cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
PEMANFAATAN GOOGLE FORM SEBAGAI SISTEM INFORMASI UNTUK FORM VOLUNTEER PADA ORGANISASI SOSIAL meilanny budiarti santoso; dessy hasanah siti asiah; agus wahyudi riana; mahda diva dwinata
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.839 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16021

Abstract

Rumah Cemara merupakan sebuah organisasi komunitas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan konsumen narkoba di Indonesia. Rumah Cemara didirikan bertujuan untuk membentuk Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi di mana semua memiliki kesempatan yang sama untuk maju, memperoleh layanan HIV dan NAPZA yang bermutu, serta dilindungi sesuai konstitusi. Ada pun konsep information system yang terdapat pada salah satu POHFI. Divisi yang berperan sebagai information system di Rumah Cemara yaitu divisi media dan data. Rumah Cemara telah memiliki sejumlah media sosial dalam sistem informasinya. Penyebaran berita yang begitu luas dapat di akses oleh siapapun membuat banyaknya mahasiswa dalam Negeri maupun luar Negeri yang ingin melakukan penelitian, praktikum, magang maupun volunteer di Rumah Cemara, maka dengan itu praktikan menganalisis melalui SWOT kekuatan (strength), kekurangan (weakness), kesempatan (opportunity), dan tantangan (threath) pada divisi media dan data praktikan menghasilkan intervensi pembuatan google form volunteer Rumah Cemara dengan pemanfaatan google form.
PROFIL BURUH K3L ZONA 2 UNIVERSITAS PADJADJARAN Aulia Vegianti; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.042 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18363

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk usia kerja pada tahun 2010 mengakibatkan penurunan pada beban ketergantungan. Dengan banyaknya penduduk pada usia produktif menjadikan Indonesia memiliki pasar tenaga kerja yang besar. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia semakin meningka, begitu juga pekerja/buruh. Maka dari itu, perusahaan harus memenuhi kewajibannya dalam pemenuhan hak bagi pekerja/buruh yang pada mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil K3L zona 2 Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden penelitian ini adalah para pekerja K3L Unpad yang bekerja di zona 2. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pekerja K3L adalah perempuan dengan tingkat pendidikan mayoritas adalah sekolah dasar.
KARAKTERISTIK INDIVIDU RESILIEN PADA REMAJA BERPRESTASI YANG MEMILIKI LATAR BELAKANG ORANG TUA BERCERAI Salsabila Wahyu Hadianti; Rudi Saprudin DARWIS; Nunung Nurwati
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.576 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16521

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meninjau terkait bagaimana karakteristik individu yang resilien pada remaja berprestasi yang memiliki latar belakang orang tua bercerai. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Margahayu Kabupaten Bandung, dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, observasi non partisipasi, studi dokumentasi dan kepustakaan. Informan yang dilibatkan dari penelitian ini berjumlah 12 orang, yang terdiri dari 3 orang siswa – siswi berprestasi dengan latar belakang orang tua bercerai berikut dengan orang tuanya yang diwakilkan oleh ibu, teman terdekatnya, dan 3 orang guru bimbingan konseling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas resiliensi serta karakteristik individu yang resilien ini sudah terbangun dengan baik.
Peran Lembaga Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) bagi Perempuan Tuna Rungu Korban Pelecehan Seksual NURLIANA CIPTA APSARI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.538 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16018

