Komang Surya Adnyana
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS Gusti Ketut Taman Arini; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita; Komang Surya Adnyana
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 1 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan media mind mapping, dengan kelas yang pembelajarannya menerapkan model konvensional pada mata pelajaran IPAS terhadap siswa kelas IV SDN Gugus IV Kecamatan Sukasada. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperiment atau Eksperimen Semu dengan rancangan Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Gugus IV Kecamatan Sukasada sebanyak 162 peserta didik. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Ambengan dengan jumlah 34 siswa dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Ambengan dengan jumlah 27 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, serta dokumentasi. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 26 yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji inferensial N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Diketahui rata-rata nilai pre-test kelas eksperimen sebesar 58,17 dan rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 84,94. Nilai rata-rata pre-test kelas kontrol sebesar 57,81 dan rata-rata nilai post-test kelas kontrol sebesar 68,88. Sehingga rata-rata pre-test dan post-test hasil belajar IPAS kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan rata-rata pre-test dan post-test hasil belajar IPAS kelompok kontrol. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa terdapat Pengaruh Model Pembelajaran TGT Berbantuan Media Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar IPAS siswa Kelas IV dengan nilai p-value 0,001 < 0,05. Oleh sebab itu, metode intervensi yang diterapkan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION BERBANTUAN MEDIA MAGIC BOX TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS Komang Nita Widiastini; Komang Surya Adnyana; Putu Eka Sastrika Ayu
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 1 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan menguji seberapa besar pengaruh yang dimiliki model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectual, Repetition) yang dibantu dengan media Magic Box terhadap hasil belajar IPAS kelas V gugusV Kabupaten Buleleng. Teori konstruktivis ialah teori yang dipergunakan sebagai dasar dalam penelitian ini. Penelitian ini akan memakai desain kelompok pretest-posttest atau sering disebut dengan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini berjumlah 128 siswa yang seluruhnya siswa kelas V Gugus V Kabupaten Buleleng. Sebanyak 34 siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Kaliuntu Kelas V terpilih sebagai kelompok kontrol dan sebanyak 31 siswa Sekolah Dasar Negeri 3 Kaliuntu Kelas V terpilih sebagai kelompok eksperimen. Data dalam penelitian diperoleh dari observasi, wawancara, tes dan dokumen. Hasil pengujian data memperoleh rata-rata persentase N-Gain kelompok uji kelas eksperimen sebesar 73,61% tergolong kedalam kategori Sangat Efektif. Saat ini nilai rata-rata sebesar 53,65% dari nilai kelompok kontrol termasuk tergolong kedalam kategori kurang efektif. Melihat hasil hitung tes data menggunakan SPSS 26.0 for Windows terlihat nilai thitung lebih besar 6,465 dari nilai tabel yaitu 1,668 dan nilai Sig. adalah 0,000. Artinya nilai Sig. < a (a=0,05). Sehingga diperoleh hasil bahwasanya H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti model pembelajaran AIR dengan menggunakan platform media Magic Box dengan Gugus V Kabupaten Buleleng Siswa diajar menggunakan model pembelajaran konvesional.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL GOOGLE SITES BERMUATAN TRI KAYA PARISUDHA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V DI SEKOLAH DASAR Made Hery Permana Putra; Komang Surya Adnyana; I Nyoman Pancaria
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta didik kelas V memiliki minat belajar rendah, mudah bosan, sulit mengingat materi, dan lebih memilih bermain HP setelah sekolah. Pembelajaran IPAS terasa monoton akibat minimnya penggunaan media digital oleh guru. Pengembangan media pembelajaran digital Google Sites bermuatan Tri Kaya Parisudha diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan atau fenomena yang terjadi. Penelitian ini memiliki tujuan 1) mendeskripsikan rancang bangun, 2) menganalisis validitas, 3) dan kepraktisan media pembelajaran digital Google Sites bermuatan Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research & Development atau R&D) yang mengadaptasi model ADDIE sebagai acuan dalam proses pengembangannya. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Petandakan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan beberapa metode, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Subjek yang digunakan pada penelitian ini melibatkan tiga ahli di setiap aspek baik (media, bahasa, materi), dua guru, dan 10 peserta didik. Temuan penelitian ini mengungkapkan hasil: (1) Rancang bangun media pembelajaran digital Google Sites bermuatan Tri Kaya Parisudha diawali dengan tahap analisis untuk mengetahui permaslahan dan kebutuhan pembelajaran yang terjadi dilapangan kemudian merancang media yang di lakukan pada tahap desain meliputi mempersiapakan sarana pendukung pembuatan media dan pembuatan rancangan media, (2) validitas media berada dalam kategori “Sangat Tinggi” dengan skor 0,98 (media), 0,95 (materi), dan 0,91 (bahasa), serta (3) kepraktisan media dalam kategori “Sangat Praktis” dengan hasil penilaian 99% dari guru dan 99% dari peserta didik. Berdasarkan uji validitas dan kepraktisan, media pembelajaran ini layak diuji coba di lapangan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA GOOGLE SITES TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPAS SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN BULELENG Ni Kadek Manik Dwi Pradnyani; L.Heny Hirmayani; Komang Surya Adnyana
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Google Sites terhadap kemampuan berpikir kritis IPAS siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Buleleng. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori konstruktivisme Lev Vygotsky. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest-posttest group design. Sampel penelitian yang ditentukan menggunakan teknik random sampling, yang terdiri dari 25 peserta didik dari SD Negeri 3 Kaliuntu sebagai kelas eksperimen dan 30 peserta didik dari SD Negeri 4 Kaliuntu sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mengenai kemampuan berpikir kritis dilakukan dengan jenis tes essay. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan uji statistik t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa antara yang menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media Google Sites dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil analisis uji -t yang menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh dari nilai thit sebesar 10,823, sedangkan nilai ttabel untuk jumlah responden 53 adalah 1,674. Dengan demikian nilai thit 10,823 > ttabel 1,674 atau nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < dari α = 0,05. Hal ini dibuktikan juga dengan perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu 89,40 > 70,83. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media Google Sites memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis IPAS siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Buleleng.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS PERMAINAN ENGKLEK UNTUK MATERI NORMA DALAM ADAT ISTIADAT DAERAHKU PADA MAPEL IPAS KELAS IV SD Komang Diah Cahyani; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita; Komang Surya Adnyana
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah media pembelajaran yang interaktif berupa video animasi berbasis permainan engklek untuk materi norma dalam adat istiadat daerahku pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 2 Petandakan yang valid dan praktis. Metode dalam penelitian ini adalah Reseach and Development dengan model ADDIE. Penelitian ini menggunakan angket untuk mendaptkan data terkait dengan tingkat validitas media pembelajaran. Angket ini divalidasi oleh tiga orang ahli yag terdiri dari ahli media, bahasa dan materi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pembuatan media pembelajaran video animasi berbasis permainan engklek terdiri dari pembukaan, penjelasan cara bermain engklek disertai dengan menjelaskan konsep materi dan salam penutup. Hasil validasi oleh ahli media memperoleh hasil 0,975, ahli materi memperoleh hasil 0,95 dan ahli bahasa memperoleh hasil keseluruhan 0,925. Sedangkan hasil keseluruhan uji kepraktisan praktisi atau guru di kelas IV SD Negeri 2 Petandakan memperoleh presentase 98% dan hasil keseluruhan uji kepraktisan peserta didik di SD Negeri 2 Petandakan memperoleh presentase 98,8%. Dapat disimpulkan, media pembelajaran video animasi berbasis permainan engklek dikatakan sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.