Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INTERNALISASI KEJUJURAN BIROKRASI (Studi Model Transparansi Aset Tetap dengan SIMDA Barang Milik Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sorong ) M. Ihwan; Bustamin Wahid; Hermanto Suaib; Ummu Salmah
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.108 KB)

Abstract

Tujuan dalam kajian penelitian ada dua, pertama: bagiaman mendeskripsikan tentang internalisasin makna kujujuran dalam kinerja  Birokrasi yang diamanatkan oleh regulasi di dinas Lingkungan Hidup (LH) Kab. Sorong. Kedua: Mendeskipsikan model transparansi dalam laproan melalui SIMDA-BMD di lingkungan dinas Lingkungan Hidup (LH) Kab. Sorong. Saduran konsep internaslisasi dari Bergger digunakan untuk menganalisi filosofi kejujuran birokrasi dalam sistem pengelolan aset daerah. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, dan setingan lokasi penelitian kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sorong. Teknik Analisis data dengan pendekatan Yiem, Cara pengambilan dengan wawancara, observasi dan studi literatul. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan dalam bentuk neraca keuangan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sorong sudah akuntabel dan transparan karena Dinas Lingkungan Hidup sudah menginplementasikan SIMDA-BMD yang membantu mengefisiensikan dan mengefektifkan di dalam pengelolaan dan penatausahaan aset barang milik daerah sesuai peraturan dan perUndang-Undangan yang berlaku.
Penguatan Peran Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan Pembangunan di Waigama Siti Fatimah; Ana Lestari; Ummu Salmah; Aswad Muhdar; Akmal Ridwan; Mulyadi Goulap; Sattu
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari (In Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5175

Abstract

Penguatan peran generasi muda sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat di Distrik Waigama, Kabupaten Raja Ampat. Generasi muda diharapkan mampu berkontribusi dalam mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Program pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif dengan melibatkan generasi muda, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses pendidikan, rendahnya partisipasi, dan minimnya sumber daya. Oleh karena itu, penguatan peran generasi muda perlu dilakukan melalui pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan sosial.
PEMANFAATAN KULIT BAWANG PUTIH DENGAN BIOAKTIVATOR MICROBACTER ALFAAFA-11 (MA-11) SEBAGAI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN Nurul Fajeriana; Mochamad Firmasyah Agustio; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Ismail Munadi Sangadji; Fita Dewi Yuniar; Siti Nurjanah; Nanik Purwanti; Lukman Rais; Ummu Salmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58585

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Kondisi tersebut masih ditemukan pada Kelompok Tani Malawo Sejahtera di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang sebagian besar petaninya masih bergantung pada pestisida kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biopestisida ramah lingkungan berbahan Microbacter Alfaafa-11 (MA-11) dan kulit bawang putih sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan melibatkan 22 anggota kelompok tani melalui pendekatan partisipatif dan edukatif berupa penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, fermentasi, pengemasan produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh variabel evaluasi. Pengetahuan peserta mengenai dampak pestisida sintetis meningkat dari 61,44% menjadi 84,16%, pemahaman pertanian ramah lingkungan dari 60,31% menjadi 87,17%, pengetahuan bahan organik sebagai biopestisida dari 63,02% menjadi 88,59%, dan keterampilan pembuatan biopestisida dari 41,87% menjadi 87,64%. Selain itu, pemahaman teknik aplikasi dan penyimpanan meningkat dari 52,48% menjadi 85,73%, sedangkan motivasi penggunaan biopestisida ramah lingkungan meningkat dari 58,26% menjadi 89,11%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas petani menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Nanik Purwanti; Hasriyanti Hasriyanti; Fita Dewi Yuniar; Ummu Salmah; Andi Pangeran Rivai
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.