Brownies merupakan salah satu produk pangan yang banyak digemari masyarakat, namun umumnya masih bergantung pada tepung terigu sebagai bahan utama. Pemanfaatan tepung kacang hijau sebagai bahan substitusi dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai gizi brownies sekaligus mendukung diversifikasi pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima konsumen dan kandungan gizi brownies kukus dengan substitusi tepung kacang hijau. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan beberapa formulasi substitusi tepung kacang hijau pada pembuatan brownies kukus. Daya terima konsumen dianalisis melalui uji organoleptik yang meliputi aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, sedangkan kandungan gizi dianalisis menggunakan perhitungan komposisi bahan pangan dan uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung kacang hijau memberikan pengaruh terhadap karakteristik sensoris brownies kukus. Formulasi dengan tingkat substitusi tertentu memperoleh tingkat penerimaan yang baik dari panelis pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Selain itu, peningkatan proporsi tepung kacang hijau berkontribusi terhadap meningkatnya kandungan protein, serat, dan beberapa mineral dibandingkan brownies tanpa substitusi. Meskipun demikian, substitusi dalam jumlah yang terlalu tinggi dapat menurunkan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur dan cita rasa produk. Secara keseluruhan, formulasi brownies kukus dengan substitusi tepung kacang hijau mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas sensori yang dapat diterima serta nilai gizi yang lebih baik. Dengan demikian, tepung kacang hijau berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan brownies kukus untuk meningkatkan nilai gizi tanpa mengurangi penerimaan konsumen secara signifikan.