Meindro Waskito
Universitas Islam As-Syafi’iyah, Bekasi, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sertifikasi Halal sebagai Standar Kualitas Global dalam Perdagangan Internasional: Harmonisasi Prinsip Ekonomi Syariah dan Regulasi World Trade Organization R. Muhammad Prabu Gustyangga Oetomo; Veithzal Rivai; Sunaryo; Meindro Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan sertifikasi halal sebagai standar kualitas global dalam arus perdagangan internasional melalui harmonisasi prinsip ekonomi syariah dan regulasi World Trade Organization (WTO). Di tengah dinamika pasar bebas, sertifikasi halal bertransformasi dari sekadar kewajiban religius menjadi instrumen penjamin mutu, keamanan, dan kesehatan produk. Metode penelitian yang digunakan adalah riset kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, serta mengintegrasikan pemikiran Prof. Dr. Veithzal Rivai mengenai ekonomi syariah sebagai solusi. Data dikumpulkan melalui penelusuran dokumen regulasi, literatur ekonomi Islam klasik dan kontemporer, serta perjanjian internasional terkait perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif ekonomi syariah, sertifikasi halal adalah manifestasi prinsip halalan thayyiban yang memberikan kepastian hukum dan transparansi bagi konsumen. Secara internasional, regulasi WTO mengakomodasi standar halal sebagai bagian dari perlindungan moralitas publik dan kesehatan melalui perjanjian Technical Barriers to Trade (TBT). Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi standar halal nasional dengan aturan global tidak hanya mematuhi hukum internasional, tetapi juga meningkatkan daya saing komoditas di pasar global melalui penguatan integritas produk.
Strategi Relationship Marketing melalui Marketing Gathering dalam Perspektif Etika Bisnis Islam pada Industri Hiburan Luluk Maknunah; Veitzhal Rivai Zainal; Sunaryo; Meindro Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi relationship marketing melalui kegiatan marketing gathering dalam industri hiburan serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip etika bisnis Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, serta konten media sebagai data pendukung untuk menggambarkan praktik empiris yang berkembang di industri hiburan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis konten dengan menelaah konsep relationship marketing, marketing gathering, serta prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketing gathering, seperti kegiatan gala dinner, berfungsi sebagai strategi relasional yang efektif dalam membangun dan memperkuat hubungan jangka panjang antara artis, brand, dan mitra bisnis melalui peningkatan kepercayaan, komitmen, dan komunikasi relasional. Ditinjau dari perspektif etika bisnis Islam, praktik relationship marketing tersebut dinilai sejalan dengan prinsip kejujuran (ṣidq), amanah, keadilan (‘adl), transparansi, dan kemaslahatan, selama dilaksanakan tanpa unsur manipulasi dan ketidakjelasan manfaat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian relationship marketing berbasis nilai-nilai Islam serta implikasi praktis bagi pelaku industri hiburan dalam membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dan etis.
Etika Bisnis Islam dalam Dinamika Perdagangan Global Kontemporer Zaitur Rohmah; Veithzal Rivai Zainal; Sunaryo; Meindro Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7717

Abstract

Perdagangan global kontemporer berkembang pesat seiring dengan globalisasi ekonomi, liberalisasi perdagangan, dan kemajuan teknologi digital. Meskipun mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika perdagangan global juga memunculkan berbagai persoalan etika, seperti ketimpangan ekonomi antara negara maju dan negara berkembang, eksploitasi tenaga kerja, praktik perdagangan tidak adil, serta dominasi korporasi multinasional. Sistem ekonomi konvensional yang menekankan prinsip profit maximization dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab krisis moral dan keadilan dalam perdagangan global. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis etika bisnis Islam serta relevansinya dalam merespons dinamika perdagangan global kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) terhadap buku dan artikel jurnal ilmiah yang terindeks di Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika bisnis Islam, melalui prinsip tauhid, keadilan (‘adl), keseimbangan (tawazun), tanggung jawab (mas’uliyyah), serta larangan riba, gharar, dan maysir, dapat berfungsi sebagai kerangka etika normatif-kritis terhadap praktik perdagangan global. Etika bisnis Islam tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki relevansi aplikatif dalam mendorong perdagangan global yang lebih adil, berimbang, dan berkelanjutan.
Fintech Syariah di Indonesia: Analisis Regulasi, Implementasi, Tantangan, dan Prospek, serta Digitalisasi Penyebaran Ekonomi Syariah Achmad Siddiq; Veithzal Rivai Zainal; Sunaryo; Meindro Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi fintech syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia, tantangan dan peluang penerapan teknologi finansial berbasis syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai literatur mengenai fintech syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech syariah, melalui layanan seperti crowdfunding, peer-to-peer (P2P) lending, serta pembayaran digital yang sesuai dengan prinsip syariah, memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Namun, sejumlah hambatan masih dihadapi, seperti rendahnya literasi keuangan syariah, kekhawatiran terhadap keamanan data, keterbatasan infrastruktur digital di beberapa daerah, dan persaingan yang ketat dengan fintech konvensional. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi literasi keuangan syariah, penguatan infrastruktur digital, pemenuhan terhadap regulasi syariah yang lebih baik, serta pengembangan produk inovatif berbasis syariah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas fintech syariah dalam mendukung pertumbuhan dan makin berkembangnya ekonomi Islam di Indonesia serta memperkuat peranannya dalam mendorong inklusi keuangan di era digital.
Mengevaluasi Positioning Negara Muslim dalam Ekonomi Global: Analisis Kluster Ekonomi, Keunggulan Kompetitif, dan Industri Halal Buhari Karmadi; Veithzal Rivai Zainal; Sunaryo; Meindro Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7761

Abstract

Negara-negara Muslim memiliki potensi ekonomi yang signifikan dalam sistem ekonomi global, ditopang oleh jumlah populasi yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta berkembangnya ekonomi syariah dan industri halal. Namun, positioning negara Muslim dalam perekonomian global belum sepenuhnya optimal akibat tantangan struktural, ketergantungan komoditas, dan lemahnya integrasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi positioning negara Muslim dalam ekonomi global melalui analisis kluster ekonomi (GCC, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika), keunggulan kompetitif berbasis sumber daya alam, keuangan, dan spiritual, serta peran strategis industri halal global. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kluster memiliki karakteristik dan potensi unggulan yang berbeda. Industri halal berperan sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing negara Muslim apabila didukung oleh harmonisasi standar, penguatan inovasi, dan integrasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi Islam tidak hanya relevan bagi negara Muslim, tetapi juga memiliki kontribusi penting terhadap ekonomi global yang adil dan berkelanjutan.
Peran Nilai-nilai Ekonomi Syariah dalam Pembentukan Tax Morale dan Implikasinya terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia: Penelitian Kualitatif Library Research S. Pentanurbowo; Veithzal Rivai Zainal; Sunaryo; Meindro Waskito
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.8114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai ekonomi syariah dalam membentuk tax morale (moralitas pajak) dan implikasinya terhadap kepatuhan wajib pajak di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur primer dan sekunder, termasuk Al-Qur'an, Hadis, kitab klasik, jurnal ilmiah, dan regulasi perpajakan yang berlaku. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk menyintesis nilai-nilai syariah dengan teori kepatuhan pajak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekonomi syariah seperti Amanah (integritas), Shiddiq (kejujuran), Ihsan (kesadaran transendental), dan ‘Adalah (keadilan) memiliki pengaruh signifikan dalam memperkuat tax morale. Pajak dalam Islam dipandang sebagai instrumen maslahah mursalah yang wajib dipenuhi sebagai bentuk ketaatan kepada pemimpin (ulil amri) demi kesejahteraan publik. Integrasi antara zakat dan pajak melalui kebijakan tax credit diidentifikasi sebagai strategi kunci untuk meningkatkan kepatuhan sukarela. Otoritas pajak perlu menginternalisasi pendekatan persuasif berbasis nilai religius dalam sosialisasi perpajakan untuk membangun kepercayaan publik dan meminimalkan resistensi wajib pajak di Indonesia.