cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF UTAMI ZAHIRAH NOVIANI P; rifdah arifah; CECEP CECEP; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.452 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16035

Abstract

Tindak kekerasan seksual yang dialami oleh kaum perempuan di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi. Angka tersebut hanya segelintir dari banyaknya kasus kekerasan seksual sebab pada kenyataannya masih banyak perempuan korban kekerasan seksual yang tidak melapor kepada pihak kepolisian atau lembaya layanan seperti Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Artikel ini membahas tentang faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual pada perempuan, alasan perempuan korban kekerasan seksual tidak melaporkan kejadian yang dialaminya, serta penerapan pelatihan asertif untuk perempuan dan korban kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor dominan terjadinya kekerasan seksual pada perempuan yaitu budaya patriarki, hak-hak istimewa laki-laki, dan sikap permisif. Penyebab utama alasan perempuan korban kekerasan seksual tidak melapor yaitu stigma buruk masyarakat akan korban kekerasan seksual. Pelatihan asertif dapat membantu perempuan dan korban kekerasan seksual untuk berani untuk menolak dan menyampaikan apa yang dirasakannya dengan cara yang benar. Saran dari adanya penelitian ini adalah harus adanya sikap saling menghargai dan menjaga antara laki-laki dan perempuan. 
Pedagang Siomay: a study on the influence of urbanization on the type of work of the head of household in Cisukadana Village, Kadugede District, Kuningan District, West Java Dede Tresna Wiyanti; Hardian Eko Nurseto
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.914 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18361

Abstract

ABSTRACTKuningan regency as one of the regencies in West Java Province, is a counter magnet area. This area is expected to absorb the increase of population and give socio-economic service in urbanization process of Jakarta Metropolitan. The main pull factor in the urbanization process is the opportunity to work in the city. This causes the productive workforce go to the city. Although the economic sector that can accommodate labor from the rural is the informal sector, that did not prevent the seasonal workers from Cisukadana went to the city.This research was conducted in Cisukadana Village, Kadugede District, Kuningan Regency. The quantitative method were used in this research. This study aims to illustrate how the urbanization process in megapolitan city of Jakarta can affect the types of work in the village of Cisukadana, Kadugede district, Kuningan regency, West Java. Based on the findings, it appears that almost half of the total household heads in Cisukadana Village are seasonal workers, working in the informal sector in Jakarta. And of the total number of workers, most of them work as pedagang siomay.
PERAN GANDA IBU RUMAH TANGGA PEKERJA K3L UNPAD DALAM RANGKA MENUNJANG PEREKONOMIAN KELUARGA Annisya Triana; Hetty Krisnani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.001 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18370

Abstract

ABSTRAKSebagai seorang wanita yang telah menikah, wanita mempunyai peran dalam keluarga inti sebagai isteri, sebagai ibu, dan sebagai pengurus rumah tangga. Namun saat ini, tidak terbatas pada melayani suami, merawat anak, dan mengurusi rumah tangga seringkali keadaan ekonomi keluarga menuntut ia untuk bekerja dan ikut terjun ke sektor publik untuk mencari suatu kegiatan yang dapat menambah penghasilan keluarganya. Terbatasnya lapangan kerja, minimnya ketrampilan, serta pendidikan yang rendah menjadikan K3L Unpad sebagai pilihan pekerjaan bagi para ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di kawasan Jatinangor. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian deskriptif ini menggunakan teknik survai. Populasinya adalah Petugas K3L Unpad sebanyak 347 orang (di Zona 1 sebanyak 26 orang) dengan sampel sebesar 12 orang yang dipilih secara accidental. Teknik pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara terstruktur, serta indeep interview terhadap 2 informan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui mengenai bagaimana para ibu rumah tangga pekerja K3L dalam menjalani peran ganda yang mempengaruhi kondisi ekonomi dalam keluarganya serta bagaimana kontribusi mereka dalam rangka membantu menunjang perekonomian keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ibu rumah tangga pekerja K3L ini dapat menjalankan kedua peran tersebut dengan baik. Walaupun bekerja, mereka tidak lupa dan tetap bertanggung jawab akan peran dan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. ABSTRACKAs a married woman, women have a role in the nuclear family as wives, as mothers, and as housekeepers. But today, not limited to serving a husband, caring for children, and taking care of households, often the family's economic situation requires him to work and join the public sector in search of an activity that can supplement his family's income. Limited employment, lack of skills, and low education make K3L Unpad a job choice for housewives who live in Jatinangor area. Using a quantitative approach, this descriptive research type uses survey techniques. The population is 343 officers of K3L Unpad (in Zone 1 as many as 26 people) with a sample of 12 persons chosen accidentally. Data collection techniques using structured interview methods, and indeep interviews against 2 informants. This research is aimed to find out how housewife of HOs worker in undergoing double roles affecting economic condition in her family and how their contribution in order to help support family economy. The research has shown that these housewife workers can perform both roles well. Although working outside the home, they remain responsible for the role and duties as a housewife.
AKSESIBILITAS PENYANDANG TUNADAKSA Ezza Oktavia Utami; Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.181 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16962

