Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN KULIT BAWANG PUTIH DENGAN BIOAKTIVATOR MICROBACTER ALFAAFA-11 (MA-11) SEBAGAI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN Nurul Fajeriana; Mochamad Firmasyah Agustio; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Ismail Munadi Sangadji; Fita Dewi Yuniar; Siti Nurjanah; Nanik Purwanti; Lukman Rais; Ummu Salmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58585

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Kondisi tersebut masih ditemukan pada Kelompok Tani Malawo Sejahtera di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang sebagian besar petaninya masih bergantung pada pestisida kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biopestisida ramah lingkungan berbahan Microbacter Alfaafa-11 (MA-11) dan kulit bawang putih sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan melibatkan 22 anggota kelompok tani melalui pendekatan partisipatif dan edukatif berupa penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, fermentasi, pengemasan produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh variabel evaluasi. Pengetahuan peserta mengenai dampak pestisida sintetis meningkat dari 61,44% menjadi 84,16%, pemahaman pertanian ramah lingkungan dari 60,31% menjadi 87,17%, pengetahuan bahan organik sebagai biopestisida dari 63,02% menjadi 88,59%, dan keterampilan pembuatan biopestisida dari 41,87% menjadi 87,64%. Selain itu, pemahaman teknik aplikasi dan penyimpanan meningkat dari 52,48% menjadi 85,73%, sedangkan motivasi penggunaan biopestisida ramah lingkungan meningkat dari 58,26% menjadi 89,11%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas petani menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Nanik Purwanti; Hasriyanti Hasriyanti; Fita Dewi Yuniar; Ummu Salmah; Andi Pangeran Rivai
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Penguatan Peran Komunitas Perempuan dalam Ketahanan Pangan dan Kesehatan Lingkungan melalui Pelatihan Urban Farming Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik Nurul Fajeriana; Endang Gunaisah; Suherni Suherni; Khasanah Khasanah; Siti Nurjannah; Fita Dewi Yuniar; Darmiati Dahar; Andi Werawe Angka
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.532

Abstract

Permasalahan keterbatasan lahan dan peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan lingkungan yang sehat di wilayah perkotaan, termasuk di Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu ‘Aisyiyah Provinsi Papua Barat Daya dalam menerapkan urban farming sebagai solusi terhadap keterbatasan lahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pembuatan pestisida nabati dari kulit bawang, serta praktik penanaman sayuran daun dengan memanfaatkan sampah anorganik sebagai media tanam. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendampingan selama praktik berlangsung. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 58,55% meningkat menjadi 85,62% pada post-test. Peserta menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk menerapkan urban farming di rumah masing-masing. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas perempuan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendorong pengelolaan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.