Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Informatika

Data Augmentasi Untuk Mengatasi Keterbatasan Data Pada Model Penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Fadillah, Riestiya Zain; Irawan, Ade; Susanty, Meredita
Jurnal Informatika Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.999 KB) | DOI: 10.31294/ji.v8i2.10768

Abstract

Ada dua sistem bahasa isyarat yang digunakan di Indonesia; Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). Penggunaan bahasa isyarat di kelompok masyarakat tuli dan difabel rungu di Indonesia masih terpecah. Pemerintah mewajibkan penggunaan SIBI sebagai bahasa pengantar resmi di Sekolah Luar Biasa namun insan rungu Indonesia lebih gemar menggunakan  Bisindo. Hal ini dikarenakan Bisindo memiliki akar kata yang berasal dari Bahasa Indonesia dan satu gerakan mewakili kata. Tidak seperti SIBI yang menggunakan gerakan isyarat berdasarkan tata bahasa orang mendengar. Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) telah meminta pemerintah untuk mengakui Bisindo sebagai bahasa pengantar resmi di Sekolah Luar Biasa namun upaya ini hingga kini belum berhasil. Upaya lain yang dilakukan Gerkatin adalah memberikan kelas pelatihan Bisindo bagi masyarakat umum membantu meningkatkan aksesibilitas Tuli dengan menambah jumlah penerjemah serta memperluas pemahaman Bisindo di masyarakat luas. Penelitian ini mencoba mendukung upaya tersebut dengan mengembangkan model penerjemah Bisindo yang menerjemahkan gestur bahasa isyarat menjadi teks menggunakan pendekatan machine learning dengan arsitektur Convolutional Neural Network (CNN). Keterbatasan dataset Bisindo diatasi dengan melakukan data augmentation. Performa model mencapai nilai akurasi sebesar 94.38%.
Analisis Usability Pada Aplikasi Mobile Pemeriksa Kesehatan Mata Adhytia Ihza Mahendra; Meredita Susanty
Jurnal Informatika Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.966 KB) | DOI: 10.31294/ji.v8i2.10871

Abstract

Kesehatan mata harus terjaga dengan baik karena peran kedua mata sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun tahun 2012 Indonesia memiliki angka gangguan penglihatan yang cukup tinggi sebesar 1,5% dari seluruh penduduk indonesia atau sekitar 3,6 juta jiwa. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang baik di puskesmas maupun rumah sakit. Sayangnya, kesadaran masyarakay untuk datang dan memeriksakan matanya di fasilitas kesehatan yang telah ditentukan masih rendah. Meningkatnya pengguna internet dan mobile phone mendorong perkembangan teknologi dan memunculkan inovasi - invasi baru. Salah satunya adalah Aplikasi Mataku, sebuah aplikasi berbasis Android yang membantu untuk melakukan pengecekan dini terhadap berbagai penyakit mata seperti penyakit katarak, pterigium, buta warna, dan miopi. Melalui aplikasi ini ini pengguna juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis matasecara daring. Untuk menjamin aplikasi dapat dengan mudah digunakan oleh pengguna, perlu dilakukan pengujian usability dengan parameter learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction. Pengujian ini menggunkan metode usability testing terhadap purwarupa aplikasi. Hasil pengujian ini menunjukkan adanya permasalahan pada salah satu fitur pada aplikasi. Perbaikan desain berdasarkan rekomendasi perbaikan yang diberikan menunjukkan perbaikan pada beberapa parameter namun menimbulkan masalah untuk parameter lain. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas aplikasi Mataku sekaligus menjadi contoh kasus bagi pihak lain yang berkecimpung di bidang desain user interface dan user experience.
Analisis Latensi Pada Aplikasi Virtual Reality Untuk Anak Dengan Autism Syndrome Disorder Muhammad Ariq Rafly; Meredita Susanty
Jurnal Informatika Vol 9, No 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.882 KB) | DOI: 10.31294/inf.v9i1.11778

