seluruhnya dengan variasi kadar 25%, 50%, dan 75%. Untuk agregat kasar digunakan batu pecah dan batu tidak pecah. Sedangkan crumb rubber digunakan sebagai pengganti pasir secara keseluruhan. Faktor air semen ditetapkan pada nilai 0,28. Benda uji yang dibuat adalah benda uji silinder berukuran diameter 150mm dan tinggi 300mm. Sampel benda uji dibuat sebanyak 36 buah. Perawatan benda uji dilakukan dengan merendam beton selama 28 hari. Pengujian kuat tarik belah dan kuat tekan dilakukan ketika umur benda uji mencapai 28 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa beton ringan dapat dibuat dengan menggunakan crumb rubber dan pecahan genteng pada faktor air semen 0,28. Hasil nilai rata-rata pengujian kuat tekan beton campuran crumb rubber dan pecahan gentengan variasi batu pecah 75 % dan genteng 25% adalah 18,533 MPa. Berat isi beton crumb rubber adalah 1750 kg/m3 -1850 kg/m3 . Hasil pengujian ini menunjukan bahwa kuat tekan beton masuk kriteria kuat tekan beton ringan struktural yakni 17,24 MPa. Sedangkan hasil nilai rata-rata pengujian kuat tarik belah beton crumb rubber variasi batu pecah 75 % dan genteng 25% adalah 2 MPa. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa kuat tarik belah beton masuk kriteria kuat tarik belah beton ringan struktural yakni 2 MPa. Penggunaan crumb rubber memberi pengaruh pada penurunan berat jenis, penurunan kuat tekan dan kuat tarik belah. Penggunaan crumb rubber pada campuran beton sangat berguna untuk mengurangi limbah karet yang tidak terpakai dan melestarikan batuan alam karena mengurangi kebutuhan untuk menambang agregat alami.
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK BATA BETON DI YOGYAKARTA Hakas Prayuda; Hanif Nursyahid; Fadillawaty Saleh
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata beton di Indonesia merupakan bahan material yang sudah lama dikenal dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Bata beton terdiri dari dua jenis yaitu bata beton berlubang dan bata beton pejal. Di Indonesia khususnya wilayah Yogyakarta banyak sekali pabrik-pabrik pembuat bata beton, akan tetapi pada proses pembuatannya sering dijumpai masalah yaitu bata beton yang dibuat tidak diketahui memenuhi standar dan tidak. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 10 sampel dari 10 lokasi tempat diempat kabupaten di wilayah Yogyakarta. Pemeriksaan awal di lapangan meliputi pemeriksaan komposisi material yang digunakan, jenis material dan metode pembuatan. Pemeriksaan ke dua dilakukan meliputi pengujian sifat fisik yaitu menganalisa dimensi/ukuran, tekstur/bentuk, dan sifat mekanik yaitu pengujian densitas, penyerapan, kadar air, berat jenis dan Initial Rate of Suction (IRS), kuat tekan dan modulus elastisitas.
KARAKTERISTIK BETON BUSA MENGGUNAKAN ABU CANGKANG KERANG HIJAU SEBAGAI BAHAN PENGANTI SEMEN PORTLAND Triastuti Triastuti; Ananto Nugroho
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kepedulian terhadap masalah lingkungan, pengembangan bahan beton diupayakan berasal dari limbah atau bahan organik. Dalam penelitian ini, cangkang kerang hijau digunakan sebagai bahan penganti semen dengan kadar yang digunakan sebesar 0%, 5%, 7,5% dan 10% dari berat total semen. Ruang lingkup penelitian ini termasuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dari beton busa yang meliputi berat jenis beton busa, kuat tekan dan kuat lentur. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa berat jenis beton busa sebesar 604 kg/m3 sampai 697 kg/m3. Kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 1.4 MPa – 1.6 MPa. Sedangkan kuat lenturnya sebesar 0.85 MPa – 0.95 MPa.

Page 2 of 12 | Total Record : 117