Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengelolaan Website Desa Sebagai Promosi Pariwisata di Desa Cikadu, Kabupaten Tasikmalaya Nurherawati Nurherawati; Ardhiansyah Ardhiansyah; Retno Dyah Pekerti; Heidi Siddiqa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2792

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tantangan keterbatasan akses informasi dan promosi pariwisata yang dihadapi oleh Desa Cikadu, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan dan mengelola website desa sebagai media promosi pariwisata berbasis digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan secara tatap muka (offline) menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Cikadu, dengan sasaran perangkat desa, Kelompok Sadar Wisata, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Cikadu. Hasil kegiatan menunjukkan penyuluhan berjalan kondusif dengan partisipasi 18 orang peserta. Hasil utamanya adalah: 1) Sebelum kegiatan, sebagian besar Kelompok Sadar Wisata belum memiliki website resmi dan belum mengetahui cara mengoperasikannya; 2) Setelah kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan dan timbulnya ketertarikan serta kesadaran penuh masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata untuk membuat dan mengembangkan website desa sebagai media promosi potensi wisata lokal, seperti penghasil buah sawo, Sungai Citoe, dan pengrajin daun pandan. Manfaat yang diperoleh adalah kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan Kelompok Sadar Wisata untuk mengelola website desa wisata. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepedulian masyarakat dan aparat desa dalam pengelolaan website sebagai media promosi pariwisata berbasis digital. Keterlibatan aktif masyarakat ini siap berkontribusi dalam meningkatkan citra Desa Cikadu sebagai desa wisata.
Pengaruh Employer Branding Dan Sistem Kerja Fleksibel Terhadap Minat Kerja Rani Nurhayati; Nurherawati Nurherawati
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruuh Employer Barding dan sistem kerja fleksibel Terhadap Minat Kerja Generasi Z di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sebab akibat (kausal) untuk menguji pengaruh antar variabel.  Populasi dalam penelitian ini adalah Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus cochran melalui teknik Purposive  sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi), serta analisis regresi linear berganda. Uji koefisien determinan (R2) Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t (parsial) dan uji F (simultan) melalui perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa employer branding berpengaruh posistif dan signifikan terhadap minat kerja   (t hitung 5,841 > t tabel 1,984). Demikian pula sistem kerja fleksibel memiliki pengaruh posistif dan signifikan terhadap minat kerja (t hitung 4,617 > t tabel 1,984). Secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat kerja dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi sebesar 51,8 % . Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memperkuat citra oganisasi dan menawarkan fleksibilitas kerja sebagai strategi utama dalam menarik minat talenta muda di era digital, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.   This study aims to analyze the influence of employer branding and flexible working systems on the work interest of Generation Z in Tasikmalaya Regency. The research employs a quantitative approach with a causality method to examine the relationships between variables. The population consists of Generation Z residing in Tasikmalaya Regency, with a sample of 100 respondents determined using the Cochran formula through purposive sampling techniques. Data were collected via online questionnaires and analyzed using classical assumption tests and multiple linear regression analysis through SPSS version 26 software. Partial research results indicate that employer branding has a positive and significant effect on work interest (t-count 5.841 > t-table 1.984). Similarly, the flexible working system shows a positive and significant influence on work interest (t-count 4.617 > t-table 1.984). Simultaneously, both independent variables significantly influence work interest with a significance value of 0.000 and a contribution of 51.8% based on the coefficient of determination. These findings provide practical implications for companies to strengthen their organizational image and offer work flexibility as a primary strategy to attract young talent in the digital era, particularly within the Tasikmalaya Regency area.  
PENGARUH BRAND IMAGE DAN PROMOSI TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PENGGUNA PRODUK SKINCARE WARDAH DI KABUPATEN TASIKMALAYA Ikmal Syabanul Haq; Nurherawati Nurherawati
Journal Economic Management and Business Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jfeb.v5i1.8726

