Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Civil Engineering Scientific Journal

EVALUASI KINERJA ANGKUTAN PENUMPANG SPEED BOAT RUTE TARAKAN-TANJUNG SELOR Sabir, Sabir; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 2, No 3 (2023): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v2i3.5034

Abstract

ABSTRACT: The condition of operators at Tengkayu I Port in North Kalimantan is often seen carrying passengers exceeding the Speed Boat's loading capacity in order to gain more profits without thinking about passengers comfort and safety. Thus, the passengers' comfort and safety were neglected. The Customer Satisfaction Index (CSI) method is a measurement form used to calculate the satisfaction level of all service attributes by paying more attention to the calculated expectation level. The Importance Performance Analysis (IPA) method was used to analyze or compare the service quality perceived by the service users based on the expected satisfaction level. Research conducted using the CSI method can be concluded that the overall service attributes on the Speed Boat transportation service on the Tarakan Tanjung Selor route are good. The service attribute in the terminal has an index number of 65.72%, while the service attribute on the ship itself has an index number of 67.60%. The passengers' satisfaction level to the facilities provided at port Tengkayu I using the IPA method was classified into 4 quadrants. The facilities provided at the port station had 5 (five) service facilities classified into quadrant I (Main Priority) consisting of security and orderliness, comforting facilities in restrooms, temperature control facilities, availability smoking area, and convenient passenger baggage services. Meanwhile, the available facilities on boat included 2 (two) service facilities classified into quadrant I (Main Priority) consisting of boat noise level and seating information on speed boats.Keywords: Performance evaluation, CSI, IPA, Speed Boat, Port StationABSTRAK: Kondisi operator pada Pelabuhan Tengkayu I Kalimantan Utara sering kali terlihat membawa penumpang melebihi kapasitas muat Speed Boat demi mendapatkan keuntungan lebih tanpa memikirkan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Hal ini berdampak pada kenyamanan dan keselamatan penumpangpun terabaikan. Metode Customer Satisfaction Index (CSI) adalah bentuk pengukuran yang dipakai untuk menghitung tingkat kepuasan dari keseluruhan atribut pelayanan dengan memperhatikan tingkat harapan yang di hitung. Metode Importance Performance Analysis (IPA) dipakai untuk menganalisis atau membandingkan kualitas layanan yang dirasakan pengguna layanan dengan tingkat kepuasan yang diharapkan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode CSI dapat disimpulkan secara keseluruhan atribut pelayanan yang ada pada pelayan angkutan Speed Boat rute Tarakan Tanjung selor sudah baik. Atribut pelayanan yang ada terminal memiliki angka indeks indeks sebesar 65,72%, Sedangkan pada atribut pelayanan dikapal itu sendiri memiliki angka indeks sebesar 67,60%. Tingkat kepuasan penumpang terhadap fasilitas yang ada di terminal dan kapal pelabuhan Tengkayu I dengan menggunakan metode IPA diklasifikasi menjadi 4 kuadran. Fasilitas yang ada di terminal Terdapat 5 (lima) fasilitas pelayanan yang termasuk dalam kuadran I (Prioritas Utama) yaitu, fasilitas keamanan dan ketertiban, kenyamanan fasilitas di toilet,  fasilitas pengatur suhu, tersedianya area merokok, dan kemudahan pelayanan bagasi. Sedangkan fasilitas yang ada di kapal terdapat 2 (dua) fasilitas pelayanan yang termasuk dalam kuadran I (Prioritas Utama) yaitu, tingkat kebisingan di kapal dan informasi untuk mengetahui tempat duduk sesuai tiket.Kata kunci: Evaluasi kinerja, CSI, IPA, Speed Boat, Terminal
PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI MATERIAL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS (AC-WC) Huldayani, Andi; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 2, No 3 (2023): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v2i3.4262

Abstract

ABSTRACT: Burning coal produces waste in the form of fly ash and bottom ash (FABA) which can pollute the environment. This research uses FABA as a material in the wear coated asphalt concrete mixture (AC-WC) which is one way to reduce waste from burning coal with the aim of this research to determine the optimum asphalt content, marshall and volumetric characteristics, and the optimum percentage of FABA use with FABA filler variations 25%, 50%, 75% and 100%. In this research, mixture planning was carried out in two stages of manufacture with the first stage of making test objects to determine KAO without the use of FABA. The second stage is making test objects using KAO by replacing the filler using FABA according to variations. Marshall and volumetric test results showed that KAO in the Laston AC-WC mixture was 6.5%. Based on the marshall and volumetric characteristics of the use of FABA filler, the optimum density value is found at 25% FABA variation with a value range of 2,040-2,062 gr/cm3 and an average of 2,052 gr/cm3. VMA is found in the 50% FABA variation with a value range of 17.888-19.308% and an average of 18.556%. VFB is found in the 75% FABA variation with a value range of 72.224-75.262% and an average of 74.147%. VIM is found in the 50% FABA variation with a value range of 4.663-6.382% and an average of 5.509%. Stability is found in the 100% FABA variation with a value range of 1763.916-2180.989 kg and an average of 1990.767 kg. Flow is found in the 75% FABA variation with a value range of 3.6-5.4 mm and an average of 4.3 mm. MQ is found in the 100% FABA variation with a value range of 335,281-557,520 kg/mm and an average of 498,246 kg/mm. The optimum value of using FABA filler in the wear layer laston mixture (AC-WC) in terms of stability is within 100% variation.Keywords: AC-WC, Filler, FABA, KAO, MarshallABSTRAK: Pembakaran batu bara menghasilkan limbah berupa fly ash dan bottom ash (FABA) yang dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini menggunakan FABA sebagai bahan material pada campuran beton aspal lapis aus (AC-WC) merupakan salah satu cara untuk mengurangi limbah hasil pembakaran batu bara dengan tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar aspal optimum, karakteristik marshall dan volumetrik, dan persentase optimum penggunaan FABA dengan variasi filler FABA 25%, 50%, 75% dan 100%. Dalam penelitian ini perencanaan campuran dilakukan dua tahap pembuatan dengan pembuatan benda uji tahap pertama menentukan KAO tanpa penggunaan FABA. Tahap kedua pembuatan benda uji menggunakan KAO dengan mengganti filler menggunakan FABA sesuai variasi. Hasil pengujian marshall dan volumetrik didapatkan KAO pada campuran laston AC-WC yaitu 6,5%. Berdasarkan karakteristik marshall dan volumetrik penggunaan filler FABA memperoleh nilai optimum density terdapat pada variasi FABA 25% dengan rentang nilai 2,040–2,062 gr/cm3 dan rata-rata 2,052 gr/cm3. VMA terdapat pada variasi FABA 50% dengan rentang nilai 17,888–19,308% dan rata-rata 18,556%. VFB terdapat pada variasi FABA 75% dengan rentang nilai 72,224–75,262% dan rata-rata 74,147%. VIM terdapat pada variasi FABA 50% dengan rentang nilai 4,663–6,382% dan rata-rata 5,509%. Stabilitas terdapat pada variasi FABA 100% dengan rentang nilai 1763,916-2180,989 kg dan rata-rata 1990,767 kg. Flow terdapat pada variasi FABA 75% dengan rentang nilai 3,6–5,4 mm dan rata-rata 4,3 mm. MQ terdapat pada variasi FABA 100% dengan rentang nilai 335,281–557,520 kg/mm dan rata-rata 498,246 kg/mm. Nilai optimum penggunaan filler FABA pada campuran lastón lapis aus (AC-WC) ditinjau dari stabilitas terdapat pada variasi 100%.Kata kunci: AC-WC, Filler, FABA, KAO, Marshall
STUDI DAERAH RAWAN LONGSOR PADA KAWASAN PEMUKIMAN KAMPUNG BUGIS KOTA TARAKAN DENGAN PENERAPAN METODE FOTOGRAMETRI Utomo, Edy; Syarif, Iif Ahmad; Barocah, Alfika Henny; Reni, Reni; Sadam, Muhammad Saipul
Civil Engineering Scientific Journal Vol 2, No 1 (2023): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v2i1.3392

Abstract

ABSTRACT: Landslides are events due to changes in land use in the steep slope classification. The slope of the land can be identified by extracting elevation data from the earth’s surface. One way of measurement is to apply the photogrammetric method. In this research, a study was conducted on landslide-prone areas in the residential area of the Kampung Bugis Tarakan City, with a base map that was the results of processing UAV aerial photographs. The results of the study state that the photogrammetric method of aerial photographs of UAVs is able to provide an accuracy rate of 98%, and is able to provide an overview of landslide prone maps with a precision of 90%. Applying this method, the researchers found that the study area is at high risk of landslides, with a potential vulnerability level of 43,61% high and 36,33% very high, which were spread over hillside areas in an area of 72,70 hectare. Keywords: Elevation, Photogrammetric, Landslide, Tarakan, UAV.ABSTRAK: Tanah longsor merupakan kejadian akibat perubahan guna lahan pada klasifikasi kelerengan yang curam. Kelerengan lahan dapat diidentifikasi dengan ekstraksi data elevasi dari permukaan bumi. Salah satu cara pengukurannya adalah dengan menerapkan metode fotogrametri. Pada penelitian ini dilakukan studi daerah rawan longsor di wilayah pemukiman kampung bugis Kota Tarakan dengan peta dasar merupakan hasil dari pengolahan foto udara UAV. Hasil studi menyatakan bahwa metode fotogrametri dari foto udara UAV mampu memberikan tingkat akurasi 98%, dan mampu memberikan gambaran peta rawan longsor dengan ketelitian 90%. Dari penerapan metode ini, dinyatakan bahwa lokasi penelitian merupakan daerah rawan longsor dengan potensi tingkat kerawanan 43,61% tinggi dan 36,33% sangat tinggi, yang tersebar pada daerah lereng perbukitan pada luas lokasi penelitian sebesar 72,70 hektar.Kata kunci: Elevasi, Fotogrametri, Longsor, Tarakan, UAV.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR PADA KAWASAN PERTOKOAN DI JALAN RE. MARTADINATA KOTA TARAKAN Gunawan, Gunawan; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i2.5879

Abstract

ABSTRACT: Based on observations on Jalan RE Martadinata  there are a lot of shops with less than optimal parking arrangements. Therefore it is necessary to research to determine the need for parking space. This research was conducted to determine how many parking space units are provided in the existing shopping area on Jalan RE Martadinata and to describe the condition of parking characteristics found in Jalan RE Martadinata. The method used refers to the basics of MKJI and the Technical Guidelines of the Directorate General of Land Transportasion. In the first stage of data collection, the measurement of the parking area was carried out, and then further research was conducted by recording the number of vehicles entering or leaving the shopping area on Jalan RE Martadinata. The findings of the data analysis showed the results of 413 parking spaces for motorcycle vehicles and 9 parking spaces for cars. Parking characteristics show that the parking volume is 271 motorcycles and 43 cars. The longest parking duration for motorcycles is 2.72 hours, cars are 2.49. Parking turnover for motorcycles is 2 vehicles and 1 vehicle for cars. Maximum Parking Index for motorcycles 128.95%, cars 222.22%. Space Hours Occupancy maximum motorcycles with a value of 71.90%, car 84,92%. Of the ten parking point locations studied, 3 locations cannot accommodate parking activities in the shopping area on Jalan RE Martadinata which have exceeded the available capacity. Keywords: Parking Characteristics, Parking, Parking Index, Parking Duration, SHO (Space Hours Occupancy).ABSTRAK: Berdasarkan hasil pengamatan yang terdapat di jalan RE Martadinata terdapat banyak sekali pertokoan dengan pengaturan lahan parkir yang kurang maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kebutuhan ruang parkir. Penelitian ini di lakukan untuk menentukan berapakah satuan ruang parkir yang tersedia pada kawasan pertokoan yang ada di jalan RE Martadinata dan Menguraikan kondisi karakteristik parkir yang terdapat pada jalan RE Martadinata. Metode yang digunakan mengacu pada dasar - dasar MKJI dan Pedoman Teknik Direktorat Jendral Perhubungan Darat. Dalam pengumpulan data   tahap pertama yaitu dilakukan pengukuran luas lahan parkir, kemudian penelitian selanjutnya melakukan survei dengan mencatat jumlah kendaraan yang masuk atau keluar pada kawasan pertokoan di jalan RE Martadinata. Sehingga di dapatkan hasil satuan ruang parkir sebanyak 413 petak parkir untuk kendaraan sepeda motor dan 9 petak parkir untuk mobil. Karakteristik parkir menunjukkan bahwa Volume parkir sebesar 271 motor, 43 mobil. Durasi parkir terlama untuk motor 2,72 jam, mobil 2,49 jam. Pergantian parkir untuk motor sebanyak 2 kendaraan dan mobil 1 kendaraan. Indeks Parkir maksimum motor 128,95 %, mobil 222,22 %. Space Hours Occupancy maksimum motor dengan nilai 71.90 %, mobil  84,92 %. dari sepuluh lokasi titik parkir yang diteliti terdapat 3 lokasi yang tidak dapat menampung aktivitas parkir di kawasan pertokoan pada Jalan RE Martadinata yang sudah melebihi kapasitas yang tersedia.Kata kunci: Karakterisik Parkir, Parkir, Indeks Parkir, Durasi Parkir, SHO (Space Hours Occupancy).
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN BANDAR UDARA DI KALIMANTAN UTARA Umami, Hernanda Nur; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.092 KB) | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2890

Abstract

ABSTRACT: The Airport development in North Kalimantan is a crucial consideration because it can connect among the regions in North Borneo. The other reason was the increasing volume of lights frecuency. The development of the airport during this time is based on the volume of traffic and the total number of annual passengers, and it is in line with National regulation PM No. 39, 2019. This research aims to provide another point of view in Airport development using decision-making theory, namely the combination of the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW). This method employed four criteria and 121 alternatives in determining the priority development best Airport in North Kalimantan. Based on the analyzing AHP and SAW results showed that on the three airports. First, the passenger terminal facility of Juwata Tarakan Airport needs to be developed from the land side with the value of the weight 0,2851 and visual aids with a weight value of 1 to the airside. Second, the parking lot of Nunukan Airport needs to be developed with the weights 0,2749 from the land side and the airside, incapacitated passenger loading the vehicle/eguipment facilities with the value of the weight 0,9031. Last, the Tanjung Harapan airport from the land side, nothing can be developed, but in terms of the facilities of the air service eguipment, ground plane and operational vehicles need to be developed with a weight value of 1.Keywords: Airport, AHP, SAWABSTRAK: Pengembangan bandar udara di Provinsi Kalimantan Utara dinilai sangat penting dikarenakan bandar udara tersebut berfungsi sebagai penghubung antara wilayah-wilayah pedalaman. Selain itu, semakin bertambahnya volume frekuensi penerbangan juga menjadi alasan diperlukannya pengembangan bandar udara. Dalam perencanaan pengembangan bandar udara selama ini didasarkan pada volume lalu lintas penerbangan dan total jumlah penumpang tahunan, hal ini sesuai dengan PM No 39 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang lain dalam proses perencanaan pengembangan bandar udara dengan menggunakan teori pengambilan keputusan yaitu kombinasi metode Analitic Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini menggunakan empat kriteria dan 121 alternatif dalam menentukan prioritas terbaik pengembangan bandar udara di Kalimantan Utara. Hasil dari perhitungan AHP dan SAW menunjukan bahwa pada ketiga bandar udara yang diteliti, untuk bandar udara Juwata Tarakan menunjukan bahwa terminal penumpang menjadi prioritas untuk dikembangkan dari sisi fasilitas darat dengan nilai bobot 0.2851 dan peralatan bantu visual dengan nilai bobot 1 untuk sisi fasilitas udara, lalu untuk bandar udara Nunukan menunjukan bahwa tempat parkir kendaraan menjadi prioritas untuk dikembangkan dengan nilai bobot 0.2749 dari sisi fasilitas darat sedangkan untuk fasilitas dari sisi udara yaitu fasilitas incapacitated passenger loading vehicle (IPL) dengan nilai bobot 0.9031, lalu untuk bandar udara Tanjung Harapan dari sisi fasilitas darat belum ada yang perlu dikembangkan sedangkan dari sisi fasilitas udara peralatan pelayanan darat dan kendaraan operasional di sisi udara yang harus dikembangkan dengan nilai bobot 1.Kata Kunci: Bandar Udara, AHP, SAW
ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN BARANG DARI NUNUKAN KE TARAKAN DENGAN METODE AHP (ANALITYCAL HIERARCY PROCESS) Helen, Helen; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 2 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i2.5908

Abstract

ABSTRACT: There are multiple options for transporting goods from Nunukan City to Tarakan City, necessitating an analysis of the factors influencing transportation mode selection. This study animed to to identify the influential factors and preferred mode of transportation using the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. Data were gathered from respondents who regularly ship good betweed these cities. The analysis revealed that that the most influential criteria in the selection of freight transportation modes were: cost (28%), convenience (23%), service quality (21%), travel time (18%), and security (10%). The preferred transportation modes, based on these criteria, were ranked as follows: cargo shipes (25%), sea vessels (24.7%, rounded to 25%), ferries (24%), airplanes (14%), and speed boats (13.8% rounded to 14%).Keywords: Freight Transportation, Mode Selection, AHP (Analytical Hierarchy Process) Method. ABSTRAK: Banyaknya pilihan dalam pengiriman barang kota Nunukan menuju kota Tarakan seseorang harus mempertimbangkan interaksi antara pemilihan transportasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan faktor-faktor yang berpengaruh dan moda transportasi yang dipilih dengan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarcy Process). Data pada penelitian ini berupa pendapat responden yang mengirim barang dari Kota Nunukan – Kota Tarakan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan, maka kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan moda angkutan barang yaitu faktor biaya sebesar 28%, kemudahan sebesar 23%, pelayanan sebesar 21%, waktu perjalanan sebesar 18%, dan keamanan sebesar 10%. Sedangkan untuk pemilihan alternatif moda yang digunakan dalam pemilihan moda angkutan barang adalah kapal barang sebesar 25%, kapal laut sebesar 0,247 dibulatkan menjadi 25%, kapal fery sebesar 24%, pesawat terbang sebesar 14%, dan speed boat sebesar 0,138 dibulatkan menjadi 14%.Kata Kunci : Angkutan barang, pemilihan moda, Metode AHP (Analitycal Hierarcy Process)
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH TERHADAP CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS PONDASI (AC-BASE) Adhima, Nur Fauziah; Syarif, Iif Ahmad
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 3 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i3.6190

Abstract