Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pemasaran Digital pada Kegiatan Lights Wonderland di PT. PRPP Kota Semarang Anis Sabiela; Besya Salsabilla Azani Arif; Mulyono Mulyono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi yang dilakukan oleh PT. PRPP dalam upaya untuk terus berinovasi dan menarik minat publik untuk datang ke acara di PRPP. PT. Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) telah lama dikenal sebagai salah satu pusat rekreasi terkemuka di Semarang yang konsisten menyajikan event-event berskala besar, kembali menghadirkan “Lights Wonderland” yang bekerjasama dengan Luna Lights dari China. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara dengan melakukan pengamatan terhadap Strategi Pemasaran Event Lights Wonderland Di PT. PRPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang diterapkan pada Event Lights Wonderland oleh PT. PRPP Kota Semarang sangat berperan penting dalam meningkatkan brand awareness, interaksi audiens, serta minat pengunjung terhadap event tersebut. Strategi tersebut dilakukan melalui perencanaan konten yang sistematis, mulai dari penyusunan content pillar, content calendar, konsep pembuatan konten, hingga proses desain sehingga promosi menjadi lebih terarah dan konsisten. Ditinjau dari konsep bauran pemasaran 7P, strategi ini terlihat pada aspek product berupa event hiburan yang inovatif, promotion melalui media sosial dan kolaborasi influencer lokal, process melalui perencanaan konten yang terstruktur, people melalui keterlibatan tim pemasaran dan influencer, serta physical evidence melalui konten visual yang menarik. Konten yang dihasilkan terbukti meningkatkan likes, komentar, shares, serta berdampak pada peningkatan konversi penjualan tiket secara daring.
Pemberdayaan Pokdarwis Desa Wisata Berahan Kulon melalui Program Digitalisasi Produk dan Penguatan Kapasitas UMKM Berbasis Teknologi Mulyono; Ifta Almazah Suhaya; Karina Rizka Mentari; Rahmi Fadhella; Besya Salsabilla Azani Arif; Muhammad Zanu Feditya Nufail; Nur Lintang Devyna Putri
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1265

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Berahan Kulon yang terletak di Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini berada di wilayah pesisir utara Demak yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata berbasis alam, budaya, religi, dan ekonomi kreatif. Desa Wisata Berahan Kulon dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Restu Bumi. Pengelolaan desa wisata Berahan Kulon sudah tersentralisasi antara pengelola desa dan Pokdarwis, akan tetapi belum optimal dalam penyampaian informasi mengenai potensi desa. Ketidakselarasan ini tidak hanya berdampak pada promosi destinasi wisata, tetapi juga menghambat pemasaran produk UMKM lokal yang sebenarnya dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan (Rizal 2025). Kondisi permasalahan utama seperti keterbatasan pemasaran digital, rendahnya literasi teknologi, serta kurang optimalnya manajemen usaha. Tujuan dari program ini adalah untuk melakukan peningkatan digitalisasi pemasaran dan penguatan branding produk melalui e-katalog dan penguatan manajemen kelembagaan Pokdarwis melalui optimalisasi fungsi organisasi dan digitalisasi administrasi sederhana. Metode pelaksanaan dilakukan mengacu pada pendekatan partisipatif yang terdiri dari lima tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program menggunakan metode N-Gain Score yang membandingkan pre-test dan post-test peserta. Hasil penelitian menunjukkan nilai N-Gain Score sebesar 0,146, dengan nilai persentase sebesar 14,6%. Hal ini membuktikan bahwa program pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta baik di bidang digitalisasi administrasi, struktur organisasi dan digitalisasi produk. Dengan demikian, program ini mampu mendukung penguatan praktik digital pada Pokdarwis dan UMKM di Desa Berahan Kulon. Kata Kunci: Digitalisasi Administrasi, Struktur Organisasi, Digitalisasi Produk
Kompensasi Top Level Management Terhadap Kinerja Perusahaan: Studi Empiris Pada Indeks IDXBUMN20 Ifta Almazah Suhaya; Muazila Norisnita; Karina Rizka Mentari; Besya Salsabilla Azani Arif
Jurnal Inspirasi Ilmu Manajemen Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Inspirasi Ilmu Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Direktorat Pascasarjana, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/jiim.2026.5.1.5574

Abstract

Penetapan kompensasi manajemen puncak pada perusahaan milik negara cenderung dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan belum sepenuhnya berorientasi pada mekanisme pasar yang menekankan pencapaian kinerja, sehingga menimbulkan permasalahan mengenai selarasnya besaran kompensasi tersebut dengan peningkatan kinerja perusahaan di mata pemangku kepentingan. Permasalahan ini menjadi signifikan untuk dikaji mengingat perusahaan milik negara memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, sementara bukti empiris mengenai keterkaitan antara remunerasi pimpinan perusahaan dan kinerja perusahaan pada konteks entitas bisnis milik negara di Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaji dewan komisaris, gaji dewan direksi, dan tantiem terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan milik negara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016 hingga 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berorientasi pada penjelasan hubungan sebab akibat antarvariabel, dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan, yang selanjutnya dianalisis melalui regresi linear berganda setelah terlebih dahulu memenuhi persyaratan uji asumsi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaji dewan komisaris dan tantiem tidak memberikan pengaruh yang bermakna terhadap kinerja perusahaan, sedangkan gaji dewan direksi justru menunjukkan pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan kompensasi direksi tidak senantiasa diikuti oleh perbaikan kinerja perusahaan, sehingga berpotensi mencerminkan lemahnya keselarasan antara besaran kompensasi dan capaian aktual perusahaan.
The Influence of Perceived Quality on Repurchase Behavior in the Food and Beverage Industry: A Case Study of Warmindo Konco Lawas Besya Salsabilla Azani Arif; Karina Rizka Mentari; Yuningsih; Ifta Almazah Suhaya; Rizki Hardiyanti
Journal of Business Administration and Entrepreneurship Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Business Administration and Entrepreneurship Innovation
Publisher : Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/baei.v2i02.8073

Abstract

This study investigates the connection between Customer Perception of Quality (CPQ) and Repeat Purchase Intentions (RPI) within the fiercely competitive Food and Beverage (F&B) sector, specifically focusing on Warmindo Konco Lawas. The continuous expansion of dining establishments necessitates powerful strategies for maintaining customer bases. CPQ, encompassing food standards, service delivery, and the dining atmosphere, is hypothesized to be a key predictor driving recurring sales. The research aims to analyze how the quality perceived by patrons of Warmindo Konco Lawas directly and indirectly influences their willingness to return and consume again. The outcomes are anticipated to offer practical guidance to F&B entrepreneurs on optimizing quality management aspects crucial for securing long-term customer loyalty and sustained business viability.