Abstract

Virtual Reality (VR) atau realitas maya adalah sebuah cabang media interaktif yang terus berkembang. VR merupakan teknologi yang dapat membuat pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer. VR membuat pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Dalam mengembangkan VR kita harus memiliki pengetahuan tentang teknologi sensing and tracking, stereoscopic display, multimodal interaksi dan recognition (contoh : metafora dan menu tiga dimensi, suara, dan gerakan), grafis komputer, simulasi fisika dan lainya. Dengan teknologi-teknologi tersebut, VR dapat memanipulasi otak penggunanya seakan-akan berada pada dunia lain. Karena membutuhkan tingkat grafis visual yang tinggi untuk memberikan pengalaman yang realistis, salah satu tantangan utama dalam mengembangkan aplikasi permainan VR adalah latensi yang tinggi. Latensi yang tinggi mengakibatkan menurunnya kualitas pengalaman pengguna, karena ada waktu tunda antara aksi dari pengguna dan respon pada aplikasi. Latensi dalam penggunaan VR bahkan dapat menyebabkan sensasi mabuk. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi VR dengan latensi rendah dengan studi kasus aplikasi permainan untuk anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dengan tetap mempertahankan kualitas grafik visual yang baik. Pada penelitian ini, nilai latensi per komponen kualitas visual dan nilai kualitas performa aplikasi diukur menggunakan tools profiler dari Unity. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penurunan nilai masing-masing komponen visual sepertianti-aliasing, shadow resolution, cascades dan soft shadow dapat mengurangi latensi. Diantara komponen visual tersebut, anti-aliasing yang berkontribusi paling besar terhadap latensi. Penelitian ini berhasil mendapatkan kombinasi optimum diantara komponen-komponen visual tersebut untuk mendapatkan latensi yang rendah dan grafik visual yang baik.
Studi Komparasi Maintainability Antara Aplikasi yang Dikembangkan dengan Framework Flutter dan React Native Muhammad Deta Aditya; Meredita Susanty
Jurnal Informatika Vol 9, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/inf.v9i2.12885

Abstract

Setiap tahunnya, jumlah pengguna aplikasi seluler terus bertambah. Hal ini menyebabkan pengembang aplikasi seluler dituntut untuk mengembangkan produknya dengan cepat. Framework antarmuka pengguna lintas platform Flutter dan React Native menjadi sangat populer karena kemampuannya untuk dikompilasi ke berbagai jenis sistem operasi perangkat seluler. Namun, di antara kedua framework tersebut, belum diketahui manakah yang memiliki maintainability yang lebih baik. Tahap perawatan perangkat lunak merupakan tahap yang memakan paling banyak waktu, tenaga, dan usaha. Sehingga, penting untuk mengetahui framework mana yang basis kodenya lebih mudah dirawat. Pada penelitian ini, aplikasi media komunikasi untuk taman kanak-kanak dengan kompleksitas use-case yang beragam digunakan sebagai bahan untuk membandingkan maintainability Flutter dan React Native. Basis kode yang dikembangkan masing-masing diukur menggunakan A Code Quality Metrics Model for React-Based Web Applications. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis kode yang ditulis menggunakan Flutter memiliki maintainability lebih tinggi dibandingkan React Native. Faktor yang mempengaruhinya adalah bahasa pemrograman yang digunakannya, yaitu Dart untuk Flutter dan JavaScript untuk React Native, serta cara penulisan komponen yang berbeda antara Flutter dan React Native Mobile phone users are increasing every year. This demands mobile application developers to speed up their development time. Flutter and React Native, which are cross-platform user interface framework, become more popular due to their ability to compile to any mobile operating system. But, it is not yet known which of the two frameworks have the better maintainability. Maintenance is a step in software development process that consumes most of the development effort. So, it is important to know which framework produces the more maintainable code base. In this research, a communication media application for kindergarten with diverse use case complexity is used for comparing maintainability between Flutter and React Native. Each code base are measured using A Code Quality Metrics Model for React-Based Web Applications. The result is code base that are developed using Flutter has more maintainability than React Native. The influencing factors are programming languages used, which are Dart for Flutter and JavaScript for React, as well as how components in each frameworks are written.
Sistem Pendukung Keputusan Pengamatan Keselamatan Kerja Digital Megandi Megandi; Meredita Susanty
Jurnal Informatika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/inf.v10i1.12778

Abstract

Piramida Kecelakaan Kerja atau dikenal juga dengan Heinrich's triangle atau Bird's triangle menyatakan bahwa kecelakaan kerja datal ditimbulkan karena beberapa kejadian-kejadian kecelakaan lain yang lebih ringan yang terjadi sebelumnya. Teori Piramida keselamatan kerja ini memungkinkan individu untuk mempersempit akar penyebab dan menghilangkan atau mengendalikan bahaya atau penyebabnya. Perusahaan-perusahaan yang kegiatan usahanya memiliki risiko kerja tinggi mengadopsi teori piramida keselamatan kerja ini untuk mengendalikan dan mengeliminasi bahaya dan atau penyebab bahaya yang salah satunya diimplementasikan menggunakan pelaporan pengamatan keselamatan. Dalam hal ini, yang diamati adalah kondisi dan tindakan tidak aman dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Dalam implementasinya kebanyakan perusahaan melakukan hal ini secara manual dimana setiap pekerja wajib mengisi formulir pengamatan keselamatan setiap bulannya. Data pengamatan ini kemudian direkap setiap bulannya untuk ditindak lanjuti dan dilaporkan kepada pihak manajemen. Praktik pelaporan yang dilakukan secara  manual ini dapat dibuat menjadi lebih efisien menggunakan bantuan teknologi. Dengan memindahkan pencatatan dari formulir fisik menjadi halaman web atau aplikasi mobile, data pengamatan keselamatan dapat langsung tersimpan pada sistem secara real time. Rekapitulasi dan laporan juga dapat langsung dihasilkan oleh aplikasi sesuai dengan proses yang berjalan saat ini. Dengan melakukan digitalisasi proses ini, perusahaan diharapkan dapat melakukan efisiensi biaya yang selama ini digunakan untuk mencetak formulir pengamatan dan laporan bulanan juga efisiensi waktu yang selama ini digunakan oleh staf untuk merekap data pengamatan dan menyusun laporan bulanan. Waktu yang selama ini digunakan untuk melakukan pekerjaan operasional dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan lain yang lebih strategis. The Accident Pyramid, also known as Heinrich's triangle or Bird's triangle, states that several previous, lighter accidents lead to a fatal accident. This work safety pyramid theory allows individuals to narrow down the root causes and eliminate or control the hazard or cause. The companies with high-risk main business activities adopt this theory to control and eliminate hazards and/or causes of hazards. One of the methods is using safety observation reporting, observing unsafe conditions and actions in daily work. Some companies require each worker to observe several unsafe acts or conditions and then report them by filling out a safety observation form every month. This observational data is then categorized and recapitulated every month. Some reports need a follow-up action to eliminate the risk. All observations and their follow-up action are then reported to the management. This manual reporting procedure can be made more efficient with the help of technology. By transferring the recording process from physical forms to web pages or mobile applications, safety observation data can be stored directly on the system in real-time. The application can automatically generate recapitulation and reports based on the existing business process. Hence, the company gain cost and time efficiencies. It removes printing costs for observation forms and monthly reports. It also saves a reasonable time from recapping observation data and compiling monthly reports.
Avoiding Machine Learning Becoming Pseudoscience in Biomedical Research Meredita Susanty; Ira Puspasari; Nilam Fitriah; Dimitri Mahayana; Tati Erawati Latifah Rajab; Hasballah Zakaria; Agung Wahyu Setiawan; Rukman Hertadi
Jurnal Informatika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/inf.v10i1.12787

