Made Adi Nugraha Tristaningrat
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN EKSPERIMEN SEDERHANA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATA PELAJARAN IPAS KELAS V DI SD NEGERI 1 KALIUNTU Ni Gusti Ayu Fany Mahayanti; Made Adi Nugraha Tristaningrat; I Gede Arya Wiradnyana
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 1 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Tentang Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Eksperimen Sederhana Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Ipas Kelas V Di SD Negeri 1 Kaliuntu. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu: Apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan bantuan eksperimen sederhana dan kelas yang menggunakan pembelajaran Konvensional dalam konteks pembelajaran IPAS.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak implementasi dan mengatahui perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan eksperimen sederhana mata pelajaran IPAS siswa Kelas V di SD Negeri 1 Kaliuntu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment), dengan cara menerapkan treatment kelompok eksperimen dan tidak menerapkannya pada kelompok kontrol yang memiliki jumlah populasi sebanyak 43 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes dan dokumentasi dengan teknik pengolahan data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, , uji analisis deskriptif, uji N-Gain score, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t independent N-Gain Score. Berdasarkan hipotesis yang telah diujikan bahwa, analisis data menggunakan uji-t independent N-Gain score menunjukkan bahwa t hitung > t tabel yaitu 16,168 > 1,566. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis IPAS Siswa kelas V SD Negeri 1 Kaliuntu, maka dari itu diharapkan penelitian ini dapat dijadikan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL INTERAKTIF IPAS (KODIPAS) BERBASIS KEHIDUPAN MASYARAKAT DI BALI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR I Gusti Ngurah Bagus Arya Atmaja; Made Adi Nugraha Tristaningrat; Ni Nyoman Kurnia Wati
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam pembelajaran IPAS adalah belum tersedia media pembelajaran yang interaktif, seperti komik digital interaktif. Kearifan lokal seperti kehidupan masyarakat di Bali yang ada di sekitar peserta didik belum banyak dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, pembuatan media pembelajaran yang menggabungkan kehidupan masyarakat di Bali sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun, serta menganalisis validitas dan kepraktisan Komik Digital Interaktif IPAS (KODIPAS) berbasis kehidupan masyarakat di Bali. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, namun hanya mencakup sampai tahap implementasi. Subjek penelitian mencakup 2 ahli instrumen, 9 ahli produk, serta 8 guru dan 80 peserta didik kelas IV SD Gugus IV kecamatan Sukasada untuk menguji kepraktisan. Wawancara, dokumentasi, dan angket digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang dikumpulkan dihitung menggunakan rumus validitas Aiken dan Mean. Hasil penelitian menunjukkan Komik Digital Interaktif IPAS (KODIPAS) berbasis kehidupan masyarakat di Bali memperoleh validitas sangat tinggi dengan skor ahli materi sebesar 0,99, ahli media sebesar 0,94 dan ahli desain sebesar 0,85. Sedangkan pada tahap uji kepraktisan, penilaian guru memperoleh rata-rata persentase sebesar 95%, sementara penilaian dari peserta didik sebesar 91%, yang keduanya memenuhi standar penilaian yang sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komik Digital Interaktif IPAS (KODIPAS) berbasis kehidupan masyarakat di Bali dapat digunakan secara optimal dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar karena tingkat validitas dan kepraktisannya tinggi.
PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK INTERAKTIF BERBASIS HEYZINE PADA MATERI BILANGAN PECAHAN UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Luh Dinda Salshabila Berliana Putri; Made Adi Nugraha Tristaningrat; I Gede Arya Wiradnyana
Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD Vol. 5 No. 2 (2025): Widyajaya
Publisher : Widyajaya: Jurnal Mahasiswa Prodi PGSD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari kurangnya partisipasi siswa pada matematika khususnya materi pecahan dan kurangnya media pembelajaran yang menarik di gugus VI Kecamatan Buleleng. Tujuannya yaitu untuk menghasilkan produk yang layak dan praktis berupa media flipbook interaktif berbasis Heyzine pada materi pecahan kelas V sekolah dasar. Model ADDIE digunakan dalam penelitian ini, meliputi “Analyze”, “Desain”, “Development”, “Implementation”, dan “Evaluation”, yang mana hanya sampai pada tahap “Implementation”. Pada penelitian ini menggunakan 36 subjek yang terdiri atas tiga expert media, tiga expert materi, tiga expert bahasa, dua guru praktisi, lima siswa kelas V untuk uji coba terbatas, dan 20 siswa kelas V untuk uji coba luas di gugus VI Kecamatan Buleleng. Lembar validasi, angket, dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Pada hasil pengujian yang menunjukkan kelayakan media 0,97 (sangat valid), kelayakan materi 0,97 (sangat valid), dan kelayakan bahasa 0,89 (sangat valid). Adapun uji kepraktisan oleh guru 98% (sangat praktis), dan uji coba terbatas 97,3% (sangat praktis), serta uji coba luas 97,6% (sangat praktis). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media flipbook interaktif berbasis Heyzine materi bilangan pecahan kelas V sekolah dasar layak dan praktis digunakan, serta berdampak pada peningkatan partisipasi siswa dalam proses belajar
Pengembangan Media Flipbook Interaktif Berbantuan Gamifikasi pada Materi Operasi Hitung Pecahan Putu Rika Ayu Kartika Putri; I Putu Suardipa; Made Adi Nugraha Tristaningrat
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.723

Abstract

Penelitian ini menjawab lemahnya pemahaman murid terhadap operasi pecahan, suatu topik abstrak yang sering diajarkan dengan metode konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ditujukan untuk mengembangkan media Flipbook interaktif yang dilengkapi elemen gamifikasi untuk pembelajaran operasi hitung pecahan. Menggunakan pendekatan R&D berbasis model ADDIE, proyek ini melibatkan validasi instrumen dan produk oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, dua orang guru, serta sembilan murid kelas V di SD Negeri 2 Gerokgak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, lalu dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan indeks Aiken’s V dan persentase kepraktisan yang dikonversi dengan skala PAP. Flipbook akhir, yang memuat tujuan pembelajaran, materi pecahan, video, latihan interaktif, kuis bergamifikasi, penilaian, prompt refleksi, dan daftar pustaka, memperoleh skor validitas tinggi (1,00 dari ahli materi dan ahli bahasa, 0,93 dari ahli media) serta penilaian kepraktisan yang kuat (98% dari guru, 97,3% dari murid), menunjukkan bahwa produk ini valid dan praktis untuk mendukung pembelajaran matematika interaktif di tingkat dasar. Implikasi temuan ini menunjukkan bahwa Flipbook interaktif berbantuan gamifikasi dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, partisipasi murid, serta membantu guru dalam pengajaran dan penilaian
INTEGRATION OF TRI KAYA PARISUDHA VALUES IN THE DISCOVERY LEARNING MODEL IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' SCIENCE LEARNING Ida Ayu Kade Citra Diwya Citta; Made Adi Nugraha Tristaningrat; Kadek Hengki Primayana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12285

Abstract

ABSTRACT Science learning in elementary schools not only focuses on understanding the material but also aims to develop critical thinking skills and shape students' character. However, classroom learning still largely relies on traditional methods, resulting in students' problem-solving abilities not being fully developed. This article discusses the application of the Tri Kaya Parisudha values ​​in the Discovery Learning model in science learning through a literature study method. The research was conducted by reviewing various scientific references related to the topic. The results of the study indicate that the Discovery Learning model can encourage students to be more active in discovering concepts independently, thereby improving critical thinking and problem-solving skills. Furthermore, the Tri Kaya Parisudha values ​​help shape positive attitudes in thinking, speaking, and acting in students. The combination of these two approaches results in learning that emphasizes not only academic abilities but also comprehensive character development. Therefore, this model is considered suitable for implementation in science learning in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran IPA di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta membentuk karakter siswa. Namun, pembelajaran di kelas masih banyak yang bergantung pada metode tradisional, sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa belum berkembang secara optimal. Artikel ini membahas penerapan nilai Tri Kaya Parisudha dalam model Discovery Learning pada pembelajaran IPA melalui metode studi literatur. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji berbagai referensi ilmiah yang relevan dengan topik tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Discovery Learning dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam menemukan konsep secara mandiri, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Selain itu, nilai Tri Kaya Parisudha membantu membentuk sikap positif dalam berpikir, berkata, dan bertindak pada diri siswa. Kombinasi kedua pendekatan ini menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pengembangan karakter secara menyeluruh. Oleh karena itu, model ini dinilai sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Pengembangan E-LKPD Bervariasi Berbantuan Liveworksheet Untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri 3 Banjar Tegal Ni Luh Putu Nia Mylinda Yani; Made Adi Nugraha Tristaningrat; I Putu Suardipa
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.888

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajarnya untuk membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan pemahaman selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD bervariasi berbantuan liveworksheet untuk anak berkebutuhan khusus dengan tipe Borderline Intellectual Functioning (BIF) di SD Negeri 3 Banjar Tegal yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket untuk memperoleh informasi mengenai tingkat validitas dan kepraktisan produk yang dikembangkan. Produk berupa E-LKPD bervariasi berbantuan liveworksheet memuat materi numerasi, video pembelajaran, latihan interaktif, permainan, evaluasi, dan refleksi yang disesuaikan dengan karakteristik belajar ABK. Hasil validasi menunjukan skor ahli materi sebesar 0,94, ahli media 0,94, dan ahli bahasa sebesar 0,92 yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji kepraktisan menunjukan persentase penilaian guru sebesar 93,33% dan peserta didik sebedar 95% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, E-LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi dan kepraktisan yang sangat baik sehingga layak digunakan untuk mendukung pembelajaran numerasi bagi ABK dengan tipe Borderline Intellectual Functioning (BIF).
Pengembangan Media PowerPoint Interaktif Materi Perubahan Wujud Benda untuk Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Putu Edi Eristyawan; Made Adi Nugraha Tristaningrat; Komang Surya Adnyana
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.912

Abstract

Studi ini merupakan penelitian pengembangan model ADDIE untuk menciptakan media PowerPoint interaktif materi perubahan wujud benda bagi siswa kelas V sekolah dasar di Gugus 2 Kecamatan Gerokgak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya literasi sains peserta didik Indonesia serta temuan observasi bahwa pembelajaran materi tersebut masih didominasi metode ceramah dan buku teks cetak, sehingga cenderung pasif dan kurang kontekstual. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan angket, lalu dianalisis menggunakan indeks validasi Aiken's V dan tabel PAP skala empat untuk mengukur kepraktisan; penelitian difokuskan hingga tahap implementasi tanpa evaluasi akhir secara komprehensif. Media yang dikembangkan mengintegrasikan visualisasi objek nyata, teks penjelas, animasi, video YouTube, dan kuis Wordwall. Koefisien validitas Aiken's V berkategori sangat tinggi, yaitu 0,92 (materi), 0,91 (media), dan 0,90 (bahasa), sedangkan uji kepraktisan memperoleh rata-rata 94% dari guru dan 92% dari peserta didik, keduanya sangat praktis dan layak diimplementasikan tanpa revisi. Temuan ini menunjukkan media telah memenuhi kriteria valid dan praktis sehingga secara teoretis berpotensi mendukung pemahaman konsep sains abstrak serta partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran IPAS. Namun, penelitian ini belum menguji efektivitasnya terhadap hasil belajar siswa, sehingga manfaat praktisnya masih perlu dibuktikan melalui penelitian lanjutan yang mengukur dampak empiris di kelas.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Google Sites Berbantuan Assembler Edu Pada Materi Harmoni Dalam Ekosistem Kelas V SD Gugus VII Kecamatan Buleleng Ni Luh Putu Siska desviani; I Made Ariasa Giri; Made Adi Nugraha Tristaningrat
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.943

Abstract

Perkembangan teknologi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan pembelajaran IPAS pada jenjang SD.  Hasil tinjauan wawancara serta observasi bersama guru kelas V di Gugus VII, Kecamatan Buleleng, ditemukan beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran yaitu Pembelajaran masih didominasi penyampaian materi secara langsung sehingga interaktivitas dalam pembelajaran belum berkembang secara maksimal. Tujuan studi ialah mengembangkan media pembelajaran Google Sites interaktif berbantuan assemblr edu pada mata pelajaran IPAS kelas V SD Gugus VII Kecamatan Buleleng. Pada penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dan model yang digunakan adalah model ADDIE. Hasil validasi media pembelajaran Google Sites berbantuan Assemblr Edu untuk peserta didik kelas V sekolah dasar menunjukkan skor sebesar 0,98 aspek materi, 0,93 aspek media, 0,95 aspek bahasa yang memiliki kategori secara keseluruhan yaitu “validitas sangat tinggi”. Kepraktisan media pembelajaran Google Sites berbantuan Assemblr Edu pada materi harmoni dalam ekosistem memeproleh rata rata persentase sebesar 95% berdasarkan penilaian guru dan rrata-rata persentase sebesar 94 % berdasarkan penilaian peserta didik berkategori “sangat praktis”. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan yaitu rancang bangun media pembelajaran Google Sites berbantuan Assemblr Edu yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif dengan mengintegrasikan elemen dan berupa visualisasi pembelajaran
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SAWAN I Ketut Suparya; I G Agung Jaya Suryawan; Made Adi Nugraha Tristaningrat; Kadek Hengki Primayana; Putu Yulia Angga Dewi; Ni Nyoman Kurnia Wati; Komang Trisna Mahartini; Nyoman Pancaria; I Gede Arya Wiradnyana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6562

Abstract

Kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun demikian, hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan masih mengalami kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran yang disusun umumnya masih berfokus pada penyampaian materi dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Sawan yang berasal dari 45 sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 di SD No. 4 Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop, diskusi interaktif, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, serta pendampingan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan aktivitas pembelajaran kontekstual, dan menyusun asesmen autentik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. Selain itu, respon peserta terhadap kegiatan sangat positif yang ditunjukkan melalui tingginya tingkat partisipasi, kepuasan, serta meningkatnya motivasi guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam di kelas. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.