Nur Rohfitta
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI KOMPONEN KURIKULUM PAI DENGAN KEBUTUHAN PEMBELAJARAN ABAD 21 Nur Rohfitta; Agus Pahrudin; Agus Jatmiko; Koderi; Imam Syafe’i
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35392

Abstract

The 21st century is characterized by rapid technological advancement, globalization, and complex social dynamics, demanding that education systems adapt quickly and remain relevant to these changes. In this context, the Islamic Religious Education (PAI) curriculum holds a strategic role in shaping students’ character, spirituality, and competencies to face global challenges while maintaining Islamic identity. This study aims to analyze the relevance of the components of the PAI curriculum including objectives, content, learning strategies, and evaluation with the needs of 21st-century learning. The research employed a library research method by reviewing various academic sources, books, and studies published between 2015 and 2025. Data were analyzed qualitatively and descriptively through interpretation of theoretical findings related to the integration of Islamic values and 21st-century skills. The results indicate that the PAI curriculum should be developed adaptively and contextually by integrating critical thinking, creativity, collaboration, communication, and digital literacy into its core components. Moreover, PAI learning should emphasize active, collaborative, and project-based approaches accompanied by authentic assessment that holistically measures cognitive, affective, and psychomotor aspects. Strengthening spiritual, social, and moral values serves as a crucial foundation so that Islamic education does not merely transfer knowledge but also builds character and essential 21st-century competencies. Therefore, developing a relevant and sustainable PAI curriculum becomes a strategic effort to cultivate a generation of Muslims who are religious, morally upright, digitally literate, and capable of contributing positively to global civilization.
Analisis Penerapan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Fikih pada Siswa Sekolah Dasar Syifa Adilla Zahra; Nur Rohfitta; Ryan Radjendra; Wiwin Sunita; Nilawati Tadjuddin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8258

Abstract

Pada tingkat dasar, pembelajaran Fikih tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan mempraktikkan ibadah secara tepat dan berkesinambungan. Karena itu, dibutuhkan strategi yang mampu menyajikan materi secara konkret, kontekstual, dan menarik agar mudah dipahami siswa. Media audio visual dipilih sebagai alternatif karena memadukan unsur gambar, suara, dan gerak yang dapat menciptakan pengalaman belajar lebih interaktif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi media pembelajaran audio visual dalam mata pelajaran Fikih pada siswa kelas V melalui studi kasus di SD Negeri 2 Kampung Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa kelas V di SD Negeri 2 Kampung Baru, serta dokumentasi terkait proses pembelajaran Fikih. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berdampak positif terhadap motivasi, keterlibatan aktif, dan pemahaman siswa. Siswa menjadi lebih antusias, lebih mudah memahami materi praktik ibadah, serta lebih percaya diri saat mempraktikkannya. Kendati demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas teknologi dan manajemen waktu. Secara umum, media audio visual dinilai efektif mendukung pembelajaran Fikih jika dirancang dan difasilitasi dengan baik.