Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Karakterisasi Alat Filtrasi Air Portable Berdasarkan Variasi Jumlah Absorber Karbon Aktif Limbah Tongkol Jagung Amrullah, Shafwan; Yanti, Sahri; As'urin, B.
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 1 (2024): JPPL, Maret 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i1.2183

Abstract

Sumbawa Regency is an area with soil water content containing lime. There was even lime blockage in the pipe holes used. So this research aims to create a portable filtration device that is cheap and efficient. The aim of this research is to characterize a portable water filtration device with an innovative absorber from corncob waste. The way this research works is the process of carbonizing corn cob waste and then activating it using 0.5 M NaOH for 24 hours. The absorber is then filled into a portable filter with dimensions of 50 cm in length and 4 inches in diameter. Filtration is carried out by flowing the collected well water into the water reservoir through a filter. Tests are carried out on water that has not been passed through a filter. After that, characterization was also carried out on the water that had passed through the filter. This characterization consists of Total Dispended Solid (TDS), Temperature, pH, Ca levels, and turbidity. The TDS value obtained decreases with the increasing number of absorbers used, namely from 203, 163, to 123 ppm. In addition, the temperature of the test water has almost no change. The resulting results were temperatures of 32, 33, and 32oC. The resulting pH value shows a decrease with an increase in the number of absorbers used, namely from 8.3; 7.7; 7.3. For turbidity, there was a decrease in the turbidity rate with an increase in the number of absorbers used, namely from 0.29 NTU to 0.3 NTU, and 0.28 NTU. In addition, CaCO3 levels decreased with an increase in the number of absorbers used, namely from 330 mg/l, 290 mg/l, and 240 mg/l. This value has met the threshold set by PMK No. 32 of 2017.
Karakterisasi Alat Filtrasi Air Portable Berdasarkan Variasi Jumlah Absorber Karbon Aktif Limbah Tongkol Jagung Amrullah, Shafwan; Yanti, Sahri; As'urin, B.
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 6 No. 1 (2024): JPPL, Maret 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v6i1.2183

Abstract

Sumbawa Regency is an area with soil water content containing lime. There was even lime blockage in the pipe holes used. So this research aims to create a portable filtration device that is cheap and efficient. The aim of this research is to characterize a portable water filtration device with an innovative absorber from corncob waste. The way this research works is the process of carbonizing corn cob waste and then activating it using 0.5 M NaOH for 24 hours. The absorber is then filled into a portable filter with dimensions of 50 cm in length and 4 inches in diameter. Filtration is carried out by flowing the collected well water into the water reservoir through a filter. Tests are carried out on water that has not been passed through a filter. After that, characterization was also carried out on the water that had passed through the filter. This characterization consists of Total Dispended Solid (TDS), Temperature, pH, Ca levels, and turbidity. The TDS value obtained decreases with the increasing number of absorbers used, namely from 203, 163, to 123 ppm. In addition, the temperature of the test water has almost no change. The resulting results were temperatures of 32, 33, and 32oC. The resulting pH value shows a decrease with an increase in the number of absorbers used, namely from 8.3; 7.7; 7.3. For turbidity, there was a decrease in the turbidity rate with an increase in the number of absorbers used, namely from 0.29 NTU to 0.3 NTU, and 0.28 NTU. In addition, CaCO3 levels decreased with an increase in the number of absorbers used, namely from 330 mg/l, 290 mg/l, and 240 mg/l. This value has met the threshold set by PMK No. 32 of 2017.
Pengaruh CMC (Carboxymethyl Cellulose) Dan Lama Penumisan Terhadap Karakteristik Pasta Bawang Merah Mirza, Muhammad; Yanti, Sahri; Saputri, Dinar Suksmayu
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3789

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas yang dimanfaatkan sebagai bumbu oleh masyarakat. Di Sumbawa bawang merah menjadi komoditas unggulan, sehingga ketersediaan bawang merah melimpah dan perlu pengolaham lebih lanjut. Penelitian bertujuan untuk memperoleh teknologi pengolahan, formulasi pasta bawang merah untuk mengetahui karakteristiknya. Penelitian dilakukan dengan tahapan persiapan bahan, pembuatan sampel pasta bawang merah, pengujian sampel dengan uji proksimat (kadar air, kadar lemak dan kadar protein) dan uji organoleptik (aroma, tekstur dan warna). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor, faktor perbedaan kadar CMC yaitu 0,1%, 0,3% dan 0,5%, dan lama penumisan yaitu 4 menit dan 7 menit. Penelitian dilakukan ulangan sebanyak 3 kali ulangan. Analisis statistik menunjukan bahwa perbedaan kadar CMC dan lama waktu penumisan mempengaruhi kadar air, kadar protein dan kadar lemak, sedangkan interaksi keduanya tidak mempengaruhi. Perlakuan pasta bawang merah terbaik adalah perlakuan penambahan kadar CMC sebesar 0,5% dengan lama waktu penumisan 7 menit dengan hasil kadar air 40,85%, kadar protein 3,25% dan kadar lemak 0,95%. Pada pengujian organoleptik perlakuan terbaik adalah penambahan kadar CMC sebesar 0,1% dengan waktu penumisan 4 menit. Rata-rata kesukaan pasta bawang merah yang terbaik adalah aroma (5,3), tekstur (5,8) dan warna (5,5)
Karakteristik Teh Herbal Lomo (protium javanicum) Sumbawa Dengan Berbagai Tingkat Penambahan Bubuk Jahe Rosiana, Rifka; Yanti, Sahri; Laila Vifta, Rissa
The Journal of Teknologi Pangan Vol 5 No 1 (2024): Food Loss and Food Waste
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v5i1.4271

