Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Kompetensi Profesional Guru dengan Minat Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Islam Majanubil’ilmi Sukamaju Tahun Pelajaran 2016/2017” Lalu Asriadi; Muhammad Musfiatul Wardi
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.737 KB) | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v3i2.526

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 19 Maret 2017, peneliti menemukan bahwa kompetensi profesional guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Islam Majanubil’ilmi ternyata masih belum optimal, ini terlihat dari kurangnya penguasaan materi pelajaran oleh guru, metode dan media pembelajaran yang digunakan masih monoton, kurang menguasai kelas yang ditandai dengan kurang kondusifnya suasana di dalam kelas serta kualifikasi guru yang tidak sesuai.[1] Sementara itu, berkaitan dengan minat belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ternyata masih kurang. Hal ini terlihat dari masih adanya siswa yang mengantuk pada saat proses belajar mengajar berlangsung, saling mengganggu antar siswa, tidak memperhatikan penjelasan guru di depan kelas, sebagian siswa tidak memiliki catatan lengkap. Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat meningkatkan minat belajar siswa, diantaranya dengan pemberian pelajaran tambahan, menyediakan LKS yang dilengkapi dengan sejumlah soal-soal latihan, tetapi hasilnya masih belum maksimal. Kenyataan tersebut dapat diduga penyebabnya antara lain, siswa kurang memahami konsep pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, siswa kurang termotivasi menyelesaikan tugas-tugas di rumah, minat baca siswa  masih rendah, siswa jarang berani bertanya pada saat proses belajar mengajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)  Gambaran kompetensi profesional guru di SD Islam Majanubil’ilmi (2) Gambaran minat belajar siswa di SD Islam Majanubil’ilmi (3) Hubungan antara  kompetensi profesional guru dengan minat  belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS di SD Islam Majanubil’ilmi Sukamaju Lombok Timur. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Islam Majanubil’ilmi yang berjumlah 19 orang. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument angket. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru dan minat belajar siswa berada pada kategori sedang dan tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional guru dengan minat belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisis menggunakan rumus Pearson Poduct Moment dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel. Diperoleh hasil r hitung sebesar 0,262. Jika nilai r hitung ini dikonsultasikan dengan  nilai r tabel untuk taraf signifikan 5% atau 1% dengan N = 19, diperoleh r tabel = 0,456 maupun taraf signifikan 1% diperoleh 0,575. Karena r hitung ≤ r tabel untuk kesalahan 5% (0,262 ≤ 0,456), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif antara kompetensi profesional guru dengan minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran IPS di SD Islam Majanubil’ilmi. Sehingga hipotesis yang diajukan ditolak.Kata Kunci : Kompetensi Profesional Guru, Minat Belajar Siswa
POTENSI DAN PROBLEMATIKA DESA WISATA (STUDI KASUS DESA WISATA JURIT BARU DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR) M. Setyo Nugroho; Lalu Asriadi
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.698 KB) | DOI: 10.47492/jih.v9i1.31

Abstract

Desa wisata Jurit Baru Lombok Timur memiliki ragam potensi yang memikat, karya alam-nya menciptakan keunikan dan ciri khas alam dan budaya. Namun demikian, desa wisata Jurit Baru belum populer jika dibandingkan dengan desa wisata lainnya, sehingga manfaat pariwisata belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat sekitar. Selain itu, terdapat beberapa kendala yang menjadi penghambat perkembangan pariwisata desa wisata Jurit Baru. Dengan demikian, dibutuhkan eksplorasi potensi sehingga dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan desa wisata Jurit Baru ke depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi desa wisata Jurit Baru dan mengidentifikasi permasalahan yang ada. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, studi dokumentasi dan wawancara (purposive sampling). Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desa Jurit Baru memiliki potensi alam yang sangat kaya. Baik dari bentuk topografi hingga estetika daily life masyarakatnya. Desa wisata Jurit Baru memiliki komoditas hasil perkebunan yang melimpah seperti alpukat, coklat, kopi, vanili. Selain dari pada itu, desa wisata Jurit Baru juga memiliki atraksi budaya seperti Gaweh Gawah, Zikir Zaman, Nyongkolan, Mandiq Kemanten, dan tradisi Ngentongin yang masih dilestarikan hingga saat ini. Kendati demikian, masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam proses pengembangan desa wisata jurit baru seperti rendahnya sumber daya manusia, belum optimalnya manajemen destinasi, konflik kepentingan dan hegemoni kekuasaan.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL SOBRY PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS IV SDN 31 AMPENAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Rina Wardaniati; Lalu Asriadi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1, April 2024
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v3i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melalui penggunaan model SOBRY pada mata pelajaran PAI di Kelas IV SDN 31 Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelas IVA SDN 31 Ampenan yang berjumlah 31 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentsi dan angket. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi guru dan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model SOBRY (Sampaikan, Organisasikan, Bertanya, Rayakan, Yakinkan) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN 31 Ampenan. Hal tersebut dapat dilihat dari ketuntasan persentase motivasi belajar siswa dari siklus I sampai siklus II. Rata-rata motivasi belajar siswa siklus I sebesar 50,8% meningkat 36,8% pada siklus II dengan rata-rata sebesar 87,6%.
UPAYA GURU DALAM MENERAPKAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN DI MIN 3 KOTA MATARAM Lalu Asriadi; Holida Yusfiana
Global Education Trends Vol. 2 No. 2 (2024): GLOBAL EDUCATION TRENDS
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v2i2.213

