cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
Pengaruh Perkawinan Muda terhadap Ketahanan Keluarga APRILIANI, FARAH TRI; NURWATI, NUNUNG
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28141

Abstract

Perkawinan usia muda menjadi salah satu permasalahan yang terus terjadi di Indonesia sampai hari ini meskipun angka atau tingkat perkawinan usia muda tidak tinggi akan tetapi terus meningkat disetiap tahunnya. Sehingga, kesiapan dalam menikah masih belum matang, kondisi emosi yang belum stabil bisa mengakibatkan kepada ketahanan serta kualitas keluarga yang akan dibangun. Tentunya, perkawinan muda akan berpengaruh terhadap ketahanan keluarga, sebab ketika mereka memutuskan untuk kawin muda sudah pasti akan berhenti sekolah yang pada akhirnya menyebabkan minimnya pengetahuan yang terbatas. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai keterkaitan antara perkawinan muda dengan ketahanan keluarga, menjelaskan seperti apa pengaruh yang akan diberikan. Penulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan dan menggunakan sumber data sekunder.       
Penanganan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dalam Situasi Bencana Anisa Anisa; Meilanny Budiarti Santoso
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.22881

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Kekerasan tersebut dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Beberapa kasus kekerasan seksual yang kurang mendapatkan perhatian adalah kekerasan seksual yang terjadi dalam situasi bencana. Korban dari kekerasan seksual tersebut sebenarnya dapat terjadi pada siapasaja, hanya dalam kontek ini yang dibahas adalah korban bencana yang menjadi korban kekerasan seksual. Dalam situasi pasca bencana biasanya seseorang memiliki tekanan yang lebih besar, sehingga memerlukan suatu pelampiasan emosi maupun seksual. Sedangkan korban dari kekerasan seksual tersebut biasanya akan merasakan ketidakadilan, kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis kepada korban. Hal tersebut menyebabkan kecenderungan korban untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya, yang kemudian membuat korban sulit untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dan/atau menjalankan kembali keberfungsian sosialnya. Untuk itu pekerja sosial perlu menjalankan perannya sebagai advokator. Advokasi dilakukan sebagai upaya dari pemulihan dengan cara membantu klien agar mampu menjangkau sumber atau pelayanan sosial yang telah menjadi haknya. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan meringkas berbagai kondisi, situasi, atau fenomena realistis sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian.dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pekerja sosial dalam memberikan advokasi kepada perempuan korban kekerasan seksual dalam situasi bencana, sesuai dengan nilai, prinsip serta kode etik pekerja sosial. Serta untuk mengetahui bagaimana dinamika advokasi yang dilakukan oleh pekerja sosial.
Penanganan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Dalam Situasi Bencana -, Anisa -; Santoso, Meilanny Budiarti Budiarti
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.22881

Abstract

Kekerasan seksual terhadap perempuan dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Kekerasan tersebut dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Beberapa kasus kekerasan seksual yang kurang mendapatkan perhatian adalah kekerasan seksual yang terjadi dalam situasi bencana. Korban dari kekerasan seksual tersebut sebenarnya dapat terjadi pada siapasaja, hanya dalam kontek ini yang dibahas adalah korban bencana yang menjadi korban kekerasan seksual. Dalam situasi pasca bencana biasanya seseorang memiliki tekanan yang lebih besar, sehingga memerlukan suatu pelampiasan emosi maupun seksual. Sedangkan korban dari kekerasan seksual tersebut biasanya akan merasakan ketidakadilan, kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis kepada korban. Hal tersebut menyebabkan kecenderungan korban untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya, yang kemudian membuat korban sulit untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dan/atau menjalankan kembali keberfungsian sosialnya. Untuk itu pekerja sosial perlu menjalankan perannya sebagai advokator. Advokasi dilakukan sebagai upaya dari pemulihan dengan cara membantu klien agar mampu menjangkau sumber atau pelayanan sosial yang telah menjadi haknya. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan meringkas berbagai kondisi, situasi, atau fenomena realistis sosial yang ada di masyarakat yang menjadi objek penelitian.dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pekerja sosial dalam memberikan advokasi kepada perempuan korban kekerasan seksual dalam situasi bencana, sesuai dengan nilai, prinsip serta kode etik pekerja sosial. Serta untuk mengetahui bagaimana dinamika advokasi yang dilakukan oleh pekerja sosial.
PORNOGRAFI PADA KALANGAN REMAJA Galih Haidar; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.27452

Abstract

ABSTRAKMasa remaja adalah masa pencarian jati diri dan masa rasa ingin tahu yang tinggi salah satunya terhadap hal yang berkaitan dengan seksualitas. Kemajuan teknologi saat ini,membuat mereka mudah untuk mengakses dan menonton konten pornografi sehingga menjadi candu. Oleh karenanya dilakukan penelitian ini dengan menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu penelitian data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah,  artikel, ataupun hasil penelitian sejenis yang telah dipublikasikan berkaitan dengan tema pornografi pada kalangan remaja.Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui faktor dan dampak kecanduan pornografi.Hasil dari penulisan ini bahwa remaja yang kecanduan pornografi memiliki hambatan dalam kognisi dan kehidupan sosialnya. ABSTRACTAdolescence is a period of self-identity seeking and curiosity, one of which is in connection with the terms of sexuality. Current technological advances, had ease the access and watch pornographic thus becoming addictive. Therefore this research is conducted using the literature studies. Literature study is secondary data research which is conducted by firstly search for literatures from various products such as books, scientific journals, articles, or similar research results that have been published in pornography among adolescents. The purpose of this writing is to determine the factors and effects of pornography addiction. this is that teenagers who are addicted to pornography have obstacles in their cognition and social life.
PORNOGRAFI PADA KALANGAN REMAJA Haidar, Galih; Apsari, Nurliana Cipta
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.27452

Abstract

ABSTRAKMasa remaja adalah masa pencarian jati diri dan masa rasa ingin tahu yang tinggi salah satunya terhadap hal yang berkaitan dengan seksualitas. Kemajuan teknologi saat ini,membuat mereka mudah untuk mengakses dan menonton konten pornografi sehingga menjadi candu. Oleh karenanya dilakukan penelitian ini dengan menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu penelitian data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah,  artikel, ataupun hasil penelitian sejenis yang telah dipublikasikan berkaitan dengan tema pornografi pada kalangan remaja.Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui faktor dan dampak kecanduan pornografi.Hasil dari penulisan ini bahwa remaja yang kecanduan pornografi memiliki hambatan dalam kognisi dan kehidupan sosialnya. ABSTRACTAdolescence is a period of self-identity seeking and curiosity, one of which is in connection with the terms of sexuality. Current technological advances, had ease the access and watch pornographic thus becoming addictive. Therefore this research is conducted using the literature studies. Literature study is secondary data research which is conducted by firstly search for literatures from various products such as books, scientific journals, articles, or similar research results that have been published in pornography among adolescents. The purpose of this writing is to determine the factors and effects of pornography addiction. this is that teenagers who are addicted to pornography have obstacles in their cognition and social life.
BAHAYA PEREDARAN NAPZA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Sheila Natalia; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28868

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 yang telah melanda hampir seluruh dunia yang tidak terkecuali di Indonesia sendiri sangatlah berpengaruh pada beberapa aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, dan lain-lain. Tidak terkecuali peredaran narkotika di Indonesia. Ditengah terjadinya krisis ekonomi, banyak orang-orang kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian dan lain-lain, peredaran narkotika justru meningkat pada masa pandemi Covid-19 ini. Artikel ini betujuan untuk menganalisis bahaya peredaran narkotika pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengetahui dan menjabarkan apa saja bahaya peredaran narkotika pada masa pandemi Covid-19. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan studi kepustakaan yang diambil dari berbagai sumber seperti artikel, jurnal, buku, dan sumber-sumber online lainnya yang berkaitan dengan fenomena persebaran NAPZA di masa pandemi Covid-19 ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bahaya penggunaan narkotika pada saat pandemi Covid-19 menjadi dua kali lipat. Seseorang yang menggunakan narkotika akan menjadi orang yang rentan terhadap virus ini. Kemudian bahaya lain peredaran narkotika pada saat masa pandemi lebih berbahaya, melebihi pada saat kondisi normal. Para pengedar narkotika akan memanfaatkan orang-orang yang stress akibat pandemi ini untuk ikut terjerumus dalam pengunaan narkotika. Adapun pendekatan yang dapat dilakukan untuk mencegah seseorang menggunakan narkotika pada masa pandemi yaitu pendeketan agama, psikologis, dan sosial.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) ALFAMART DALAM MEMPERKERJAKAN PENYANDANG DISABILITAS Safri Sholehuddin; Dhika Ayu Syafira; Santoso Tri Raharjo; Nurliana C. Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.29054

Abstract

AbstrakNegara memiliki kewajiban bagi warganya untuk saling menghargai perbedaan satu sama lain, baik itu budaya, agama, maupun kondisi fisik antar sesama manusia. Di dunia ini memang tidak ada seseorang yang sempurna, namun ada masyarakat yang memamg tidak memiliki kondisi fisik layaknya orang normal. Mereka adalah para penyandang disabilitas, yang termasuk dalam masayarakat rentan, karena memiliki keterbatasan fisik sehingga merasa kesulitan terkait keberfungsian sosialnya. Disabilitas berasal dari kata disability atau disabilities yang artinya ketidakmampuan. Disabilitas sudah menjadi isu yang selalu didengar oleh masyarakat akan tetapi banyak pula masyarakat yang merasa tidak peduli dengan para penyandang disabilitas. Hanya ada sedikit masyarakat penyandang disabilitas yang mampu bekerja layaknya orang normal, karena mereka merasa sulit untuk mendapatkan pekerjaan apalagi dengan kondisi fisik yang dapat dikatakan tidak lengkap, mereka hanya bekerja sebagai pengemis dipinggir jalan yang selalu mencari belas kasihan dari masyarakat luar untuk memberinya uang demi melanjutkan kehidupan sehari-harinya. Namun tidak semua orang dengan disabilitas selalu menjadi seorang pengemis, mereka mampu melanjutkan hidup walaupun memiliki keterbatasan fisik, contohnya mencari pekerjaan yang layak bagi mereka dan tidak selalu meminta belas kahisan kepada masyarakat luas. Perusahaan seperti Alfamart selalu aktif dalam mengangkat para penyandang disabilitas sebagai karyawan mereka. Alfamart tidak hanya memperkerjakan 0,1% penyandang disabilitas dalam perusahaannya meliankan 0,4% dalam mengangkat para penyandang disabilitas menjadi para karyawannya dari tahun-ketahun. Sehingga sengan adanya CSR ini maka para penyandang disabilitas akan mampu menjadi seorang pekerja yang layak dan dapat menjalankan keberfungsian sosialnya dalam kelhidupan masyarakat.Kata Kunci: Cooperate Social Responsibility (CSR), Disabilitas, Kesempatan Kerja AbstractThe state has an obligation for its citizens to respect each other's differences, be it cultural, religious, or physical conditions between people. In this world there is no one who is perfect, but there are people who do not have physical conditions like normal people. They are people with disabilities, which are included in vulnerable communities, because they have physical limitations so they feel difficulties related to social functioning. Disability comes from the word disability or disabilities, which means disability. Disability has become an issue that is always listened to by the community but there are also many people who feel they don't care about people with disabilities. Only a few people with disabilities are able to work like normal people, because they find it difficult to get a job especially with physical conditions that can be said to be incomplete, they only work as beggars on the side of the road who are always looking for mercy from the outside community to give him money to continue his daily life. However, not all people with disabilities always become beggars, they are able to continue to live despite their physical limitations, for example finding decent work for them and not always asking for mercy from the wider community. Companies like Alfamart are always active in appointing persons with disabilities as their employees. Alfamart not only employs 0.1% of people with disabilities in his company, but only 0.4% in appointing people with disabilities as employees over the years. So with this CSR, persons with disabilities will be able to become decent workers and be able to carry out their social functioning in the life of the community.Keywords: Cooperate Social Responsibility (CSR), Disability, Job Opportunities
RAGAM PRAKTIK CSR SELAMA PANDEMI COVID-19 Annisya Triana; Sri Sulastri; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam praktik CSR selama Covid-19, terutama praktik CSR yang berfokus pada pengurangan dampak ekonomi bagi masyarakat rentan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan deskripsi analitif untuk dapat memberikan gambaran mengenai pokok permasalahan yang ingin diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beragam praktik CSR yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dalam rangka mewujudkan budaya kesejahteraan bersama melalui interaksi positif dengan karyawan, keluarga hingga komunitas yang ada di sekitar perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup bersama. CSR perusahaan selama pandemic Covid-19 memiliki peluang besar untuk mengeluarkan inovasi terbaiknya dalam memberikan kontribusi social yang bermakna sebagai bentuk pengembangan jangka panjang pada pencapaian keseimbangan antara profitabilitas dan harmoni dengan berbagai pemangku kepentingannya. Adapun, contoh perusahaan yang diambil dalam penelitian ini adalah praktik CSR yang dilakukan oleh Grab, PT. Pertamina, Wingsgroup, dan Sinarmas Land selama pandemi Covid-19.
Kebijakan Pemerintah Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Dalam Rekonstruksi Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 Diyan Suliswati; Fahrur Razi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28977

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik mengenai pemulihan dalam bidang ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sebagai upaya perbaikan dan pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah desa. Peneliti ini menggunakan metode wawancara dan observasi, yang mana narasumbernya merupakan perangkat desa yang terlibat dalam pembuatan kebijakan tersebut, selain itu narasumbernya ada Ketua Anshor, penjual dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam membantu  sukseskan kebijakan tersebut. Tujuan peneliti ini adalah untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat di bidang perekonomian dalam menghadapi bencana nasional non alam dan pasca bencana serta untuk menginspirasi Pemerintah Desa yang lain dalam membuat kebijakan rekonstruksi ekonomi pasca pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dari Pemerintah Desa Lowayu dalam rekonstruksi ekonomi adalah dengan menormalisasi kembali kegiatan ekonomi di masyarakat dengan tetap menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti cuci tangan, menjaga pola makan dan menjaga kebersihan lingkungan.
MENGATASI STRESS PADA REMAJA SAAT PANDEMI COVID-19 DENGAN TEKNIK SELF TALK Sherien Sekar Dwi Ananda; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.29050

Abstract

ABSTRAKPerkembangan Virus Corona saat ini semakin menunjukkan bahwa masyarakat harus semakin waspada dengan segala sesuatunya. Virus ini berdampak bagi kehidupan masyarakat di seluruh dunia dimana mempengaruhi berjalannya sektor-sektor pembangunan. Kehidupan para remaja pun nyatanya ikut terpengaruh seiring dengan dilakukannya berbagai kebijakan untuk mengurangi dampak dari pandemi ini. Kondisi mental para remaja semakin diuji dan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya menjadi stress. Stress adalah salah satu tanda bahwa pemikiran seseorang menjadi irasional/negatif. Langkah yang bisa dilakukan salah satunya dengan menerapkan teknik Self Talk yang bermanfaat bagi pekembangan psikologis para remaja. Dalam menerapkan teknik ini, para remaja akan melakukan pembiasaan untuk melatih cara pandangnya, dimana lebih mengutamakan pikiran mereka yang positif daripada negatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang menjelaskan tentang bagaimana cara untuk mengatasi rasa stress yang dialami oleh para remaja di kala pandemi Virus Corona seperti sekarang ini dengan teknik Self Talk. Tujuan penelitian ini yaitu agar remaja dapat mengontrol emosi serta memprioritaskan self talk positif saat berada di situasi tertentu. Kata Kunci : corona, remaja, stress, self talk. ABSTRACTThe world situation shows that the Corona Virus is growing faster and faster. it proves that the community must be increasingly aware of everything. This virus has an impact on the lives of people throughout the world that affect the development of the development sector. The lives of adolescents were in fact affected along with the implementation of various policies to reduce the impact of this pandemic. The mental condition of adolescents is increasingly tested and not a few of them eventually become stressed. Stress is a sign that someone's thoughts become irrational / negative. One step that can be taken is by applying the Self Talk technique which is beneficial for the psychological development of adolescents. In applying this technique, teenagers will make it a habit to practice their perspective, which prioritizes their positive thoughts rather than negativity. This type of research used in this study is a qualitative research with descriptive methods that explain how to deal with the stress experienced by adolescents during the Corona Virus pandemic as it is today with the Self Talk technique. The purpose of this study is that adolescents can control their emotions and prioritize positive self talk while in certain conversations.Keywords: corona, adolescents, stress, self talk.

Filter by Year

2015 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): PROSIDING PENELITIAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue