Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

THE MEANING OF TRADITION “NJALANG” FOR THE PEOPLE OF MERP AS VILLAGE, MERPAS KAUR REGENCY REGENCY, BENGKULU Yoka Pradana
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 18 No 2 (2020): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.31 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v18i2.3808

Abstract

One of the traditions of grave pilgrimage that is still carried out by the community is the tradition of grave pilgrimage in Merpas Village Kaur Regency, Bengkulu known as Njalang. This tradition is unique be- cause the grave pilgrimage is carried out jointly by villagers every 2nd day of Syawal. This research is aimed at analyzing the meaning of Njalang for the Merpas villagers from the perspective of symbolic interaction. The research method was descriptive qualitative. In-depth interviews and observations of participants were used as the techniques of data collec- tion. The results of this research indicate that the implementation of Njalang tradition is a marriage between cultural activities and religious rituals that have meaning for the people of Merpas village. Njalang is defined as shared reality, as a tradition that creates joint actions and spiri- tual meanings within pilgrims. This article found something new that visiting the tombs of families and religious figures there are several simi- larities as well as differences in meaning. The meaning is emphasized on the implementation of the tradition together.
Logo Amidas Gontor sebagai Identitas Merek Produk Pondok Pesantren Yoka Pradana; Irfan Achmad Zainuri
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i2.172

Abstract

Amidas Gontor adalah produk air mineral sebagai salah satu perwujudan dari Panca Jangka Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai sumber dana untuk mendukung kemandirian Pondok Pesantren. Produk ini memiliki logo yang terdiri dari komponen yang menampilkan tanda yang identitik dengan identitas Pondok Modern Darussalam Gontor. Penelitian ini mengkaji makna yang terdapat pada logo Amidas Gontor. Tanda-tanda pada logo itu dianalisa dan dimaknai menggunakan semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian menemukan bahwa logo Amidas Gontor terdiri dari gabungan picture dan wordmark. Picture terdiri dari empat warna yakni hijau, biru muda, biru tua dan putih serta gambar bidang setengah lingkaran dan aliran air. Wordmark terdiri dari tulisan kata amidas, Gontor, dan air mineral. Masing–masing tanda memiliki makna yang mewakili identitas produk. Logo Amidas Gontor memiliki makna sebagai identitas bahwa Amidas Gontor merupakan produk air mineral milik Pondok Modern Darussalam Gontor, produk air mineral yang diproduksi dari sumber air dari alam, selalu menjaga kebersihan produk dan menerapkan sistem kerapian dalam manajemen dengan fleksibel.  
PENDAMPINGAN PRODUKSI VIDEO EDUKASI PERLINDUNGAN DATA PRIBADI UNTUK RELAWAN TIK KABUPATEN BANDUNG Dudi Rustandi; Freddy Yustanto; Yoka Pradana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v7i2.3762

Abstract

Mitra sasar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah komunitas Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Kabupaten Bandung. Relawan TIK adalah komunitas yang aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat umum tentang literasi digital, secara khusus tema perlindungan data pribadi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah ketika melakukan penyuluhan kurangnya media edukasi video. Untuk memproduksi video edukasi, mitra mengalami keterbatasan skil dalam memproduksi storyboard, skil akting dan skil teknik pengambilan gambar. Solusi yang diberikan tim Pengabdian kepada Masyarakat kepada mitra adalah pendampingan produksi video edukasi. Adapun bentuk kegiatan pengabdian adalah dengan memproduksi storyboard, pengarahan kepada pemeran video edukasi, pendampingan proses pengambilan gambar dan pendampingan editing video edukasi. Metode yang digunakan dalam proses pendampingan tediri dari tiga tahapan, tahap pertama koordinasi dengan mitra bertujuan untuk menggali data permasalahan mitra, kedua tahap kegiatan dan terakhir evaluasi kegiatan. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini menghasilkan peningkatan skil mitra dalam bidang kemampuan akting, keterampilan pengambilan gambar video dan editing. Hasil akhir dari Pengabdian kepada Masyarakat ini terbentuknya video edukasi literasi digital perlindungan data pribadi.
Workshop foto produk sebagai edukasi keterampilan promosi digital pada siswa SMK Negeri 7 kota Bandung Yoka Pradana; Rajiv Dharma Mangruwa; Adrio Kusmareza Adim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21248