Abstract

Madrasah adalah lembaga pendidikan yang memiliki misi untuk menyediakan pendidikan berbasis Islam, Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana guru di madrasah mengintegrasikan konsep rahmatan lil alamin dalam pengajaran dan pembelajaran mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam penguatan profil pelajar rahmatan lil alamin dan mengetahui nilai-nilai apa saja yang ditanamkan dalam penguatan profil pelajar rahmatan lil alamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Pengumpulan data, Reduksi data, penyajian data, dan Vertifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1)Penerapkan Profil Pelajar Rahmatan Lil’Alamin dilakukan melalui Sholat Dhuha Berjamaah, Sholat Zuhur Berjamaah, Program Da’i Cilik, Mengaji Iqra, Tahfidz, Tilawah (2) Nilai-Nilai yang Terkandung di Dalam Program penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil’alamin yaitu Berkeadaban Nilai Keteladanan, Nilai Kewarganegaraan dan Kebangsaan, Nilai Berimbang ,Nilai Lurus dan Tegas , Nilai Kesetaraan, Nilai Dinamis dan Inovatif .
PENGUATAN LITERASI GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA DENGAN MODEL MULTIDIMENSIONAL MODEL OF COPING WITH BULLYING DI MADRASAH IBTIDAIYAH Lalu Asriadi; Ziyad
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Alaina: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v2i1.214

Abstract

Kasus intimidatif  dapat terjadi dimana saja, pada skala kecil atau menengah dengan berpotensi mengganggu atau tidak, yang pasti tindakan bullying perlu diantisipasi sebelum menjadi masalah yang dapat menganggu keharmonisan siswa di sekolah. Salah satu upaya untuk mencegah potensi bullying tersebut adalah dengan menguatkan literasi guru tentang model pencegahan bullying yakni Multidimensional Model Of Coping With Bullying (MMBC). Pengabdian ini memfokuskan pada penguatan literatur guru tentang MMCB yang akan dilaksanakan di MI Nurul Karim NW Kebon Ayu Lombok Barat. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode FGD dan workshop sehingga dapat memberikan keleluasaan bagi guru untuk memperoleh informasi yang tepat. Adapaun tiga tahapan yaitu pesiapan, pelaksanaan dan monitoring. Hasil pengabdian menggambarkan bahwa bullying dianggap sebagai aktivitas yang tidak membahayakan manakala tidak menimbulkan perselisihan antar siswa yang berujung pada keterlibatan orang tua. Anak terbiasa saling bermain dengan temannya di rumah, secara umum lokasi antar siswa tidak terlalu jauh. Walaupun demikian perilaku ini harus ditanggapi dengan serius. Potensi perselisihan antar siswa dapat menjadi masalah yang sulit dikendalikan kalau tidak diberikan pemahaman secara komperhensif melalui berbagai program pembinaan akhlaq anak. Literasi model MMBC ini membuat guru memiliki tambahan literasi dalam menangani potensi bullying anak.
DEVELOPMENT OF AKHLAQ WITH THE MCCB MODEL: STRENGTHENING TEACHER LITERATURE Lalu Asriadi; Ziyad
Ite Ngabdi Vol. 1 No. 2 (2025): ITE NGABDI
Publisher : ite ngabdi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/vyyf0k17

Abstract

This study strengthens teacher literature on efforts to overcome bullying in Madrasah. Bullying is a matter that can be a stumbling block for schools in presenting humanity. Teachers need supplementary knowledge on fostering students’ morals with the MMCB model. The results of the community service provide an overview that teachers increasingly understand the MMCB model and how to anticipate and handle it. Teachers also seem enthusiastic about the material. The first material is about bullying behavior at school, which includes understanding the forms, causes, and how to overcome bullying attitudes. The second material is about Moral Development, which consists of understanding morals, types of morals, how to strengthen morals, and the role of teachers and parents in fostering children’s morals
Implementasi Pembelajaran Tematik Siswa Kelas Rendah di MI Yadinu Banok Lombok Timur Lalu Asriadi
El Midad Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v14i2.5490

