Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, menjadikan faktor kelancaran proses produksi membutuhkan dukungan mesin-mesin dan peralatan yang baik. Perusahaan Pipa Baja telah melakukan penerapan Total Productive Maintenance, tetapi hasil dari proses pemeliharaan ini belum dapat dikatakan maksimal karena Total Productive Maintenance yang baru dijalankan belum mendapatkan evaluasi. Salah satu metode mengukur tingkat keberhasilan penerapan TPM adalah melalui pengukuran nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE). Perusahaan Pipa Baja merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yaitu produk pipa baja untuk kebutuhan distribusi air bersih, oil & gas dan struktural. Permasalahan terbesar berdasarkan data lapangan, yang dihadapi perusahaan saat ini ialah tingginya downtime mesin Slitting. Efek dari downtime tersebut adalah menurunnya performa mesin sehingga menyebabkan rendahnya efektifitas mesin Slitting. Langkah pertama yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah menghitung nilai Overall Equipment Effectiveness diikuti dengan analisa Six Big Losses serta dianalisa akar permasalahan dengan menggunakan Pareto Chart, Fishbone Diagram.