Muhammad Abdullah Sidiq
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Motivasi Belajar dalam Hadits Tarbawi: Studi Atas Hadits-Hadits tentang Keutamaan Ilmu dan Ulama Wildayah Musyafa; Muhammad Abdullah Sidiq; Ainal Ghani; Guntur Cahaya Kesuma; Amirudin Amirudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.750

Abstract

Hadits tentang keutamaan ilmu dan ulama digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis pembinaan motivasi belajar dari sudut pandang hadits tarbawi. Kitab-kitab hadits berfungsi sebagai sumber primer dan buku dan jurnal pendidikan Islam berfungsi sebagai sumber sekunder dalam penelitian ini, yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan memperhatikan aspek makna teks, konteks (asbāb al-wurūd), dan kualitas sanad dan matan hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits tentang keutamaan ilmu dan ulama mengandung nilai spiritual, moral, dan sosial. Nilai spiritual memandang menuntut ilmu sebagai ibadah yang memiliki nilai ukhrawi, nilai moral menekankan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mengejar dan mengamalkan ilmu, dan nilai sosial menekankan peran ulama sebagai pewaris nabi yang membimbing masyarakat. Sistem motivasi belajar yang terdiri dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik terdiri dari ketiga nilai tersebut. Akibatnya, hadits tarbawi harus dimasukkan ke dalam proses pendidikan melalui contoh guru, motivasi berbasis nilai, dan model pembelajaran integratif, kolaboratif, dan reflektif-spiritual. Metode ini tidak hanya meningkatkan keinginan siswa untuk belajar, tetapi juga mengajarkan mereka tentang iman dan tanggung jawab sosial mereka.
Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran PAI untuk Menghadapi Disinformasi Keagamaan di Era Digital Riki Adi Pratama; Nur Rohfitta; Silpa Silpa; Muhammad Abdullah Sidiq; Chairul Anwar
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.753

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membuka akses yang lebih luas terhadap informasi keagamaan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan serius berupa maraknya disinformasi keagamaan yang beredar di ruang digital. Kondisi ini menuntut adanya penguatan literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar peserta didik mampu memahami, mengevaluasi, dan memverifikasi informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan urgensi literasi digital dalam pendidikan Islam kontemporer, mengkaji strategi integrasinya dalam pembelajaran PAI, serta mengidentifikasi implikasi pedagogisnya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah bereputasi, buku akademik, dan publikasi relevan yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dalam pembelajaran PAI mencakup dimensi teknis, kognitif, dan etis yang terintegrasi secara harmonis dengan prinsip tabayyun sebagai landasan epistemologis Islam. Strategi integrasi dilakukan melalui penguatan kurikulum yang adaptif, penerapan problem-based learning, pemanfaatan media digital yang kredibel dan terseleksi, serta evaluasi pembelajaran berbasis literasi digital yang terukur. Integrasi tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, tetapi juga membawa implikasi yang signifikan terhadap pembentukan karakter, meliputi sikap kritis, selektif, bertanggung jawab, serta religius dalam menyikapi informasi keagamaan di ruang digital. Dengan demikian, integrasi literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI memberikan kontribusi yang strategis dan transformatif dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga mampu menghadapi arus disinformasi keagamaan secara bijak, moderat, dan penuh tanggung jawab di tengah tantangan era digital yang terus berkembang.