Abstract

This study aims to analyze the influence of brand image and promotion on customer loyalty of Wardah skincare products in Tasikmalaya Regency. This research is motivated by the high use of skincare which is not always followed by loyalty to one particular brand so that consumers tend to switch brands. The method used is quantitative with a descriptive and verifiable approach. The research sample amounted to 85 respondents using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression, coefficient of determination (R²) test, and t-test. The results showed that brand image had a significant effect on customer loyalty with a significance value of 0.000 < 0.05 and t count 5.067 > 1.989. Promotion also had a significant effect with a significance value of 0.000 < 0.05 and t calculated 5.050 > 1.989. The R² value of 0.791 shows that customer loyalty is influenced by brand image and promotion by 79.1%.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Dan Motivasi Intrinsik Terhadap Kinerja Aparat Desa: (Studi Kasus pada Aparat Desa Margalaksana Kecamatan Salawu) Muhamad Abdilah Ripki; Nurherawati Nurherawati
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1603

Abstract

Produktivitas aparatur desa merupakan determinan utama dalam efektivitas penyelenggaraan layanan publik di tingkat lokal. Namun, literatur terdahulu menunjukkan adanya inkonsistensi model kinerja pada sektor publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstrain struktural gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik terhadap kinerja aparatur desa dalam konteks rural bureaucracy. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei, data dikumpulkan melalui sensus jenuh terhadap 44 perangkat desa di Desa Margalaksana, Kabupaten Tasikmalaya. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memiliki dampak positif yang dominan dan signifikan dalam memacu kinerja (β = 0,766; t = 7,736; sig. 0,000 < 0,05). Sebaliknya, pola kepemimpinan transformasional tidak mampu memberikan kontribusi parsial yang signifikan secara statistik (β = 0,192; t = 1,938; sig. 0,059 > 0,05), mengindikasikan adanya sekat struktural serta budaya administrasi paternalistik yang kuat dalam tata kelola perdesaan. Secara simultan, kedua variabel mengonfirmasi daya determinasi sebesar 86,3% terhadap variabilitas performa (R2 = 0,863). Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa modernisasi tata kelola desa tidak dapat bertumpu pada retorika kepemimpinan semata, melainkan menuntut penguatan motivasi mandiri secara struktural serta transformasi kultur organisasi.   The productivity of village officials is a key determinant of local public service delivery. However, empirical literature exhibits inconsistent results regarding the drivers of public sector performance models. This study examines the structural constraints of transformational leadership styles and intrinsic motivation on village apparatus performance within a rural bureaucracy context. Utilizing a quantitative associative approach with a survey method, data were compiled from a saturated census of 44 village officials in Margalaksana Village, Tasikmalaya Regency. Multiple linear regression analysis reveals that intrinsic motivation exerts a dominant, significant positive effect on driving performance (β = 0.766; t = 7.736; sig. 0.000 < 0.05). Conversely, transformational leadership patterns fail to achieve statistical significance in its partial contribution (β = 0.192; t = 1.938; sig. 0.059 > 0.05), highlighting structural barriers and deeply rooted paternalistic administrative cultures in rural governance. Simultaneously, both variables explain 86.3% of performance variance (R2 = 0.863). These findings imply that administrative modernization in rural areas cannot rely solely on leadership rhetoric but requires structural strengthening of self-motivation and organizational culture transformation.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETENSI KARYAWAN GENERASI Z DI KOTA TASIKMALAYA DALAM DUNIA KERJA (Perspektif Motivasi, Inisiatif, dan Keterampilan Interpersonal) Della Apriani; Viska Putria Ananda; Nurherawati Nurherawati; Ramdani Alfalah
JURNAL EKONOMI PERJUANGAN Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi Perjuangan (JUMPER)
Publisher : LP2M Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jumper.v8i1.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, inisiatif, dan keterampilan interpersonal terhadap retensi karyawan Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Fenomena tingginya mobilitas kerja pada Generasi Z menjadi latar belakang pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat mempertahankan mereka dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) yang diolah melalui perangkat lunak SmartPLS. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Generasi Z yang bekerja di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan yang paling dominan terhadap retensi karyawan. Inisiatif juga terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kecenderungan karyawan untuk bertahan. Sebaliknya, keterampilan interpersonal ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan pada objek penelitian ini. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan di Kota Tasikmalaya perlu memprioritaskan sistem motivasi dan memberikan ruang bagi karyawan untuk berinisiatif guna menekan angka turnover pada talenta muda.
Pengaruh Work-Life Balance dan Transformational Leadership terhadap Kinerja Karyawan dengan Stres Kerja sebagai Variabel Moderasi Wulan Zahra Nurjanah; Nurherawati Nurherawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12212

Abstract

Kinerja karyawan merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan. Seiring meningkatnya jumlah Generasi Z di dunia kerja, organisasi dituntut mampu menciptakan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), menerapkan transformational leadership, serta mengelola stres kerja untuk mendukung peningkatan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan transformational leadership terhadap kinerja karyawan dengan stres kerja sebagai variabel moderasi pada karyawan Generasi Z di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,242; p = 0,029), demikian pula transformational leadership (β = 0,209; p = 0,045). Stres kerja terbukti memoderasi pengaruh work-life balance terhadap kinerja karyawan (β = −0,272; p = 0,048), tetapi tidak memoderasi pengaruh transformational leadership terhadap kinerja karyawan (β = −0,201; p = 0,106). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,344 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 34,4% variasi kinerja karyawan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan work-life balance dan penerapan transformational leadership yang efektif dapat meningkatkan kinerja karyawan Generasi Z, sedangkan stres kerja yang tinggi memperlemah pengaruh work-life balance terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi organisasi dalam merumuskan strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif.
Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Produktivitas Karyawan Peternakan Ayam Aida Nuraeni; Nurherawati Nurherawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12630

Abstract

Kajian ini mengevaluasi sejauh mana variabel kompetensi serta motivasi kerja berdampak terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja di Peternakan Ayam Petelur Sanjaya, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Peneliti menerapkan desain kuantitatif berbasis metode asosiatif untuk menguji keterkaitan antarvariabel. Pelaksanaan riset ini melibatkan seluruh anggota populasi yang mencakup 42 pekerja sebagai sampel penelitian melalui penerapan teknik penarikan sampel jenuh. Pengumpulan data primer berlangsung lewat penyebaran instrumen kuesioner, kemudian peneliti mengolah data tersebut memakai teknik analisis regresi linier berganda melalui pemrosesan perangkat lunak SPSS. Temuan lapangan membuktikan bahwasanya aspek kompetensi memberikan kontribusi positif sekaligus signifikan terhadap taraf produktivitas kerja para pegawai, yang ditunjukkan oleh perolehan nilai signifikansi sebesar 0,035 (<0,05). Selain itu, variabel motivasi kerja terbukti mendatangkan pengaruh positif serta signifikan terhadap performa produktivitas staf dengan besaran angka signifikansi 0,001 (<0,05). Pengujian secara bersama-sama mengonfirmasi bahwa penggabungan variabel kompetensi dan motivasi kerja berdampak signifikan bagi produktivitas pegawai, menghasilkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,704. Angka ini menandakan bahwa gabungan kedua faktor tersebut mampu menjelaskan 70,4% variabilitas tingkat produktivitas pekerja, sementara porsi selebihnya yaitu sebesar 29,6% bersumber dari pengaruh faktor eksternal lain di luar jangkauan model penelitian ini. Hasil akhir tersebut menegaskan bahwa upaya penguatan aspek kompetensi serta pendorongan motivasi kerja karyawan merupakan langkah strategis yang sangat krusial guna mengoptimalkan pencapaian produktivitas pada bidang usaha peternakan ayam petelur.