Abstract

The use of machine learning harbours the promise of more accurate, unbiased future predictions than human beings on their own can ever be capable of. However, because existing data sets are always utilized, these calculations are extrapolations of the past and serve to reproduce prejudices embedded in the data. In turn, machine learning prediction result raises ethical and moral dilemmas. As mirrors of society, algorithms show the status quo, reinforce errors, and are subject to targeted influences – for good and the bad. This phenomenon makes machine learning viewed as pseudoscience. Besides the limitations, injustices, and oracle-like nature of these technologies, there are also questions about the nature of the opportunities and possibilities they offer. This article aims to discuss whether machine learning in biomedical research falls into pseudoscience based on Popper and Kuhn's perspective and four theories of truth using three study cases. The discussion result explains several conditions that must be fulfilled so that machine learning in biomedical does not fall into pseudoscience
Co-Authors Ade Irawan Ade Irawan Ade Irawan Adhytia Ihza Mahendra Adikara Perkasa B.Tjaru Aditya Dewata Putra Afriansyah Afriansyah Afriansyah Afriansyah Agung Muhammad Rizki Agung Wahyu Setiawan Ahmad Fauzan Rahman Ahmad Fauzan Rahman Akbar Barrinaya Akbar Nurcahyo Akhmal Rizkyanto Ari Pramuja Ari Pramuja Ariana Yunita Arie Ardiansyah Siswanto Aries Dwi Prasetiyo Ashari, Arya Aulia Rahma Annisa B.W, Hapsoro Birgitta Sekar Winda Bramantyo, Rakesh Cipta Aditya Rahman Cleoputra Goldi Abdichianto Darmawan, Muhammad Redho Dheny Dwi Prakoso Dheo Artha Dicky Rangga Buwono Dicky Rangga Buwono Dimitri Mahayana Dwiki Ambarwanto Putra Ebelaristra, Prinsislamsheeny Brilliantdianty Erwin Setiawan Erwin Setiawan Erwin Setiawan Erwin Setiawan, Erwin Fadillah, Riestiya Zain Fajar Faizin Fajar Faizin Farah Mardiana Farhan Akbar Febrian Mario Fermana, Randi Fernando Iskandar Fitri Karimah Florin Karmina Manalu Galang Amanda Dwi Pamungkas Hafiz, Abdullah Ahmad Hapsoro B.W Harya Dwi Nugraha Herminarto Nugroho Herminarto Nugroho Iffah Zahira Ikri Madrinovella Iktri Madrinovella Intan Oktafiani Ira Puspasari Karimah, Fitri Laras Ijmania Kusuma Ludovika Jannoke Madrinovella, Ikri Mahendra, Adhytia Ihza Marrosandy Bagus Saputra Megandi Megandi Megandi, Megandi Megandi, Megandi Mochamad Daffa Sangaji Muh Muhsan Maulana Muh Nur Yasin Muh. Nur Yasin Muhamad Koyimatu Muhamad Koyimatu Muhammad Alviazra Muhammad Ariq Rafly Muhammad Deta Aditya Muhammad Dzaky Normansyah Muhammad Fauzi Arda Saputra Muhammad Herdian Syah Muhammad Qubaisy Andiyantama Muhammad Rais Ridho Muhammad Redho Darmawan Muhammad Rizky Widyayulianto Muhammad Tuni Subayu Muharik Muharik Muhasabah, Alzahid Nilam Fitriah Nugroho, Herminarto Nurul Afifah Oktaviani, Intan P. B. Ebelaristra Pangestu, Muhamad Benando Prinsislamsheeny Brilliantdianty Ebelaristra Prinsislamsheeny Brilliantdianty Ebelaristra Putra, Adam Marsono Putra, Adam Marsono Rahman, Ahmad Fauzan Rahmat Septian Wijanarko Rahmat Septian Wijanarko RAKA SUDIRA WARDANA Randi Fermana Refal Pradama Dahlan Revyra Phoebe Fransiska Ricky Suwandy Riestiya Zain Fadillah Rizka Hutami RUKMAN HERTADI Sabila Hadinnisa Sahrul Sukardi Sahrul, Sahrul SAHRUL, SAHRUL Satria Dewo Shelvy Intan Soraya Silvia Takarina Soraya, Shelvy Intan Soraya, Shelvy Intan Tasmi Tasmi Tati Latifah Erawati Rajab Teguh Aryo Nugroho Tirta Rona Mayangsari Tiurmauli Rahel Ernita Vicky Sultan Ahmad Wahyu Kunto Wibowo Wardana, Raka Sudira Waskito Pranowo Weny Astuti Weny Astuti Weny Astuti Wijanarko, Rahmat Septian Yasa, Nugi Gahara Yasa, Nugi Gahara Zakaria, Hasballah