cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
PERILAKU PELAT KOMPOSIT BETON– KAYU BANGKIRAI DENGAN SAMBUNGAN GESER MENGGUNAKAN PASAK BAJA DAN PAPAN KAYU KERUING Agyanata Tua Munthe; Andreas Triwiyono; Suprapto Siswosukarto
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan semakin besar dan daerah sempit resistensi dalam pengadaan perumahan bagi masyarakat. Untuk menekan harga bangunan, maka dilakukan pengadaan komponen lantai ringan dan lebih murah. Struktur gabungan antara kayu bangkirai dan beton diperkenalkan kepada masyarakat sebagai komponen struktur lantai menjadi salah satu kesatuan dengan konektor link geser pejantan sebuah kayu keruing yang dikenal sebagai lantai komposit. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan kekuatan batas struktur komposit kayu bangkirai - beton untuk slab.The karakteristik mekanik dan fisik bangkirai Andari keruing kayu yang mengamati dalam penelitian untuk mengetahui kualitas dan kekuatan tingkat kayu. Uji kekuatan geser dari dowel dan keruing kayu dilakukan untuk mengetahui daya dukung. Pejantan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pejantan diameter 10 mm, pejantan diameter 12 mm, pejantan diameter 16 dan keruing dimensi kayu 3 / 12. uji kekuatan dari tiga jenis pejantan dan keruing kayu dilakukan untuk kayu bangkirai. Satu tes Shear objek yang digunakan 4 konektor geser. Sebagai aplikasi dilakukan dari lantai komposit model skala 1: 2 oleh 2 variasi konektor geser jumlah pejantan dalam penelitian. Tes struktur komposit lantai berbohong pada dua dukungan sederhana (gulungan - engsel), masing-masing model slab adalah 2.000 mm panjang, lebar 250 mm, 25 mm slab beton tebal. Kedua slab komposit dengan kode tes, LTK - 1 adalah tes kode untuk 6 / 7,5 kayu bangkirai dengan 6 konektor geser, LTK - 2 adalah ujian kode untuk 6 / 7,5 kayu bangkirai dengan konektor 12 geser. Tes diamati menggunakan uji tekanan statis monoton dengan dua beban titik dan lendutan diukur menggunakan dial gauge. Sesuai dengan PKKI 1961, kayu bangkirai memenuhi tingkat kekuatan II - IV, sedangkan dari The penelitian uji sifat mekanik dan fisik, kayu bangkirai itu memenuhi tingkat kekuatan II - IV. Rata-rata dari daya dukung maksimum untuk diameter pejantan 10 mm adalah 7.250 kN, diameter pejantan 12 mm adalah 8.750 kN, diameter pejantan 16 mm adalah 21.750 kN, maka diameter dowel 12 mm dipilih sebagai konektor geser, karena memiliki rata-rata daya dukung maksimum . lantai komposit 2000 mm panjang untuk LTK - 1 bisa mendukung memuat hingga 18,84 kN, LTK - 2 dapat mendukung beban hingga 23,50 kN. Deviasi antara hasil eksperimen dan konsep teori SNI dari Bangkirai kayu komposit beton adalah sekitar 12,2340 - 15,2600%. Jadi kayu bangkirai dapat digunakan sebagai komponen dari lantai struktur komposit.
KAJIAN KEKUATAN BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DI INDONESIA Agung Sumarno; Eko Widodo
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini telah banyak penelitian mengenai bambu laminasi sebagai bahan baku alternatif pengganti kayu untuk bahan bangunan, namun belum ada standar perhitungan untuk konstruksi bambu sebagai komponen struktur. Hasil perhitungan menggunakan standar konstruksi kayu tersebut kemudian dibandingkan dengan kajian pustaka penelitian bambu laminasi secara eksperimental. Ruang lingkup perbandingan meliputi kekuatan tarik dan kekuatan tekan. Selain itu, menggunakan beban merata dibandingkan pula kekuatan terhadap lentur dan geser serta lendutan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa kekuatan bambu pada pustaka yang digunakan selalu melebihi perhitungan menggunakan standar konstruksi kayu. Hal ini menunjukkan standar konstruksi kayu boleh digunakan untuk perhitungan konstruksi bambu laminasi. Selain itu, bambu Dendrocalamus asper yang umum dijumpai di Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi bambu laminasi yang diproduksi masal menggantikan bambu Guadua agustifolia Kunt.