Abstract

Teh merupakan minuman yang sangat di minati oleh masyarakat Indonesia salah satunya adalah Tanaman katimis. Katimis (Protium Javanicum) dikenal sebagai lomo. Daun lomo mengandung senyawa flavonoid, polifenol dan tanin yang berkhasiat untuk mengobati diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan minuman teh herbal lomo dengan variasi penambahan bubuk jahe emprit dan mengetahui penambahan bubuk jahe terhadap sifat fisik seperti rasa, aroma, tekstur dan warna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode DPPH (1,1 -difenil-2-pikrilhidrazi) dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis antioksidan menggunakan metode DPPH yaitu dengan alat spektrofotometri UV-Vis. Kemudian diukur serapannya pada Panjang gelombang 517 nm dengan tujuan untuk mengamati perubahan absorbansi pada Panjang gelombang minuman teh herbal lomo dan untuk uji antioksidan teh herbal lomo memiliki nilai yang tertinggi pada perlakuan P3 dengan konsentrasi (50 gram bubuk lomo : 7,5 gram bubuk jahe) yaitu dengan nilai IC50 (90,885%). Data analisis mengunakan ANOVA Rancangan Acak Lengkap (RAL). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil uji sifat fisik (Aroma) dengan nilai rata-rata 2.63%,2.84%,3.33% dan 3.45% hasil uji Tekstr dengan nilai 2.67%,2.76%,3.13% dan 3.25% dan untuk hasil uji Warna dengan nilai 2.92%,3.16%,3.61% dan 3.72% untuk hasil uji Rasa dengan nilai rata-rata 2.93%,2.91%,3.455 dan 3.55%.
Analisis Senyawa Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Dalam Ekstrak Daun Lomo (Protium Javanicum Brum. F) Kisman, Kisman; Yanti, Sahri
The Journal of Teknologi Pangan Vol 6 No 1 (2025): Food Safety: Science in Action
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v6i1.4245

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pelarut mana yang terbaik untuk mengekstraksi daun lomo Sumbawa dengan aktivitas antioksidan maksimal serta pengaruh berbagai jenis pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun lomo Sumbawa. Tiga jenis pelarut berbeda yang digunakan: aseton 90%, metanol 90%, dan air suling. Proses maserasi digunakan untuk mengekstraksi daun lomo. Metode folin-ciocalteu digunakan untuk analisis bahan kimia fenolik. Sedangkan metode DPPH (2,2-diphenyl-1picryljidrazil) digunakan untuk analisis antioksidan dan pendekatan spektrofotometri dengan reagen AICI3 digunakan untuk evaluasi komponen flavonoid. Temuan penelitian menunjukkan bahwa senyawa fenolik dipengaruhi secara signifikan oleh perlakuan beberapa jenis pelarut, dengan pelarut yang paling efektif adalah metanol, yang memiliki nilai total fenol sebesar 972,09 mg/L, dan pelarut metanol, yang memiliki nilai total flavonoid sebesar 7,59mg/L. Pelarut metanol merupakan jenis pelarut terbaik yang menghasilkan antioksidan tertinggi, dengan nilai total antioksidan sebesar 90,37%, sedangkan pelarut aquades memiliki rendemen tertinggi, dengan total rendemen sebesar 72,72%.
Pengaruh penambahan tepung kulit buah naga (Dragon fruit) sebagai pewarna alami pada pembuatan kue satu Rahma, Rahma; Yanti, Sahri
The Journal of Teknologi Pangan Vol 6 No 1 (2025): Food Safety: Science in Action
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v6i1.5552

Abstract

Kue satu memiliki cita rasa yang manis dan tekstur yang renyah, serta umumnya dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. selain itu, kue satu  adalah salah satu produk olahan sederhana berbahan dasar tepung kacang hijau, Tujuan Penelitian Mengetahui pengaruh kue satu berbahan tepung kulit buah naga berdasarkan pengujian proksimat. Mengetahui pengaruh formulasi kue satu berbahan tepung kulit buah naga berdasarkan pengujian organoleptik secara hedonik. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Berdasarkan pengujian organoleptik secara hedonik perlakuan terbaik pada rasa panelis cenderung menyukai rasa pada P4 sebesar (2,86). pada pengujian organoleptik pada aroma panelis menyukai aroma pada P4 sebesar (2,93). dan pada pengujian  tekstur panelis cenderung menyukai tekstur pada P4 sebesar (4), dan pengujian organoleptik pada warna panelis menyukai pada P1 sebesar (3,66), pada pengujian uji kadar protein perlakuan terbaik ada pada P1 sebesar 8,26 , dan pada pengujian  kadar lemak perlakuan terbaik ada pada P1 sebesar 0,201, perlakuan terbaik pada kadar kadar air yaitu pada P4 sebesar 16,16, kadar abu menunjukkan perlakuan terbaik ada pada perlakuan P1 sebesar 4,32   dan pada pengujian  kadar karbohidrat perlakuan terbaik pada perlakuan P4 sebesar 13,094.