Abstract

AbstractAccessibility is a component of the implementation of inclusive Education that must be met. Aiming to facilitate students with disabilities to do mobility and access on campus, so that students with disabilities can perform activities independently without any obstacles and constraints of its diffability. The existence of accessibility to the building of inadequate educational institutions creates a barrier for persons with disabilities. Accessibility in this study focused on the accessibility of people with physically disabled by taking the case of buildings located at the Bandung Institute of Technology (ITB) located in Jatinangor. The data collection method used is physical field observation, literature study taken from textbook, article, and internet exploration. The final conclusion shows that accessibility of institutional buildings still has not reached perfectly in accordance with existing standards to be accessible to persons with disabilities and not yet fulfilling accessibility principles; safety, convenience, usability, independence. However, some buildings have tried to present the elements of accessibility that is sufficient to provide convenience for the disabled as a user of the building.Abstrak Askesibilitas merupakan suatu komponen dari pelaksanaan Pendidikan inklusi yang harus dipenuhi. Bertujuan untuk memudahkan mahasiswa difabel untuk melakukan mobilitas dan akses yang ada di kampus, agar mahasiswa difabel dapat melakukan aktifitas secara mandiri tanpa hambatan dan kendala-kendala difabilitasnya. Keberadaan aksesibilitas pada bangunan institusi pendidikan yang belum memadai menimbulkan hambatan tersendiri bagi penyandang disabilitas. Aksesibilitas dalam kajian ini difokuskan kepada aksesibilitas pada penyandang Tunadaksa dengan mengambil kasus bangunan yang terdapat di Institut Teknolgi Bandung (ITB) yang berlokasi di Jatinangor. Metode pengambilan data yang digunakan adalah dengan observasi lapangan fisik, studi literatur yang diambil dari buku teks, artikel, dan penjelajahan internet. Hasil riset menunjukkan bahwa aksesibilitas bangunan institusi masih belum mencapai sempurna sesuai dengan standar yang ada untuk dapat diakses oleh penyandang tunadaksa serta belum memenuhi asas aksesibilitas; keselamatan, kemudahan, kegunaan, kemandirian. Namun, sebagian bangunan telah berusaha menghadirkan elemen-elemen aksesibilitas yang cukup memberikan kemudahan bagi penyandang Tunadaksa sebagai pengguna bangunan. 
TINGKAT PENDAPATAN PETUGAS K3L UNIVERSITAS PADJADJARAN Khofiyya Fathimah Az Zahra Fahdita; Ishartono Ishartono
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.731 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18365

