Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Workshop Manajemen Isu Bagi Pelaku UMKM Ferdinandus Ngare; Veny Purba; Dimas Akhsin Azhar
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.413 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v2i1.4931

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini adalah untuk membantu menjelaskan langkah-langkah yang perlu ditindaklanjut oleh pelaku UMKM dalam menghadapi persoalan Manajemen Isu dalam mengembangkan bisnis mereka. Manajemen Isu adalah proses manajemen yang tujuannya adalah membantu menjaga pasar, mengurangi risiko, menciptakan peluang dan mengelola citra sebagai aset organisasi untuk keuntungan baik organisasi dan pemangku kepentingan utamanya. Isu selalu hadir dalam aktivitas organisasi sebagai akibat interaksi dengan lingkungan sosial tempat organisasi berada. Menurut Hainsworth, sebuah issue diciptakan sebagai sebuah ide yang memiliki dampak potensial pada beberapa organisasi atau publik yang mengakibatkan tindakan yang menyebabkan peningkatan kesadaran dan/atau reaksi pada bagian dari organisasi atau publik lainnya. Dalam sebuah model yang dikembangkan oleh Hainsworth & Meng (Regester & Larkin, 2003), proses ini dapat digambarkan sebagai siklus yang terdiri dari empat tahap berikut: sumber/origin, mediasi dan aplifikasi, organisasi dan resolusi. Melalui kegiatan ini diharapkan kedepannya lebih banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya manajemen isu dalam pengembangan bisnsi mereka. Metode yang digunakan dalah deskriptif, agar dapat mendeskripsikan setiap tahapan dalam melakukan pelatihan. Pelatihan ini dilakukan untuk menimbulkan dampak secara kognitif dan afektif. Hal ini dianggap efektif untuk memberikan pemahaman tentang manajemen isu dan membuat mereka memahami dan melakukan tindakan manajemen isu dalam UMKMnya. Melalui pelatihan ini diharapkan ke depannya lebih banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya peran komunikasi manajemen isu  dalam pengembangan bisnsi mereka. Serta kemampuan dalam menghadapi berbagai isu menjadi kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap pelaku UMKM.Kata Kunci: Komunikasi, Manajemen Isu, UMKM
Pandanga Remaja Terhadap “Legalisasi Ganja” di Indonesia Gayes Mahestu; Dimas Akhsin Azhar; Veny Purba
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.251 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7805

Abstract

There is a discourse on the legalization of cannabis that is constantly echoed by institutions and communities namely one of the proponent is Lingkar Ganja Nusantara (LGN) generate concern in various side of society. According to Badan Narkotika Nasional (BNN) in  2019 drug abuse more increasing by 24 - 28 percent in Indonesia among them are milenials. With about 60 percent of drug cases are cannabis abused. The aim of this journal is to find out how the milenials teenager see from their perspective about the legalization of cannabis. Mix method research will be used in this journal. In quantitative research will use survey methods, also will use accindental random sampling sample technique to 345 teenagers who live in Bandung and Jakarta. The survey collection period will take place on 1-3 October 2019. Then this research will be combined with qualitative data from case studies of 8 teenagers who do not want to be mentioned of named or name of community, because of concerns and the emergence of negative associations with the community. The research results showed a linkage factor between exposure to information in the media that strengthened most of the objects agreeing to legalize cannabis. Positive jargon about cannabis presented by proponent communities reinforce the truth about the legalization of cannabis. Friends / colleagues become a source of information that is considered valid and credible as a basis for other information about the legalization of cannabis.Adanya wacana legalisasi ganja yang terus menerus digaungkan oleh lembaga dan komunitas pendukung salahsatunya Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menimbulkan khawatiran diberbagai pihak. Sementara menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2019 penggunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat 24 -28 persen diantaranya adalah kaum remaja milenial. Dengan Sekitar 60 persen kasus narkoba adalah pengguna ganja. Jurnal ini untuk mengetahui bagaimana pandangan remaja terhadap legalisasi ganja. Menggunakan penelitian mix method. Pada penelitian kuantitatif dengan  metode survey. Menggunakan teknik sample accindental random sampling kepada sebanya 345 orang remaja di Bandung dan Jakarta, pada periode pengumpulan survey (1-3 Oktober 2019), kemudian juga digabungkan dengan data studi kasus terhadap 8 remaja pada komunitas XXI (yang menolak disebutkan baik nama komunitas maupun nama informan dalam publikasi karena kekawatiran asosiasi negatif terhadap komunitas tsb). Hasil penelitian menunjukan adanya faktor keterkaitan antara paparan informasi di media yang menguatkan sebagian besar objek menyetujui legalisasi ganja. Jargon – jargon positif tentang ganja yang disajikan oleh komunitas – komunitas pendukung menguatkan kebenaran tentang legalisasi ganja. Teman/ rekan menjadi sumber informasi yang dianggap valid dan kredibel sebagai dasar pencarian informasi lainnya tentang legalisasi ganja.
KOMUNIKASI DALAM BUDAYA POPULER KEDAI KOPI Dimas Akhsin Azhar; Veny Purba; Ferdinandus Ngare
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i2.16490