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman dan skil mitra dalam aktivitas promosi digital, khususnya memproduksi foto produk. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan skil mitra tentang foto produk. Adapun metode yang digunakan terbagi dalam tiga tahapan, yakni pra-kegiatan adalah koordinasi dengan mitra untuk menggali masalah dan potensi mitra selanjutnya dirumuskan menjadi program. Tahap kegiatan pelaksanaan workshop dengan pemaparan materi dan praktik, serta terakhir evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat adalah peningkatan pengetahuan mitra tentang foto produk dan kemampuan mitra untuk memproduksi foto produk sebagai sarana promosi digital. Hal ini dibuktikan dari hasil foto produk siswa menjadi lebih baik setelah mengikuti kegiatan workshop. Kata kunci: workshop; foto produk; promosi digital; siswa smk. AbstractThe problem faced by partners is the lack of understanding and skills of partners in digital promotion activities, especially producing product photos. The purpose of this Community Service activity is to increase partners' knowledge and skills about product photos. The method used is divided into three stages, namely pre-activity is coordination with partners to explore the problems and potential of partners and then formulated into programs. The activity stage is the implementation of workshops with material exposure and practice, and finally the evaluation of activities. The results of the implementation of Community Service are an increase in partner knowledge about product photos and the ability of partners to produce product photos as a means of digital promotion. This is evidenced by the results of student ' product photos becoming better after participating in the workshop activities. Keywords : workshop; product photos; digital promotion; vocational school students.
Digitalisasi Desa Wisata Melalui Pelatihan E-marketing di Desa Cibuntu: Digitalisasi Desa Wisata Melalui Pelatihan E-Marketing di Desa Cibuntu Aiza Nabilla Arifputri; Rifqi Abdul Aziz; Yoka Pradana
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v6i1.7893

Abstract

Desa Cibuntu yang berada di Kuningan Jawa Barat adalah desa wisata yang telah diakui pesonanya secara internasional. Menurut Riani (2021) peraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dalam kategori Desa Wisata Mandiri Inspiratif dan sebelumnya menempati posisi ke-5 Desa Wisata terbaik tingkat ASEAN untuk bidang homestay pada 2016. Prestasi selanjutnya adalah menjadi juara ke-2 Desa Wisata Terbaik dalam penghargaan Community Based Tourism (CBT) tahun 2017 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Kemenparekraf). Pak Adang yang adalah Ketua Resort desa Cibuntu mengatakan bahwa “anak muda di Desa Cibuntu yaitu Karang Taruna khususnya harus melek secara digital. Untuk menambah keahlian kaum muda dan memberikan keahlian baru di desa Cibuntu”. Berdasarkan pernyataan Pak Adang, program pelatihan digital khusus untuk anak muda (karang taruna) di Desa Cibuntu, terutama dalam bidang E-Marketing dilaksanakan. Sebagai desa wisata, digitalisasi adalah kewajiban yang harus dimiliki maupun dilaksanakan agar dapat terus menjadi “daya tarik”. Fokus dalam pelatihan ini adalah Pesan Persuasif, Optimalisasi Konten Sosial Media dan Pemanfaatan Tools Cyberbranding. Anggota Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) bagian pengelolaan sosial media pun hadir. Keberadaan anggota Pokdarwis dalam pelatihan ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya peran media sosial dalam mengelola dan mempromosikan destinasi wisata. Mereka berbagi pengalaman menghadapi kesulitan dalam menghasilkan konten yang menarik dan kesulitan mengikuti perkembangan tren digital di platform seperti Instagram dan TikTok. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Cibuntu dapat terus memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata yang berbasis budaya dan alam, sekaligus memajukan keterampilan digital generasi muda dalam mengelola pariwisata lokal mereka.
Digital Literacy of Tourism Awareness Groups in Digital Promotion Activities of Cibuntu Tourism Village, Kuningan Regency Yoka Pradana; Aiza Nabila Arifputri; Rizca Haqqu
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v12i1.8505

Abstract

Cubuntu tourist village in Kuningan Regency is an outstanding tourist village actively participating in digital promotion. The success of digital tourism promotion is closely related to the digital literacy skills of tourist village managers. This study aims to analyze the digital literacy of the Cibuntu village tourism awareness group (Pokdarwis) in digital promotion activities. The research method used is qualitative with a case study design. Data were obtained from interviews with four members of the Pokdarwis of Cibuntu village in the field of promotional media and observation of the Cibuntu village promotional media. The results showed that the digital literacy of Pokdarwis Cibuntu village has various aspects of digital skills, including information literacy, communication, and collaboration skills, the ability to develop digital content creation, and the ability to secure digital data. Meanwhile, the ability to solve problems using digital technology has not been able to be done, and the ability to create digital content has been done, but not entirely. The contribution of this research shows that the digital literacy skills possessed by the Pokdarwis of Cibuntu village are learned independently through content on social media. The findings are a consideration for tourism village managers in other regions to encourage Pokdarwis members to learn independently about digital promotion activities amid the wealth of information on social media.
Fan Loyalty, Event Marketing dan Pengaruhnya terhadap Brand Image: (Studi pada Fans KPop) Jasmine Alya Pramesthi; Riandra Fahrezi, Revanza; Pradana, Yoka
Communicator Sphere Vol. 4 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v4i1.112

Abstract

Di pasar KPop Indonesia, fan loyalty memainkan peran penting dalam brand ambassador, terutama di industri kecantikan, yang dicontohkan oleh EXO yang mendukung Scarlett Whitening dan Sehun dari EXO untuk Whitelab. Penelitian ini mempelajari dampak fan loyalty dan event marketing terhadap brand image, dengan menganalisis dua event tertentu: "SCARLETT X EXO Glow to You Meet & Greet" dan "Whitelab: One Memorable Day with Scientist Ganteng Oh Sehun." Tanggapan media sosial setelah acara-acara ini memicu ketertarikan, mendorong spekulasi tentang pengaruhnya terhadap brand image. Berfokus pada fandom EXO-L, penelitian ini mengumpulkan data dari 225 responden melalui kuesioner online, dengan menggunakan regresi linier berganda untuk analisis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa fan loyalty dan event marketing secara kolektif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap brand image. Menariknya, responden menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap Scarlett Whitening dibandingkan dengan Whitelab, menggarisbawahi pentingnya fan loyalty dalam memperkuat brand image melalui event marketing. Penelitian ini mengeksplorasi wawasan tentang peran idol KPop dalam branding, menekankan sinergi antara event marketing dan fan loyalty untuk komunikasi brand yang efektif.
Pelatihan Public Speaking Bagi Anggota Relawan TIK Kabupaten Bandung Dindin Dimyati; Miftahul Rozaq; Yoka Pradana; Dudi Rustandi
ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/aia.v5i2.4647

Abstract

Relawan TIK Kabupaten Bandung sudah banyak berkontribusi dalam membantu pengembangan SDM Kabupaten Bandung dengan mengadakan berbagai acara pelatihan, diantaranya seperti, pelatihan Citizen Journalism, pelatihan Digital Marketing untuk UMKM, pelatihan Content Creator untuk santri, Pelatihan Video Editing, program live mingguan pada media sosial Instagram, dan Capacity Building. Namun, dalam menjalankan berbagai pelatihan tersebut terkendala dengan terbatasnya keterampilan public speaking oleh anggotanya. Tidak semua anggota Relawan TIK memiliki keterampilan berbicara di depan umum dan keterampilan praktis dalam menyampaikan pesan kepada publik dan hanya sebagian anggota yang berpartisipasi dan membantu pada peran public speaking. Akibatnya, mereka membutuhkan kemampuan public speaking untuk memudahkan mereka dalam menjalankan tugas dan perannya. Tujuan diselenggarakannya program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan public speaking melalui pelatihan pada anggota relawan TIK Kabupaten Bandung. Hasil pengabdian masyarakat ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan dan skil public speaking kepada peserta pelatihan, antara lain; identifikasi masalah ketidakpercayaan diri anggota saat melakukan public speaking, teknik–teknik yang harus diterapkan dalam aktivitas public speaking, dan lebih matang dalam melakukan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan.
Identitas Komunikasi Penggemar K-Pop di Media Sosial X Alsa Aisiyah Sutardi; Yoka Pradana; Rah Utami Nugrahani
Jurnal Komunikasi Global Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v13i2.39091

Abstract

Penggemar K-pop merupakan komunitas yang aktif berinteraksi di media sosial, khususnya media sosial X. Mereka cenderung menggunakan identitas yang menggabungkan identitas asli dengan identitas sebagai penggemar K-pop (pseudonymity). Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan identitas pseudonymity penggemar K-pop di media sosial X dengan menggunakan teori identitas komunikasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria penggemar K-pop, menggunakan akun pseudonymity, dan aktif di media sosial X. Studi dokumentasi terhadap aktivitas komunikasi di media sosial X juga dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas komunikasi penggemar K-pop dibentuk melalui empat lapisan yang saling berinteraksi. Pada lapisan personal, mereka melabeli diri sebagai penggemar normal atau halu yang berimajinasi memiliki hubungan sosial dengan idolanya. Di lapisan peningkatan, identitas terlihat dari nama akun, foto profil, dan aktivitas terkait idola. Pada lapisan relasi sosial, identitas dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, seperti keluarga dan teman. Di lapisan komunal, penggemar menghadapi stigma negatif sebagai penggemar fanatik, meskipun sebagian tetap dianggap sebagai penggemar normal.K-pop fans are a community actively interacting on social media, particularly on platform X.They tend to use identities that combine their real identity with their identity as K-pop fans(pseudonymity). This study aims to analyze the process of forming pseudonymous identitiesamong K-pop fans on social media X using communication identity theory. The research employsa qualitative method with a case study design. Data were collected through semi-structuredinterviews with seven informants selected via purposive sampling, based on criteria includingbeing K-pop fans, using pseudonymous accounts, and actively engaging on social media X.Documentation of communication activities on social media X was also conducted. The findings reveal that K-pop fans' communication identity is constructed through four interrelated layers.In the personal layer, they label themselves as either "normal" fans or "halu" fans who fantasizeabout having social relationships with their idols. In the enacted layer, their identity is expressed through account names, profile pictures, and activities related to their idols. In the relational layer, their identity is shaped by close social circles such as family and friends. Finally, in the communal layer, fans face negative stigma as being fanatical, although some are still regarded as normal fans
Konstruksi Identitas Anggota Skena Musik Komunitas Jangan Kolektif Suharli, Reza Arafah; Pradana, Yoka - Yoka; Nugrahani, Rah Utami
Jurnal Riset Komunikasi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v15i1.28566

Abstract

Skena yang merupakan kata ganti dari komunitas yang kini telah diidentikan dengan penampilan dan gaya hidup tertentu. Makna skena yang bergeser, membuat kurangnya kejelasan mengenai konstruksi identitas dari skena khususnya yang berkaitan dengan musik. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konstruksi identitas anggota skena musik studi pada komunitas Jangan Kolektif. Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data bersumber dari hasil wawancara mendalam kepada delapan informan dan observasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa konstruksi identitas anggota skena musik ditunjukkan melalui proses pemaknaan akan interaksi dengan diri sendiri maupun individu lain yang melibatkan simbol dan tindakan. Anggota skena musik memiliki konsep diri yaitu perlawanan masalah sosial, komunitas sebagai sumber pendapatan, tempat berekspresi, dan kebiasaan akan musik. Pengambilan tindakan ditunjukkan melalui tindakan perlawanan, penampilan, eksplorasi gaya, keuntungan bersama, dan praktik bermusik. Interaksi sosial dalam skena musik membentuk stereotipe, membentuk penampilan, bercakap mengenai musik, mempertahankan nilai kekeluargaan. Objek yang dimaknai anggota skena musik adalah coffee shop tempat bercengkrama, nama dan logo sebagai identitas, dan bar tempat mengadakan gigs. Anggota skena musik juga melakukan tindakan bersama dengan mabuk dan merokok bersama.