cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
COPING STRATEGI PADA MAHASISWA YANG BEKERJA Ferdiawan, Rachmat Putro; Raharjo, Santoso Tri; Rachim, Hadiyanto A.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.22786

Abstract

Coping strategi mengupayakan individu untuk dapat mengendalikan keadaan yang penuh tekanan dengan berusaha untuk mencari jalan keluar atas masalah yang terjadi dan mencari penyebab utama untuk mengurangi stres yang timbul. Sumber stres yang berasal dari tekanan dunia perkuliahan maupun dunia kerja mengharuskan untuk individu melakukan coping. Coping yang efektif lah yang dapat membuat individu dapat menjalankan peran gandanya dengan lebih baik sebagai mahasiswa dan pekerja Oleh karena itu, artikel ini ingin menggambarkan bagaimana coping strategi yang dilakukan mahasiswa yang bekerja. Coping strategies strive for individuals to be able to control the stressful situation by trying to find a way out of the problems that occur and look for the main causes to reduce the stress that arises. The source of stress that comes from the pressure of the world of lectures and the world of work requires that individuals do coping. Effective coping can make individuals perform their dual roles better as students and workers. Therefore, this article would like to illustrate how coping strategies are carried out by working students.
SISTEM SOSIAL PATRIARKI SEBAGAI AKAR DARI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PATRIARCHAL SOCIAL SYSTEM AS THE ROOT OF SEXUAL VIOLENCE AGAINST WOMEN Sonza Rahmanirwana Fushshilat; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.27455

Abstract

ABSTRAKJenis kelamin merupakan suatu perbedaan yang fitrah dan dapat dilihat secara biologis. Melalui proses yang panjang, masyarakat melakukan pembedaan antara peran laki-laki dan peran perempuan. Konstruksi sosial yang diciptakan oleh masyarakat bernama patriarki, sistem sosial yang melihat bahwa garis keturunan ayah memiliki posisi yang lebih superior dibandingkan perempuan. Ketidaksetaraan gender yang ditimbulkan mengakibatkan adanya diskriminasi dan tekanan terhadap perempuan dalam kehidupannya. Pembatasan ruang yang dilakukan oleh laki-laki atau bahkan masyarakat membuat perempuan tidak mendapat aksesibilitas dan hak-hak yang seharusnya mereka diterima. Buruknya, salah satu perlakuan tidak menyenangkan yang didapat perempuan adalah kekerasan seksual. Patriarki membuat posisi perempuan lumrah untuk dijadikan objek seksual oleh laki-laki. Hal ini berarti patriarki juga menjadi salah satu faktor yang menyumbang akan langgengnya kekerasan seksual yang menimpa perempuan. ABSTRACTGender is a natural difference and can be seen biologically. Through a long process, the community differentiates between men's roles and women's roles. The social construction created by society is called patriarchy, a social system that sees that the father's lineage has a position that is superior to women. Gender inequality caused by resulting in discrimination and pressure on women in their lives. Spatial restrictions imposed by men or even society prevent women from getting the accessibility and rights they ought to received. One of the unpleasant treatments women received is sexual violence. Patriarchy system allow the women to become sexual objects by men. This means that patriarchy is also one of the factors contributing to the continuous sexual violence experienced by women.
SISTEM SOSIAL PATRIARKI SEBAGAI AKAR DARI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN PATRIARCHAL SOCIAL SYSTEM AS THE ROOT OF SEXUAL VIOLENCE AGAINST WOMEN Fushshilat, Sonza Rahmanirwana; Apsari, Nurliana Cipta
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.27455

