Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KOMPARATIF CINTA MENURUT TEORI TRIANGULAR ROBERT STERNBERG DALAM THE GREAT GATSBY DAN TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK Fathullah Wajdi; Sahrul Syawal; Suryadi Ishak
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2025): PENTAS: November 2025
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v11i2.9448

Abstract

Sternberg's Triangular Love theory (1986) is used to examine love's intricacy in The Great Gatsby (Fitzgerald, 1925) and Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (Hamka, 1939). The imbalance of passion, closeness, and commitment and culture's impact on relationships are the primary issues. Comparing the three components in Western and Eastern civilizations was the goal. We employed qualitative textual analysis to analyze important quotes and storylines from both novels. Results: (1) Gatsby-Daisy has illusory desire without intimacy or actual commitment, while Zainuddin-Hayati has normative commitment and repressed passion. (2) Individualistic and communal cultures regulate the imbalance. The analysis shows that societal pressures and love imbalances cause the catastrophic conflicts in both works. This work advances Sternberg's theory in comparative literary analysis.
DESAIN PENGAJARAN BAHASA BERBASIS TUGAS: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mantasiah R; Fathullah Wajdi; Jafar Jafar
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 2 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v7i2.83749

Abstract

This study aims to map the characteristics of task-based language teaching (TBLT) design, the patterns of interaction it facilitates, its contribution to language learning improvement, and the supporting and inhibiting factors in its implementation. The research employed a systematic literature review method with the PRISMA protocol, a mixed-method convergent integrated review design, and narrative-thematic synthesis of 16 empirical articles selected from Scopus, ERIC, and ScienceDirect. The results indicate that effective TBLT design is characterised by meaning-oriented tasks, collaborative work, authentic topics, teacher scaffolding, multimodal resources, and proportional integration of technology. The most dominant interaction pattern is learner–learner, while improvement in language learning appears in the linguistic, communicative, and affective domains. It is concluded that the success of TBLT is determined more by the quality
PERANAN MEDIA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA SD KELAS SATU Fatmawati Sam; Nisrayanti Nisrayanti; Suryadi Ishak; Fathullah Wajdi; Arwin Dama
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 2 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i2.6108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) gambaran penggunaan media pembelajaran, 2) gambaran keterampilan membaca siswa, 3) peranan media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Pre-Test Post-Test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 siswa UPT SDN Benteng Jampea No. 56 Kepulauan Selayar. Penelitian ini menggunakan populasi sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk melihat bagaimana proses pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan media pembelajaran. Tes diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran membaca. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Guru telah menggunakan media pembelajaran dengan sangat baik. Demikian pula aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sangat baik, 2) Keterampilan membaca siswa mengalami peningkatan dari kategori rendah menjadi kategori sangat tinggi, 3) ada peranan media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan membaca pada siswa SD kelas satu.
Representasi Estetika dan Emosi dalam Puisi: Perbandingan Karya Kecerdasan Buatan dan Manusia Mantasiah R; Fathullah Wajdi
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1484

Abstract

This study aims to describe and compare aesthetic and emotional representations in poetry written by humans and poetry generated by artificial intelligence (AI). This research utilizes a qualitative methodology incorporating hermeneutic techniques. The research data include poetry texts derived from two categories: compositions by human poets and those generated by AI systems. Data were gathered by documentation technique from several sources, including digital platforms, poetry anthologies, and online archives. The data analysis was performed in phases by categorizing poems according to topics, identifying aesthetic components such as diction, metaphor, rhythm, and symbolism, and interpreting emotional dimensions through a hermeneutic lens. The research findings suggest that human-authored poetry generally exhibits superior symbolic complexity, reflective depth, and emotional sensitivity, in contrast to AI-generated poetry. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan representasi estetika dan emosi dalam puisi yang ditulis manusia dan puisi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutik. Data penelitian berupa teks puisi yang berasal dari dua sumber, yaitu puisi karya penyair manusia dan puisi yang dihasilkan oleh sistem AI. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai sumber, seperti platform digital, buku antologi, dan arsip daring. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui pengelompokan puisi berdasarkan kategori dan tema, identifikasi unsur estetika seperti diksi, metafora, ritme, dan simbol, serta penafsiran aspek emosional menggunakan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi karya manusia cenderung memiliki kompleksitas simbolik, kedalaman reflektif, dan nuansa emosional yang lebih kuat, sedangkan puisi AI lebih menonjol dalam deskripsi yang komunikatif, langsung, dan mudah dipahami. Meskipun puisi AI masih terbatas dalam menghadirkan konteks sosial, historis, dan pengalaman subjektif yang mendalam, teknologi ini memiliki potensi untuk memperluas akses dan audiens seni sastra di era digital.