Abstract

Perempuan tuna rungu merupakan populasi yang rentan mengalami kekerasan seksual. Hal ini disebabkan karena para pelaku kejahatan seksual ini menganggap bahwa korban tidak akan mampu untuk menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya kepada orang lain dan pihak berwajib. Pelaku kekerasan seksual itu sendiri seringkali adalah orang-orang terdekat korban seperti keluarga, tetangga, dan kekasih korban. Para perempuan tuna rungu korban kekerasan seksual ini seringkali tidak dapat menghindar, karena mereka diancam, dipaksa, disekap dan atau bahkan diculik. Fenomena perempuan tuna rungu korban kekerasan seksual ini masih minim ditangani oleh para penegak hukum karena berbagai hal, seperti misalnya tidak ada aduan/laporan kepada pihak kepolisian. Menyikapi hal tersebut, HWDI sebagai sebuah lembaga yang mewadahi para perempuan dengan disabilitas di Indonesia mengambil peran aktif melakukan pendampingan kepada para korban kekerasan seksual tersebut. Maka dalam hal ini HWDI memiliki andil dan peran yang cukup besar dalam proses pendampingan untuk memperjuangkan keadilan para perempuan difabel agar dapat memperoleh hak yang sama dengan yang lainnya. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan peran HWDI dalam memberikan pendampingan bagi perempuan tuna rungu korban kekerasan seksual.Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, studi dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pihak HWDI mengenai peran HWDI dalam mendampingi para perempuan tuna rungu korban kekerasan seksual di Kota Bandung. Bentuk-betuk pendampingan yang dilakukannya yaitu pendampingan hukum (paralegal), pendampingan sosial, dan pendampingan kesehatan. Hambatan yang sering dihadapi HWDI dalam melakukan pendampingan yaitu muncul dari pihak korban itu sendiri, keluarga, dan aparat penegak hukum
FAKTOR PENDORONG IBU BEKERJA SEBAGAI K3L UNPAD Julian Rizky; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.795 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18367

Abstract

AbstrakSudah sepatutnya seorang ibu mengurusi berbagai hal yang berhubungan dengan urusan rumah tangga. Hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak tugas serta peran seorang ibu. Dewasa ini peran ibu bertambah intensitasnya sehingga peran dan tugas ibu menjadi semakin kompleks. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya ibu yang sekarang ikut terjun ke dalam dunia kerja. Ibu bekerja identik dengan asumsi bahwa keluarga mengalami kekurangan. Belum lagi banyak problematika yang timbul akibat ibu bekerja. namun tidak sedikit juga ibu bekerja sebagai bentuk pengaplikasian atas ilmunya. Selalu adanya keterlibatan dan keterhubungan setiap aspek kehidupan dalam fenomena ibu bekerja. Terkait hal tersebut terdapat berbagai faktor yang mendorong mengapa akhirnya ibu bekerja, mulai dari faktor internal sampai eksternal. Faktor ini menciptakan berbagai dilema dan akhirnya menentukan apa dampak yang akan tercipta ketika ibu bekerja. Artikel ini bertujuan untuk menentukan faktor apa saja yang mendorong ibu bekerja. Hal tersebut menjadi sebuah dasar terhadap dinamika apa saja yang tercipta akibat ibu bekerja dan apa pengaruhnya terhadap kehidupan ibu maupun keluarga. AbstractIt is a mothers job to do many things that are connected to the household. This is one of the many things a mother does. In this century the intensity in a mothers role and the duties of a mother makes her role more complex. This doesn’t change the fact that lots of mothers are also working. Mothers that work are identical with the assumption that a family has many flaws. There are also lots of problematics that show up when a mother works. But there are lots of mothers that work as an application for their knowledge. There is always an involvement and connections on every aspect in the phenomenal life of a working mother. On that note there are also lots of factors that make mothers work, starting from internal to external factors. These factors create lots of dilemmas and finally decided what side effects will be created when mothers work. This article is to decide on what factors that push mothers to work. Those things became the basr to whatever dinamic that will be created from a working mother and what is the side effects to the mother and the family.
PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI PELAKU USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI DESA SAKERTA BARAT DAN SAKERTA TIMUR KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN Nandang Mulyana; Ishartono Ishartono
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.733 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16026