Abstract

ABSTRAKJenis kelamin merupakan suatu perbedaan yang fitrah dan dapat dilihat secara biologis. Melalui proses yang panjang, masyarakat melakukan pembedaan antara peran laki-laki dan peran perempuan. Konstruksi sosial yang diciptakan oleh masyarakat bernama patriarki, sistem sosial yang melihat bahwa garis keturunan ayah memiliki posisi yang lebih superior dibandingkan perempuan. Ketidaksetaraan gender yang ditimbulkan mengakibatkan adanya diskriminasi dan tekanan terhadap perempuan dalam kehidupannya. Pembatasan ruang yang dilakukan oleh laki-laki atau bahkan masyarakat membuat perempuan tidak mendapat aksesibilitas dan hak-hak yang seharusnya mereka diterima. Buruknya, salah satu perlakuan tidak menyenangkan yang didapat perempuan adalah kekerasan seksual. Patriarki membuat posisi perempuan lumrah untuk dijadikan objek seksual oleh laki-laki. Hal ini berarti patriarki juga menjadi salah satu faktor yang menyumbang akan langgengnya kekerasan seksual yang menimpa perempuan. ABSTRACTGender is a natural difference and can be seen biologically. Through a long process, the community differentiates between men's roles and women's roles. The social construction created by society is called patriarchy, a social system that sees that the father's lineage has a position that is superior to women. Gender inequality caused by resulting in discrimination and pressure on women in their lives. Spatial restrictions imposed by men or even society prevent women from getting the accessibility and rights they ought to received. One of the unpleasant treatments women received is sexual violence. Patriarchy system allow the women to become sexual objects by men. This means that patriarchy is also one of the factors contributing to the continuous sexual violence experienced by women.
PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI SEORANG ANAK DARI USIA DINI Raden Roro Michelle Fabiani; Hetty Krisnani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28257

Abstract

Masa golden age pada perkembangan anak berusia dini harus menjadi perhatian yang serius bagi orang tua karena masa golden age merupakan masa yang mudah untuk membentuk kepribadian anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun kepercayaan diri pada kepribadian anak usia dini. Kepercayaan diri tersebut dapat dibangun oleh orang tua dengan berbagai macam cara. Cara tersebut meliputi menjadi pendengar yang baik, menunjukkan sikap menghargai, memberikan kesempatan anak untuk membantu, melatih kemandirian anak. memilah pujian yang diberikan pada anak, membantu anak untuk lebih optimis, memupuk minat serta bakat anak, mengajak anak memecahkan masalah, mencari cara untuk membantu sesama serta memberikan kesempatan pada anak untuk berkumpul bersama anak.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis yang menggunakan data sekunder, informasi yang didapat berasal dari kajian atau penelitian sebelumnya yang sudah ada.
PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI SEORANG ANAK DARI USIA DINI Fabiani, Raden Roro Michelle; Krisnani, Hetty
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28257

Abstract

Masa golden age pada perkembangan anak berusia dini harus menjadi perhatian yang serius bagi orang tua karena masa golden age merupakan masa yang mudah untuk membentuk kepribadian anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun kepercayaan diri pada kepribadian anak usia dini. Kepercayaan diri tersebut dapat dibangun oleh orang tua dengan berbagai macam cara. Cara tersebut meliputi menjadi pendengar yang baik, menunjukkan sikap menghargai, memberikan kesempatan anak untuk membantu, melatih kemandirian anak. memilah pujian yang diberikan pada anak, membantu anak untuk lebih optimis, memupuk minat serta bakat anak, mengajak anak memecahkan masalah, mencari cara untuk membantu sesama serta memberikan kesempatan pada anak untuk berkumpul bersama anak.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis yang menggunakan data sekunder, informasi yang didapat berasal dari kajian atau penelitian sebelumnya yang sudah ada.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH Indrihastuti Rizkia Ramada; Adilla Nur Fitria Dewi; Audina Rahayu O.G; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28560

Abstract

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan suatu komitmen usaha yang dilakukan secara etis serta beroperasi secara legal. Disamping itu, perusahaan juga berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan yang diikuti dengan peningkatan kualitas hidup karyawan hingga masyarakatnya. Adanya tanggung jawab sosial perusahaan ini dapat memberikan sebuah perubahan positif di dalam kehidupan masyarakat atau komunitas. Pelaksanaan program corporate social responsibility oleh perusahaan seharusnya dapat memunculkan kemandirian masyarakat, karena dalam corporate social responsibility sendiri terdapat tipe implementasi pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu upaya dan metode yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aktif, partisipatif dan mandiri.  CSR sendiri sangat berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan ( Sustainable Development ) dimana perusahaan tersebut sebelum melakukan suatu kegiatan, harus berdasarkan atas keputusan yang tak hanya memikirkan atau terorientasi pada aspek ekonomi, melainkan juga harus memikirkan dampak sosial serta lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh keputusan tersebut. Hal ini dikarenakan dalam pemberdayaan masyarakat mendorong terciptanya masyarakat yang aktif dan partisipatif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian, jika sebuah perusahaan merancang program-program corporate social responsibility yang bertujuan untuk memandirikan masyarakat maka perusahaan harus menggunakan metode pemberdayaan masyarakat agar tercapainya pelaksanaan program corporate social responsibility yang membuat masyarakat menjadi berdaya, mandiri dan tidak ketergantungan. Corporate social responsibility is a commitment that is done ethically and legally operate. In addition, the company also contributes to economic improvement followed by improving the quality of life of employees to society. Their corporate social responsibility can provide a positive change in the life of society or community. Implementation of the program of corporate social responsibility by companies should be able to bring up the independence of the community, because in their own corporate social responsibility are the type of empowerment implementation. Community empowerment into one of the ef forts and methods that can be used by the company in creating an active community conditions, participatory and self - reliant. CSR itself is closely linked to sustainable development (Sustainable Development) where the company before doing an activity, must be based on a decision that is not only thought of or oriented to economic aspects, but also have to think about social and environmental impacts that can be generated by the decision. This is because in empowering communities encourage the creation of an active and participatory society to achieve the goals to be achieved. Thus, if sebauh companies design programs aimed at corporate social responsibility for the community's independence, the company should make use of methods of empowering communities to implement the program for corporate social responsibility that makes people become empowered, independent and not dependency.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH Ramada, Indrihastuti Rizkia; Dewi, Adilla Nur Fitria; O.G, Audina Rahayu; Humaedi, Sahadi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28560

Abstract

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan suatu komitmen usaha yang dilakukan secara etis serta beroperasi secara legal. Disamping itu, perusahaan juga berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan yang diikuti dengan peningkatan kualitas hidup karyawan hingga masyarakatnya. Adanya tanggung jawab sosial perusahaan ini dapat memberikan sebuah perubahan positif di dalam kehidupan masyarakat atau komunitas. Pelaksanaan program corporate social responsibility oleh perusahaan seharusnya dapat memunculkan kemandirian masyarakat, karena dalam corporate social responsibility sendiri terdapat tipe implementasi pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu upaya dan metode yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aktif, partisipatif dan mandiri.  CSR sendiri sangat berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan ( Sustainable Development ) dimana perusahaan tersebut sebelum melakukan suatu kegiatan, harus berdasarkan atas keputusan yang tak hanya memikirkan atau terorientasi pada aspek ekonomi, melainkan juga harus memikirkan dampak sosial serta lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh keputusan tersebut. Hal ini dikarenakan dalam pemberdayaan masyarakat mendorong terciptanya masyarakat yang aktif dan partisipatif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian, jika sebuah perusahaan merancang program-program corporate social responsibility yang bertujuan untuk memandirikan masyarakat maka perusahaan harus menggunakan metode pemberdayaan masyarakat agar tercapainya pelaksanaan program corporate social responsibility yang membuat masyarakat menjadi berdaya, mandiri dan tidak ketergantungan. Corporate social responsibility is a commitment that is done ethically and legally operate. In addition, the company also contributes to economic improvement followed by improving the quality of life of employees to society. Their corporate social responsibility can provide a positive change in the life of society or community. Implementation of the program of corporate social responsibility by companies should be able to bring up the independence of the community, because in their own corporate social responsibility are the type of empowerment implementation. Community empowerment into one of the ef forts and methods that can be used by the company in creating an active community conditions, participatory and self - reliant. CSR itself is closely linked to sustainable development (Sustainable Development) where the company before doing an activity, must be based on a decision that is not only thought of or oriented to economic aspects, but also have to think about social and environmental impacts that can be generated by the decision. This is because in empowering communities encourage the creation of an active and participatory society to achieve the goals to be achieved. Thus, if sebauh companies design programs aimed at corporate social responsibility for the community's independence, the company should make use of methods of empowering communities to implement the program for corporate social responsibility that makes people become empowered, independent and not dependency.
SIKAP MAHASISWA PERGURUAN TINGGI TERHADAP MITOS PERKOSAAN Sahadi Humaedi; Binahayati Rusyidi; Antik Bintari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.25432