Abstract

Komunikasi adalah salah satu kegiatan manusia yang tak pernah berhenti. Setiap saat manusia sebagai mahluk sosial selalu berkomunikasi dengan yang lainnya baik itu secara verbal maupun non-verbal, secara tatap muka maupun melalui medium. Disadari maupun tidak, kedai kopi telah menjadi salah satu medium komunikasi antara individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana budaya kopi pada saat ini menjadi media baru dalam cara melakukan komunikasi. Bagaimana nilai-nilai dalam komunikasi tertuang dalam kedai kopi yang menjadi sebuah ‘tempat ketiga’ bagi individu dan interaksi komunikasi yang terjadi dalam kebudayaan kopi ini.
PELATIHAN FOTOGRAFI GUNA MENDUKUNG PEMASARAN DIGITAL PRODUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) Yulia Sariwaty; Veny Purba; Maya Retnasary; Ferdinandus Ngare; Dimas Akhsin Azhar; Rani Rahmayani
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sorot.v2i2.4739

Abstract

Micro, small and medium enterprises or better known as UMKM have a sizable contribution to the Indonesian economy, therefore a supporting capacity is needed in developing ways of offering products that have experienced a shift from conventional to digital marketing systems. The photography training for marketers of UMKM products this time aims to provide basic training on photography techniques in obtaining product images that support the delivery of visual messages conveyed when carrying out marketing communications through the digital media they use, both social media and market places. The basic photography skills introduced also deliberately utilize smartphone technology to make it easier for marketers to take product images, edit and make product offers in a short time in one medium. The final achievement of this training is shown by the proportional increase and sharpness of the images produced by the participants, this can be seen through the comparison of the results of the images obtained during the pre-test and post-test.
PELATIHAN KEMAMPUAN BUSINESS PITCHING BAGI PELAKU UMKM SEBAGAI SKILL PENTING UNTUK BERADAPTASI DALAM ERA BISNIS 5.0 Yulia Sariwaty S; Dimas Akhsin Azhar; Maya Retnasary; Rani Rahmayani; Ferdinandus Ngare
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 6 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i6.2499

Abstract

ABSTRAK Bisnis 5.0 mengacu pada era di mana teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan blockchain tidak hanya mengubah cara bisnis dijalankan, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi dengan dunia. Ini adalah tentang integrasi yang lebih dalam antara teknologi dan manusia untuk menciptakan solusi bisnis yang lebih inovatif dan efisien. Bisnis 5.0 membawa dampak besar pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memungkinkan mereka mengadopsi teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengakses pasar global melalui platform digital, dan memperluas jangkauan pelanggan. Dengan menggunakan kecerdasan buatan, analitika data, dan solusi berbasis cloud, UMKM dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing mereka di pasar yang semakin terhubung secara digital.Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu penopang perekonomian Indonesia, keberadaannya memberikan kontribusi besar terhadap PDB nasional. Perlambatan UMKM di masa pandemi tidak berlangsung lama, banyak bermunculan strategi dan inovasi baru untuk melahirkan ide dan peluang usaha baru. Dalam bisnis 5.0, business pitching masih penting untuk mendapatkan dukungan, investasi, atau kemitraan, tetapi dengan penekanan yang lebih besar pada inovasi teknologi dan dampak sosial. Pitching harus mencakup bagaimana teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, atau blockchain digunakan untuk menghadapi tantangan bisnis dan menciptakan solusi yang lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan. Selain itu, penting untuk menunjukkan bagaimana bisnis Anda akan berintegrasi dengan ekosistem digital yang semakin terhubung untuk mencapai pertumbuhan dan dampak yang berkelanjutan. Pelatihan business pitching bagi UMKM diselenggarakan guna memberikan pembelajaran bagi para peserta agar mampu mempresentasikan dan meyakinkan para investor mengenai ide bisnis yang akan dilakukannya. Pelatihan dilaksanakan dengan metode seminar untuk pembekalan materi dilanjutkan dengan workshop sebagai bentuk praktek dari materi yang telah diterima. Keberhasilan dari pelatihan dilihat dari adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta terhadap materi yang diberikan melalui hasil evaluasi tugas secara kelompok, serta perbandingan hasil pre-test dan post-test, peserta yang dikategorikan mempu melakukan presentasi dengan baik mengalami peningkatan dari 4 orang menjadi 15 orang (20 orang peserta).
PEMANFAATAN HANDPHONE SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BISNIS UMKM Dimas Akhsin Azhar; Yulia Sariwaty S.; Maya Retnasary; Rani Rahmayani; Ferdinandus Ngare
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 2 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v3i2.5733

Abstract

Saat ini, handphone yang bertransformasi menjadi Smartphone telah menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat modern. Fungsi dari handphone tidak hanya sebagai media komunikasi saja, tetapi juga telah menjadi media informasi, media social, media perbankan, hiburan dan juga media bisnis. Tujuan pelatihan adalah untuk berbagi pengetahuan dalam memanfaatkan handphone sebagai media mengembangkan pemasaran produk pelaku usaha UMKM. Keberadaan aflikasi media social, e-commerce seperti market place dalam sebuah handphone memberikan ruang bagi para pelaku usaha UMKM untuk merepresentasikan dirinya sebagai produsen atau penjual, maupun produk yang ditawarkan, selain itu bisa menjadi media komunikasi bagi peluang kerja sama, berbagi informasi, serta berkomunikasi dengan para konsumen atau rekan sesama pelaku usaha lainnya. Dalam pelaksanaan pelatihan, para peserta dikenalkan dengan materi pembuatan brand, komunikasi bisnis, e-commerce, dan media social untuk bisnis. Para peserta juga melaksanakan praktek pembuatan brand, membuat aplikasi media social untuk bisnis usahanya, dan ada pula yang melakukan praktek pembukaan toko online pada market place yang mereka pilih. Kegiatan diakhiri dengan respon antusiasme yang luar biasa dari para peserta yang merasa jika pelatihan sangat memberikan ilmu baru dan manfaat guna pengembangan bisnis usaha UMKM mereka.
Maskulinitas Dalam Disabilitas ( Analisis Semiotika dan Mitologi Roland Barthes Dalam Film Sex & Drugs & Rock & Roll ) azhar, dimas akhsin
IRAMA Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.872 KB) | DOI: 10.17509/irama.v2i2.29973

Abstract

Film Sex Drugs Rock Roll berusaha merepresentasikan maskulinitas dengan sudut pandang yang berbeda, dimana maskulinitas juga masih bisa menemukan bentuknya dalam keadaan disabilitas seorang laki-laki. Selama ini maskulinitas mendapatkan hak yang istimewa dalam representasinya di media massa, dimana laki-laki dapat mendapatkan akses sosial lebih besar dan terhormat daripada perempuan, dimana dominasi laki-laki seringkali lebih diperlihatkan sebagai sesuatu yang alamiah. Subjek dalam penelitian ini adalah sebuah film biopic berjudul Sex Drugs Rock Roll. Objek penelitian adalah fenomena disabilitas dalam konsep maskulinitas sebagai identitas laki-laki. Penjelasan tentang konstruksi maskulinitas diperoleh dari proses gabungan signifikasi makna denotasi dan konotasi yang pada akhirnya membentuk sebuah mitos dan ideologi dominan tentang maskulinitas dalam film Sex Drugs Rock Roll. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna maskulinitas bagi seorang laki-laki yang dikonstruksikan dalam film Sex Drugs Rock Roll adalah citra dari kebudayaan patriarki dimana laki-laki masih memegang kontrol penuh atas kehidupannya. Lain hal dengan usaha yang dilakukan oleh penyandang cacat yang kerap tersubordinat dalam menemukan bentuk maskulinitasnya, ternyata diperlukan perjuangan besar ketika ingin mendapatkan hak-hak istimewa laki - laki..
Pelatihan Business Pitching Bagi Pelaku UMKM Dalam Menarik Minat Investor S, Yulia Sariwaty; Azhar, Dimas Akhsin; Retnasary, Maya; Rahmayani, Rani; Ngare, Ferdinandus
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 5 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v4i1.1335

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (in Indonesia it’s known as UMKM) are one of the pillars of the Indonesian economy, their existence contributes greatly to the national GDP. The downturn experienced by UMKM during the pandemic did not last long, many new strategies and innovations emerged to create new business ideas and opportunities. However, this is still hampered by capital problems. The government in collaboration with banks has provided access to capital assistance for UMKM players through the people's business credit policy. Several state-owned companies have also opened opportunities to provide capital loans including business assistance for UMKM as a form of Corporate Social Responsibility, but in an effort to apply for business capital loans, business actors must have the ability to convince financiers or investors about the business or business they will do. Business pitching training for UMKM was organised to provide learning for participants to be able to present and convince investors of their business ideas. The training was carried out using a seminar method for material briefing followed by a workshop as a form of practice of the material that had been received. All participants were enthusiastic about gaining knowledge from attending this training, and hoped that there would be further training that would equip them with other new knowledge.
KOLABORASI PT KAI DAOP 2 BANDUNG DAN KOMUNITAS EDAN SEPUR INDONESIA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN EKSTERNAL PUBLIC RELATIONS Azhar, Dimas Akhsin
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 3 No 1 (2024): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v3i1.8081

Abstract

Mengelola hubungan dengan komunitas secara efektif dapat membawa banyak manfaat bagiperusahaan. PT KAI Daop 2 Bandung melakukan program ekstenal public realtions denganberkolaborasi bersama komunitas penggemar dan pencinta kereta api yaitu komunitas EdanSepur Indonesia. Dengan strategi yang tepat, komunitas dapat menjadi aset berharga dalamupaya public relations. Komunitas memainkan peran penting dalam memperkuat hubunganantara perusahaan dan publik, serta mendukung berbagai inisiatif PR. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dimana bisa lebih dalam menginterpretasi dan menganalisiskolaborasi yang dilakukan oleh PT KAI Daop 2 Bandung dengan komunitas Edan SepurIndonesia sebagai bentuk program eksternal public relations. Penelitian ini menggunakan studikasus, dimana peneliti melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam terhadap suatu kejadiantertentu yang bertujuan untuk memahaminya dalam konteks latar, keadaan, dan periode tertentu.Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif fokus pada pengumpulan data yangbersifat deskriptif dan mendalam antara lain wawancara mendalam, observasi partisapatif, studidokumentasi, dan narrative inquiry. PT KAI Daop 2 Bandung memiliki program eksternal PRyang dijalankan antara lain corporate social responsibility (CSR), komunikasi dan informasipublik, event dan aktivasi, serta komunitas dan kemitraan. Dalam penelitian ini lebihmenitikberatkan pada kolaborasi yang dilakukan PT KAI Daop 2 Bandung dengan komunitasEdan Sepur Indonesia. Beberapa hasil kolaborasi yang terimplemnetasi dalam kegiatan antaralain seperti disiplin perlintasan, railway emergency response, bebersih petak, disiplin berkereta,dan pos koordinasi (posko) hari raya. Dukungan PT KAI untuk komunitas pencinta kereta apisangat terlihat dari beberapa kolaborasi tersebut, dimana manajemen PT KAI khususnya DivisiPR sangat membutuhkan aspirasi konstruktif dari komunitas-komunitas yang ada untukperbaikan berkelanjutan.
REPRESENTASI CITRA POLITIK CALON GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2024 DI TIKTOK Fikri, Miftakhul; Dimas Akhsin Azhar; Slamet Parsono
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 3 No 2 (2025): Januari
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v3i1.8422

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu wilayah terpadat di Indonesia dan memiliki pengaruh politik yang besar, menjadikan kampanye gubernur sebagai dorongan strategis bagi partai politik dan calon pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana calon Gubernur Jawa Barat pada tahun 2024 mengkonstruksi citra politiknya melalui platform TikTok, khususnya mengadaptasi simbol, bahasa, dan narasi terhadap aspirasi masyarakat . Pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce digunakan untuk mengungkap makna di balik tanda-tanda yang ditampilkan, seperti representament, object, interpretant dan hubungannya dengan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik calon gubernur dirancang secara cermat untuk menghubungkan citra mereka dengan tradisi, budaya, dan identitas lokal masyarakat Jawa Barat. Melalui analisis simbol semiotika, penggunaan unsur budaya seperti seni tradisional, bahasa Sunda, dan simbol agama ditemukan menjadi alat penting dalam membangun hubungan emosional dengan penonton. Sebagai media interaktif, platform TikTok memungkinkan menyebarkan pesan dengan cepat dan efektif kepada pemilih muda sekaligus menciptakan ruang dialog politik yang lebih inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa citra politik yang ditampilkan di media sosial tidak hanya mencerminkan strategi komunikasi, tetapi juga menunjukkan bahwa politik identitas dan budaya lokal merupakan elemen penting dalam konflik politik kontemporer. Kajian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami peran media digital dalam membentuk narasi politik di Indonesia, khususnya dalam konteks lokal yang kaya akan makna budaya.