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh semua negara termasuk Indonesia. Pengangguran berimplikasi kepada munculnya kemiskinan. Demikian juga sebaliknya kemiskinan menjadikan banyaknya pengangguran. Mengatasi masalah pengangguran tidak hanya dilakukan dengan membuat program-program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Diperlukan adanya upaya yang terus-menerus yang ditunjang dengan kemampuan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Artinya mengatasi kemiskinan salah satunya dengan menanamkan jiwa wirausaha sehingga tidak tergantung pada lapangan kerja yang ada dan sangat terbatas. Untuk mencapai itu semua tidak hanya memberikan modal usaha yang dapat digunakan untuk membuka usaha baru. Akan tetapi diperlukan adanya pelatihan yang lebih kepada membengkitkan dan mengembangkan jiwa wirausaha dalam  masyarakat.Tujuan dari pelatihan wirausaha tentunya tidak akan mengarahkan masyarakat atau pelaku UKM untuk membuat usaha baru. Terpenting bahwa pelatihan wirausaha yang diberikan adalah membantu pelaku UKM untuk melihat peluang usaha dan pasar baru dengan melihat dari sudut yang berbeda. Sudut berbeda tersebut lebih diarahkan kepada perlunya ada inovasi baru dari usaha yang sekarang telah dijalankan.Metode yang digunakan dalam pelatihan ini tidak lagi menggunakan ceramah. Metode yang digunakan lebih kepada pembelajaran orang dewasa. Pembelajaran orang dewasa ini lebih ditekankan kepada bagaimana peserta pelatihan yaitu para pelaku UKM dapat menggali segala masalah dan potensi yang dimiliki oleh dirinya maupun lingkungannya. Setelah itu dengan brainstornming peserta diajak untuk membuat alternatif-alternatif pemecahan masalah dengan berdasarkan potensi yang ada.Hasil pelatihan memperlihatkan bahwa peserta pelatihan semakin terbuka matanya bahwa untuk memperoleh hasil yang maksimal tentunya tidak hanya berdiam diri dengan apa yang telah dicapai. Diperlukan adanya sudut pandang baru dalam memandang usaha yang telah dilakukan. Untuk mendukung sudut pandang baru tersebut tentunya harus diimplementasikan dalam praktik. Praktik dari inovasi tersebut adalah inovasi produk baru dari produk-prodrk yang sudah ada. Dengan adanya inovasi produk yang didasarkan dari potensi yang ada maka akan membuka pasar baru sehingga akan membuka ekspansi bisnis baru.
Parental Emotional Coaching untuk Meningkatkan Kemampuan Menghadapi Emosi Negatif Anak Tunarungu Septi Mayang Sarry; Eka Ervika
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.581 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18374

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan orangtua dalam menghadapi anak yang memiliki emosi negatif sebelum dan sesudah mengikuti program parental emotional coahing. Hasil dari penelitian ini menunjukan parental emotional coaching efektif bagi orangtua untuk meningkatkan kemampuan menghadapi emosi negatif anak tunarungu. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen yang diukur dengan Coping with Children’s Emotion Scale (CCNES) dari Fabes dan koleganya (1990-an) yang mengambarkan 6 respon orangtua dalam menghadapi emosi negatif anak yaitu problem focused reaction, emotion focused reaction, expressive encouragement, minimization reaction, punitive reaction, distress reaction. Dua respon pertama yaitu, problem focused reaction, emotion focused reaction merupakan suatu respon yang mendukung untuk bisa menghadapi emosi negatif anak secara efektif. Modul program parental emotional coaching disusun berdasarkan teori Gottman (dalam Cook, 2004). AbstractThis research aimed to determine differences in the ability of parents in dealing with children with hearing negative emotions before and after parental emotional coaching program. Parental emotional coaching aimed to coach parents come be a emotional coacher in dealing children’s negative emotion. Measurements were made with Coping with Children's Emotion Scale (CCNEs ) of Fabes and colleagues ( 1990 ) describing 6 responses of parents in dealing with negative emotions children are problem focused reaction, emotion focused reaction, expressive encouragement, minimization reaction, punitive reaction, distress reaction. The first two responses , namely , reaction problem focused , emotion focused reaction is a response to support the child could face negative emotions effectively . Parental emotional coaching program modules compiled based on Gottman 's theory ( in Cook , 2004). This research use quasi experiment design. The results of this study indicate that parental emotional coaching effectively to improve the ability to deal with negative emotions deaf children.
KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI FAKTOR PENDORONG TERBENTUKNYA KERJASAMA DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN K3L DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Meilanny Budiarti Santoso; Hadiyanto A. Rachim; Dinda Azzahra Syauqina
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.746 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18371

