Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REPRESENTATION, GENDER, AND PUBLIC POLICY: CONTEMPORARY PRACTICES IN INDONESIA Sarah Novianti; Winda Eka Pahla Ayuningtyas; Hendika Dwinanda Wicaksana; Gema Pertiwi; Chomariyana Kartika Hesti
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 3 (2026): 2026 Maret
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i3.753

Abstract

Studies on gender and state politics demonstrate that public policy is never gender-neutral but is shaped by power relations and social representations that normalize particular gender norms. In Indonesia, despite post-reform democratic consolidation and expanded political participation, gender inequality remains embedded in both the processes and substance of public policymaking. Existing scholarship has largely focused on formal political representation and affirmative policies, while the discursive and symbolic dimensions of policy formation have received limited attention. This article examines how gender is constructed and represented in Indonesian public policy through contemporary practices of social representation. Drawing on critical feminist policy analysis and an intersectional perspective, the study conceptualizes public policy as a site of meaning-making and power negotiation. The analysis reveals that public policies not only regulate resource distribution but also normalize specific gender roles and identities, often overlooking the diverse experiences of women across social locations. This article contributes to debates on gender and state politics by highlighting the importance of discourse and social representation in understanding and advancing gender-just and inclusive public policymaking in Indonesia
EXPLAINING ELECTORAL VICTORY THROUGH SOCIAL CAPITAL: A CASE STUDY OF A FORMER VILLAGE HEAD IN THE 2024 TEMANGGUNG LOCAL ELECTION, INDONESIA Mukhamad Busro Asmuni; Gema Pertiwi; Hendika Dwinanda Wicaksana
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 4 (2026): 2026 April
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i4.769

Abstract

The 2024 Temanggung Regency Regional Head Election (Pilkada) presented a compelling political phenomenon, wherein a former village head successfully triumphed over two incumbent candidates. This study aims to analyze the role and mechanisms of utilizing social capital in Agus Setyawan’s victory in the 2024 Temanggung Election. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing a social capital analytical framework encompassing three primary dimensions: trust, social networks, and norms of reciprocity. Data collection is assumed through literature reviews, media analysis, and the candidate's track record.The findings indicate that the candidate's victory was deeply rooted in the social capital accumulated during his 16-year tenure as the Village Head of Campurejo. First, the trust dimension was established through an empirical track record in transforming human resources within his village, including reducing early marriage rates and advancing education. Second, the expansion of social networks was executed effectively by capitalizing on farmer groups, cultural arts associations (kuda lumping), inter-village head solidarity, and supported by structural political networks. Third, norms of reciprocity were fostered through a populist and grassroots approach that positioned the candidate as an equal to the common citizenry, thereby generating solid voter loyalty.In conclusion, the conversion of communal social capital and grassroots support proved capable of dismantling the political hegemony of incumbents. The phenomenon of the 2024 Temanggung Election reaffirms that a proven track record and social proximity at the village level can serve as a superior political modality compared to mere elite popularity.
Literasi Digital Anak Usia Dini: Peran Pendampingan Orang Tua di PAUD Bintang Kecil Cimone Marina Rospitasari; Gema Pertiwi; Dyah Ayu Kusuma Dewandaru; Lailatus Sholihah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.678

Abstract

Kemajuan teknologi digital yang berlangsung dengan cepat telah memberikan dampak yang substansial terhadap pola komunikasi dan proses pembelajaran anak usia dini. Anak-anak kini tumbuh di lingkungan yang akrab dengan perangkat digital, sehingga kemampuan literasi digital perlu ditanamkan sejak dini. Literasi digital tidak terbatas pada kemampuan operasional dalam menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kesadaran dan pemahaman kritis terhadap prinsip etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam setiap bentuk aktivitas di ruang digital. Penulisan ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 5 guru pengajar dan 15 orang tua serta pendidik di PAUD Bintang Kecil Cimone. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pendampingan orang tua memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk kemampuan anak memahami, menyeleksi, dan memanfaatkan media digital secara bijak. Terdapat tiga bentuk utama pendampingan yang teridentifikasi, yakni pendampingan teknis (pengenalan perangkat dan aplikasi), pendampingan edukatif (pemilihan konten yang sesuai usia dan mendidik), serta pendampingan moral-sosial (penanaman nilai etika, tanggung jawab, dan empati digital). Temuan ini menegaskan bahwa orang tua berperan sebagai fasilitator, pengarah, sekaligus teladan dalam proses pembentukan literasi digital anak usia dini. Dengan pendampingan yang konsisten dan berbasis nilai, literasi digital dapat menjadi sarana pengembangan potensi anak sekaligus perlindungan dari risiko negatif dunia digital.
Pelatihan Public Speaking dan MC untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa FISIP di Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta: Pengabdian Sarah Novianti; Winda Eka Pahla Ayuningtyas; Gema Pertiwi; Hendika Dwinanda Wicaksana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6375

Abstract

Kemampuan komunikasi publik, khususnya penguasaan Master of Ceremony (MC) dan public speaking, merupakan kompetensi krusial bagi Tim Protokoler Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta dalam merepresentasikan citra institusi. Namun, hasil asesmen awal menunjukkan tingginya tingkat kecemasan komunikasi (communication apprehension) dan minimnya pengalaman pelatihan formal pada anggota tim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis, penguasaan panggung, dan kepercayaan diri mitra dalam memandu acara akademik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang mengombinasikan pemaparan materi teoretis dengan simulasi praktik (roleplay). Evaluasi efektivitas program diukur menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kapasitas yang sangat signifikan. Pada aspek manajemen kecemasan, pelatihan ini berhasil mereduksi demam panggung peserta secara drastis, bergeser dari skala rendah ke tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Pada aspek kognitif dan teknis, seluruh peserta menunjukkan pemahaman yang komprehensif mengenai etika penyebutan jabatan formal, serta mengalami peningkatan drastis dalam kemampuan improvisasi saat menghadapi kendala teknis acara. Kesimpulannya, intervensi melalui praktik simulasi terbukti efektif membekali Tim Protokoler FISIP UPNVJ dengan keterampilan komunikasi profesional, sehingga mereka lebih siap ditugaskan dalam berbagai agenda seremonial kampus.