Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Kelompok Bermain melalui Pendampingan Pembelajaran Anak Usia Dini untuk Kesiapan Masuk Sekolah Dasar Maisa Hurul Aeni; Shafira Rizka Amani; Yora Harlistyarintica; Dessy Norma Juita; Wily Wandari; Venna Puspita Sari; Laely Farokhah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i4.5520

Abstract

Kualitas pembelajaran pada jenjang anak usia dini berperan penting dalam memfasilitasi masa transisi anak menuju sekolah dasar secara menyenangkan tanpa tekanan akademik berlebih. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi guru Kelompok Bermain (KB) dalam meningkatkan pemahaman pedagogik terkait pembelajaran transisi PAUD-SD melalui pemanfaatan modul pendampingan dan lembar kerja aktivitas interaktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan berbasis praktik (mentoring) melalui lima tahapan: pemetaan awal kebutuhan, pembekalan konsep pedagogi transisi, lokakarya penyusunan rencana ajar harian, pendampingan simulasi mengajar di kelas, serta evaluasi program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rerata pemahaman pedagogik guru mitra dari 50,0% pada pre-test menjadi 91,7% pada post-test. Guru mulai beralih dari praktik latihan calistung yang monoton ke arah aktivitas bermain bermakna (Play-Based Learning), mampu merancang modul ajar sederhana berbasis kemampuan fondasi, serta mulai menerapkan pencatatan perkembangan anak melalui dokumentasi portofolio karya. Program pendampingan lanjutan direkomendasikan untuk menjangkau pendidik di kelas awal sekolah dasar agar penyelarasan proses transisi dapat terpantau secara berkesinambungan.
Penguatan Pemahaman Guru Sekolah Dasar tentang Children’s Storybooks melalui Integrasi Let’s Read, Wordless Picture Book, dan Artificial Intelligence Nina Nurhasanah Nurhasanah; Mira Amelia Amri; Laely Farokhah; Venna Puspita Sari; Dessy Norma Juita; Clarisa Tazkia Rakhma; Fariha Nidaul Hasanati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i3.9497

Abstract

Keterbatasan variasi bahan ajar mendorong perlunya penguatan pemahaman guru dalam mengakses, memilih, dan memanfaatkan bahan ajar yang kontekstual, visual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman guru SDN Margahayu V dan SDN Margahayu XVIII Kota Bekasi mengenai pemanfaatan Children’s Storybooks melalui integrasi Let’s Read, Wordless Picture Book, dan Artificial Intelligence. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, Pre-Test, penyampaian konsep, demonstrasi, praktik terbimbing, Post-Test, dan refleksi. Sebanyak 25 guru dan kepala sekolah mengikuti kegiatan, sedangkan analisis perubahan pengetahuan dilakukan terhadap 21 peserta yang memiliki pasangan data Pre-Test dan Post-Test lengkap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, normalized gain, uji Shapiro–Wilk, dan Wilcoxon signed-rank test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor meningkat dari 93,33 menjadi 99,05 dan median meningkat dari 90 menjadi 100. Sebanyak 19 dari 21 peserta memperoleh skor 100 pada Post-Test dan seluruh peserta analitik mencapai skor minimal 90. Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman mengenai wordless picture book, dari 42,9% menjadi 100%. Nilai normalized gain sebesar 0,86 menunjukkan peningkatan kategori tinggi, sedangkan Wilcoxon signed-rank test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah pelatihan (W = 6,50; p = 0,003; n = 21). Temuan menunjukkan bahwa kegiatan efektif memperkuat pengetahuan konseptual peserta, khususnya terhadap bahan ajar visual tanpa teks. Praktik penggunaan Let’s Read dan pengembangan cerita berbantuan AI telah memberikan pengalaman awal, tetapi peningkatan keterampilan produksi dan implementasi kelas belum dapat disimpulkan tanpa penilaian produk dan observasi lanjutan.