Abstract

ABSTRAKJatinangor dikenal sebagai wilayah pendidikan karena pembangunan kampus beberapa institusi perguruan tinggi, yaitu UNPAD di Desa Hegarmanah dan Desa Cikeruh, IPDN (sebelumnya bernama STPDN) di Desa Cibeusi, IKOPIN di Desa Cibeusi, dan ITB di Desa Sayang. Karena adanya perubahan tatanan struktur sosial, maka mata pencaharian masyarakat Kabupaten Sumedang mulai berubah yang awalnya sebagai petani sekarang bekerja sebagai pekerja buruh, bekerja di tempat-tempat institusi pendidikan dan lain-lain. Salah satunya bekerja sebagai petugas K3L Universitas Padjadjaran. Petugas K3L Universitas Padjadjaran ini berasal dari warga masyarakat Kabupaten Sumedang yang ingin mencari atau menambah penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anaknya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dominan petugas K3L ini berasal dari kaum wanita yang sudah berstatus kawin. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa yang membayar upah petugas K3Ladalah Universitas Padjadjaran bukan kontraktor atau perusahaan jasa. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui tingkat pendapatan petugas K3L Universitas Padjadjaran. Berdasarkan hasil penelitian pendapatan yang diterima oleh petugas K3L Universitas Padjadjaran adalah sebesar Rp. 750.000/bulan. Jika dibandingkan dengan UMKabupaten Sumedang tahun 2017, yaitu sebesar Rp. 2.678.028,99/bulan maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pendapatan petugas K3L Universitas Padjadjaran termasuk rendah. Adapun untuk mendapatkan informasi mengenai data-data yang mendukung terhadap penelitian yang kami lakukan ialah dengan menggunakan metode wawancara terstruktur dengan menggunakan kuisioner dan pendekatan kuantitatif. ABSTRACTJatinangor is known as an educational area due to the construction of several university campuses, namely UNPAD in Hegarmanah and Cikeruh villages, IPDN (formerly STPDN) in Cibeusi Village, IKOPIN in Cibeusi Village, and ITB in Sayang Village. Due to the change of the structure of the social structure, the livelihood of the people of Sumedang Regency began to change which initially as farmers now work as laborers, work in places of educational institutions and others. One of them works as an officer of K3L Universitas Padjadjaran. The K3L officer of Padjadjaran University is from Sumedang people who want to find or supplement the family's income to meet their daily needs and education cost of their children. The results of this study indicate that the dominant K3L officer is derived from women who have married status. This study also shows that those who pay K3L officer wage is Padjadjaran University is not contractor or service company. This research intends to know the income level of K3L officer of Padjadjaran University. Based on the results of research income received by officers K3L Padjadjaran University is Rp. 750.000 / month. Compared with the Sumedang MSE in 2017, which is Rp. 2.678.028,99/ month it can be concluded that the income level of K3L officers of Universitas Padjadjaran is low. As for getting information about the data that support the research we do is to use structured interview method by using questionnaire and quantitative approach.
PEMBENTUKAN SAKOLA KARAJINAN RAKYAT CIPACING Wahju Gunawan; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.316 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.17264

Abstract

ABSTRACT The PPMP OKK activities entitled "The Establishment of Sakola Karajinan Rakyat in Cipacing" is located at RW 01 on Cipacing Village in Jatinangor, Sumedang. The purpose of its establishment is to overcome poverty in society if it is done in a sustainable and comprehensive manner. Besides that, it is able to regenerate the art of local people’s craft for the outsiders in a systematically, successfully, and appropriately.With the implementation of this kind of activity, it is hoped that people can see directly about the process of making their craft and at the same time they can share their knowledge with the craftsmen as well. The craftsmen themselves were hoping to teach their knowledge to the next generation, so that in the future they can maintain this craft’s culture and also pass it on to the next generation.The activities that have been done here are intended to introduce various of original crafts that comes from Cipacing in order to be able to compete to a wider market share, so it can help them to improve the economy as well, which so far their economies are still relatively low. Most of the craftsmen can sell their craft directly to consumers through the learning process that is carried out at an affordable price. Based on these activities, they are able to achieve a good profit. ABSTRAK PPMP OKK ini berjudul “Pembentukan Sakola Karajinan Rakyat Cipacing” di RW 01 Desa Cipacing, Kec, Jatinangor, Kab, Sumedang. Adapun tujuan dari Sakola Karajinan Rakyat yang secara berkelanjutan dan menyeluruh dapat mengatasi kemiskinan di masyarakat serta dapat meregenasikan seni kerajinan masyarakat lokal ke masyarakat luar dengan sistematis dan berhasil guna serta tepat guna.Dengan adanya kegiatan “Sakola Karajinan Rakyat” ini diharapkan masyarakat bisa langsung datang melihat proses pembuatan kerajinan, dan berbagi ilmu dengan para pengrajin. Masyarakat pengrajin itu sendiri diharapkan mampu menjadi ‘guru’ atau mengajarkan ilmunya, sehingga dapat mempertahankan budaya dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya.Kegiatan Sakola Karajinan Rakyat ini bertujuan untuk memperkenalkan kerajinan Cipacing ke mangsa pasar yang lebih luas, sehingga membantu mengangkat perekonomian para pengarajin yang selama ini masih tergolong rendah. Sehingga, mayoritas para pengrajin dapat menjual kerajinannya langsung kepada konsumen melalui proses pembelajaran di sakola tersebut dengan harga yang terjangkau konsumen, sehingga keuntungannya banyak diambil oleh para pengrajin.
PEKERJAAN SOSIAL: BEKERJA BERSAMA ORANG DENGAN GANGGUAN BIPOLAR meilanny budiarti santoso; budhi wubhawa; Ishartono Ishartono; franzeska venty
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.44 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16019

Abstract

Penderita gangguan bipolar mengalami kondisi suasana hati yang berubah secara signifikan. Terdapat dua fase yang dialami oleh penderita, yaitu fase mania dengan perasaan gembira yang berlebihan, dan fase depresi dengan perasaan sedih yang juga berlebihan, bahkan dapat menimbulkan keinginan bunuh diri. Penyebab gangguan bipolar dapat dilatarbelakangi oleh faktor genetika, biologis, maupun lingkungan. Penanganannya tidak lepas dari pengobatan dan perawatan secara medis, perawatan mental dan dukungan secara sosial dengan melibatkan psikiater, perawat, dan pekerja sosial dalam satu tim yang terlibat dan bekerja bersama-sama dengan penderita untuk kesembuhannya. Pada konteks pekerjaan sosial, profesi pekerja sosial menawarkan dukungan kepada individu yang menderita gangguan bipolar serta dukungan keluarga yang dapat membantu keberlangsungan proses penyembuhannya. Pekerja sosial juga dapat memberikan layanan berupa pertemuan rutin, baik untuk melakukan konseling maupun pemecahan masalah dan gejala kekambuhannya, dan melalui penugasan dalam kelompok yang dihadiri oleh penderita, layanan manajemen kasus untuk mengakomodasi kebutuhan dan bantuan klien, bahkan memberikan layanan dukungan kepada keluarga untuk membantu mereka dalam masa penyembuhannya.
CONFLICT STAGES BETWEEN PT KERETA API AND BANDUNG CITIZEN Riany Ambonnari Johani; Soni Akhmad Nulhaqim; Arie Surya Gutama
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.335 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18359

Abstract

ABSTRACTThe research background between PT KAI and citizen is due to densely populated area which is one of the citizen phenomena. The purpose of this research is to describe conflict stages that were occurred. This research used theory regarding conflict stages by Simon fisher which will be implicated toward social work and social worker’s role on conflict resolution. This qualitative descriptive research used study case technique in which informants are chosen based on purposive sampling such as public figure on society, governmental institution, and other party outside citizen and PT KAI. The research result reveal that pre-conflict firstly triggered by claiming of land by PT KAI toward area of resident on west station citizen. The confrontation started when PT KAI spread letter for land clearing toward West station residents. The situation became intense when PT KAI accompanied by police and soldiers came to residents for clearing of houses. It results into 53 families on west station street loss their home as places to shelter and food stall for living. After conflict, there were involvements of Bandung government, student sympathizers, and society organization for conflict resolution that support this problem to be carried out on legal path. The trial was won by residents of west station. This research suggest that there must be recovery program for residents that loss their home and involvement of parties that had crucial roles on society. ABSTRACTThe research background between PT KAI and citizen is due to densely populated area which is one of the citizen phenomena. The purpose of this research is to describe conflict stages that were occurred. This research used theory regarding conflict stages by Simon fisher which will be implicated toward social work and social worker’s role on conflict resolution. This qualitative descriptive research used study case technique in which informants are chosen based on purposive sampling such as public figure on society, governmental institution, and other party outside citizen and PT KAI. The research result reveal that pre-conflict firstly triggered by claiming of land by PT KAI toward area of resident on west station citizen. The confrontation started when PT KAI spread letter for land clearing toward West station residents. The situation became intense when PT KAI accompanied by police and soldiers came to residents for clearing of houses. It results into 53 families on west station street loss their home as places to shelter and food stall for living. After conflict, there were involvements of Bandung government, student sympathizers, and society organization for conflict resolution that support this problem to be carried out on legal path. The trial was won by residents of west station. This research suggest that there must be recovery program for residents that loss their home and involvement of parties that had crucial roles on society.
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MASA REMAJA SEBAGAI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA Alima Fikri Shidiq; Santoso Tri Raharjo
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.548 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18369

