Hasiah
Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMBAS NOMOR 12 TAHUN 2019 TENTANG PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MUARE ULAKAN(STUDI PADA PENINGKATAN AKSES AIR BERSIH DI KABUPATEN SAMBAS) Dedi Zulkarnaen; Hasiah; Nilhakim
JOURNAL OF LAW AND NATION Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Law and Nation
Publisher : INTELIGENSIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Access to clean water is a vital basic need for human life and an important indicator of public health and the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). In Sambas Regency, the availability of clean water still faces challenges, especially in rural and remote areas due to limited infrastructure, budget, and technical capacity. To overcome this, the Sambas Regency Government established Regional Regulation No. 12 of 2019 concerning the Tirta Muare Ulakan Regional Water Company as a strategic step in improving the equitable distribution of clean water services to the community. The focus of this study is: How is Regional Regulation No. 12 of 2019 concerning the Tirta Muare Ulakan Regional Water Company being implemented in Sambas Regency? What are the supporting and inhibiting factors in improving access to clean water in Sambas Regency? This study uses a qualitative method with an empirical juridical approach to analyse the implementation of Sambas Regency Regulation No. 12 of 2019 concerning the Tirta Muare Ulakan Regional Water Company. Data was obtained through observation, in-depth interviews with relevant parties, and documentation. The research location focused on Perumda Tirta Muare Ulakan and several villages that use clean water services. Data analysis techniques were carried out interactively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, as well as using source triangulation to ensure data validity. Based on the results of the research and discussion above, it was concluded that: The implementation of Sambas Regency Regulation No. 12 of 2019 concerning the Tirta Muare Ulakan Regional Water Company has shown progress, although its implementation has not been fully optimal. This Regional Company has succeeded in increasing the number of customers and expanding the clean water distribution network. The supporting factors are the existence of Regional Regulation No. 12 of 2019, which serves as the legal basis for the operations of Perumda Tirta Muare Ulakan, the support of the Regency Government through the RPJMD programme, capital participation, and cross-sectoral synergy in the development of clean water networks, especially in underserved areas. The inhibiting factors include technical constraints and infrastructure limitations, budget constraints and a lack of alternative funding support, the suboptimal implementation of local regulations due to a lack of understanding and socialisation, limitations in the number and competence of human resources, and a perception gap between officials and the community regarding service quality.
IMPLEMENTASI PEMBINAAN NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB SAMBAS Amirul Arifin; Hasiah; Zainal Amaluddin
JOURNAL OF LAW AND NATION Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Law and Nation
Publisher : INTELIGENSIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Law Number 22 of 2022 concerning Corrections emphasizes that inmate development is not limited to correctional institutions but can also be implemented in state detention centers. However, the implementation of correctional facilities at the Sambas Class IIB State Detention Center still faces various challenges, such as overcapacity, limited facilities, and a lack of structured rehabilitation programs. These conditions result in low rehabilitation effectiveness and a high inmate population. Therefore, this study aims to examine the implementation of inmate development at the Sambas Class IIB Detention Center from the perspective of Law Number 22 of 2022 concerning Corrections. The formulation of the problem in this study is: How is the implementation of Article 4 of Law Number 22 of 2022 concerning Corrections regarding the development of prisoners at the Sambas Class II B State Detention Center and what factors influence the development of prisoners at the Sambas Class II B State Detention Center. This research uses a qualitative method, a type of field research, namely research in the field aimed at obtaining information and describing events that occur in the field according to the facts found in the field, with an empirical juridical approach. Based on the research results and discussion above, the results indicate that the implementation of Article 4 of Law Number 22 of 2022 concerning Corrections at the Sambas Class IIB State Detention Center has been carried out, prioritizing the function of personality development and independence. Despite limited resources, implementation remains persuasive and collaborative. Factors such as overcrowding, understaffing, inadequate facilities, poor legal outreach, and the background of the inmates also influence the effectiveness of the rehabilitation.
ANALISIS PRAKTIK UJRAH PADA JASA MESIN PANEN PADI COMBINE HARVESTER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Desa Malek Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas) Yogandi; Zarul Arifin; Hasiah
Cross-border Vol. 9 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik Ujrah (upah) pada penggunaan jasa mesin panen padi Combine Harvester di Desa Malek, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dalam perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis empiris melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Ujrah telah memenuhi rukun dan syarat akad, seperti adanya para pihak, objek jasa yang jelas, serta kesepakatan upah di awal. Namun, masih terdapat kendala berupa keterlambatan pembayaran dan tidak adanya pencatatan tertulis yang berpotensi menimbulkan sengketa. Secara hukum Islam, praktik tersebut tetap sah, tetapi perlu perbaikan dalam aspek administrasi dan ketepatan pembayaran untuk menghindari unsur gharar dan dharar. Dengan demikian, praktik Ujrah jasa Combine Harvester di Desa Malek pada umumnya telah sesuai dengan prinsip hukum Islam, meskipun memerlukan peningkatan kesadaran hukum dan pengelolaan yang lebih baik.
IMPLEMENTASI PASAL 14 UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DALAM PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFORMASI DAN ADMINISTRASI GURU AGAMA (SIAGA) (Studi Guru Pendidikan Agama Islam Pralansia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas) Hasiah; Miswinda; Anggi Susanti
Cross-border Vol. 9 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Pasal 14 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam penggunaan aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) pada guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pralansia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ketentuan normatif mengenai pemenuhan hak guru dengan realitas pelaksanaan administrasi berbasis digital, mengingat terdapat 217 guru PAI pralansia di Kabupaten Sambas yang menghadapi keterbatasan literasi digital dalam mengoperasikan aplikasi SIAGA. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) bagaimana pelaksanaan aplikasi SIAGA dalam pemenuhan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Kementerian Agama Kabupaten Sambas; dan (2) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi implementasi aplikasi SIAGA oleh guru PAI pralansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif dan pendekatan hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diuji melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan aplikasi SIAGA telah berjalan dan memberikan kontribusi terhadap pemenuhan hak serta kewajiban guru sebagaimana diatur dalam Pasal 14, khususnya dalam pengelolaan data guru, sertifikasi, dan pencairan tunjangan profesi. Meskipun demikian, implementasinya pada guru PAI pralansia belum sepenuhnya optimal karena masih ditemukan kendala berupa rendahnya literasi digital, faktor usia, keterbatasan perangkat, kualitas jaringan internet, serta kompleksitas penggunaan aplikasi. Berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III, aspek komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi telah terlaksana cukup baik, sementara faktor sumber daya masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendampingan, pelatihan teknis berkelanjutan, penyederhanaan panduan penggunaan aplikasi, serta peningkatan sarana dan prasarana agar implementasi SIAGA dapat mendukung pemenuhan hak guru secara lebih optimal, efektif, dan berkeadilan.