cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Solusi Alternatif Keterlambatan Pembangunan Rumah Sakit Gedung Inspektorat Provinsi Jawa Timur Tahap II dengan Metode TCTO Andardi, Faris Rizal; Wahyudiono, Sandi; Wibisono, Wiku Darmawan
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i2.04

Abstract

Keterlambatan merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi yang menyebabkan bertambahnya waktu pelaksanaan dan biaya. optimasi dilakukan di lokasi pembangunan gedung Rumah Sakit Inspektur Provinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan solusi untuk mengatasi keterlambatan pelaksanaan proyek. Penelitian ini menggunakan metode TCTO (Time-Cost Trade-off) dengan mempertimbangkan pekerjaan penting dan tidak penting dalam melakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program darurat dengan kerja lembur dapat menghasilkan efisiensi waktu sebesar 32,15% dengan keuntungan proyek sebesar 0,96%.
Analisis Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera di Segmen Sumatera Selatan Lutfiansyah, Yopi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.07

Abstract

Salah satu masalah terpenting dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah keterlambatan (delay) jadwal proyek. Keterlambatan pelaksanaan proyek selalu menimbulkan akibat yang cukup merugikan bagi pihak pengguna dan penyedia jasa. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor yang sangat mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan tol trans Sumatera di segmen Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data melalui teknik kuesioner (angket) dan diolah menggunakan metode statistik SEM-PLS. Penelitian ini ditargetkan untuk dimasukan ke dalam luaran publikasi ilmiah nasional dan Jurnal Rekayasa Sipil. Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking-rangking tiap faktor yang berpotensi terhadap keterlambatan proyek (pada progress 100%) sesuai schedule proyek yang ditetapkan oleh pemilik proyek dan kontraktor. Faktor-faktor yang berpotensi penyebab keterlambatan schedule proyek yang dilaksanakan oleh PT. X secara berurutan dimulai dari penyebab terbesar sebagi berikut: (1). Akuisisi lahan, (2) Sengketa lahan, (3). Keterlambatan material ke proyek , (4) Perbaikan pekerjaan/Rework
Identifikasi Faktor Dominan Berpengaruh terhadap Kinerja Waktu Proyek Pembangunan Jalur KA Makassar-Parepare pada masa Pandemi Covid-19 Wijayanto, Imam Aziz; Amin, Mawardi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i2.05

Abstract

Munculnya novel coronavirus disease 2019 (COVID-19) pada akhir tahun 2019 telah berubah dari epidemi menjadi bencana pandemi pada tahun 2020 dan memberikan dampak yang besar pada seluruh sektor khususnya konstruksi, dimana salah satunya adalah pembangunan Jalan Kereta Api Makassar-Parepare. Akibatnya, waktu pelaksanaan kontrak pekerjaan yang awalnya direncanakan selama 18 bulan yang ditandatangani pada bulan September 2019 sebelum pandemi Covid-19. Setelah pandemi pelaksanaan pekerjaan mengalami keterlambatan yang bervariasi antara 6-22 bulan sehingga waktu pelaksanaan pekerjaan bertambah menjadi 24-40 bulan, yang disebabkan oleh beberapa faktor yang terjadi akibat pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kinerja waktu proyek tersebut. Metode penelitian dengan pendekatan metode kuantitatif yang diukur menggunakan skala Likert, sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kemudian dianalisis menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Penelitian ini menguji 15 faktor yang berpotensi mempengaruhi kinerja waktu proyek, hasil penelitian ini mengidentifikasi lima faktor yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kinerja waktu proyek, yaitu: kelangkaan material atau kekurangan pasokan, gangguan dalam perencanaan dan penjadwalan, kinerja peralatan yang tidak optimal, fluktuasi mendadak dalam bahan konstruksi, dan penundaan pasokan material atau masalah logistik.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Biaya Proyek MRT Jakarta Fase-1 Menggunakan Pendekatan Logika Fuzzy Enrica, Marsha; Purba, Humiras Hardi; Susetyo, Budi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i2.01

Abstract

Kenaikan biaya merupakan fenomena yang sangat sering terjadi dan hampir terkait dengan semua proyek industri konstruksi. Analisis alasan pembebanan biaya proyek konstruksi merupakan langkah penting untuk memperbaiki sistem estimasi biaya yang ada dan dapat digunakan untuk menentukan area dimana perbaikan terbesar dapat diperoleh. Indonesia memiliki pengalaman baru terkait pelaksanaan proyek MRT Jakarta Fase-1 yang tentunya masih terdapat berbagai kekurangan dalam perencanaannya dan mengalami kendala ketika pelaksanaannya yang salah satunya berakibat pada kenaikan biaya proyek. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kenaikan biaya pada MRT Jakarta Fase-1 dengan menggunakan pendekatan logika fuzzy. Data-data yang dikumpulkan diperoleh langsung dari pihak MRT Jakarta dan penyebaran kuesioner kepada 35 orang yang kompeten terkait pembahasan penelitian ini. Hasil pada penelitian ini adalah Faktor Manajemen merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap Kenaikan Biaya dibandingkan dengan Faktor Teknis. Jika salah satu kondisi Faktor Teknis (Besar, Sedang, Kecil) disandingkan dengan Faktor Manajemen yang tidak efektif maka Kenaikan Biaya sudah berada pada level tinggi. Melihat hasil pada penelitian ini, maka Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat untuk pihak-pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan hingga pelaksanaan pembangunan MRT Jakarta fase berikutnya.
Prioritas Risiko Pada Kinerja Biaya Pembangunan Jalan Kereta Api Padang-Pariaman Menggunakan Analytic Hierarchy Process Darmawanti, Erlina Agustin; Amin, Mawardi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i2.06

Abstract

Proyek pembangunan jalan kereta api tidak terlepas dari risiko, baik pada pra konstruksi, pelaksanaan konstruksi, maupun pasca konstruksi. Proyek pembangunan jalan kereta api lintas Padang – Pariaman terjadi keterlambatan pekerjaan dan tiga kali adendum biaya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi risiko biaya serta mencari respon risiko guna meminimalisasi terjadinya dampak risiko proyek tersebut. Metode ilmiah yang digunakan adalah metode Analytic Hierarchy Process. Metode Analytic Hierarchy Process digunakan untuk menentukan prioritas risiko yang sangat berdampak. Adapun kelebihan Analytic Hierarchy Process adalah sebelum menentukan alternatif mana yang akan dipilih, metode ini dapat menentukan tingkat kepentingannya terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai bobot prioritas. Dari hasil penelitian diketahui tiga risiko yang mempunyai bobot tertinggi yaitu kenaikan harga bahan bangunan dengan nilai bobot 0,358, kesalahan estimasi biaya dengan nilai bobot 0,178 dan perubahan kebijakan harga BBM dengan nilai bobot 0,151. Respons risiko kenaikan harga bahan bangunan dan perubahan kebijakan harga BBM yaitu jika kenaikan harga bahan bangunan mencapai 5% dari harga awal, hal ini masih dalam batas risiko kontraktor. Jika kenaikan harga lebih dari 10-15%, maka perlu dilakukan peninjauan kembali atau eskalasi, dan nilai kontrak yang disepakati sudah termasuk biaya kemungkinan akibat kenaikan dan penurunan biaya yang lain, respon risiko untuk kesalahan estimasi biaya yaitu dengan melakukan pendekatan perbandingan data pasar dalam estimasi.
Identification of Irrigation Performance Indicator using Remote Sensing Roy, Andreas F.V.; Zicco, Zicco; Setiawan, Theresita Herni; Djaja, Jonathan; Eddy, Liyanto; Adianto, Yohanes L.D.
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i2.02

Abstract

Irrigation system is one of the important physical infrastructures for achieving the objectives of the Sustainable Development Goals program in 2030. Good performance of the irrigation system will positively contribute to the agricultural sector and improve the farmer welfare. Indonesia has a modern irrigation management unit which is responsible for the operation and maintenance of irrigation in an irrigation area with participatory, needs-based, effective, efficient and sustainable principles that guarantee a better level of service for water-using farmers. Remote sensing technology has the potential to assist in the new assessment process on existing irrigation systems to improve agricultural quality. Therefore this paper aimed to identify irrigation performance indicators that can be measured using remote sensing to help the development and the operation & maintenance of modern irrigation systems in Indonesia become more effective, efficient, and sustainable. The method used the Simplified Surface Energy Balance (SSEBop) model to calculate the actual evapo-transpiration value. The study case was on Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung West Java irrigation area produces actual evapo-transpiration values that were described spatially of 1.59 to 5.99 mm per day. Low levels of actual evapo-transpiration indicated that plants lack of water or deficit irrigation. Therefore, the actual evapo-transpiration values can be used to improve service level performance on modern irrigation systems in Indonesia such as water loss, water supply, irrigation water allocation, and water allocation interval.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol Dina, Desy Mei; Amin, Mawardi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i2.03

Abstract

Standar Pelayanan Minimal jalan tol sangat diperlukan untuk menjamin tercapainya kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan berlalu lintas bagi pengguna jalan tol. Standar Pelayanan Minimal yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16/PRT/M/2014 berlaku untuk seluruh jalan tol di Indonesia. Monitoring dan evaluasi terhadap pemenuhan          Standar Pelayanan Minimal jalan tol ini sudah dilakukan secara rutin, namun masih banyak ditemukan beberapa indikator yang belum dipenuhi oleh Badan Usaha Jalan Tol. Penelitian  ini bertujuan mencari tahu hubungan kinerja SPM terhadap kepuasan pengguna jalan tol di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil kuisioner yang dilakukan pada 14 ruas jalan tol pada tahun 2021. Tingkat kepuasan pengguna tertinggi adalah Petunjuk Jalan (perambuan, marka jalan, guide post/reflektor, patok kilometer, dan patok hektometer) dengan rata-rata skor skala Likert (4,058), kemudian disusul oleh Kebersihan (4,006), dan Kecepatan Transaksi Rata-rata (3,904). Tiga indikator SPM jalan tol dengan tingkat kepuasan pengguna paling adalah Toilet pada TI dan TIP dengan rata-rata skor skala Likert (3,431), kemudian disusul oleh Jumlah Antrian Kendaraan (di Gardu Tol) (3,532), dan On/Off Ramp pada TI dan TIP (3,562).
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pembengkakan Biaya Konstruksi (Cost Overrun) pada Proyek Konstruksi Jalan Nasional (Studi Kasus: Paket Ruas Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat) Yosritzal, Yosritzal; Haryadi, Deri; Putri, Elsa Eka
Rekayasa Sipil Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i2.09

Abstract

Pada sebagian pelaksanaan proyek konstruksi khususnya di jalan nasional Indonesia tidak terlepas dari pembengkakan biaya (cost overrun). Kondisi ini bisa mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan dan bahkan pemutusan kontrak kerja. Untuk itu perlu dilakukan analisis tentang faktor apa saja yang mempengaruhi pembengkakan biaya konstruksi (cost overrun), dengan tujuan akan dapat menentukan strategi pelaksanaan konstruksi yang lebih baik dan kemudahan dalam mencari solusi pemecahan permasalahan akibat pembengkakan biaya (cost overrun). Penelitian-penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi beragam faktor sesuai dengan karakteristik jenis dan lokasi studi masing-masing. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat membantu dalam menentukan bobot prioritas faktor-faktor yang telah ditentukan sehingga didapatkan gambaran tentang faktor yang paling mempengaruhi pembengkakan biaya (cost overrun) di jalan nasional wilayah II Provinsi Sumatera barat. Hasil pembobotan pada kriteria jika diurutkan dari pengaruh yang paling besar adalah Estimasi Biaya (21,20%), Material (19,66%), Aspek Keuangan Proyek (14,20%), Peralatan (12,63%), Tenaga Kerja (12,37%), Waktu Pelaksanaan (9,11%), Hubungan Kerja (7,13%) dan Eksternal (3,70%).
Analisis Perbandingan Penerapan Metode Earned Value dan Earned Schedule pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Underpass XYZ Anggraeni, Resti; Handayani, Anjas
Rekayasa Sipil Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i2.10

Abstract

Dalam suatu proyek konstruksi kerap kali terjadi keterlambatan dari jadwal yang ditentukan, sehingga diperlukan prediksi durasi penyelesaian proyek. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan akurasi perhitungan Metode Earned Value dan Earned Schedule dalam memprediksi durasi akhir proyek dengan durasi penyelesaian proyek aktual sebesar 116 minggu. Berdasarkan perhitungan dengan metode Earned Value didapatkan hasil prediksi penyelesaian proyek pada minggu ke-38 yaitu selama 128,9 minggu, pada minggu ke-52 selama 126,9 minggu, pada minggu ke-79 selama 122,2 minggu, pada minggu ke-104 selama 116,3 minggu, pada minggu ke-105 selama 116,2 minggu. Sedangkan berdasarkan perhitungan dengan metode Earned Schedule didapatkan hasil prediksi penyelesaian proyek pada minggu ke-38 yaitu selama 246,4 minggu, pada minggu ke-52 selama 137,6 minggu, pada minggu ke-79 selama 146,0 minggu, pada minggu ke-104 selama 117,1 minggu, pada minggu ke-105 selama 118,0 minggu.  Dari hasil tersebut terlihat bahwa prediksi waktu penyelesaian proyek lebih akurat dengan menggunakan metode Earned Value.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR PERENCANAAN DAN FAKTOR PELAKSANAAN TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK JALAN TOL PROBOLINGGO – BANYUWANGI PAKET 2 Joshua, Joshua; Sunandar, Ali
Rekayasa Sipil Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i2.11

Abstract

Proyek konstruksi merupakan serangkaian aktivitas yang saling berkaitan dengan tujuan mencapai target spesifik, seperti pembangunan gedung atau struktur lainnya, dengan mempertimbangkan batasan waktu, biaya, dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Setiap tahap dalam proyek konstruksi memerlukan perencanaan yang cermat dan terstruktur dengan baik. Ini mencakup pengelolaan waktu, yang melibatkan penyusunan jadwal untuk perencanaan dan pelaksanaan dalam kerangka waktu yang telah diatur. Jalan Tol Probolinggo - Banyuwangi adalah bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Jalan tol ini, yang merupakan bagian akhir dari Jalan Tol Trans Jawa, akan dibangun dalam dua tahap. Berdasarkan laporan kemajuan pada minggu ke-55 untuk Proyek Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 2, terdapat keterlambatan dalam pelaksanaan. Realisasi kemajuan pekerjaan hanya mencapai 34,77%, sementara kemajuan yang direncanakan seharusnya 52,05%. Uji instrumen dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Validasi pakar digunakan untuk memperoleh tanggapan dari para ahli terkait variabel yang ditemukan peneliti melalui studi literatur. Kuesioner disebarkan kepada 30 staf kontraktor utama yang terlibat dalam pembangunan Proyek Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 2. Faktor perencanaan dan pelaksanaan diketahui secara parsial memengaruhi keterlambatan Proyek Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 2. Koefisien untuk perencanaan dan penyusunan jadwal yang tidak efektif adalah 4,948, sementara untuk keterlambatan bahan dan material adalah 4,767. Faktor perencanaan dan penyusunan jadwal yang tidak efektif mendapatkan skor total 112 dengan rata-rata 3,73, sedangkan faktor keterlambatan bahan dan material mendapatkan skor total 106 dengan rata-rata 3,53.

Page 12 of 13 | Total Record : 122