TINJAUAN GEOTEKNIK TERHADAP ANALISA USULAN PEKUATAN LERENG (RUAS JALAN JATIMALANG – KARANGGEDE BTS JATENG, STA 2+250 ) Fendi Hary Yanto; Supriharini Krislinawati
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsoran di wilayah Kabupaten Pacitan umumnya terjadi pada daerah berbukit. Penambahan kapasitas jalan di Provinsi Jawa Timur pada umumnya dan Kabupaten Pacitan khususnya, adalah untuk memperlancar arus mobilisasi masyarakat dan bukan untuk mengurangi kemantapan stabilitas lereng. Faktor curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak lereng mengalami longsor, disamping oleh faktor geologi, morpologi dan hidrologi. Longsor terjadi karena menurunnya kemantapan lereng, degradasi tanah atau batuan dan kondisi hutan yang sebagian sudah rusak. Dalam paper ini dibahas tinjauna geoteknik terhdap usulan perkuatan pada ruas jalan kabupaten yaitu ruas jalan Jatimalang – Karanggede – Batas Jawa Tengah Kabupaten Pacitan Sta. 2 +250. Penelitian kemantapan stabilitas lereng ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi stabilitas lereng atas dan bawah eksisting pada Sta.2+250, dan membuat desain rencana penanganan untuk lereng atas dengan struktur trap atau terasiring dengan kemiringan lereng 40o, 45o, 50odan60o. dan Soil Nailing. Sedangkan untuk lereng bawah dengan dinding penahan tanah gravitasi. Analisis awal stabilitas lereng dengan software GeoSlope 2007 Stabilitas lereng atas dengan struktur trap atau terasiring, tanpa ada perkuatan tambahan tidak meningkatkan angka fakor aman lereng, sehingga analisis dilanjutkan dengan perkuatan soil nailing Berdasarkan analisa dengan perkuatan soil nailing, yang menggunakan nail bar sesuai dengan standar ASTM A615, dengan daya dukung tarik 420 MPa (60 ksi atau Grade 60) atau 525 MPa (75ksi atau Grade 75) panjang nail bar 12 m. Ukuran variasi diameternya 25, 29, dan 32. Sehingga dengan memperbesar diameter nail akan meningkatkan stabilitas lereng. Untuk stabilitas lereng bagian bawah dibangun dinding penahan tanah tipe gravitasi dengan variasi dimensi.
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG X DI JAKARTA BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 KETAHANAN GEMPA UNTUK STRUKTUR GEDUNG Sayed Ahmad Fauzan; Erizal Erizal; Asep Sapei
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Jakarta berada pada zonasi gempa menengah berdasarkan peta zonasi gempa 2010 yang dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman (PUSKIM), Kementrian Pekerjaan Umum. Tujuan penelitian ini adalah merekomendasikan perkuatan struktur pada eksisting gedung X di Jakarta, agar ketika gempa datang, struktur gedung tersebut tetap mampu memikul beban ultimit. Objek penelitian merupakan gedung kategori high rise building, memiliki jumlah lantai lebih dari 10, dibangun sebelum tahun 2010, berlokasi pada kelas situs tanah lunak dan secara visual terindikasi adanya kerusakan pada elemen struktur. Pemodelan struktur gedung X didesain dan dianalisis menggunakan program ETABS. Pembebanan gempa diberikan secara dinamik menggunakan prosedur analisis spektrum respons ragam. Hasil analisis story drift menunjukan bahwa gedung X dinyatakan aman terhadap kinerja batas ultimit yang telah dihitung berdasarkan pedoman gempa SNI 03-1726-2012. Nilai maksimum simpangan antar lantai pada gedung X untuk arah-x sebesar 68,60 mm dan arah-y sebesar 101,2 mm. Bagaimanapun, hasil analisis struktur pemodelan gedung X pada ETABS menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen balok dan kolom yang membutuhkan perkuatan struktur. Perkuatan elemen balok direncanakan menggunakan CFRP yang dihitung keamanannya berdasarkan pedoman ACI 440.2R-8 Perkuatan elemen kolom direncanakan menggunakan Concrete Jacketing yang dianalisis melalui section designer pada program ETABS dan dihitung keamanannya berdasarkan pedoman SNI 03-2847-2013.
PEMBUATAN BENDA UJI BASE-ISOLATION UNTUK RUMAH SEDERHANA TAHAN GEMPA Novianti Novianti; Susy Widhiyanti; Pariatmono Sukamdo
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meredam getaran yang ditimbulkan gempa pada struktur, salah satunya adalah dengan menggunakan base isolation yang terletak antara struktur bawah dan atas. Pada tulisan ini, dibahas tentang pembuatan base isolation di laboratorium. Base isolation yang dibuat dimaksudkan untuk digunakan pada bangunan sederhana berlantai dua. Pembahasan dimulai dengan meninjau sistem pemasangan base isolation pada bangunan dan bagaimana secara umum perilaku bangunan berubah dengan dipasangnya base isolation tersebut. Selanjutnya dijelaskan pula bagian-bagian penting dari suatu base isolation beserta peran dan perilaku dari masing-masing bagian-bagian tersebut. Perumusan dan perhitungan dalam merancang suatu base isolation juga dibahas setelah diketahui beban yang akan diterima oleh base isolation tersebut. Proses perancangan juga dilakukan terhadap cetakan base isolation.
PENGEMBANGAN MODEL INTERFACE DECISION SUPPORT SYSTEM MANAJEMEN PEMELIHARAAN JALAN BERBASIS DATA MINING Andi Irfan Rifai; Susanty Handayani
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Manajemen Perkerasan Jalan modern harus mampu melakukan interpretasi, prediksi, optimasi dan dukungan keputusan yang kuat bagi stake holder. Hal tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh data historis dan kondisi eksisting dapat dipetakan secara terintegrasi dengan baik. Diperlukan pengembangan konsep Decision Support System (DSS) yang mampu memberikan gambaran implementasi integrasi antara proses interpretasi dan optimasi pemeliharaan jalan. Pendekatan yang dipilih adalah pengembangan model Geographic Information System (GIS) dengan piranti lunak open source. Data yang digunakan adalah sistem pemeliharaan jalan eksisting di Pulau Jawa. Konsep ini berupa model sebagai aplikasi antar muka yang mampu menerima input berupa numeric dan koordinat kemudian memberikan output berupa text, numeric, tabular, dan grafis. Metode yang digunakan adalah melakukan integrasi dan simulasi rangkaian pengolahan big data, proses optimasi, menjadi sebuah tampilan sederhana. Konsep model GIS yang kembangkan dengan melakukan integrasi Data mining (DM) dan optimasi, mampu menampilkan aplikasi interface yang sederhana dan dapat memberikan kemudahan para stake holder untuk melaksanakan sistem manajemen perkerasan jalan dengan langkah sederhana dan menyeluruh.
MODEL ADOPSI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI Diki Heryadi
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan kinerja organisasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diadopsi ke dalam Manajemen Proyek Konstruksi (MPK) oleh Organisasi Penyedia Jasa Konstruksi (OPJK) dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen Proyek Konstruksi (SIM-PK). Namun, adopsi tersebut dinilai lambat, meskipun ada cukup banyak penelitian mengenai manfaat potensial SIM-PK yang dapat diperoleh OPJK. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai proses adopsi SIM-PK dinilai akan dapat memudahkan OPJK dalam mengambil manfaat potensial TIK di dalam MPK mereka, sehingga tujuan peningkatan kinerja organisasi dapat tercapai. Tulisan ini meninjau model adopsi SIM-PK yang dilakukan OPJK ke dalam proses bisnis MPK mereka. Tinjauan dilakukan menggunakan pendekatan ICT-enabled organization transformation dari sejumlah jurnal baru-baru ini. Model adopsi digambarkan dalam bentuk diagram alur dan analisis terhadap temuan jurnal dilakukan secara deskripsi untuk menjelaskan bagaimana OPJK mengadopsi SIM-PK ke dalam MPK mereka. Selain itu, dilakukan diskusi mengenai beberapa kondisi adopsi yang mungkin dialami OPJK. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa proses adopsi SIM-PK merupakan serangkaian tahap-tahap yang perlu dilakukan OPJK. Ada sejumlah pihak pemangku kepentingan di dalam dan di sekitar OPJK yang berperan penting pada setiap tahap proses adopsi SIM-PK ke dalam proses bisnis MPK mereka. Selain itu, ada sejumlah inersia organisasi yang perlu diantisipasi OPJK agar proses adopsi dapat menuju kepada peningkatan kinerja organisasi.
KORELASI BUDAYA ORGANISASI MOTIVASI KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus pada Proyek Konstruksi Kualifikasi Menengah di Tangerang) Retna Kristiana; Sediyanto Sediyanto
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KOMPARASI KECUKUPAN INFRASTRUKTUR DI KORIDOR JAWA Peter F Kaming; Ferianto Raharjo
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kecukupan infrastruktur koridor Jawa. Penelitian ini melibatkan lebih dari 179 insinyur sipil yang bekerja di berbagai latar belakang profesi sebagai peserta dan merilis nilai baru untuk berbagai infrastruktur di Koridor Jawa, termasuk jalan-jalan regional dan jembatan, transit, kereta api, sistem air bersih, energi, pariwisata, bendungan dan irigasi, dan fasilitas penting lainnya. Penelitian ini mengadopsi pada ASCE dan infrastruktur Australia metodologi rapor. Propinsi yang dipilih dalam penelitian ini adalah: Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Teridentifikasi dari studi ini peringkat rata-rata infrastruktur koridor Jawa adalah "D+". Peringkat D+ berarti bahwa infrastruktur dalam sistem atau jaringan kurang memadai; itu menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau berfungsi namun tidak terlayaninya kebutuhan pengguna dan memerlukan perhatian khusus sesuai dengan kebutuhan infrastruktur jangka panjang. Beberapa elemen menunjukkan kekurangan yang signifikan dalam kondisi dan fungsi, dengan meningkatnya kerentanan terhadap risiko. Studi ini memberikan banyak informasi tentang dampak infrastruktur yang tidak memadai, dan juga berfokus pada cara-cara pemerintah propinsi di koridor Jawa dapat mulai menangani ini kekurangan kritis.
ANALISIS KONDISI GELOMBANG DI SEKITAR PULAU TARAKAN Aditia Rojali; Jantiara Eka Nandiasa
Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simulasi model gelombang dilakukan di perairan Pulau Tarakan sebagai dasar penilaian kerentanan pesisir. Input model didapat dari data angin selama 11 tahun yaitu tahun 2000 sampai dengan 2010. Data gelombang dihitung secara statistik menggunakan persamaan SMB (Sverdrup, Munk, Bretschneider) sehingga didapat data gelombang di perairan dalam sebagai faktor penggerak gelombang di batas model. Model gelombang memberikan gambaran yang cukup realistis pada pola refraksi dan disipasi energi gelombang dimana pada kondisi gelombang maksimum di perairan Pulau Tarakan relatif aman karena fitur batimetri yang landai mendisipasi energi gelombang yang datang dari arah laut lepas

Page 3 of 12 | Total Record : 117