This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abmas
Yasbiati Yasbiati
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembangan kelompok usaha Anugrah Jaya bidang budidaya ikan, peternakan ayam, dan pengrajin sale dan tempe Hodidjah Hodidjah; Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Dwi Alia
Jurnal Abmas Vol. 15 No. 1 (2015): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v15i1.38811

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha Anugrah Jaya di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pendekatan yang digunakan untuk realisasi pengabdian ini yaitu tahap persiapan, tahap assessment, tahap perencanaan alternatif program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) meningkatkan motivasi wirausaha; (2) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; (3) meningkatkan keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; (4) pembangunan sarana dan prasarana (5) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah (1) meningkatkan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok; (2) kelompok usaha memiliki kemampuan manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; (3) meningkatnya keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; (4) terwujudnya sarana dan prasarana (5) meningkatnya pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan; (6) mampu meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan teknologi produksi tanam sayuran Kelompok Wanita Tani (KWT) Al-Hidayah dalam upaya penguatan ekonomi kerakyatan Yasbiati Yasbiati; Taopik Rahman
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38803

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara besar dengan beragam kekayaan hayati. Hal ini memberikan keuntungan yang besar bagi siapa saja yang ingin mengoptimalkan kekayaan alam di bidang tanaman, termasuk tanaman sayuran. Namun, pada kenyataannya kekayaan hayati yang melimpah di negara kita tersebut belum mampu menyelamatkan rakyat dari himpitan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (2013) menyebutkan jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta orang (11,37%), jumlah yang tak sedikit bagi negara yang mempunyai kekayaan alam yang berlimpah ruah ini. Begitu juga dengan kondisi kemiskinan yang terjadi di Dusun Negala Kidul, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Dari permasalahan tersebut, tim pengabdian melakukan langkah solutif dengan merintis dan mengembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Al-Hidayah bidang tanaman sayuran. Adapun target luaran dari pengabdian ini adalah: 1) terbentuknya pendidikan dan pelatihan bercocok tanam sebagai upaya meningkatkan kemampuan anggota kelompok wanita tani; 2) terbentuknya strategi pemasaran yang efektif dalam pengembangan usaha hasil produk kelompok wanita tani; 3) terbangunnya networking atau jaringan dengan pihak lain dalam kerjasama bisnis dan pemasaran; 4) meningkatnya pemahaman dan keterampilan usaha di bidang pertanian; 5) terbentuknya sarana prasarana pendukung kegiatan kelompok wanita tani; 6) terselenggaranya kerjasama yang baik antara kelompok wanita tani dengan Departemen Pertanian. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini lebih mengarah pada pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan yang berorientasi kepada kemampuan secara praktis disamping kegiatan pendampingan yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat melalui Kelompok Wanita Tani untuk mengembangkan keterampilan bercocok tanam. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model sistem pelatihan dari Treadway Parker (Ernesto, dalam Rohaniyah, 2005:36). Adapun pengembangan KWT ini lebih bersifat stimulan bagi masyarakat. Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini memerlukan kerjasama berbagai pihak baik pemerintah desa, pengurus KWT maupun masyarakat desa tersebut.
Pemberdayaan pemuda karang taruna Desa Sirnagalih bidang peternakan lele "Sangkuriang" dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Ghullam Hamdu; Yasbiati Yasbiati; Taopik Rahman
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38805

Abstract

Dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu negara sedikit banyak ditentukan oleh pemikiran dan kontribusi aktif dari pemuda di negara tersebut. Namun, realitanya pemuda khususnya Desa Sirnagalih belum semuanya berdaya bahkan tidak sedikit yang menganggur apalagi menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Melihat urgensi di atas, maka pemberdayaan pemuda melalui beternak lele "Sangkuriang" dapat dijadikan sarana dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Adapun target luaran dari pengabdian ini adalah: 1) terbentuknya pengembangan usaha di bidang peternakan lele "Sangkuriang" menjadi penopang kesejahteraan pemuda; 2) motivasi wirausaha pemuda Karang Taruna Desa Sirnagalih meningkat; 3) terbangunnya networking atau jaringan dengan pihak lain dalam kerjasama bisnis dan pemasaran; 4) terbangunnya sarana prasarana pendukung usaha beternak lele "Sangkuriang"; 5) terlaksananya pendidikan dan pelatihan pengelolaan administrasi karang taruna sebagai upaya meningkatkan kemampuan pemuda Karang Taruna Desa Sirnagalih; 6) terbentuknya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Karang Taruna Desa Sirnagalih sebagai landasan kegiatan organisasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini lebih mengarah pada pemberdayaan pemuda melalui kegiatan pelatihan beternak lele "Sangkuriang" yang berorientasi peningkatan skill pemuda dalam menghadapi persaingan  (MEA).
Optimalisasi peran keluarga penerima dana PKH dalam meningkatkan pendidikan dan kesehatan anak usia dini serta pengelolaan keuangan keluarga Yasbiati Yasbiati; Atit Tajmiati; Taopik Rahman; Dadan Nugraha
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36777

Abstract

PKH adalah Program bantuan tunai untuk Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang memenuhi salah satu dari tiga kriteria berikut ini: 1) anak usia 0-6 tahun, 2) anak di bawah usia 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, 3) ibu hamil/nifas. Dengan syarat keluarga tersebut bersedia memenuhi kewajiban terkait pendidikan dan kesehatan. Tujuan PKH yaitu untuk membantu keluarga sangat miskin menghindari kemiskinan dan memastikan generasi berikutnya sehat dan menyelesaikan Pendidikan Dasar. Berdasarkan studi pendahuluan dengan pendamping PKH dan Lurah Kelurahan Setiajaya, keberhasilan PKH di wilayah tersebut masih jauh dari memuaskan. Sebagai langkah solutif, tim pengabdian melaksanakan penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan kepada keluarga penerima dana PKH dalam bidang pendidikan dan kesehatan anak usia dini serta pengelolaan keuangan keluarga. Adapun target luarannya yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman KSM dalam bidang kesehatan AUD, pendidikan AUD, serta pengelolaan keuangan keluarga. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Parker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pendamping PKH, keluarga penerima dana PKH (KSM) maupun masyarakat itu sendiri.
Pengembangan kelompok usaha Anugrah Jaya bidang budi daya ikan, peternakan ayam, dan pengrajin sale & tempe Hodidjah Hodidjah; Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Dwi Alia
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36781

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan kepada masyarakat untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha Anugrah Jaya di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pendekatan yang digunakan untuk realisasi pengabdian ini yaitu tahap persiapan, tahap assessment, tahap perencanaan alternative program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Kegiatan ini bertujuan untuk 1) meningkatkan motivasi wirausaha; 2) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatkan keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) pembangunan sarana dan prasarana 5) meningkatkan pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan. Hasil dari kegiatan ini diantaranya adalah 1) meningkatkan jiwa entrepreneurship anggota kelompok usaha sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok; 2) kelompok usaha memiliki kemampuan manajemen usaha, perencanaan bisnis dan manajemen keuangan; 3) meningkatnya keterampilan kelompok usaha dalam budi daya ikan, peternakan ayam dan pengrajin sale & tempe; 4) terwujudnya sarana dan prasarana 5) meningkatnya pemahaman kelompok usaha tentang jejaring kewirausahaan dan penyusunan proposal kewirausahaan; 6) mampu meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36611

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) pola asuh orang tua, 2) pentingnya tumbuh kembang anak, 3) kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) multiple intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Parker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.
Pengembangan program bina keluarga balita holistik integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36427

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) Pola asuh orang tua, 2) Pentingnya tumbuh kembang anak, 3) Kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) Multiple Intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Pakker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.