Abstract

Kelompok usia dewasa muda, khususnya mahasiswa merupakan kelompok yang rentan menjadi korban dan pelaku tindak kekerasan seksual. Karenanya pemahaman mereka mengenai kekerasan seksual sangat penting untuk tindak pencegahan dan penanganan yang lebih tepat. Penelitian bertujuan menguji dampak intervensi kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman kritis mahasiswa mengenai mitos perkosaan (rape myths). Sampel adalah 67 orang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan pada sebuah universitas negeri di wilayah Sumedang. Intervensi diberikan dalam bentuk pelatihan dalam durasi 4 minggu berturut-turut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis mahasiswa mengenai kesetaraan jender, kekerasan seksual terhadap perempuan dan mitos-mitos perkosaan. Sikap terhadap mitos perkosaan diukur menggunakan skala Illinois Rape Myth Attitudes. Uji beda pre-post tests menggunakan t-tests menunjukkan bahwa intervensi berdampak positif terhadap perubahan sikap mahasiswa mengenai mitos perkosaan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya secara signifikan penolakan mahasiswa terhadap berbagai pernyataan stereotipikal dan tidak berdasar mengenai perkosaan dibandingkan dengan sebelum intervensi (p<.001) Penelitian merekomendasikan pengembangan dan penyebarluasan pelatihan serupa untuk meningkatkan sensitivitas mahasiswa terhadap mitos perkosaan.
SIKAP MAHASISWA PERGURUAN TINGGI TERHADAP MITOS PERKOSAAN Humaedi, Sahadi; Rusyidi, Binahayati; Bintari, Antik
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.25432

Abstract

Kelompok usia dewasa muda, khususnya mahasiswa merupakan kelompok yang rentan menjadi korban dan pelaku tindak kekerasan seksual. Karenanya pemahaman mereka mengenai kekerasan seksual sangat penting untuk tindak pencegahan dan penanganan yang lebih tepat. Penelitian bertujuan menguji dampak intervensi kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman kritis mahasiswa mengenai mitos perkosaan (rape myths). Sampel adalah 67 orang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan pada sebuah universitas negeri di wilayah Sumedang. Intervensi diberikan dalam bentuk pelatihan dalam durasi 4 minggu berturut-turut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis mahasiswa mengenai kesetaraan jender, kekerasan seksual terhadap perempuan dan mitos-mitos perkosaan. Sikap terhadap mitos perkosaan diukur menggunakan skala Illinois Rape Myth Attitudes. Uji beda pre-post tests menggunakan t-tests menunjukkan bahwa intervensi berdampak positif terhadap perubahan sikap mahasiswa mengenai mitos perkosaan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya secara signifikan penolakan mahasiswa terhadap berbagai pernyataan stereotipikal dan tidak berdasar mengenai perkosaan dibandingkan dengan sebelum intervensi (p<.001) Penelitian merekomendasikan pengembangan dan penyebarluasan pelatihan serupa untuk meningkatkan sensitivitas mahasiswa terhadap mitos perkosaan.
Pengaruh Perkawinan Muda terhadap Ketahanan Keluarga FARAH TRI APRILIANI; NUNUNG NURWATI
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28141

Abstract

Perkawinan usia muda menjadi salah satu permasalahan yang terus terjadi di Indonesia sampai hari ini meskipun angka atau tingkat perkawinan usia muda tidak tinggi akan tetapi terus meningkat disetiap tahunnya. Sehingga, kesiapan dalam menikah masih belum matang, kondisi emosi yang belum stabil bisa mengakibatkan kepada ketahanan serta kualitas keluarga yang akan dibangun. Tentunya, perkawinan muda akan berpengaruh terhadap ketahanan keluarga, sebab ketika mereka memutuskan untuk kawin muda sudah pasti akan berhenti sekolah yang pada akhirnya menyebabkan minimnya pengetahuan yang terbatas. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai keterkaitan antara perkawinan muda dengan ketahanan keluarga, menjelaskan seperti apa pengaruh yang akan diberikan. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan dan menggunakan sumber data sekunder.       

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue