Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMOTIVASI SISWA UNTUK MENGERJAKAN TUGAS DI SMP NEGERI 1 MANISRENGGO, KLATEN, JAWA TENGAH Yudilina Gulo; Ramses Simanjuntak; Suwarni Baigar; Hadi Siswoyo; Ester Handayani
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1: Mei 2025: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67066/sxpf9k85

Abstract

Abstract Teachers are "professional workers" who are required to have professional educational abilities, namely having expertise in carrying out the task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students. In addition, teachers must also have a steady personality in the process of transferring knowledge from the learning resources available to students. The ability of teachers to motivate students is a responsibility that must be done well so that it can increase students' interest and enthusiasm in doing Christian Religious Education learning tasks. The purpose of this study is to find out how Christian Religious Education teachers have the ability to motivate students and how to keep students enthusiastic in doing Christian Religious Education learning tasks, as well as why motivation is very important for students' lives. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive qualitative approach. The focus of this study is to find that the ability of Christian Religious Education teachers to motivate students is very important, so that it is able to foster students' interest and enthusiasm in doing Christian Religious Education learning tasks. Abstrak Guru adalah “pekerja profesional” yang dituntut memiliki kemampuan profesional kependidikan, yaitu memiliki keahlian dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Selain itu, guru juga harus memiliki kepribadian yang mantap dalam proses pemindahan ilmu dari sumber belajar yang tersedia kepada siswa. Kemampuan guru dalam memotivasi siswa adalah sebuah tanggungjawab yang harus dilakukan dengan baik sehingga dapat meningkatkan minat dan semangat siswa dalam mengerjakan tugas pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk menemukan bagaimana cara guru Pendidikan Agama Kristen memiliki kemampuan memotivasi siswa dan  bagaimana cara agar siswa tetap semangat dalam mengerjakan tugas pembelajaran Pendidikan Agama kristen, serta mengapa motivasi sangat penting bagi kehidupan siswa. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah untuk menemukan bahwa kemampuan guru Pendidikan Agama kristen dalam memotivasi siswa sangat penting, sehingga mampu menumbuhkan minat dan semangat siswa dalam mengerjakan tugas pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. 
DIALOG TRANSFORMATIF DALAM INJIL YOHANES 1, 3, 4 DAN PENERAPANNYA UNTUK MELAKSANAKAN MISI ALLAH Sukirdi; Ester Handayani
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1: Mei 2025: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67066/c1358773

Abstract

Abstract God is love, that is clearly reflected in the Bible. From that statement we must respond as Christians by participating in God's mission in evangelism to spread God's love to people. Based on this background, this study will examine: How do the principles of evangelism based on the pattern of dialogue in John 1, 3 and 4 apply to unbelievers? For research questions: First, How is the pattern of dialogue found in 1:29-51. Second: What is the pattern of dialogue in the Gospel of John 3:1-21. Third, what is the pattern of dialogue in the Gospel of John 4:4-30; 39-42. And fourth: How are these patterns of dialogue applied in evangelism to unbelievers?  Abstrak Allah adalah kasih, hal itu tercermin jelas di dalam Alkitab. Dari pernyataan itu sebagai orang Kristen kita harus menanggapinya dengan ikut terlibat dalam misi Allah dalam penginjilan untuk menyebarkan kasih Allah kepada manusia. Berdasarkan latar belakang tersebut dalam kajian ini akan mengkaji : Bagaimana prinsip-prinsip penginjilan berdasarkan pola dialog dalam Yohanes 1, 3 dan 4 penerapannya untuk orang yang belum percaya? Untuk pertanyaan penelitian: Pertama, Bagaimana pola dialog yang terdapat dalam 1: 29-51. Kedua : Bagaimana pola dialog dalam Injil Yohanes 3: 1-21. Ketiga, Bagaimana pola dialog dalam Injil Yohanes 4:4-30; 39-42. Dan keempat: Bagaimana pola-pola dialog tersebut diterapkan dalam penginjilan terhadap orang yang belum percaya? 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRISTIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SDN NEGERI NANGGULAN, MAGUWOHARJO, SLEMAN, DIY Wahyuningsih; Simanjuntak, Ramses; Suwarni; Ester Handayani
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 02: November 2025: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67066/959gbd62

Abstract

Abstract Christian Religious Education (PAK) in elementary schools plays a crucial role in shaping students' understanding and Christian values. Moreover, PAK is not only about transferring knowledge but also fostering students' ability to think critically by responding to and applying Christian values. This study explores how the implementation of a project-based learning (PjBL) model can improve critical thinking skills in five fourth-grade students in PAK learning, focusing on identifying themes related to the fourth-grade material, lesson 12, "ME and MY ENVIRONMENT." This study also employed a qualitative action research method. The research design was a classroom action research (CAR) study, consisting of two cycles, each with two meetings. Furthermore, the instruments used were participatory observation during the implementation of project-based learning, in-depth analysis of project results (presentations, tests), and semi-structured interviews with several informants and documents. Thus, this study provides in-depth insights into how project-based learning can improve students' critical thinking skills, particularly in the context of Christian Religious Education at the elementary school level. Abstrak Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Sekolah Dasar berperan penting dalam membentuk pemahaman dan nilai-nilai Kristiani pada siswa. Apalagi PAK bukan hanya tentang transfer pengetahuan tetapi juga menumbuhkan kemampuan siswa dalam berpikir, dengan merespons dan mengaplikasikan nilai-nilai Kristiani secara kritis. Penelitian ini mengeksplorasikan bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada lima siswa kelas IV dalam pembelajaran PAK yang fokusnya pada identifikasi tema sesuai materi kelas IV pelajaran 12 tentang AKU dan LINGKUNGANKU. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode penelitian tindakan dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang melalui dua siklus dengan masing masing siklus dua kali pertemuan. Selain itu instrumen dalam penelitian ini yaitu melalui observasi partisipatif selama penerapan pembelajaran berbasis proyek, analisis mendalam terhadap hasil proyek (presentasi, tes), wawancara semi-terstruktur dengan beberapa narasumber dan dokumen. Dengan demikian penelitian ini dapat memberikan wawasan secara mendalam terkait bagaimana pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen di tingkat sekolah dasar.
“MANUSIA ALGORITMA” BERDASARKAN EFESUS 4:17-32 Sukirdi; Ester Handayani
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 02: November 2025: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67066/9d8eja10

Abstract

The phenomenon of human algorithms is no longer about technological change but rather an ontological shift: how individuals interact is shaped by digital algorithms, such as those on social media and artificial intelligence-based applications. In this phenomenon, human algorithms are referred to as humans who no longer live according to the truth of God's Word and based on true human values. Human algorithms are a contemporary term describing modern humans who are significantly driven by logic and digital algorithms. They make decisions based on data, statistics, and AI, rather than intuition or personal values. They tend to think using computer systems. They are even trapped in the ecosystem of social media and search engine algorithms, which direct their choices and behavior.