Silpa Silpa
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Tafsir Tarbawi dalam Pendidikan Agama Islam di Era Digital Ryan Radjendra; Silpa Silpa; Ainal Ghani; Guntur Cahaya Kesuma; A. Fatoni
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.582

Abstract

Perkembangan era digital membawa dampak signifikan terhadap pola pendidikan, termasuk dalam ranah Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu pendekatan yang memiliki relevansi tinggi adalah tafsir tarbawi, yaitu tafsir Al-Qur’an dengan orientasi pendidikan yang menekankan nilai-nilai pedagogis, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tafsir tarbawi dalam mengembangkan model pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan era digital, khususnya bagi Generasi Alpha yang sangat akrab dengan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari kitab-kitab tafsir tarbawi, sedangkan data sekunder berasal dari buku akademik, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah literatur dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tarbawi dapat dijadikan landasan dalam menyusun strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi tanpa mengurangi nilai religiusitas dan spiritualitas. Integrasi tafsir tarbawi dengan media digital mampu memperkuat literasi digital religius, meningkatkan pemahaman keislaman, serta membentuk karakter religius Generasi Alpha. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai tafsir tarbawi ke dalam media pembelajaran digital secara sistematis melalui platform daring berbasis nilai Islam. Lembaga pendidikan juga disarankan untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan teknopedagogi agar implementasi pembelajaran berbasis tafsir tarbawi menjadi lebih efektif dan menarik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tafsir tarbawi dan teknologi digital tidak hanya menjaga orisinalitas nilai Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan religius di era Generasi Alpha.
Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran PAI untuk Menghadapi Disinformasi Keagamaan di Era Digital Riki Adi Pratama; Nur Rohfitta; Silpa Silpa; Muhammad Abdullah Sidiq; Chairul Anwar
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.753

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membuka akses yang lebih luas terhadap informasi keagamaan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius berupa maraknya disinformasi keagamaan yang beredar di ruang digital. Kondisi ini menuntut adanya penguatan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar peserta didik mampu memahami, mengevaluasi, dan memverifikasi informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan urgensi literasi digital dalam pendidikan Islam kontemporer, mengkaji strategi integrasinya dalam pembelajaran PAI, serta mengidentifikasi implikasi pedagogisnya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah bereputasi, buku akademik, dan publikasi relevan yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dalam pembelajaran PAI mencakup dimensi teknis, kognitif, dan etis yang terintegrasi secara harmonis dengan prinsip tabayyun sebagai landasan epistemologis Islam. Strategi integrasi dilakukan melalui penguatan kurikulum yang adaptif, penerapan problem-based learning, pemanfaatan media digital yang kredibel dan terseleksi, serta evaluasi pembelajaran berbasis literasi digital yang terukur. Integrasi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, tetapi juga membawa implikasi yang signifikan terhadap pembentukan karakter, meliputi sikap kritis, selektif, bertanggung jawab, serta religius dalam menyikapi informasi keagamaan di ruang digital. Dengan demikian, integrasi literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI memberikan kontribusi yang strategis dan transformatif dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga mampu menghadapi arus disinformasi keagamaan secara bijak, moderat, dan penuh tanggung jawab di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.