Abstract

ABSTRAKRemaja sebagai asset negara berperan sangat penting dalam proses pembangunan negara, dalam upaya peningkatan kualitas remaja dan pencegahan kenakalan remaja pemerintah membuat Perpres 87 No . 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, seiring dengan hal tersebut Pemerinta Kota Bandung membuat kebijakan Gerakan Maghrib Mengaji. Gerakan ini ditujukan bagi warga masyarakat kota Bandung agar dapat memanfaatkan waktu dengan mengisi selepas sholat Maghrib dengan kegiatan keagamaan atau pengkajian agama Islam. ‘Gerakan Maghrib Mengaji’ dapat menjadi wadah kegiatan bagi remaja, dengan mengisi kegiatan memperdalam dan memperluas pengetahuan dan pemahaman keagamaan. Sekaligus pula memperkuat karakter remaja dengan berlandaskan nilai dan norma religi yang kokoh. Penguatan karakter remaja yang berlandaskan pada nilai dan norma agama tersebut, diharpkan dapat mencegah timbulnya pemanfaatan waktu luang yang mengarah pada kegiatan-kegiatan tidak bermanfaat. Salain itu , lingkungan juga berperan penting dalam proses perkembangan remaja , sebab lingkungan akan dijadikan media eksperimen oleh para remaja dalam mengimplementasikan pengetahuan yang mereka dapatkan , implementasi tersebut bisa berdampak baik bagi diri dan lingkungannya , namun bisa juga berdampak buruk bagi mereka. Sehingga perlu adanya pendidikan karakter yang mengarahkan pengetahuan remaja agar mereka tidak melakukan tindakan tindakan yang berakibat buruk , dan mengotori nilai norma yang terkandung di masyarakat seperti kenakalan remaja. ABSTRACT Adolescents as state assets play a very important role in the process of state development, in an effort to improve adolescent quality and prevention of juvenile delinquency of the government makes presidential decree 87 no. 2017 on strengthening character education, in line with the regulation of Bandung mayor make policy Maghrib Recitation Movement where Bandung city people can use their spare time to obtain knowledge about religion . Therefore Maghrib recitation reviewing this can be a place for teenagers to explore well without violating the prevailing values and norms, weighing adolescence is a time when the capacity to gain knowledge efficiently reaches its peak.In addition, the environment also plays an important role in the process of adolescent development, because the environment will be used as an experimental medium by teenagers in implementing the knowledge they get, the implementation can have good impact for themselves and the environment, but it can also be bad for them. So that the need for character education that directs the knowledge of teenagers so that they do not take actions that result badly, and contaminate the value of norms contained in society such as juvenile delinquency.
Program Lingkungan Sehat Bebas Sampah Pada RW 10 Desa Sayang Kecamatan Jatinangor MAS RASMINI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.473 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.15712

Abstract

Program Lingkungan Sehat Bebas Sampah di RW 10 Desa Sayang merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, menambah pengetahuan, dan menambah pengalaman masyarakat mengenai sampah serta tata cara pengelolaannya. Mengingat penanganan sampah secara tidak tepat  dapat memberikan dampak yang merugikan. Kerugian tersebut biasanya disebabkan oleh timbunan sampah maupun perilaku membuang sampah sembarangan yang dalam kasus ini disebabkan oleh tidak adanya tempat pembuangan akhir dan minimnya lahan pembakaran sampah. Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan terbebas dari sampah tersebut, dilaksanakan program sosialisasi dan pendampingan mengenai tata cara pengolahan sampah yang dilakukan pada 25 sampel rumah tangga di RW 10. Kemudian diberikan 5 buah tempat pembakaran sampah yang dapat diletakan di setiap RT di RW 10 Desa Sayang Kecamatan Jatinangor.

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue