Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyelesaian Tindak Pidana Pencurian Ringan melalui Sanksi Adat Melayu Bengkulu di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu Malau, Ruben; Marcelino, Rafflie Julio; Hidayat, Alip Asya; Saputra, Derry Rahmat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5409

Abstract

Tindak pidana pencurian ringan seringkali diselesaikan melalui pemidanaan formal yang berorientasi retributif, padahal masyarakat memiliki mekanisme hukum adat yang mengedepankan keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sanksi adat Melayu Bengkulu dalam penyelesaian tindak pidana pencurian ringan di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi adat Melayu Bengkulu masih diterapkan dan dipercaya oleh masyarakat. Bentuk sanksinya meliputi ganti rugi materiil, arak-arakan adat, serta penyediaan nasi kunyit untuk memulihkan keharmonisan sosial. Namun, pelaksanaannya menghadapi hambatan berupa sulitnya mencapai kesepakatan ganti rugi, penolakan sepihak dari korban yang dapat berujung pada sanksi pengucilan sosial, ketidakpatuhan pelaku terhadap putusan adat, serta menurunnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai adat. Disimpulkan bahwa hukum adat Melayu Bengkulu masih sangat relevan sebagai alternatif penyelesaian perkara, namun memerlukan upaya pelestarian dan harmonisasi yang lebih terstruktur dengan sistem hukum nasional.
KUALIFIKASI GENOSIDA TERHADAP ETNIS ROHINGYA DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INTERNASIONAL: ANALISIS UNSUR DOLUS SPECIALIS Marcelino, Rafflie Julio; Saputra, Dendi; Ramadhana, Elsa; Oktaviani, Sutra; Monika, Sela; Lestarika, Dwi Putri
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1787

Abstract

Kasus etnis Rohingya di Myanmar merupakan salah satu krisis kemanusiaan paling serius abad ke-21 yang mengundang perdebatan hukum internasional mengenai kualifikasinya sebagai genosida. Penelitian ini bertujuan menganalisis dua persoalan pokok yakni apakah tindakan militer Myanmar terhadap Rohingya memenuhi unsur-unsur genosida sebagaimana didefinisikan dalam Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida 1948 (Konvensi Genosida) dan bagaimana pembuktian unsur dolus specialis sebagai mens rea khusus genosida dapat dikonstruksi secara yuridis. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus yang didukung dengan perundang-undangan dan konseptual. Analisis didasarkan pada instrumen hukum internasional, putusan Pengadilan Pidana Internasional untuk Rwanda (ICTR), dan laporan investigatif PBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur actus reus genosida terpenuhi secara substansial melalui pola pembunuhan massal, pemerkosaan sistematis, dan pengusiran paksa. Pembuktian dolus specialis, meskipun tidak tersedia dalam bentuk bukti doktrinal langsung, dapat diinferensi secara sah melalui metode pattern of conduct, skala dan sistematisitas kekerasan, serta keterlibatan aparatur negara. Penelitian ini berkesimpulan bahwa tindakan terhadap Rohingya memenuhi ambang batas kualifikasi genosida dan merekomendasikan penguatan mekanisme akuntabilitas hukum internasional terhadap pelaku.