Andi Mustika Fadillah Rizki
Universitas Mega Buana Palopo

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Education about Hot flushes in Perimenopausal Women Syarifah Sahirah; Ummu Kalsum; Andi Mustika Fadillah Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.163

Abstract

Premenopause merupakan bagian proses penuaan alami wanita, yang ditandai dengan penurunan produksi estrogen ovarium yang biasanya timbul pada umur 50 tahun. Perimenopause adalah fase peralihan antara pramenopause dan pascamenopause. Beberapa wanita pada fase ini tampak keluhan vasomotorik dan keluhan sindrom premenstrual. Wanita pada masa menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen dan hormon progesteron. Hal itu memicu terjadinya Hot flashes yang ditandai dengan merasa panas dari wajah hingga ke dada berkeringat pada malam hari, daya ingat mulai menurun,(insomnia), depresi dan merasa mudah Lelah. Pencegahan hot flashes bisa dilakukan dengan terapi biologis seperti mengkonsumsi susu kedelai atau tempe kukus, melakukan senam, serta terapi tertawa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan wawasan Masyarakat melalui program penyuluhan edukasi dengan melakukan upaya  preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi hot flashes pada ibu Premenopause. Metode penyuluhan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab dan diskusi dengan powerpoint dan leaftlet. Evaluasi dilakukan dalam bentuk lisan dengan tanya jawab serta melihat antusias peserta pada saat kegiatan berlangsung.
Penyuluhan Tentang Bahaya Anemia Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Andi Mustika Fadillah Rizki; Riska Reviana; Syarifah Sahirah; Nurul Faizin; Ummu Kalsum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i3.218

Abstract

Anemia yang terjadi pada remaja putri sangat berdampak negative pada kesehatan mereka khususnya berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan system reproduksi. dampak anemia wanita yakni abortus, kelahiran premature, perdarahan pada saat persalianan, BBLR bahkan dapat berlanjut hingga stunting pada anak. Ketidaksaimbangan nutrisi merupakan penyebab utama berbagai masalah kesehatan seperti anemia. Tetapi, selain masalah ketidakseimbangan nutrisi pada remaja, faktor kurangnya pengetahuan remaja putri tentang jenis-jenis makanan yang mengandung zat besi, dan bahaya dari anemia juga mempengaruhi terjadinya anemia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengembangkan pengetahuan remaja putri dengan penyuluhan edukasi/informasi yang merupakan salah satu upaya  preventif dan promotif dalam mencegah anemia pada remaja. Metode penyuluhan kegiatan menggunakan metode ceramah (penyuluhan) yang dirangkaikan dengan diskusi tanya jawab secara interaktif antara penyuluh dan peserta kegiatan dengan menggunakan powerpoint dan lembar leaftlet. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pertanyaan-pertanyaan peserta sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya dan antusias peserta pada saat kegiatan berlangsung.
Analisis Faktor Determinan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kebidanan Syarifah Sahirah; Andi Mustika Fadillah Rizki; Wahidah Munir; Andi Tenri Angka; Ernawati Ernawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.689

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan ibu dan anak  merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kebidanan di Poli Kesehatan Ibu dan Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analaitik dengan desain cross-sectional. Menggunakan teknik sample accidental sampling atau systematic random sampling ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung di Poli Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Sudiang selama periode Februari Maret 2026 sebanyak 122 dan besaran jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin yaitu 94 responden. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Program Statistik SPSS versi 25.0 dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien di Poli KIA merasa puas terhadap mutu pelayanan kebidanan yang diberikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0,05). Kesimpulan : Secara multivariat, seluruh variabel berpengaruh terhadap kepuasan pasien, dengan empati (empathy) sebagai faktor yang paling dominan, diikuti oleh daya tanggap (responsiveness). Hal ini menunjukkan bahwa selain aspek fasilitas dan ketepatan pelayanan, sikap peduli, komunikasi, dan kecepatan pelayanan tenaga kesehatan sangat menentukan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kebidanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal, khususnya empati dan responsivitas, untuk meningkatkan kepuasan pasien secara optimal
Hubungan Pengetahuan Dan Pemanfaatan Asuhan Pra Nikah Dengan Kesiapan Kesehatan Pra Konsepsi Pada Calon Pengantin Ummu Kalsum; Zulhijriani Zulhijriani; Sry Wahyuni; Wati Wati; Andi Mustika Fadillah Rizki
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.692

Abstract

Latar belakang: Masa pranikah dan prakonsepsi merupakan fase penting dalam mempersiapkan kesehatan sebelum kehamilan, namun seringkali belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pemanfaatan asuhan pranikah dengan kesiapan kesehatan prakonsepsi pada calon pengantin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Kab.Sidenreng Rappang pada periode September hingga November 2025 dengan jumlah sampel 34 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemanfaatan asuhan pranikah memiliki hubungan dengan kesiapan kesehatan prakonsepsi, dimana responden dengan pengetahuan baik serta yang memanfaatkan layanan cenderung lebih siap. Kesimpulan: Kesiapan kesehatan prakonsepsi dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemanfaatan layanan asuhan pranikah, sehingga diperlukan peningkatan edukasi serta optimalisasi layanan pranikah untuk mendukung kesiapan kesehatan sebelum kehamilan.
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu Andi Mustika Fadillah Rizki; Riska Reviana; Syafirah Sahirah; Nurul Faizin
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1 (May 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.104

Abstract

Kejadian BBLR di Indonesia merupakan penyebab kesakitan dan kematian bayi baru lahir dan tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Risiko kejadian BBLR di RSUD Anutapura Palu. Metode Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh bayi yang lahir di RSU Anutapura Palu periode 2023. Sampel kasus (BBLR) diambil secara total populasi yaitu 68 sampel dan  sampel kontrol (tidak BBLR) 136 sampel dengan  matching usia kehamilan 37 sampai 40 minggu dan menggunakan data sekunder. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian faktor risiko kejadian BBLR adalah anemia (OR= 3,274)  berisiko 3,3 kali melahirkan BBLR.  paritas dengan risiko tinggi (0 dan >4) (OR= 2,188), berisiko 2,2 kali melahirkan BBLR. Usia ibu dengan risiko tinggi (<20 atau >35 tahun) (OR= 2,066)  berisiko 2 kali melahirkan BBLR. Anemia yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR 3,369 kali. Kesimpulan dan saran terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu,  paritas dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Dimana sebanyak 42,7% yang memiliki usia (<20 dan >35 tahun) berisiko tinggi untuk melahirkan BBLR,  54,4% yang memiliki paritas (>4) berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR, dan terdapat 67,6% ibu hamil dengan anemia (Hb <11 gr/dL) berisiko untuk melahirkan bayi dengan BBLR.
Hubungan Tingkat Nyeri dengan Pemberian ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Riska Reviana; Anggun Kristian Sutra; Irfan Ilmi; Fadhila Arienda Humaira; Andi Mustika Fadillah Rizki; Dwi Ghita; Sumarmi Sumarmi
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1 (May 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.113

Abstract

Penurunan tingkat Pemberian ASI pada bayi dapat dipengaruhi dari ibu yang selalu dalam keadaan tertekan, kurang percaya diri, sedih, cemas, dan mengalami berbagai bentuk ketegangan akan mengakibatkan kerja sistem hormon prolaktin dan oksitosin terhambat, yang mana kedua hormon tersebut sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap proses sekresi ASI. Tujuan : Mengetahui Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Pemberian ASI Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Metode Penelitian : Metode dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu sejumlah 59 responden Hasil Penelitian : Hasil uji statistik dengan Chi-Square diperoleh nilai p (0,248) < a (0,05), sehingga dapat disimpulkan secara statistik terdapat tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat nyeri dengan Pemberian ASI. Kesimpulan : Secara keseluruhan, tingkat nyeri mempengaruhi Pemberian ASI yang dapat berdampak pada dapat meningkatkan produksi ASI memperkuat ikatan antara ibu dan anak serta meningkatkan produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu di Ruang Rawat Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang.
Implementasi Pijat Oksitosin dan Konseling Laktasi serta Hubungannya dengan Peningkatan Volume Perah ASI (Objective Measurement) pada Dua Minggu Postpartum Riska Reviana; Andi Mustika Fadillah Rizki; Sumarmi Sumarmi; Dwi Ghita; Tania Aprilianti; Rahma Aulia
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.151

Abstract

Produksi ASI pada dua minggu pertama postpartum merupakan fase kritis yang menentukan keberhasilan menyusui jangka panjang. Hambatan dalam refleks let-down, pengetahuan laktasi yang terbatas, serta kecemasan ibu dapat menurunkan volume ASI perah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dengan peningkatan volume perah ASI yang diukur secara objektif pada ibu postpartum dua minggu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 31 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dinilai melalui lembar checklist, sedangkan volume ASI perah diukur menggunakan botol berskala berdasarkan rata-rata tiga kali pemerasan pada hari awal (T0) dan dua minggu kemudian (T1). Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan volume perah ASI yang signifikan antara T0 dan T1 (p < 0,001). Implementasi pijat oksitosin memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan volume ASI (p = 0,018; OR = 4,82), yang menunjukkan bahwa ibu dengan pelaksanaan pijat oksitosin kategori baik memiliki peluang hampir lima kali lebih besar untuk meningkatkan volume ASI. Implementasi konseling laktasi menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan volume ASI (p = 0,004; OR = 9,00), menandakan bahwa ibu yang menerima konseling laktasi berkualitas memiliki peluang sembilan kali lebih besar untuk mengalami peningkatan volume ASI. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pijat oksitosin dan konseling laktasi merupakan intervensi efektif yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan volume perah ASI pada dua minggu postpartum.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pola Makan pada Stunting terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polman Tahun 2025 Andi Mustika Fadillah Rizki; Riska Reviana
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.153

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat dicegah melalui intervensi edukatif, terutama pada ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pola makan terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Campalagian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pendidikan kesehatan pola makan pada stunting terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 48 ibu balita yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden dengan mayoritas responden berada pada kategori baik sebanyak 30 orang (62,5%), dan sisanya 18 orang (37,5%) berada pada kategori cukup. Nilai uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukatif.