cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
HUBUNGAN VOLUME LALU LINTAS, KECEPATAN TEMPUH, DERAJAT KEJENUHAN, KERAPATAN DAN ARUS LALU LINTAS, PADA JALUR KHUSUS SEPEDA MOTOR (JKSM) DI JEMBATAN SURAMADU Agah Muhammad Mulyadi
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada akhir tahun 2013 populasi sepeda motor mencapai 85,45 juta unit dengan komposisi sepeda motor di jalan rata-rata mencapai hingga 70% (AISI, 2014). Dalam rangka memfasilitasi sepeda motor, maka terbitlah PP Nomor 44 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa ”Jalan tol dapat dilengkapi jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh antara volume lalu lintas, kecepatan tempuh, kerapatan, arus lalu lintas, dan derajat kejenuhan pada JKSM di jalan tol dengan metode analisis adalah regresi linier. Survei dilakukan pada lokasi JKSM Suramadu dengan mengumpulkan data kecepatan tempuh dan volume sepeda motor. Hasil analisis menunjukkan pengaruh volume terhadap kecepatan tempuh tidak terlalu signifikan dan bersifat negatif dengan nilai -0,324. Pengaruh bertambahnya kerapatan terhadap kecepatan tempuh di JKSM arah Madura adalah sebesar -0,460 sedangkan arah Surabaya sebesar -0,523 keduanya bersifat bertolak belakang. Pada JKSM arah Madura besarnya pengaruh faktor kerapatan terhadap arus sangat signifikan, yaitu sebesar 0,941 sedangkan pada arah Surabaya sebesar 0,966. Faktor pengaruh arus terhadap kecepatan tempuh di JKSM arah Madura adalah sebesar -0,195, sedangkan untuk arah Surabaya yaitu sebesar -0,391 keduanya bersifat bertolak belakang.
PENERAPAN EARNED VALUE METHOD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA BIAYA DAN JADWAL PADA PROYEK APARTEMEN Mirnayani Mirnayani; Armansyah Armansyah
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan suatu proyek akan dikaitkan dengan sejauh mana ketiga sasaran proyek, yaitu biaya,waktu dan mutu dapat terpenuhi. Sehubungan dengan karakteristik proyek yang dinamis diperlukan pengelolaan proyek yang baik agar ketiga sasaran tersebut dapat terpenuhi. Dalam pembangunan Apartemen Easton Park terjadi keterlambatan dari jadwal awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterlambatan proyek dengan menggunakan konsep Earned Value Method dengan mengukur biaya dan jadwal. Earned Value Concept terdiri dari tiga indikator yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Prosedur penelitian dimulai dengan melakukan studi kepustakaan, pengambilan data, melakukan pengamatan langsung pada proyek, dan merangkum hasil pengumpulan data-data yang ada. Hasil pembahasan menunjukkan nilai kinerja schedule proyek atau SPI sebesar 0.830 berarti proyek ini telah mengalami keterlambatan sebesar 10.005% dari rencana 95.587% dan realisasi 85.582%. Sedangkan dilihat dari segi kinerja biaya proyek nilai CPI sebesar 0.41 artinya biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Dari hasil analisa dapat diperkirakan biaya penyelesaian proyek sebesar Rp 194,487,569,560.821 sedangkan untuk waktu penyelesaian akhir pekerjaan didapat 1.023 hari
FUNGSI-FUNGSI KELEMBAGAAN UTAMA DALAM PEMBENTUKAN UNIT PENGELOLA IRIGASI MODERN DI INDONESIA: SEBUAH REKOMENDASI UNTUK PENERAPAN KEBIJAKAN Bangkit A Wiryawan; Gitta Anggraini; Astari Febriani Setiawan
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan unit pengelola irigasi di Indonesia merupakan amanat yang tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Kebutuhan ini didasari pada masih lemahnya upaya pengelolaan jaringan irigasi. Dari 3,3 juta hektar luas jaringan, sebanyak 52% berada dalam kondisi buruk pada tahun 2014. Untuk itu pembentukan unit irigasi yang dibawahi oleh seorang manajer merupakan langkah yang dianggap tepat untuk meningkatkan kondisi jaringan. Penelitian ini mencoba menemukenali faktor-faktor utama yang perlu ada dalam pembentukan sebuah kelembagaan pengelola irigasi modern (UPIM). Upaya tersebut dilakukan melalui audit pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan irigasi di daerah irigasi kewenangan pusat, baik yang dilaksanakan melalui mekanisme swakelola maupun melalui tugas pembantuan. Hasil temuan lapangan kemudian dianalisa melalui metode SWOT, diikuti dengan penentuan faktor-faktor kunci keberhasilan pengelolaan. Terdapat lima temuan fungsi utama pengelolaan irigasi modern dari hasil penelitian ini yaitu; (1) pemrograman dan sistem informasi, (2) pengendalian operasi dan pemeliharaan, (3) pengamanan irigasi, (4) knowledge center dan pengembangan SDM, dan (5) fungsi penyuluhan dan tata guna air (PTGA). Adanya fungsi knowledge center dan PTGA merupakan inovasi manajemen yang menjadi keunggulan dalam penelitian ini. Seluruh fungsi tersebut kemudian disusun dalam sebuah struktur kelembagaan yang didasarkan pada tipologi masing-masing daerah irigasi. Untuk kelancaran penerapan UPIM, diperlukan dukungan berupa surat keputusan serta pedoman pelaksanaan yang dapat dipahami oleh seluruh stakeholder.
PEMBUATAN BLOK REM KOMPOSIT SEBAGAI PENGGANTI BLOK REM KONVENSIONAL PADA MODA TRANSPORTASI KERETA API INDONESIA Eko Widodo; Agung Sumarno; Ismadi Ismadi
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blok rem komposit mulai diminati sebagai pengganti blok rem konvensional. Hal ini dikarenakan pemakaian blok rem komposit lebih menguntungkan dibandingkan dengan blok rem konvensional antara lain adalah lebih ringan, lebih awet, dan pemasangannya lebih mudah. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan blok rem komposit dengan menggunakan arang tempurung kelapa. Arang tempurung kelapa dipakai sebagai pengganti grafit yang berfungsi sebagai material gesek . Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Biomaterial LIPI.Blok rem komposit dicetak  sesuai ukuran blok rem tipe T 358 N. Komposisi penyusun blok rem komposit yaitu alumina (Al2O3), grafit/arang tempurung kelapa, barium sulfat (BaSO4), phenolic resin, kalsium hidroksida (Ca(OH)2), serbuk besi, nitrile butadiene rubber, dan serat sabut kelapa.  Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan beberapa sampel  dengan sampel A 100% arang , sampel B 50% arang-50% grafit, dan sampel C 100% grafit. Pengujian yang dilakukan adalah uji rendam, uji rendam dan oven, uji kekerasan, uji bending, dan uji tekan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel B dengan kerapatan 1,955 g/cm3, kuat tekan 3308,6 n/mm2,MOR 2379,3 N/mm2, MOE 305079 N/mm2, dan kekerasan 85,3 HRR memiliki sifat yang lebih baik karena sebagian memenuhi spesifikasi teknik PT. KAI.
PENGEMBANGAN PROSES PERENCANAAN PADA PROYEK EPC BERBASIS PMBOK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN PROYEK YANG BERKAITAN DENGAN KINERJA WAKTU DI PT. KE Novika Candra Fertilia; Yusuf Latief; Eddy Subiyanto
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i1.02

Abstract

Proyek EPC (Engineering, Procurement, and Construction) telah menjadi salah satu metode pelaksanaan proyek populer yang banyak dipilih oleh pemilik proyek maupun kontraktor. Proyek EPC merupakan jenis proyek konstruksi yang kompleks dan memiliki perbedaan karakter dengan proyek konstruksi biasa, sehingga keterlambatan proyek merupakan fenomena yang kerap terjadi pada proyek EPC. Praktik Proyek EPC saat ini harus mengutamakan penerapan manajemen proyek, terutama untuk proyek skala besar di seluruh dunia. PT. KE merupakan salah satu badan usaha yang mengelola proyek EPC yang dalam pelaksanaannya banyak mengalami keterlambatan, salah satu penyebabnya adalah dispute antara desain dan dokumen kontrak yang menunjukkan lemahnya proses perencanaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peristiwa risiko dalam tahap perencanaan yang mempengaruhi kualitas perencanaan dalam keterkaitannya dengan kinerja waktu di PT. KE untuk mengembangkan kerangka perencanaan proyek yang diharapkan dapat dijadikan strategi baru dalam meningkatkan kinerja waktu proyek berbasis PMBOK (Project Management Body of Knowledge) 2013. Pada penelitian ini ditemukan 3 faktor dominan yang berpengaruh pada kualitas perencanaan yang berdampak pada kinerja waktu di PT.KE dan dalam integrasi perencanaan eksisting terhadap PMBOK 2013, ditemukan 1 aktivitas precanaan yang harus ditambahkan.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB CONTRACT CHANGE ORDER DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR PADA PROYEK KONSTRUKSI PEMERINTAH Ana Yuni Yuni Martanti
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i1.03

Abstract

Pada proyek yang diselenggarakan oleh Pemerintah, variation order atau lebih sering dikenal Contract Change Order (CCO) sudah diatur pada Paragraf Pertama, Perubahan Kontrak pasal 87 Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 ayat 1.  Seringkali adanya instruksi variation order/change order pada proyek pemerintah dibatasi dengan tidak adanya penambahan total harga kontrak sehingga apabila ada perintah penambahan pekerjaan harus juga ada pengurangan beberapa pekerjaan sehingga total harga kontrak bersifat tetap, hal itu menyebabkan pihak kontraktor/penyedia jasa mengalami masalah dalam pembiayaan proyeknya. Dari hasil tanggapan dari koresponden mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya contract change order (CCO )dan pengaruhmya terhadap kinerja kontraktor  pada proyek gedung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk model kontrak harga satuan maka dilakukan analisis perhitungan Relative Importance Index (RII) dan didapatkan 5 (lima) faktor dominan penyebab terjadinya CCO adalah permintaan pemilik proyek untuk optimalisasi fungsi bangunan, ketidaksesuaian antara gambar dan kondisi lapangan, adanya kesalahan desain/gambar dari konsultan perencana, perbedaan volume yang cukup signifikan antara gambar, kondisi lapangan dan  bill of quantity, pasal tentang change order tidak dituangkan pada kontrak konstruksi secara jelas. Untuk pengaruh dominan dari CCO terhadap kinerja kontraktor adalah tersedianya material, terganggunya cashflow,ketersediaan tenaga kerja, pendanaan / modal yang harus dikeluarkan penyedia jasa /kontraktor dan ketersediaan peralatan kerja.
Studi Tekno-Ekonomi Bata CLC (Cellular Leightweight Concrete) Sebagai Pengganti Bata Konvensional Ananto Nugroho; Triastuti Triastuti; Agung Sumarno; Eko Widodo
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i1.05

Abstract

Cellular Lightweight Concrete  (CLC) merupakan salah satu teknologi beton aerasi yang dapat dikembangkan sebagai suatu usaha kecil dan menengah. Bata CLC memiliki karakteristik yang ringan dan baik untuk digunakan sebagai komponen non struktural seperti pada dinding bangunan. Sebagai usaha baru di pasar, bata CLC perlu dilakukan analisis tekno-ekonomi bata CLC sebagai pengganti bata konvensional berdasarkan proyek percontohan yang telah dilakukan. Dari proyek percontohan diperoleh produk CLC yang memenuhi standar persyaratan dengan nilai kerapatan 900-1000 kg/m3 dan kuat tekan sebesar 2.9 - 3.85 MPa. Hasil analisa tekno-ekonomi menunjukkan kelayakan finansial dengan nilai pengembalian investasi (ROI) sebesar 13.10%. Perbandingan biaya pekerjaan per meter persegi bata CLC juga menunjukan biaya yang lebih kompetitif bila dibandingan dengan bata merah biasa. Oleh karena itu bata CLC layak dikembangkan sebagai peluang usaha. Kata kunci : bata CLC, proyek percontohan, peluang usaha, tekno-ekonomi. 
EVALUASI PENURUNAN KONSOLIDASI TANAH DI SEMARANG UTARA BERDASARKAN KORELASI N-SPT DENGAN mv Hendra Masvika; Agus Darmawan Adi; Fikri Faris
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i1.01

Abstract

Dampak negatif penurunan tanah di Kota Semarang bagian utara telah dirasakan oleh masyarakat selama bertahun-tahun. Penurunan tanah yang dibarengi dengan abrasi pantai, intrusi air laut dan banjir pasang air laut ke permukiman penduduk semakin memperparah kerusakan fisik dan lingkungan. Kondisi tanah penyusun yang didominasi oleh tanah endapan alluvium dengan konsistensi sangat lunak sampai medium dan mudah mampat mendorong proses konsolidasi diprediksi akan terus berlangsung untuk waktu yang sangat lama. Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian geoteknik berkelanjutan untuk mengevaluasi penurunan konsolidasi di Semarang Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi besar dan laju penurunan tanah akibat konsolidasi. Adapun parameter konsolidasi untuk setiap kedalaman lapisan tanah yang ditinjau ditentukan dari hasil korelasi antara N-SPT dengan mv. Hasil perhitungan dengan metode 1 D Terzaghi menunjukkan bahwa besar penurunan tanah cukup bervariatif untuk jangka waktu sangat lama, tergantung pada ketebalan lapisan konsolidasi dan beban permukaan. Simulasi numeris menggunakan SIGMA/W diberikan sebagai perbandingan dalam perhitungan ini.
ANALISIS PENENTUAN TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN Zainal Arifin; Rizkia Khairunnisa
Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i1.04

Abstract

PT. Mayasari Bakti merupakan perusahaan swasta yang menyediakan transportasi bus kota telah beroperasi  sejak 1969 di wilayah Jabodetabek. Salah satu jalur bus Mayasari Bakti adalah Bus PATAS  98A (Pulogadung-Kampung Rambutan) saat ini mengalami ketidak seimbangan antara biaya operasi dengan tarif yang ada dan biaya lainnya yang dikeluarkan operator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan ekonomi dan finansial Bus Route 98A dengan cara: BOK (Biaya Operasional Kendaraan) dan pendapatan dari tarif harus diterapkan. Dengan kapasitas 59 orang dan waktu perjalanan bus 1 jam 20 menit, maka faktor beban ideal adalah 70% untuk mencapai produktivitas per bus adalah 3,717 juta seat-km per tahun. Berdasarkan tingkat tarif faktor beban 70%, dapat dihitung angka produktivitas yang diperoleh per tahun, pendapatan kotor tahunan sebesar Rp 929 196 042, - Hasil analisis ekonomi sepanjang 5 tahun pengoperasian bus yang layak dengan tingkat bunga 14% dalam hal IRR dan NPV dalam kondisi normal ditambah kontingensi dan penurunan pendapatan. Agar operasi tetap berjalan, sebaiknya tetap memuat faktor beban dan produktivitas agar tidak terjadi penurunan pendapatan.
FAKTOR DOMINAN KENDALA PENGGUNAAN E-CATALOGUE PADA PROSES PENGADAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DENGAN METODA SPSS & RII Yosie Malinda; Sarwono Hardjomuljadi
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2018.v07.i2.04

Abstract

Metode pengadaan hotmix untuk proyek konstruksi jalan di DKI Jakarta secara e-Purchasing berdasarkan e-Catalogue merupakan sistem pengadaan sarana bahan pabrikasi yang relatif baru di Indonesia. E-Catalogue adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang/jasa tertentu. Pencantuman harga dan spesifikasi teknis suatu barang/jasa berdasarkan pada kontrak payung antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Penyedia Barang/Jasa. E-Catalogue sebagai dasar bagi Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi (K/L/D/I) melakukan pemesanan barang/jasa melalui e-Purchasing. Sebelum penerapan sistem e-Catalogue dan e-Purchasing, sistem pengadaan dilakukan dengan menggunakan sistem konvensional. Kurangnya sumber daya manusia yang terampil untuk mengoperasikan aplikasi komputer serta peralatan pendukung merupakan kendala yang dihadapi untuk bisa bersaing dalam pengadaan dengan sistem e-Catalogue. Implementasi sistem pengadaan online tidak mudah karena rintangan yang diciptakan oleh perangkat keras atau perangkat lunak yang berbeda dan beragam kemampuan pengguna untuk berinteraksi dengan IT. Penelitian dilakukan dengan metode survey pada 34 (tiga puluh empat) responden di DKI Jakarta dari 25 (dua puluh lima) daftar penyedia produk hotmix. Data survey dianalisis dengan menggunakan metode SPSS dan Relative Importance Index (RII). Dari hasil analisis didapatkan bahwa main faktor yang dominan memengaruhi pada kendala pengadaan barang/jasa dengan sistem e-Catalogue yaitu pengetahuan tentang sistem e-Procurement.

Page 4 of 12 | Total Record : 117