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memperbaiki konsep pendidikan.Diantaranya dengan menerapkan model pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perencanaan, pelaksanaan dan memahami penilaian model pembelajaran tematik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah :(1), perencanaan model pembelajaran tematik meliputi penyusunan silabus, penyusunan RPP, dan pemetaan kompetensi dasar (2) Pelaksanaan model pembelajaran tematik integratif meliputi: (a) kegiatan awal yang meliputi : berdo’a, menyapa siswa, bernyanyi, memberikan motivasi kepada siswa, bercerita, appersepsi, menyampaikan materi yang akan dipelajari dan tujuan yang akan dicapai. (b) kegiatan inti, meliputi: pengamatan, siswa menyampaikan hasil pengamatannya, guru menjelaskan materi pembelajaran, pemberian tugas, pembahasan tugas, tanya jawab, dan memberikan bimbingan. (c) kegiatan penutup, meliputi: tanya jawab , menyimpulkan materi, memberikan penilaian dan berdo’a. (3) penilaian model pembelajaran tematiki ntegratifmeliputi (a) Penilaian sikap, yang mencakup observasi, jurnal, penilaian diri, penilaian antar teman.(b) penilaian pengetahuan yang mencakup tes tulis, tes lisan, penugasan, pilihan ganda dan isians ingkat. (c) penilaian keterampilan yang mencakup penilaian kinerja, penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian portopolio.
Implementation of the Qudwah Hasanah Method in Strengthening Moral Values in Learning Akidah Akhlak at MIS. At-Tahzib Related to the 2025/2026 Academic Year M. Rofhan Zuhdan; Ridwan Ridwan; Lalu Asriadi
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2026): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/almunawwarah.v18i1.565

Abstract

This study aims to describe how the qudwah hasanah method is applied in strengthening moral values in the learning of Akidah Akhlak of fifth-grade students at MIS Attahzib Kekait, while also revealing various obstacles that arise during the implementation process. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation studies. Research informants include the principal, fifth-grade Akidah Akhlak teachers, and fifth-grade students of MIS Attahzib Kekait in the 2025/2026 academic year. The data analysis process is carried out systematically through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions by referring to the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the implementation of the qudwah hasanah method takes place through five inter-integrated stages, namely educator self-readiness, direct role modeling, delivery of simulations and advice, habituation accompanied by supervision, and evaluation and reinforcement. Through this process, the moral values that develop in students include individual moral aspects such as honesty, discipline, and responsibility; social morals such as politeness, empathy, and cooperation; and religious morals reflected in the habit of praying, reading the Quran, and consistently performing religious duties. However, the implementation of this method still faces several obstacles, including the influence of the family environment, low awareness of the importance of moral values among some students, limited learning time, the recurrence of deviant behavior, and suboptimal coordination between teachers. Therefore, this study emphasizes the importance of ongoing collaboration between schools, families, and the entire school community so that the implementation of the Qudwah Hasanah method can run more effectively and provide maximum impact.
Analisis Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di Mi Nurul Mujahidin Selong Belanak Tahun Pelajaran 2025/2026 Hauli Kamariah; Ridwan; Lalu Asriadi
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.2001

Abstract

This study aimed to analyze the Qur’an reading ability of fourth-grade students in the Al-Qur’an Hadith subject at MI Nurul Mujahidin Selong Belanak in the 2025/2026 academic year. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of the principal, the Al-Qur’an Hadith teacher, and fourth-grade students. The findings revealed that the students’ Qur’an reading ability was categorized as adequate. Some students were able to read the Qur’an fluently and apply basic tajwid rules correctly; however, several students still experienced difficulties in recognizing hijaiyah letters, pronouncing makharijul huruf accurately, and applying tajwid rules properly. The factors influencing students’ Qur’an reading ability included the lack of habituation in reading the Qur’an at home, low learning motivation, and limited parental support. Teachers’ efforts to improve students’ Qur’an reading ability were carried out through habituation activities before learning, special guidance for students with difficulties, the use of talaqqi and demonstration methods, and providing motivation to students. These efforts gradually improved the students’ Qur’an reading ability.
PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK Muzdalifah; Ati Sukmawati; Lalu Asriadi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.606

Abstract

Peran guru memiliki posisi strategis dalam mengembangkan karakter disiplin siswa melalui Program Sekolah Ramah Anak (SRA). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi SRA dan peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SRA dilakukan melalui tahap deklarasi, pelaksanaan program berbasis kebijakan ramah anak, serta evaluasi berkelanjutan. Peran guru sebagai pendidik, fasilitator, dan motivator berkontribusi dalam pembentukan disiplin melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan positif. Disiplin siswa mengalami perkembangan yang ditandai dengan ketepatan waktu, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta kepatuhan terhadap tata tertib. Program SRA memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga mendukung penguatan karakter disiplin siswa secara berkelanjutan.