Abstract

ABSTRAKKerjasama merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang terjadi diantara dua orang atau lebih, ataupun yang terjadi di dalam sebuah kelompok. Karyawan Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan (K3L) di lingkungan Universitas Padjadjaran adalah salah satu kelompok kerja yang dibentuk dan ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan pembagian tugas pada masing-masing zona kerja. Komunikasi merupakan proses pemindahan informasi atau pesan dan pemahaman dari seseorang kepada orang yang lainnya dan melalui komunikasi kelompok proses kerjasama diantara anggota kelompok dapat terwujud. Penelitian ini menggunakan metode analitis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terjadi di dalam kelompok kerja K3L mendorong terjadinya kerjasama diantara sesama karyawan K3L, sehingga hal tersebut mendukung proses penyelesaian tugas pekerjaan yang dilakukan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dalam kelompok adalah karena adanya faktor personal yang dimaknai sebagai peran dari anggota kelompok dalam sebuah kelompok dan sangat besar pengaruhnya dalam ikut andil untuk memberi sebuah masukan dalam memecahkan sebuah masalah. ABSTRACTCooperation is one form of social interaction that occurs between two or more people, or what happens in a group. Beauty Cleanliness and Environmental Comfort (K3L) within the University of Padjadjaran are one of the working groups that are formed and placed in certain locations in accordance with the division of tasks in each work zone. Communication is the process of transferring information or messages and understanding from someone to others and through group communication the process of collaboration between group members can be realized. This study uses descriptive analytical methods with a qualitative approach. The results showed that the communication that occurred in the K3L working group encouraged collaboration among fellow K3L employees, so that it supported the process of completing the work assignments performed. Factors that influence the effectiveness of communication in groups are because of the personal factors that are interpreted as the role of group members in a group and the enormous influence in participating in giving an input in solving a problem.
PEMANFAATAN LEMBAGA LOKAL UNTUK PELAKSANAAN TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DESA GENTENG Nunung Nurwati; Hetty Krisnani; Agus Wahyudi Riana; Eva Nuriyah Hidayat; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.185 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16038

Abstract

Kegiatan PKM  dengan judul ”Pemanfaatan Lembaga Lokal Untuk Pelaksanaan Tertib Administrasi Kependudukan Di Desa Genteng“, bertujuan untuk memanfaatkan keberadaan lembaga lokal yang ada untuk pelaksanaan pelaksanaan pendataan kependudukan sehingga dapat menciptakan tertib administrasi kependudukan. Untuk mencapai maksud tersebut, Tim PKM telah melaksanakan kegiatan berupa pelatihan dengan materi-materi mencakup peraturan dan teknis registrasi penduduk. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Genteng, dihadiri oleh 45 peserta, terdiri dari ketua RW, Ketua RT, kader posyandu, dan PKK. Pelatihan difokuskan pada materi Registrasi penduduk sebagai berikut: 1) Undang-undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan; dan 2) Teknis Pengisian Data Kependudukan. Untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan digunakan alat bantu berupa Pre-Test dan Post-Test. Hasil dari kegiatan pelatihan pemanfaatan lembaga lokal dalam pelaksanaan registrasi penduduk ini baru mencapai pada aspek kognitif dan afeksi, hal ini dapat terlihat dari kemampuan peserta dalam memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Selain itu, tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan diskusi pemecahan masalah cukup baik, hal ini dapat terlihat saat kegiatan tersebut dilaksanakan.Kata kunci: Lembaga lokal, Pelatihan administrasi kependudukan 
PERANAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA (STUDI TENTANG PERANAN PETUGAS K3L PEREMPUAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR (ZONA: REKTORAT)) Shafila Mardiana Bunsaman; Budi Muhammad Taftazani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.487 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i2.18373

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga para petugas K3L (Kebersihan, Kenyamanan, Keindahan Lingkungan) Universitas Padjadjaran Jatinangor dan juga untuk mengetahui motivasi apa saja yang membuat perempuan memiliki keinginan untuk bekerja. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif serta metode pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam, buku referensi dan juga penelitian-penelitian terhadulu. Hasil penelitian yang didapatkan menyatakan bahwa peranan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga K3L terbagi menjadi dua peran, yang pertama adalah peran perempuan di dalam keluarga, diantaranya adalah peranan sebagai seorang ibu dan juga peranan sebagai pendamping suami. Yang kedua adalah peranan perempuan di luar keluarga yaitu sebagai pencari nafkah. Para perempuan ini bekerja untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. ABSTRACTThis study aims to determine the role of women in improving the family welfare of the K3L officers of Universitas Padjadjaran Jatinangor and also to find out what motivation makes women have the desire to work. The method used in this research is qualitative descriptive and data collection methods used through in-depth interviews, reference books and also research studies. The result of the research shows that the role of women in improving the economic welfare of K3L family is divided into two roles, the first is the role of women in the family, such as the role of a mother and also the role of the husband's companion. The second is the role of women outside the family as the breadwinner. These women work to improve the economic welfare of the family.

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue